Baznas Sleman Salurkan Zakat Lewat 5 Program

Saat ini masyarakat Sleman tidak perlu bingung lagi untuk menyalurkan zakatnya karena untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah bisa melalui Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Kabupaten Sleman. Baznas ini merupakan badan pemerintah yang dibuat untuk membantu masyarakat menyalurkan zakat dari perorangan, profesi, maupun instansi/lembaga kecuali zakat fitrah.

H. Muhammad Iskandar selaku Wakil Ketua 2 Baznas Sleman mengatakan, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya dengan cara datang langsung ke kantor dengan alamat Menara Masjid Agung dr. Wahidin Soedirohoesodo, Jalan Parasamya, Beran, Tridadi, Sleman, atau dijemput di tempat bila dengan uang tunai. Dikatakannya, masyarakat juga bisa menyalurkan zakatnya melalui cara transfer langsung ke bank. Informasi nomor rekening bisa diakses melalui website

“Setelah
(uang) masuk kemudian kita melakukan pendistribusian dan pendayagunaan. Yang
dibantu sebagian besar dari fakir miskin,” beber Iskandar saat ditemui di
kantornya Selasa (4/2/2020).

Ditambahkan
Iskandar, ada 5 program yang disusun Baznas Sleman guna penyaluran zakat, yaitu
Sleman Sehat, Sleman Produktif, Sleman Takwa, Sleman Cerdas, dan Sleman Peduli.

“Pemberian
zakat untuk 5 program yang telah bekerjasama dengan beberapa lembaga dan dinas
terkait tersebut disalurkan pada tanggal 1 hingga 15 setiap bulan kecuali untuk
keperluan yang bersifat insiden seperti bencana dan kecelakaan,” tambahnya. (Rep
Ifan)




Musrembang Seyegan Bahas Penanggulangan Kemiskinan

Penanggulangan
kemiskinan menjadi isu strategis di Kecamatan Seyegan. Secara spesifik angka
kemiskinan Kecamatan Seyegan masih menempati urutan tertinggi di Kabupaten
Sleman yaitu 13,21%.

Demikian
disampaikan Camat Seyegan, Budi Pramono dalam Musrenbang
Kecamatan Seyegan Tahun 2020 untuk usulan Tahun 2021, Rabu (3/2/2020) di Ruang
Rapat I kantor Kecamatan Seyegan.

Musrembang
yang dimulai pada pukul ini dihadiri oleh perwakilan perangkat daerah Kabupaten
Sleman, anggota DPR provinsi maupun DPRD Kabupaten Sleman, Polsek dan Ramil
Seyegan, UPTD, perangkat desa, KIM Kecamatan, Forum Anak Seyegan, dan
pendamping desa.

Kecamatan
Seyegan menampilkan daftar usulan pagu partisipasi masyarakat (PUPM), Daftar
usulan kegiatan non PUPN, Dana BKK, dan Danais. Pada tahun 2021, kegiatan PUPM
jumlah anggaran mencapai ,-, kegiatan non PUPM anggaran mencapai
,-.

Dana
BKK mencapai ,- sedangkan Danais, besaran dana mencapai ;-.

“Secara
keseluruhan kegiatan berjalan lancar dan kegiatan yang mempunyai tema
mengoptimalkan potensi daerah menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat
Sleman yang berbudaya ini,” tukas Budi Pramono. (Sutarto/KIM Kec. Seyegan)




Cangkringan Manfaatkan Dana UPK untuk Warga Kurang Mampu

Camat Cangkringan Suparmono berpesan agar dana UPK Mandiri
Kecamatan Cangkringan benar-benar dimanfaatkan untuk masyarakat tidak mampu.

“Modal UPK untuk kepentingan masyarakat Cangkringan,
tunggakan sangat kecil 0,9 % maka jaga baik-baik dana ini agar benar-benar
bermanfaat bagi masyarakat luas utamanya yang kurang mampu,” tutur Suparmono, Sabtu
(1/2/2020) di Lapangan Kecamatan Cangkringan, saat kegiatan senam massal.

800 pemanfaat dana UPK Kecamatan Cangkringan ini hadir dalam
senam massal sebab dalam kegiatan ini sekaligus diluncurkan dana sosial UPK.

Ketua UPK, Abdul Hamid mengatakan bahwa anggota pemanfaat berjumlah
1875 orang terbagi dalam 171 kelompok.

“Dana yang dimiliki 6 miliar rupiah lebih dan mulai tahun
2020 pinjaman bisa mencapai 15 juta per orang, surplus tahun 2020 ini ada 800
juta rupiah lebih,” beber Abdul Hamid.

Abdul Hamid menekankan bahwa dana tersebut digunakan untuk
pemanfaat kurang mampu baik dalam bidang kesehatan, kebudayaan, ekonomi, dan sosial.
(KIM Cangkringan/Sudaryo)




Bersamaan, Dua RT di Ngabean Kulon Tentukan Ketua

Minggu (2/2/2020) pagi warga masyarakat RT 02 dan RT 03 Ngabean Kulon, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman berkumpul halaman rumah Kepala Dukuh Ngabean Kulon.

“Kegiatan hari ini adalah jalan sehat dilanjutkan pemilihan RT 02 dan RT 03 antar waktu yang saat ini kosong,” kata Suhardi, Kepala Dukuh Ngabean Kulon.

Pemilihan RT saat ini diikuti oleh 205 pemilih warga di dua RT dengan empat calon yaitu Irwan Susanto, Maryanto, Dodik, dan Sutarno.

Setelah dilaksanakan pemungutan suara, ditetapkanlah Maryanto sebagai Ketua RT 02 dan Dony sebagai Ketua RT 03. (Kim Sinduharjo/Spn)




43 Tahun TK ABA Sidoharjo Ukir Beragam Prestasi

Sabtu (1/2/2020) menjadi hari yang bersejarah untuk TK ABA (Aisyiyah
Bustanul Athfal) Sidoharjo Bangunkerto, Turi, yang telah memasuki usia ke-43
tahun. Hari jadi ini diperingati dengan tajuk Mewujudkan Peran Keluarga Dalam
Pendidikan di TK ABA Sidoharjo bertempat di Gedung Dakwah PCM Turi.

Kepala Sekolah TK ABA Sidoharjo, Maharti, menyampaikan
terima kasih atas dukungan dan bantuan dari semua pihak sehingga acara ini
berlangsung dengan semarak, terutama kepada segenap keluarga besar Muhammadiyah
dan Aisyiyah di Sidoharjo.

Mharti bercerita, TK ini mulanya didirkan oleh , Hasyim
Rosyidi, Misran DS, Wagimin Hardiwijoyo, Munahar, Mulyodiharjo, Samsuri, Suprapto,
Supahar, dan Sayuti.

“Pada awalnya kegiatan belajar mengajar menempati rumah Sudarmojo
dari tahun 1977 sampai dengan 1981 dan pada tahun 1981 sampai dengan 1983
sambil menunggu gedung permanen kegiatan KBM pindah ke rumah Misran. Tahun 1983
gedung TK ABA selesai dibangun di atas tanah wakaf dari Sudarsono Projokusumo,”
tuturnya.

Berbagai prestasi telah diraih TK ABA Sidoharjo, tahun 2019
TK ABA ditunjuk oleh PDA menjadi TK ABA percontohan se-Kecamatan Turi, Oktober
2019 TK ABA meraih akreditasi dan mendapatkan nilai A, Februari 2019 TK ABA
ditunjuk oleh UPT Yandik Turi mengikuti lomba lembaga PAUD inovatif mewakili Kecamatan
Turi di tingkat Kabupaten Sleman, serta pada Maret 2019 salah satu guru maju
lomba guru berprestasi tingkat kabupaten mewakili Kecamatan Turi.

“Saat ini telah memiliki dua lokal gedung jumlah murid 75
dengan jumlah guru dan karyawan 11. Guru ekstra 9,” tandasnya. (Arief Hartanto)