Turi Tingkatkan Keamanan Guna Tanggulangi Klitih

Wilayah Turi, Sleman tercatat aman, belum ada kejadian klitih (fenomena sosial di DIY-red). Demikian disampaikan Aiptu Hartono, personil Polsek Turi dalam kegiatan Rapat Pelayanan Bidang Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Turi, Selasa (18/2/2020) di Kantor Kecamatan Turi.

Pihak Polsek Turi dikatakan Hartono, menaruh perhatian besar untuk menjaga keamanan wilayah Turi, terutama dalam pencegahan terjadinya klitih.

“Mengadakan
operasi pengendara motor baik kelengkapan surat-surat dan penertiban pengendara,
misalnya anak SMP yang mengendarai sepeda motor. Tidak lupa Polsek mengadakan
patroli pada malam hari,” jelas Hartono.

Kegiatan
patroli ini menurut Hartono juga bekerja sama dengan Polsek Pakem dan Polsek
Tempel. “Pihak Koramil pun selalu siap mem-backup kegiatan,” lanjutnya.

Selain
masalah keamanan wilayah Turi, dalam rapat juga disinggung terkait dana bantuan
yang mana ada masyarakat yang belum mendapatkannya. Oleh karena itu, Azwar,
Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Turi mengimbau agar pemerintah
desa dapat mendaftarkan warga yang membutuhkan dana tersebut.

“Nanti kader desa yang akan memantau pencairan dana tersebut,” tukas Azwar. (Suharno/KIM Kertomandiri Kecamatan Turi)




Dana UPK Seyegan Telah Tersebar ke 955 Pemanfaat

Badan
Kerjasama Antar Desa (BKAD) Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Seyegan
mengadakan Musyawarah Antar Desa (MAD) Tutup Buku tahun 2019 dan Rencana Kerja
tahun 2020 pada Selasa (18/2/2020) di Ngampon,
Margodadi, Seyegan.

Ketua
UPK Kecamatan Seyegan, Muryanta, dalam laporannya mencatat nilai perguliran
dana UPK sebesar Rp ,00.

“Dana
ini tersebar di 98 kelompok dengan jumlah pemanfaat 955 orang, sedangkan dana
sosial yang telah disalurkan sebesar Rp ,00,” beber Muryanta.

Sementara
itu, Joko Mulyanto, Sekretaris Kecamatan Seyegan melihat dengan dana UPK yang
telah tersebar ke 98 kelompok ini, UPK perlu lebih disosialisasikan kepada
masyarakat. “Keberadaan UPK Kecamatan Seyegan ini perlu lebih disosialisasi ke
masyarakat utamanya kelompok ibu-ibu karena UPK sendiri selama ini telah
berkegiatan dengan memberi simpan pinjam,” tambahnya.

Dalam
kesempatan yang sama, disepakati pula adanya pergantian Ketua Badan Pengawas
UPK, yang sebelumnya diketuai Suparjiyanto, kini diganti oleh H Sukarjo dari Desa
Margokaton, Seyegan.

Kegiatan
MAD ini ditutup pada pukul setelah secara bulat laporan tutup buku
disepakati oleh peserta MAD. (Sutarto Agus/KIM Kecamatan Seyegan)




Wujudkan Jiwa Kewirausahaan Melalui Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian Sayuran

Selasa
(18/2/2020) bertempat di Balai Desa Argomulyo, Cangkringan, 25 peserta
perwakilan dari Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Desa Argomulyo mengikuti Pelatihan
Pengolahan Hasil Pertanian Sayuran.

Kegiatan
tersebut dilaksanakan selama 2 hari dan terselenggara atas kerja sama Dinas
Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman dengan Pemerintah Desa
Argomulyo yang menggunakan anggaran PUPM (Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat).

Camat
Cangkringan, Suparmono dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut
merupakan langkah awal yang baik dan wahana berbagi untuk menumbuhkan
wirausaha-wirausaha yang bisa meningkatkan perekonomian dan bisa meningkatkan
pendapatan keluarga.

Senada
dengan Camat Cangkringan, Agung Nugroho, Kasi Kesejahteraan Desa Argomulyo menambahkan
bahwa pelatihan dengan produk pangan yang aman ini bisa pula untuk meningkatkan
derajat kesehatan di masyarakat.

“Diharapkan
semua peserta pelatihan mampu dan mempunyai inovasi dan kreativitas yang tinggi
untuk menciptakan olahan produk pangan yang nantinya dapat dipasarkan di
sekolahan, pasar atau pusat oleh-oleh guna meningkatkan pendapatan keluarga,”
ucap Edi Sriharmanto, Kabid Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan
dan Perikanan Kabupaten Sleman. (KIM Cangkringan/Mujiyanta)




Komunitas Siaga Bencana dan Linmas Kecamatan Cangkringan Ikuti Upacara Rutin Tanggal 17

Relawan
siaga bencana dan linmas se-Kecamatan Cangkringan kini ikut serta dalam upacara
rutin setiap tanggal 17 yang digelar oleh Pemerintah Kecamatan Cangkringan. Hal
ini disampaikan Camat Cangkringan, Suparmono demi menjaga semangat nasionalisme
pihak tersebut.

“Tempo
hari kami mengumpulkan relawan dan linmas ini, kami tawarkan untuk tiap bulan ikut
upacara dan mereka menanggapi dengan antusias, dan mengapa kami ikut melibatkan
relawan dan linmas dalam upacara karena mereka adalah unsur keluarga di Kecamatan
Cangkringan juga,” beber Suparmono, Senin (17/02/2020) di sela-sela upacara yang
berlangsung di Lapangan Kecamatan Cangkringan tersebut.

Para
komunitas relawan siaga bencana hadir dengan atribut kebesaran masing- masing,
seperti Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Destana Argomulyo dengan warna
merah hitamnya, Argo Merapi
Community (AMC)
Argomulyo dengan loreng biru hitam, Komunitas Cokro Kepuharjo dengan hitam
biru, Komunitas Siaga Merapi (KSM) Desa Glagaharjo dengan oranye hitam, dan
linmas dengan seragam kebesarannya.

Rambat
Wahyudi yang akrab disapa Kromo, Ketua KSM Desa Galagaharjo mengatakan pihaknya
sangat bersemangat mengikuti upacara. Tawaran dari Camat Cangkringan, dikatakan
Kromo berguna untuk memupuk jiwa nasionalisne dalam berkomunitas juga sebagai
pengingat memori miliknya 20 tahun lalu yang mana selalu mengikuti upacara
bendera saat masih sekolah. Lebih lanjut Kromo menyampaikan bahwa untuk upacara
setiap bulan ini, pihaknya telah mengimbau seluruh anggota agar semua anggota
ikut berpartisipasi. (KIM Cangkringan/Marmansyah)




BMT Insan Mandiri Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, rasa adil, kebersamaan dan kekeluargaan serta kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. Untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan tersebut lembaga keuangan syariah harus bisa berfungsi menghimpun dan menyalurkan dana dari dan kepada anggotanya.

Baitul Mal wal Tamwil (BMT) atau disebut dengan koperasi syariah yang didirikan oleh kelompok masyarakat berfungsi sebagai media penghimpun, penyalur, dan pendayaguna dana anggota seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf serta sebagai lembaga yang bersifat produktif dipandang sangat strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Untuk itu BMT harus senantiasa berkembang dengan terus meningkatkan omzet dan aset agar anggotanya lebih sejahtera.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun saat membuka Rapat Anggota Tahunan ke-22 BMT Insan Mandiri dan Tutup Buku Tahun 2019 yang digelar di Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman pada Sabtu (15/2/2020).

“Agar koperasi/BMT tersebut tetap eksis diperlukan kerja keras, kerja cerdas, serta kerja tuntas. Pengelola harus aktif dan kreatif agar koperasi kuat dan selalu berorientasi kepada kesejahteraan anggotanya bukan pengurusnya saja,” kata Sri Muslimatun.

Sri Muslimatun juga berharap agar BMT cerdas menangkap peluang secara baik, membangun kepercayaan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan anggota dengan demikian akan lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya, serta bisa bersaing dengan koperasi atau lembaga keuangan yang lain.

Muhammad Banudi, Ketua Pengurus BMT Insan Mandiri menyatakan bahwa rapat anggota tahunan memegang kekuasaan tertinggi serta mempunyai arti yang sangat penting untuk melakukan evaluasi kinerja kepengurusan, menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus, sekaligus merumuskan rencana kerja satu tahun ke depan dan juga pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU).

Dalam uraiannya Koperasi Syariah BMT Insan Mandiri melayani anggotanya di 2 kantor yaitu kantor pusat yang terletak di Jalan Parasamya, Beran Lor, Tridadi, Sleman dan kantor cabang di Murangan. BMT Insan Mandiri berdiri 10 Oktober 1996. Pada akhir 2019 ini anggota pendiri 99 orang, anggota biasa 2629 orang, dan kini memiliki aset lebih dari 10 miliar rupiah.

Untuk laporan pertanggungjawaban, Mujiono, Wakil Ketua Pengurus mengungkapkan bahwa untuk bidang keuangan dan usaha koperasi ini memiliki rasio keuangan yang meliputi likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, serta efisiensi yang masuk dalam kategori sehat baik dan aman.

“Lima tahun terakhir BMT Insan Mandiri mempunyai aset yang terus bertambah yaitu 5,8 miliar pada tahun 2015 menjadi 10,2 miliar pada tahun 2019 begitu pun pertumbuhan Sisa Hasil Usaha (SHU) mengalami peningkatan dari 98,2 juta pada tahun 2015 menjadi 132,4 juta tahun 2019,” ungkapnya.

Sedangkan bidang maal dan sosial, BMT Insan Mandiri juga menerima dan menyalurkan zakat, infak, sedekah, hewan kurban, serta memberikan sumbangan rutin ke sejumlah institusi pendidikan dan meningkatkan kepedulian sosial kepada anggota dan masyarakat.

Rancangan kerja satu tahun ke depan, diungkapkan Mujiono BMT Insan Mandiri akan terus meningkatkan pelayanan anggota dan calon anggota, aset, pendapatan dan SHU, pun kerja sama dengan pihak lain serta performa pengurus. (Upik Wahyuni/KIM Ngaglik).