Dua Desa di Mlati Adakan Pengundian Nomor Urut Calon Kepala Desa

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa
(Pilkades) serentak yang akan digelar pada tanggal 29 Maret 2020 menginjak pada
tahapan pengundian nomor urut peserta. Sabtu (14/3/2020), dua desa di Mlati
mengadakan pengundian nomor urut calon kepala desa, yakni Desa Sinduadi dan
Desa Sumberadi.

Di Desa Sinduadi ada 3 calon kepala desa. Hasil pengundian calon kepala desa nomor 1 adalah Sugiyono, nomor 2 Subandi Kusuma, dan nomor 3 H. Senen Haryanto. Pengundian ini dilaksanakan di Balai Desa Sinduadi.

Turut hadir dalam acara ini Camat Mlati,
Kapolsek Mlati, Danramil Mlati, Panitia Pilkades, Ketua BPD Sinduadi beserta
anggota, dan Calon Kades.

Camat Mlati, Yakti Yudanto dalam
sambutannya menyampaikan, agar nanti semua elemen masyarakat berperan serta
aktif dalam mendukung suksesnya pelaksanaan Pilkades terutama dalam hal
keamanan dan ketertiban.

“Hendaknya semua pihak menjaga
keamanan dan ketertiban dalam pelaksanaan Pilkades, baik pada tahapan sebelum
dan paska Pilkades,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades
Sinduadi Sumarno mengatakan, meskipun pengundian nomor urut sudah dilaksanakan,
tetapi sesuai tata tertib, kampanye tetap dilaksanakan tanggal 23-25 Maret.

“Untuk itu mohon dijaga Sinduadi tetap
kondusif,” tandasnya.

Di lain tempat di waktu yang sama, Desa Sumberadi mendapatkan dua calon kepala desa, yakni nomor 1 Wasis Budi Antoro dan nomor 2 Hadi Sunyoto. (KIM Mlati/Yoko)




Sleman Lakukan Berbagai Persiapan Sambut E-Voting Pilkades

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk menempuh pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 29 Maret mendatang.

Anggota Tim Teknis Utama, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sleman, Aldrin Yudha Pradana menjelaskan bahwa saat ini persiapan untuk Pilkades dengan e-Voting sampai pada tahap menguji fungsi dan menseting alat sejumlah unit.

“Kita melaksanakan sosialisasi ke desa sampai ke tingkat
padukuhan, setelah itu ada pelatihan Tim Teknis Lapangan,” katanya saat kegiatan
monitoring di Stadion Maguwoharjo, Kamis (12/3/2020).

Ia menyebutkan, Tim Teknis Utama berjumlah 59 orang termasuk
dirinya membawahi personel Tim Teknis Lapangan.

“Kemarin sudah berjalan pelatihan Tenaga Teknis Lapangan (TTL) di Kampus Amikom dan juga melakukan pelatihan Bimbingan Teknis (Bimtek) ke anggota KPPS di desa masing-masing yang berjumlah 49 desa,” ucapnya menambahkan bentuk persiapan dari seluruh tim Pilkades.

Menurut Aldrin, yang dilakukannya di Stadion Maguwo
merupakan persiapan seting alat untuk membuat surat suara, konfigurasi alat,
sampai uji coba fungsi alat. Pun, ada sertifikasi kepada TTL sebanyak 200 TTL
per hari yang dikatakannya akan berlangsung sampai dengan 6 hari.

Berbagai persiapan ini dikatakan Aldrin agar pelaksanaan
Pilkades 2020 dengan e-Voting dapat berjalan lancar sesuai dengan apa yang
diharapkan.

“Konsep e-Voting ini juga akan memudahkan masyarakat dalam
memilih gambar, selain itu e-Voting juga bisa meminimalisasi kecurangan. Hal
ini juga bertujuan untuk mewujudkan Sleman menjadi Smart Regency,” tambahnya. (Rep
Septyan)




19 KPM PKH Seyegan Lakukan Graduasi Mandiri

Bertempat di Aula lantai II Kantor Kecamatan Seyegan, Kamis (12/3/2020) diadakan Rapat koordinasi Program Penanggulangan Kemiskinan dengan acara Graduasi Mandiri Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) se-Kecamatan Seyegan.

Rakor dipimpin langsung oleh Joko Mulyanto, Sekcam Kecamatan
Seyegan, didampingi oleh Subagyo Rahayu, selaku Kasi Kesmas dan Ir. Rusmarinto,
Ketua TPK Kecamatan Seyegan.

Joko Mulyanto mengharapkan kepada KPM PKH untuk tetap
semangat dalam berusaha setelah merasa mampu dan dengan ikhlas melepaskan
bantuan dari pemerintah melalui PKH tersebut.

“Rakor kali ini merupakan rakor pertama di tahun 2020.
Harapannya akan disusul lagi dengan rakor-rakor yang seterusnya dengan agenda
yang sama yaitu graduasi mandiri Keluarga Penerima Manfaat PKH. Masih ada 8
kali lagi kegiatan serupa,” tutur Joko.

Dalam acara tersebut juga dilakukan testimoni dengan menampilkan 2 orang mantan anggota KPM PKH yang pada tahun lalu melakukan graduasi secara mandiri. Tuti Hikmadewi dari Dusun Gondang dan Rahayu dari Dusun Mbareoan. Keduanya dari Desa Margoagung menceritakan pengalamannya menjalankan usaha mulai dari merintis, mengembangkan, dan memajukan usahanya selama menjadi anggota KPM. Setelah usahanya maju, secara mandiri keduanya melepaskan keanggotaan KPM miliknya. Keduanya sukses dalam menjalankan usaha home industry yaitu usaha aneka kripik.

Dalam kesempatan tersebut, terdapat 19 orang yang melakukan graduasi untuk melepaskan dari keanggotaan KPM PKH miliknya. Dengan dipandu oleh pendamping PKH, anggota yang melepaskan keanggotaannya mengisi surat pernyataan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Seleksi Wawancara KPU Sleman Pilih PPS Berintegritas dan Profesional

Guna menyelenggarakan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman di tingkat desa pada bulan September 2020 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman melakukan pembentukan Panitia Pemungutan Suara (PPS) melalui beberapa tahapan. Salah satu proses perekrutan PPS adalah wawancara langsung dengan calon yang sudah lolos tes tertulis.

Demi memperlancar proses wawancara terhadap calon PPS, maka
KPU Kabupaten Sleman melibatkan Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang
dilaksanakan di Kantor KPU Kabupaten Sleman, Kamis (12/3/2020).

Menurut Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten
Sleman, Ahmad Baehaqi yang didampingi Ketua PPK Kecamatan Gamping, Adnan Iman
Nurtjahjo bahwa dalam melakukan wawancara terhadap calon PPS berdasarkan
Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2017 tentang Tata Kerja KPU, Pembentukan dan Tata
Kerja PPK, PPS, dan KPPS dalam penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil
Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, atau Walikota dan Wakil Walikota khususnya
Pasal 37A huruf (e).

“Wawancara terhadap calon PPS harus dilakukan untuk
mendapatkan kandidat yang mempunyai kompetensi, dan integritas yang baik dalam
menjalankan tugas, wewenang, dan kewajiban PPS yaitu membantu KPU Kabupaten dan
PPK dalam melakukan pemutakhiran data pemilih, Daftar Pemilih Sementara, Daftar
Pemilih Hasil Perbaikan, Daftar Pemilih Tetap, membentuk Kelompok Penyelenggara
Pemungutan Suara, serta tugas lain yang diberikan sesuai peraturan
perundang-undangan,” kata Baehaqi.

Sesuai data yang dimiliki KPU Kabupaten sleman, jumlah
peserta yang mengikuti seleksi wawancara calon PPS di wilayah Kecamatan Gamping
berjumlah 28 orang dengan rincian 12 laki-laki dan 16 perempuan yang berasal
dari desa Ambarketawang, balecatur, Banyuraden, Nogotirto, dan Trihanggo dengan
beragam profesinya.

Adnan menambahkan, setelah proses wawancara ini selesai,
para Komisioner KPU Kabupaten Sleman yang berjumlah 5 orang selanjutnya
melakukan rapat pleno guna memilih dan menetapkan calon PPS definitif per desa
sebanyak tiga orang. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna kec Gamping)




KIM dan Pusdes Bantu Pemerintah Sosialisasikan Program Bangga Kencana

Dinas
P3AP2KB Kabupaten Sleman mengadakan Rakor Bangga Kencana yang bertajuk
Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana di RM Pring Sewu, Jalan
Magelang, Sleman, pada Kamis (12/3/2020). Secara khusus rakor kali ini
mengundang pengelola KIM di 17 kecamatan dan pengelola Perpustakaan Desa
(Pusdes) di 6 desa yang ditunjuk.

Rakor
dibuka oleh Kepala Dinas P3AP2KB, Mafilindati Nuraini, yang sekaligus memberi
arahan dan materi. Dalam pengarahannya, Kadin P3AP2KB memberikan beberapa
materi yang berkaitan dengan fokus pembangunan dan arah kebijakan nasional,
pengendalian kependudukan dan tata kelolanya, peningkatan pelayanan kesehatan,
peningkatan kualitas anak, perempuan dan pemuda serta regulasi.

Dalam
pembahasan mengenai regulasi, Kadinas P3AP2KB juga menjelaskan tentang payung
hukum yang berupa beberapa Perda dari mulai perda tentang pembinaan ketahanan
dan kesejahteraan keluarga sampai dengan Perda tentang penyelenggaraan
perlindungan anak,  Perbup tentang
pembangunan keluarga kependudukan dari mulai Perbup tentang pencegahan
perkawinan usia anak sampai Perbup tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Sebagai
narasumber yang kedua adalah Tri Akhmeriyadi, Kepala Bidang Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana P3AP2KB Kabupaten Sleman. Dalam materinya Tri
menerangkan tentang adanya rebranding dari Badan Kependudukan dan Keluarga
Berencana Nasional (BKKBN) baik itu berupa logo, lagu dan tagline-nya.
Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana atau Bangga Kencana
adalah tagline yang baru yang semula adalah KKBPK (Kependudukan Keluarga
Berencana Pembangunan Keluarga).

Lebih
lanjut Tri menjelaskan tentang Poktan atau Kelompok Kegiatan yang ada dalam program
Bangga Kencana, yaitu BKB (Bina Keluarga Balita), BKR (Bina keluarga Remaja), BKL
(Bina Keluarga Lansia), UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera),
PIKR (Pusat Informasi dan Konseling Remaja), dan KKB (Kampung KB).

Kedua
narasumber mengharapkan dengan Rakor tersebut diharapkan pengelola KIM dan
Pusdes dapat berperan sebagai perpanjangan tangan dari dinas dalam
mensosialisasikan program Bangga Kencana ke masyarakat sehingga program dapat
berjalan dengan baik. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)