Motivasi Ujian, SMPN 2 Turi Gelar Outbond

SMPN 2 Turi Sleman mengadakan kegiatan outbond dan motivasi UNBK untuk 126 siswa kelas IX di Bumi Perkemahan Samudrajaya Pakem pada Sabtu (9/2/2020).

Acara ini dihadiri oleh guru dan karyawan, Pembina Pramuka serta perwakilan alumni yang tergabung dalam IKABA ( Ikatan Alumni SMPN Bangunkerto) yang juga turut aktif mensukseskan acara tersebut dengan menerjukan beberapa alumni sebagai trainer outbond yang diwakili Widyastuti, Ratih, Desi Dwi, M. Wahiban, dan lainnya.

Widada, Kepala SMPN 2 Turi menyampaikan kegiatan outbound ini digelar untuk pembentukan karakter sebagai bekal menghadapi ujian dan masa depan.

“Kalian bisa belajar dari kesuksesan kakak-kakak kalian yang menjadi mentor dalam kegiatan ini,” tuturnya.

Outbound edukatif ini berupa permainan dengan konsep outdoor yang dinamis, terarah untuk mencapai tujuan, sebagaimana yang disampaikan Bam Suryanto, Siti Zaidatul dan Ani Sulistyorini selaku koordinator dari IKABA training yang merupakan team outbond dari alumni SMPN 2 Turi.

“Outbound ini dirancang dengan konsep belajar yang edukatif, entertaining, dan fun namun tetap terarah untuk menanamkan nilai etika, kedisiplinan, dan percaya diri kepada peserta. Hal ini penting agar anak-anak mempunyai pegangan arah dan akan kemana melangkah agar tidak terjerumus dalam kegiatan yang negatif seperti penyalahgunaan narkoba, klithih yang sangat merugikan dan nirfaedah,” ungkap para trainer kepada peserta. (Arief Hartanto)




Melatih Anak Agar Suka Membaca dengan Read Aloud

Ngaglik – Read Aloud atau membaca lantang adalah kegiatan membacakan buku atau bahan bacaan lain dengan bersuara oleh pembaca kepada pendengarnya. Read Aloud diperkenalkan oleh Jim Trelese dalam bukunya yang berjudul “The Read Aloud Handbook”. Metode Read Aloud ini bukan mengajarkan anak untuk bisa membaca tetapi mengajar anak untuk suka membaca.

Tahun ini untuk memperingati Read Aloud Sedunia setiap tanggal 5 Februari, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Mata Aksara bersama anak dan para orang tua mengadakan Pentas Bercerita, Workshop Read Aloud, Parade Read Aloud, dan membuat cerita tentang keluarga di markas mereka di Jalan Kaliurang Km 14 Dusun Tegalmanding, Desa Umbulmartani , Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Kamis (6/2/2020).

Diskusi dan Workshop Read Aloud Dalam Keluarga menghadirkan narasumber Nuradi Indra Wijaya yang merupakan Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca Kabupaten Sleman. “Sebenarnya read aloud sudah banyak dilakukan ketika orang tua membacakan buku-buku kepada anak. Sebelumnya mungkin membacakan buku hanya biasa-biasa saja, tetapi dengan memainkan unsur teatrikal, ekspresi, dan intonasi suara akan menjadikan anak lebih perhatian terhadap isi cerita. Rasa penasaran inilah yang kemudian membuat ingin tahu akhir dari cerita tersebut dan anak akan lebih mengenal dan menyukai buku,” terang Nuradi.

Menurut Nuradi hal ini dirasakan sangat efektif karena mengkondisikan otak anak untuk berimajinasi terhadap tokoh dan suasana yang ada dalam buku tersebut. “Misalnya imajinasi tentang super hero, karakter binatang, tokoh wayang, dan lainnya. Begitu pun imajinasi tentang suasana kerajaan tempo dulu, pedesaan, perkotaan, suasana masa depan atau bahkan perang bintang,” ujar Nuradi.

Berbeda dengan dongeng dimana sang pendongeng membutuhkan bakat serta latihan khusus supaya hafal isi cerita dan piawai memainkan setiap karakter, read aloud atau membacakan cerita mengandalkan buku sebagai daya tarik.

Hadi Anshori, dosen Universitas Islam Indonesia
yang juga menjadi narasumber pada acara ini menyarankan karena buku sebagai daya tarik maka biarkan anak memilih
buku yang digemarinya. Dengan bimbingan orang tua dan disesuaikan dengan usia
anak, buku dipilih dengan banyak gambar, warna dan dialog yang menarik perhatian
anak.

“Selanjutnya orangtua bisa membacakan buku tersebut dengan
ekspresi, intonasi suara, bahasa tubuh sesuai dengan karakter yang ada dalam
buku. Tunjuk setiap kata yang tertulis, agar anak mengenal aksara, usahakan
anak menceritakan kembali isi buku dan yang tak kalah penting kenalkan anak
dengan penulis buku, ilustrator atau bahkan penerbitnya. Hal ini untuk
mengajarkan anak lebih menghargai hasil karya orang lain,” kata Hadi Anshori.

Mengingat waktu
konsentrasi anak yang singkat, maka harus diperhatikan saat yang tepat
membacakan buku. “Jangan dilanjutkan ketika anak sudah mulai bosan,”
tambah Hadi.

Agar tercipta interaksi di dalam keluarga, peran orang tua sangat penting. “Kalau biasanya ibu yang banyak membacakan buku, peran ayah juga sangat diperlukan. Biarpun sangat kecil porsinya ayah hendaknya juga membacakan buku. Anak akan merasakan hal yang berbeda jika bersama ayah, merasa diperhatikan, sehingga akan tercipta ikatan kuat antara ayah dan anak,” terangnya.

Banyak manfaat yang diperoleh dengan read aloud, diantaranya melatih kemampuan mendengar dan menyimak, menambah jumlah kosakata, melatih konsentrasi, mengenalkan bahasa tulisan, mengenal gambar dan ilustrasi, mrangsang imajinasi serta mendekatkan hubungan orang tua dan anak. Pada akhirnya membaca lantang ini akan membantu anak untuk mengingat dan memahami isi buku sehingga cara ini bisa dijadikan metode belajar yang baik.(Upik Wahyuni/KIM Ngaglik)




KIM Kertomandiri Turi Dikukuhkan

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kertomandiri Turi dikukuhkan Camat Turi, Haris Sunaryo, Rabu (05/02/2020) di Aula Kantor Kecamatan Turi.

“Semoga
pengurus dalam mengemban amanah anggota dapat berjalan dengan lancar dan sesuai
dengan tupoksinya,” tukas Haris.     

Disampaikan
Haris, KIM Kertomandiri adalah salah satu KIM yang diperhitungkan di Kabupaten
Sleman melihat telah ada terobosan yang bermanfaat dalam rangka memajukan
perekonomian.

“Hal
ini juga ikut mensukseskan program pemerintah dalam mengurangi kemiskinan,”
lanjut Haris.

Haris
mengatakan pihak kecamatan siap mendukung kegiatan KIM khususnya dalam hal
anggaran sebab KIM kini sudah memiliki Perbup.

Sementara itu, Suwadi, Sekcam Turi yang membawahi KIM, menambahkan bahwa KIM memiliki tugas dan fungsi yang harus diemban, terutama dalam hal mengantisipasi berita hoaks

“Bila
ada berita yang urgen agar kecamatan diberitahu,” tambah Suwandi.

Adapun
susunan pengurus KIM Kertomandiri Turi periode 2020 sampai 2023 adalah Ketua 1 Bakir,
Ketua 2 Winarta, Sekretaris 1 Suharno, Sekretaris 2 Kusharjanti Puri Sada, Bendahara
1 Giyono, Bendahara 2 Tusta Rika. Kepengurusan KIM Kertomandiri juga dibantu
oleh beberapa seksi, yakni pengolah data, pemasaran dan lomba, perlengkapan,
dan humas. (Suharno KIM Kertomandiri Kecamatan Turi)




KIM Dorong Masyarakat Aktif, Kreatif, dan Mandiri

Kalasan – Keberadaan
Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) harus mampu mendorong masyarakat aktif,
kreatif, dan mandiri
dalam menyikapi derasnya arus informasi dari berbagai media. Dalam hal ini KIM
juga dituntut peduli dan peka membedakan antara informasi yang benar dan
akurat.

Demikian disampaikan Camat Kalasan, Siti Anggraeni Susila Prapti saat
memberikan arahan usai pengukuhan KIM Kecamatan Kalasan di Kantor Kecamatan
Kalasan, Kabupaten Sleman, Rabu (5/2/2020).

Selain tugas di atas,
lanjutnya, KIM diharapkan mampu berperan sebagai mediator, fasilitator, dan katalisator informasi
antara masyarakat dengan masyarakat, dan antara masyarakat dengan pemerintah untuk mengatasi
kesenjangan informasi.

Sementara itu Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Noor Hidayati Zakiah Pramulani pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa keberadaan KIM juga diharapkan mampu mendorong kreativitas masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan.

“Caranya dengan berbagi informasi positif seperti informasi pelatihan dan kursus-kursus, informasi pemasaran produk UMKM, dan sebagainya. Dan jangan lupa, kita harus mampu menjadi relawan, dan pelopor anti hoaks,” ungkap Noor Hidayati.

Pengurus KIM Kecamatan Kalasan masa bakti 2020-2025 yang
pengukuhannya juga dihadiri unsur forum komunikasi pimpinan tingkat kecamatan dan kepala desa se-Kecamatan
Kalasan itu terdiri dari Ketua Tri Joko Saptono, Wakil Ketua Bekti Susanto, dan
Sekretaris Parides Tri Hanani. Struktur
ini dilengkapi bendahara
dan seksi-seksi meliputi kebudayaan, pengembangan usaha, pemberdayaan
pemuda, pemberdayaan perempuan serta seksi kesejahteraan sosial yang
pengurusnya merupakan
perwakilan dari semua desa yang ada di Kalasan.(KIM Kalasan/Trijoko)




Musrenbang Gamping Susun Rencana Pembangunan Kecamatan 2021

Dalam rangka menyusun rencana pembangunan kecamatan,
Pemerintah Kecamatan Gamping menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan
(Musrenbang) Kecamatan tahun 2021 di Pendopo Kantor Camat Gamping, Rabu
(5/2/2020).

Menurut Camat Gamping, Ikhsan Waluyo, musrenbang kecamatan merupakan musyawarah tahunan
para pemangku kepentingan di tingkat kecamatan untuk mendapatkan masukan
mengenai kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan terkait yang
didasarkan pada masukan dari hasil Musrenbang Desa, serta menyepakati rencana
kegiatan lintas desa di
wilayah Kecamatan Gamping.

“Musrenbang Kecamatan dilakukan setiap tahun guna membuat
dokumen Rencana Pembangunan Kecamatan serta masukan untuk rencana kerja Satuan
Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kecamatan. Masukan tersebut sebagai dasar
penyusunan rencana pembangunan kecamatan yang akan diajukan kepada SKPD yang
berwenang sebagai dasar penyusunan rencana kerja SKPD pada tahun berikutnya,”
ujar Ikhsan dihadapan peserta musyawarah.

Kegiatan bertema mengoptimalkan
potensi unggulan daerah menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat sleman
yang berbudaya dihadiri Bappeda Kabupaten Sleman serta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman, Fika Chusnul Chotimah.

Turut hadir dalam musyawarah, Koramil Gamping, Unit
Pembinaan Masyarakat Kepolisian Sektor Gamping, Dinas Kebudayaan, Dinas
Ketenagakerjaan, Dinas Perhubungan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Puskesmas
Gamping 1 dan Puskesmas Gamping 2, Unit Pelayanan Teknis Pelayanan Pendidikan,
Kantor Urusan Agama, Kepala Desa beserta perangkatnya, Badan Permusyawaratan
Desa, Forum Anak Kecamatan, dan Kelompok Informasi Masyarakat Kecamatan
Gamping.

Di akhir musyawarah Kabid Kesra dan Pemerintahan Bappeda
Kabupaten Sleman, Erny Maryatun
menyampaikan bahwa Musrenbang bukan satu satunya wadah guna menyampaikan usulan
rencana kegiatan masyarakat. Selain Musrenbang bisa lewat DPRD melalui pokok
pikiran (Pokir), Media online Kabupaten Sleman, maupun website  masing-masing SKPD. (Adnan Nurtjahjo|KIM
Pararta Guna Kec Gamping)