Bijak Bermedia Sosial dengan Tidak Beberkan Identitas Pribadi

Gawai memiliki banyak manfaat, seperti memenuhi kebutuhan berkomunikasi, sosialisasi, hiburan, sampai membantu kebutuhan ekonomi. Namun, ada beberapa hal negatif dari perkembangan teknologi ini, yakni penyebaran informasi hoaks dan perilaku perundungan di media sosial. Demikian dikatakan Retno Sudiyanti, Sekretaris Komisi A DRPD DIY, dalam Sosialisasi Yogya Bijak Bermedia Sosial pada Jumat (21/2/2020) di Balai Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman.

“Hati-hati dengan hoaks dan hati-hati juga dengan perilaku bully di media sosial karena kondisi setiap orang berbeda-beda. Contohnya jika anak-anak yang terkena bully maka sangat berbahaya sehingga memerlukan pemulihan trauma yang sangat intens, maka bijaklah dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi sehingga banyak mendapatkan manfaat positif,” ujarnya.

Sementara itu,
Kepala Subdit V/ Siber
Ditreskrimsus Polda DIY, AKBP Yulianto Budi Waskito, membeberkan cara
bijak dalam bermedia sosial, yakni dengan tidak bercerita terkait masalah
pribadi di media sosial, tidak merendahkan orang/pihak lain,dan tidak mengirim
gambar yang kejam/tidak beretika.

“Media sosial seperti Instagram, Facebook dan Twitter merupakan pintu gerbang untuk menjadi korban dalam media sosial seperti penipuan online. Maka jangan sampai identitas dan data pribadi diupload ke media sosial karena dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan di media sosial,” jelasnya kepada para peserta sosialisasi.

Sosialisasi yang
diinisiasi oleh Dinas Kominfo DIY ini diikuti oleh karang taruna dan warga
Wedomartani. Kepala Dinas Kominfo DIY, Rony Primanto berharap dengan adanya
kegiatan ini para peserta dapat memahami penggunaan Teknologi Informasi dan
Komunikasi secara baik dan benar berdasarkan tata cara dan aturan terkait
dengan dunia maya berdasarkan UU ITE.

“Jadi harapan
kami dari yang hadir di sini dapat menggunakan alat komunikasi yang kita miliki
ini secara baik dan benar,” tutupnya. (Rep Ifan)




Muskerwil DPW FOPPSI DIY 2020 Bersinergi Memberi Solusi

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Forum Operator Pendataan Pendidikan Seluruh Indonesia (FOPPSI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) tahun 2020 yang digelar di RM. Gendal Gendul, Jetis, Bantul, Sabtu (22/2/2019).

Muskerwil diikuti oleh segenap operator data yang berasal dari Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta, serta Kabupaten Gunung Kidul. Peserta dari Kabupaten Sleman diwakili oleh operator data dari Kecamatan Gamping, Mlati, Depok, Ngemplak, Seyegan, Ngaglik, Kalasan, Turi, dan Prambanan.

Menurut Ketua Penyelenggara Muskerwil DPW FOPPSI DIY tahun 2020, Avistasari Ramadhani Kegiatan ini mengambil tema ‘bersinergi memberi solusi’ diikuti oleh 37 operator data dan dihadiri Dewan Pengurus Pusat FOPPSI, Arya Riswanti.

Dalam sambutan pembukanya, Ketua DPW FOPPSI DIY, Rahmat Mulyo Hartono mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya Muskerwil ini guna mengevaluasi kegiatan selama setahun kepengurusan, melakukan pembahasan dan perbaikan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, serta melakukan edukasi pengurus seluruh DIY tentang solidaritas operator dalam memperjuangkan kepentingan Bersama yaitu kesejahteraan dan payung hukum operator.

“Yang tidak kalah penting adalah untuk mempererat hubungan antar anggota FOPPSI demi terciptanya iklim kerja organisasi yang baik, dan merancang program kerja wilayah di tahun ini,” tambah Rahmat MH.

Di sela-sela agenda Muskerwil, sebagai pengurus FOPPSI Pusat, Arya Riswanti menyampaikan perlunya para operator data membangun komitmen. Menurutnya, komitmen merupakan keyakinan, keikhlasan, dan kesediaan untuk Bersama-sama.

“Artinya, sukses organisasi bukan merupakan sukses individu, bekerja mandiri tetapi tidak untuk kepentingan sendiri, serta tidak ada anggota yang merasa lebih hebat dari yang lain. Kita adalah Team Work. Oleh karena itu, perlu bagi FOPPSI sebagai organisasi pada level Pendidikan untuk merapatkan barisan membangun kesolidan dan kebersamaan dalam upaya memperbaiki kinerja dan nilai tawar organisasi,” pungkas Arya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




TRC Gamping Giatkan Patroli Malam Antisipasi Tindak Kejahatan

Tim Reaksi Cepat (TRC) Kecamatan Gamping bersama jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Gamping, Komando Rayon Militer (Koramil) 17/GP, serta Pemerintah Kecamatan Gamping melakukan giat patroli keamanan di wilayah teritorial setempat, Sabtu (22/2/2020).

Patroli rutin yang dilaksanakan pada hari libur ini dilakukan oleh jajaran Polsek Gamping, didukung para relawan yang tergabung dalam TRC Gamping, dan jajaran Koramil 17/GP. Turut hadir dalam kegiatan di antaranya Camat Gamping, Ikhsan Waluyo, didampingi Kepala Seksi Tramtib Kecamatan Gamping, Harley Benyamin, anggota Satuan Propam Kepolisian Resort Sleman, Ipda Sigit, Kepala Unit Pembinaan Masyarakat Polsek Gamping, Ipda Totok Subaryanto, serta Ketua TRC Gamping, Deny Hendrawan.

Sebelum berangkat patroli keamanan wilayah, seluruh unsur melakukan apel malam untuk membagi personil yang ada, serta wilayah yang akan di sisir oleh masing-masing regu. Selain itu, disampaikan beberapa hal terkait dengan keamanan wilayah agar dalam pelaksanaan patroli berjalan lancar, aman dan terkendali.

“Dengan berkegiatan seperti ini kita dapat mengetahui kondisi wilayah yang sesungguhnya, sekaligus menjadi sarana komunikasi sosial untuk mendapatkan informasi-informasi penting lainnya yang perlu membutuhkan kerjasama dengan TNI dan Polri,” tutur Deny.

Iptu Totok Subaryanto menambahkan, patroli malam merupakan salah satu bentuk wujud pertanggung jawaban tugas sebagai aparat keamanan khususnya komando kewilayahan untuk memberikan rasa tenang serta nyaman kepada masyarakat baik yang sedang beraktifitas maupun yang sedang istirahat.

“Adapun tujuan patroli malam guna mengantisipasi serta meminimalisir tindak kejahatan serta mencegah secara dini dari gangguan serta ancaman yang akan timbul yang dapat meresahkan warga masyarakat sehingga situasi wilayah selalu aman dan kondusif,” pungkas Iptu Totok mengakhiri penjelasannya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Puskesmas Ngemplak Selenggarakan Workshop Percepatan Penanggulangan Stunting

Ngemplak – Camat Ngemplak, Siti Wahyu Purwaningsih menyampaikan sambutannya terkait upaya dan solusi terbaik tentang pencegahan dan penanggulangan stunting di wilayah Kecamatan Ngemplak, “Tidak hanya sektor kesehatan saja penanggulangan stunting ini, melainkan harus lintas sektoral,” ujar Siti di ruang Ramayana Hotel Buena Colombo, Kamis (20/02/2020). Siti Wahyu Purwaningsih menjelaskan bahwa program ini menjadi bagian dalam pemberdayaan masyarakat desa yang digerakkan secara bersama-sama baik dari unsur Muspika, organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas P3AP2KB dan lainnya.

Kesadaran dan kepedulian masyarakat perlu terus ditingkatkan utamanya pencegahan dan penanggulangan stunting. Langkah selanjutnya yang dilakukan Kecamatan Ngemplak yaitu menandatangani Surat Keputusan (SK) percepatan penanggulangan stunting sebagai tindak lanjut dari terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) Sleman tentang Program Percepatan Penanggulangan Balita Stunting No. 27 tahun 2019. Berdasarkan Perbup tersebut, Sungkawati dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa menjelaskan, bahwa dana desa dapat dialokasikan dalam penanggulangan stunting.

Menurut Nurhastiani, Kepala Puskesmas Ngemplak II, bahwa Puskesmas Ngemplak telah melakukan berbagai program sebagai antisipasi dari stunting, seperti penyuluhan dan konseling, edukasi persiapan pernikahan, program ibu hamil, program ASI eksklusif hingga program pemberian makanan bayi dan anak (PMBA). “Pendampingan dalam pelaksanaan atas dikukuhkannya SK Kecamatan dan SK Desa menjadi prioritas Puskesmas Ngemplak I dan II”, imbuhnya.

Wisnu Murtiyani, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat yang hadir sebagai salah satu narasumber workshop menyampaikan agar pelaksanan, gerakan ajak menimbang cegah dan atasi stunting (Gambang) benar-benar dilaksanakan prosedurnya dengan baik. Kabupaten Sleman merupakan Kabupaten dengan indeks angka stunting yang rendah sekitar 8℅, sementara DIY masih sekitar 25℅ dan Indonesia 30,8 ℅. Rendahnya Indeks stunting di Sleman merupakan buah upaya dari sinergi dan sikap guyup rukun dalam pelasanaanya, Wisnu Murtiyani menambahkan.

Workshop ini dimoderatori oleh Seruni Anggreni yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Puskesmas Ngemplak I. Kegiatan yang diikuti oleh 25 peserta se-Kecamatan Ngemplak ini terdiri atas kepala desa, perangkat desa, kader desa, kantor urusan agama, kepala sekolah, pos Kesehatan desa, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan unsur Muspika.

Di akhir sesi acara dilaksanakan penandatangan SK percepatan penanggulangan stunting dan penandatangan komitmen bersama, “Penanggulangan Masalah Prioritas Nasional Kecamatan Ngemplak”. (Nuradi/KIM Ngemplak)




Kunjungi SMP N 1 Turi, Mensos dan Menkopolhukam Berikan Santunan

Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Juliari Batubara didampingi Bupati Sleman, Sri Purnomo meninjau Posko Bencana untuk penanganan kecelakaan siswa SMPN 1 Turi yang terletak di Dusun Dukuh, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Sabtu (22/2/2020). Kemudian Mensos juga meninjau kondisi para siswi korban selamat yang masih dirawat di Puskesmas Turi.

“Para siswi yang masih dirawat kondisinya
bagus dan besok sudah bisa pulang,” kata Juliari Batubara.

Juliari berharap agar peristiwa tersebut
diselidiki secara menyeluruh.

“Karena ada nyawa yang hilang tentu harus ada investigasi, kenapa hal ini terjadi apakah ada unsur kelalaian misalnya, dan sebagainya,” kata Juliari.

Juliari mengucapkan bela sungkawa kepada
keluarga yang ditinggalkan dan semoga tetap tabah dan menghadapi cobaan. Ia
berharap semoga seluruh korban yang belum ditemukan bisa cepat ditemukan dan
dalam keadaan yang lebih sehat.

Tidak lupa ia memberikan penghargaan dan
apresiasi setingginya bagi seluruh pihak yang bertugas dilapangan dan ikut
dalam upaya pencarian dari kemarin hingga saat ini.

Ia mengatakan seluruh korban meninggal akan diberi bantuan sebesar Rp15 juta per keluarga. Sedangkan korban luka yang dirumah sakit pembiayaan ditanggung penuh oleh pemerintah hingga sembuh.

Menteri Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Republik Indonesia, Mahfud MD megatakan kedepan kegiatan serupa harus di mitigasi terlebih dahulu, atau disiapkan langkah – langkah antisipasi resiko  yang mungkin timbul secara mendadak agar tidak terjadi hal yang serupa.

“Pelajari cuaca jika tidak meyakinkan lebih baik tidak berspekulasi dan gunakan perlenkapan yang memadai,” kata Mahfud.

Meskipun demikian Mahfud berpesan dengan kejadian ini tidak menjadikan pihak lembaga pendidikan menghentikan ekstrakulikuler, khususnya pramuka.

“Karena pramuka mendidik anak – anak mencintai bangsa dan negara, tuhan, dan alam yang merupakan ajaran penting bagi anak – anak di seluruh Indonesia,” kata Mahfud.

Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah saat
mengunjungi salah satu korban selamat, menyebut pihaknya saat ini tengah fokus
kepada korban.

“Saat ini kita semua fokus kepada korban. Untuk perihal investigasi, kita sudah mengumpulkan keterangan dari beberapa orang sebagai investigasi awal,” kata Rizky.