SMK Muhammadiyah Minggir Jawab Kelangkaan Produksi Hand Sanitizer

Badan
Kesehatan Dunia (WHO) telah mendeklarasikan bahwa virus corona sebagai Ddarurat
kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (Public Health Emergency
of International Concern).

Hal ini tak
pelak terjadi pula di Indonesia, upaya pencegahan terus diupayakan oleh semua
pihak. Masyarakat berbondong-bondong melakukan pencegahan penyebaran virus
corona salah satunya dengan penggunaan hand sanitizer. Akibatnya, terjadilah
kelangkaan hand sanitizer di pasaran.

Melihat fenomena
tersebut, SMK Muhammadiyah Minggir yang terletak di bagian barat Kabupaten
Sleman tergerak untuk membantu masyarakat dalam pencegahan virus corona dengan
membuat produk hand sanitizer secara mandiri oleh siswa-siawa jurusan farmasi.

 “Produk kreatif siswa ini sebagai salah satu
bentuk aplikasi langsung materi pembelajaran siswa-siswa jurusan farmasi, yaitu
hand sanitizer dengan merk MM yang harapannya bisa menjawab kebutuhan
masyarakat saat ini terkaitnya dengan pencegahan virus corona, bahkan sampai
Senin 16 Maret kami sudah penuh pesanan yang kami terima di sekolah,” tegas Edi
Purwanto Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Minggir.   

Kreativitas produk ini mendapatkan apresiasi dari Direktur SMK Kemdikbud Dr. Ir. Bahkrun Dahlan, MM.  Seperti inilah SMK seharusnya bisa membuat produk yang dibutuhkan pasaran serta mendorong siswanya untuk kreatif dan senantiasa mengembangkan inovasi,” ungkapnya dalam pertemuan Badan Kerjasama Sekolah Kejuruan Muhammadiyah se-DIY, Sabtu (14/3/2020) di Bambanglipuro. (Arief Hartanto)




Sleman Raih MURI Atas Keberhasilan Mengaplikasikan QRIS

Sleman
– Kantor Wilayah BI (Bank Indonesia) Perwakilan DIY mendapat penghargaan dari
Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) atas keberhasilannya dalam mengaplikasikan
QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di merchant di DIY selama
2 bulan, pada Sabtu (14/3/2020) di Museum Gunung Merapi Sleman.

QRIS
ini memang merupakan bagian dari visi yang ditetapkan oleh BI (Bank Indonesia)
dalam sistem pembayaran tahun 2025.

“QRIS memiliki berbagai keunggulan, sangat efisien, satu bisa digunakan untuk semua. Yang paling penting, QRIS ini menjadikan seluruh transaksi dan datanya ada di dalam negeri sendiri. Kita menjadi sebuah bangsa yang memiliki dignity dan penggunaannya perlu lebih diakselerasi sebab semua bisa menggunakan dan mudah digunakan,” beber Kepala Kantor BI Perwakilan DIY, Hilman Setiawan.

Bupati
Sleman, Sri Purnomo, mengakui bahwa perkembangan ekonomi digital saat ini
menuntut sinergi kerja sama dalam menyusun kebijakan terintegrasi untuk
mendorong pertumbuhan nasional yang berlaku juga untuk perkembangan ekonomi
digital di DIY termasuk Sleman.

Dikatakannya,
upaya yang telah dilakukan antara lain dengan mengoptimalkan peran perbankan
daerah, yakni berkolaborasi dengan fintech (finance technology) serta perluasan
transaksi digital untuk mempercepat dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di
daerah.

“Dalam
rangka mencapai tujuan tersebut Pemda Sleman melakukan sejumlah upaya antara
lain memperluas pembayaran digital untuk penerimaan pendapatan pajak dan
retribusi daerah di Kabupaten Sleman,” tambahnya.

Kadarmanta
Baskara Aji selaku Sekda DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) pun mengapresiasi
program ini. Dia berharap sinergi antara BI dan OJK di DIY melalui QRIS dapat
membuat program-program yang sudah baik menjadi lebih baik.

“Sinergi
lintas sektor akan meningkatkan kualitas pembangunan Yogjakarta. Penggunaannya
mudah, tinggal scan QR Code QRIS. Selain itu, aman untuk transaksi tanpa
menggunakan uang tunai,” ungkapnya di kesempatan yang sama. (Rep Aldi)




Panwasludes Gamping Resmi Dilantik Siap Awasi Tahapan Pemilihan

Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan (Panwaslucam) Gamping menyelenggarakan kegiatan pelantikan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Desa (Panwasludes) di hadapan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman bertempat di Ruang Rapat Balai Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Jumat (13/3/2020).

Prosesi pelantikan dihadiri oleh Komisioner Bawaslu Sleman, Arjuna Al-Ikhsan Siregar, Kepala Sekretariat Panwaslucam Gamping, Harley Benyamin Joshua, Camat Gamping, Ikhsan Waluyo, Kanit Binmas Polsek Gamping, Iptu. , Babinsa Trihanggo, Sertu. Sugiyono, Bhabinkamtibmas Trihanggo, Aiptu Rusmanto, serta Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo.

Pengambilan sumpah dan janji sebagai panwasludes dipimpin oleh Ketua Panwaslucam Gamping, Kusyamto didampingi Rohaniwan yang juga menjabat Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Gamping, Imam Syafingi dilanjutkan pembacaan Pakta Integritas oleh perwakilan Panwasludes terlantik dari Balecatur, Suranto di hadapan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Arjuna Al-Ikhsan Siregar menegaskan bahwa konteks kerawanan dalam pemilihan bupati dan wakil bupati ini tidak hanya dipotret dari aspek keamanan saja karena kualitas pemilihan yang baik juga ditentukan oleh aspek pelaksanaan, aspek penyelenggara, dan teknis di lapangan, termasuk partisipasi peserta dan pemilih turut menentukan tingkat kerawanan.

“Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat kerawanan di Sleman yang memiliki indeks kerawanan pemilu di peringkat 37 nasional dan peringkat 10 di Pulau Jawa. Indeks kerawanan ini merupakan alat bantu untuk betugas di lapangan. Panwasludes adalah pihak yang paling dekat dengan masyarakat, harus mengetahui bagaimana mencegah terjadinya pelanggaran di masyarakat, dan melakukan sosialisasi terhadap peserta pemilu dan masyarakat agar tidak terjadi pelanggaran. Panwasludes harus mengantisipasi pelanggaran, dan berkoordinasi dengan pihak terkait, yaitu Muspika, dan PPK sebagai mitra penyelenggara pemilihan,” ungkap Arjuna.

Sesuai dengan lampiran Keputusan Panwaslucam Gamping Nomor : tanggal 13 Maret 2020 daftar nama Panwasludes terlantik adalah Suranto (Desa Balecatur), Wancono (Desa Ambarketawang), Rizal Hartono (Desa Banyuraden), Anggita Pramono Djati (Desa Nogotirto), serta Suci Dwi Prastiwi (Desa Trihanggo) yang bertugas mulai 13 Maret 2020 hingga berakhirnya tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati sleman. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Muspika Gamping Bersama Relawan Lakukan Aksi Bersih Lingkungan Fasum

Dalam rangka melakukan pencegahan wabah virus Corona, Kepolisian Sektor Gamping bersama jajaran Pemerintah Kecamatan Gamping, Koramil 17/GP, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tim Reaksi Cepat Gamping, Banser, dan Puskesmas Gamping I, melaksanakan kegiatan lapangan berupa aksi kebersihan di pool Bis Transjogja yang berlokasi di jalan Wates, Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Minggu (15/3/2020) pagi.

Sebelum menuju lokasi sasaran kegiatan, Kapolsek Gamping, Kompol Heribertus Aan Andrianto memimpin apel kesiapsiagaan antisipasi wabah penyakit yang digelar di halaman Mapolsek Gamping untuk memberikan arahan pelaksanaan kegiatan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Komandan Koramil 17/GP, Mayor Jalu Susilarjo, Kasi Tramtib Kecamatan Gamping, Harley Benyamin Joshua, Kanit Binmas Polsek Gamping, Iptu , serta Ketua TRC Gamping, Deny Hendrawan mendampingi relawan yang ada di wilayah Kecamatan Gamping ikut bersama-sama membersihkan lingkungan pool Bis Transjogja.

“Penyebaran virus Corona sudah semakin meluas di berbagai penjuru dunia. Oleh karena itu, seluruh pihak dari berbagai aspek harus bekerjasama untuk menahan penyebaran virus ini, termasuk di tempat fasilitas umum. Seluruh masyarakat harus mulai memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar guna mengantisipasinya, seperti kegiatan yang akan kita lakukan di pool bis transjogja pagi ini,” tutur Kompol Aan Andrianto.

Kompol Aan menambahkan, selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga harus membiasakan diri untuk mencuci tangan menggunakan sabun setiap selesai beraktivitas untuk mengurangi bibit penyakit yang menempel pada tangan, serta mengurangi pertemuan yang melibatkan banyak orang guna mengurangi penyebaran wabah penyakit.

Usai melaksanakan aksi bersih lingkungan mulai dari taman halaman depan hingga halaman belakang Pool Bis Transjogja dari rumput maupun tanaman liar yang dapat mengganggu kesehatan tubuh manusia ini, Kompol Aan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi mengikuti kegiatan sosial yang diinisiasi oleh Polsek Gamping. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




11 Tahun LKJ Sekar Pangawikan

Mengakrabi dan menumbuhkembangkan tradisi
budaya bukan hal mudah. Hanya dengan ketekunan, kesabaran, dan kesadaran kita
bisa melestarikan tradisi luhur bangsa. Dengan memetri (melestarikan-red)
tradisi kita berharap bangsa ini tetap bisa menjadi maju tanpa meninggalkan
jati diri.

Demikian pesan Ketua Lembaga Kebudayaan
Jawa (LKJ) Sekar Pangawikan, R. Bambang Nursinggih saat peringatan 11 tahun
lembaga itu Sabtu (14/3/2020) di Ndalem Sastrosudarmo, Desa Wisata Budaya Rajek
Wetan, Tirtoadi, Mlati, Sleman. Hadir dalam peringatan itu beberapa desa wisata
yang menjadi binaan LKJ Sekar Pangawikan, jaringan kerja, dan warga Rajek
Wetan.

Selama sebelas tahun, lanjutnya, Sekar
Pangawikan tak henti menumbuhkembangkan tradisi budaya terkait beragam upacara.

“Secara tidak langsung kami
menggerakkan budaya literasi. Dalam setiap gurit atau mantra, kami mengajak warga
untuk mencintai budaya. Literasi itu tak hanya membaca dan menulis tetapi juga
pandang dan dengar. Dengan sekar Macapat, hal itu bisa lebih mudah diterima
masyarakat pedesaan,” tandas Bambang Nursinggih.

Sementara itu, Wakil Ketua LKJ Sekar
Pangawikan selaku Ketua Panitia Peringatan, Wahjudi Djaja, melaporkan proses
kelahiran dan pertumbuhan LKJ Sekar Pangawikan saat didirikan sebelas tahun
silam. “Bergerak dalam nuansa tradisi budaya Jawa di saat zaman sedang
berubah, memerlukan kelapangan dada dan kesadaran bersama. Budaya adalah ruh
bangsa sehingga menjadi kewajiban anak-anak bangsa untuk menjaga kelestarian
dan perkembangannya,” katanya.

LKJ Sekar Pangawikan, sambungnya, tak lupa
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mempercayai lembaga ini untuk
ikut andil dalam mengenalkan nilai keutamaan budaya Jawa kepada masyarakat dan
generasi muda. “Secara khusus kami mengucapkan terima kasih kepada
pengelola Desa Wisata Budaya Rajek Wetan yang memberikan salah satu ruang di Ndalem
Sastrosudarmo sebagai Sanggar Sekar Pangawikan. Ini merupakan energi besar bagi
kami,” imbuhnya.

Peringatan diisi dengan pergelaran Tari
Pawiyatan Sastrosudarman dan penampilan gamelan dari Kelompok Bermain Among
Putro Ngemplak. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh R. Bambang Nursinggih dan
diberikan kepada Suharno mewakili pengelola Dewi Rawe. (KIM Mlati/Yoko)