Aksi Peduli Garda Depan Tenaga Kesehatan dan UMKM

Awal
tahun 2020 menjadi babak baru bagi dunia perekonomian di Indonesia dan dunia.
Target pembangunan yang sudah dicanangkan dan direncanakan dengan proyeksi
pertumbuhan yang optimis berubah drastis setelah terjadinya pandemik Covid-19.
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor yang
terdampak pandemi Corona. Dengan jumlah lebih dari UMKM yang terhimpun
dari data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman tentu bukan
angka yang kecil.

Petugas
kesehatan sebagai ujung tombak dalam menangani pandemik Covid-19 terus berusaha
dengan optimal dalam pelayanan kesehatan. APD yang menjadi salah satu standar
dalam penanganan bagi penderita Covid-19 sangat dibutuhkan mereka. Akan tetapi,
produksi dan distribusi APD ini terhambat akibat berbagai kebijakan akibat pandemik
Corona.

Melihat
kondisi tersebut, Ir. H. Abdul Kadir, sebagai seorang pengusaha sekaligus
anggota DPRD Sleman, merasa tergerak. Bersama dengan keluarga yang juga
mempunyai usaha berupa tas kulit, furniture, dan konveksi Ir. H. Abdul Kadir, mengambil
langkah melakukan aksi peduli berupa memproduksi APD dan masker.

Dengan
tekad untuk membantu dan mendukung program pemerintah dalam penangan wabah
Covid-19, pihaknya mengadakan bahan baku sebanyak satu truk dan meminjamkan
mesin-mesin usahanya untuk produksi APD dan masker ke karyawan dan UMKM.

Sampai
dengan Rabu (22/4/2020), lebih dari APD dan masker diproduksi di 10 hari
pertama dan langsung terserap oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas di Sleman
bahkan dari luar kota.

“Hingga
hari ini produksi mencapai 200 APD per hari sedangkan untuk masker mencapai
5000 masker/hari. Sedangkan untuk harga APD relatif terjangkau dari kisaran Rp
sampai Rp dan untuk masker Rp per buah,” ujar Abdul Kadir. 

Ir.
H. Abdul Kadir yang juga merupakan Ketua Koordinasi DPRD Sleman penanganan
Covid-19 menyampaikan pula tentang pentingnya kebersamaan dan sinergitas antar
elemen masyarakat tanpa memandang golongan tertentu dalam menghadapi pandemik
Covid-19.

Ir.
H. Abdul Kadir mengharapkan bisa menggerakan pihak-pihak lain untuk turut serta
dalam menghadapi tantangan di masyarakat terkait wabah Covid-19.

”Diharapkan
bisa meringankan beban para UMKM sehingga mendapatkan sedikit pengganti
pemasukan. Tentu saja dengan suplai produsen APD dari UMKM tersebut kebutuhan
bagi petugas medis bisa terpenuhi. Menjadi motivasi bagi dunia UMKM untuk terus
bersemangat ditengah pendemi covid-19,” tandasnya. (Arief Hartanto)




Manfaatkan Peluang Usaha Sembari di Rumah Saja

Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan menerima kunjungan dari TP PKK Kabupaten Sleman, Senin (20/04/2020) bertempat di Balai Desa Argomulyo Kecamatan Cangkringan.

Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Hj. Kustini Sri Purnomo hadir menyapa perwakilan pengurus PKK Desa Argomulyo. Dalam kujungan tersebut Kustini Sri Purnomo menyampaikan pentingnya peran PKK dalam menyampaikan informasi, cara penularan, dan cara pencegahan Covid-19.

Disampaikannya juga bahwa kondisi perekonomian di masyarakat
bisa jadi sangat terpengaruh karena ruang gerak ikut terbatas saat pandemik Covid-19
ini.

“Sekarang potensi pembuatan masker homemade masih
menjadi kebutuhan masyarakat sehingga ini merupakan peluang usaha bagi warga,
di rumah saja bukan berarti tidak melakukan kegiatan yang bernilai usaha dan
hanya berdiam diri masih banyak peluang usaha walau dalam kondisi yang serba
sulit bahkan tidak menentu,” ujarnya.

Selain itu, Kustini menyoroti Cangkringan yang memiliki sumber
pangan melimpah, seperti beras, ikan, sayuran, ternak, bahkan produksi susu. Ini
dirasanya mampu untuk mencukupi kebutuhan masyarakat selama Pandemik Covid-19
berlangsung. (KIM Cangkringan/Marmansyah)




Desa Argomulyo Terapkan Jaga Jarak Saat Bangun Talud

Desa Argomulyo membangun talud jalan usaha tani sepanjang
300meter dengan menggunakan sistem Padat Karya Tunai Desa (PKTD). Sistem ini
merupakan respon Pemerintah Desa Argomulyo terkait dampak negatif yang
ditimbulkan Covid-19 terhadap mata pencaharian dan pekerjaan warga sekitar.

“Warga yang biasanya bekerja di berbagai sektor nonformal
karena terdampak Covid-19 ini banyak yang dirumahkan oleh tempatnya bekerja,
otomatis semakin banyak warga yang menganggur. Oleh karena itu Pemerintah Desa
Argomulyo mulai menerapkan sistem PKTD dalam pengerjaan proyek ini,” kata Agung
Nugroho, Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Argmomulyo, Senin (20/4/2020) di sela
pembangunan talud di Jalan Bulak Dusun Bakalan Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan.

Sistem PKTD ini dituturkan Agung diikuti sebanyak 24 pekerja
yang berasal dari warga Desa Argomulyo yang tinggal di sekitar pembangunan talud.

“Sistem pembayaran pekerja dengan sistem harian setiap sore
hari usai bekerja ini dimaksudkan agar bisa segera dimanfaatkan oleh keluarga,”
lanjut Agung.  

Ditambahakan Agung Nugroho bahwa dalam pencegahan Covid-19, semua
pekerja wajib menggunakan masker dalam bekerja dan para pekerja melaksanakan
pembangunan dengan sistem memanjang, berjarak-jarak, dan tidak bergerombol.

“Penempatan material juga dibuat tidak menumpuk dalam satu
titik sehingga pekerja lebih mudah dalam mengatur jarak antara satu pekerja
dengan pekerja yang lain,” tambahnya. (KIM Cangkringan/Marmansyah)




Pemdes Kepuharjo Sumbang APD untuk Puskesmas Cangkringan

Pemerintah Desa Kepuharjo didampingi Babinkamtipmas Desa
Kepuharjo memberikan bantuan APD kepada Puskesmas Cangkringan, Senin (20/4/2020).

Bantuan diterima langsung oleh Kepala Puskesmas Cangkringan,
Sugeng Budi Setyo Purnomo.

Sugeng mengucapkan terima kasih mengingat bantuan APD memang
tengah sangat diperlukan saat ini.

Dukungan sekecil apapun dikatakan Sugeng bagi tenaga medis khususnya di Puskesmas Cangkringan dinilainya sangat berarti.

“Karena tenaga medis dan petugas sudah mencapai titik puncak
kelelahan dan pandemik belum ada tanda-tanda mereda,” lanjut Sugeng.  (Andi Ferdana/KIM Cangkringan)




TP PKK Kabupaten Sleman Ajak Masyarakat Terapkan PHBS

Senin (20/4/2020), Hj. Kustini Sri Purnomo selaku Ketua TP
PKK Kabupaten Sleman melakukan roadshow pencegahan Covid-19 di Desa Kepuharjo,
Cangkringan.

Kustini Sri Purnomo mengajak seluruh perangkat desa dan PKK Desa
Kepuharjo untuk terus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Lebih
lanjut Kustini menambahkan program roadshow ini akan dilaksanakan di 86 desa
yang ada di Sleman agar masyarakat semakin sadar dengan PHBS sehingga mampu
memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19. 

TP PKK Kabupaten Sleman juga membagikan masker kain kepada
semua yang hadir karena memang saat ini setiap warga masyarakat diwajibkan
mengenakan masker kain.

Desa Kepuharjo sendiri sampai saat ini belum ada yang
terjangkit Covid-19. Hal ini disampaikan Pj. Kepala Desa Kepuharjo, Agung Dwi
Martoyo, dalam sambutannya. Lebih lanjut Agung menjelaskan bahwa setiap pemudik
sudah terdata dan disiapkan tempat untuk karantina mandiri. (Andi Ferdana/KIM
Cangkringan)