Warga Sleman Antusias Ikuti RDT Massal

Sleman – Masyarakat yang mengikuti RDT massal gratis yang diselenggarakan Pemerintah kabupaten Sleman, mengakui terbantu dengan tes yang digelar oleh Pemkab Sleman ini. Rapid test ini diperuntukkan bagi pengunjung sebuah supermarket yang sempat heboh beberapa waktu lalu usai seorang karyawannya dinyatakan Covid-19.

H, wanita berusia 29 tahun asal Sleman mengatakan bahwa RDT massal gratis ini menandakan cepatnya respon pemerintah terhadap kasus konfirmasi positif salah satu karyawan di supermarket besar 25 April lalu.

“Dengan RDT ini saya ingin mengetahui apakah saya jadi salah satu ODP, PDP, OTG, apalagi positif sehingga jika terjadi hal-hal tersebut dapat diketahui follow up-nya dan tidak menyebar kemana-mana,” ungkapnya Rabu (13/5/2020) usai mengikuti RDT hari kedua di GOR Tridadi, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman.

H mengakui dirinya melakukan RDT ini meski merasa dirinya
tidak bergejala. Dikatakannya, motivasinya ikut tes bahkan telah ada sebelum
Pemkab Sleman menggelar RDT massal gratis ini.

Senada dengan H, S seorang pedagang yang secara rutin
berbelanja produk dagangannya di Indogrosir, berniat mengikuti prosedur yang
diterapkan pemerintah usai pengumuman kasus positif tersebut.

“Karena sudah ada fasilitas dari pemerintah kita
gunakan saja,” ujarnya.

dr Novita Krisnaeni, , Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit Dinas Kesehatan Sleman yang ditemui di sela-sela RDT hari kedua pun
mengungkapkan apresiasinya terhadap masyarakat yang telah kooperatif selama
prosedur tes berlangsung.

“Dari proses administrasi hingga pengambilan darah
dibutuhkan waktu 10 menit, seluruh peserta pun terpantau aman dan terkendali
dengan yang lansia dan ibu hamil kita dahulukan,” bebernya.

Novi melanjutkan, hasil dari tes dapat langsung diketahui 15
menit usai prosedur. Masyarakat pun yang diketahui reaktif akan segera mendapat
tindak lanjut dari paramedis.

“Setelah data diolah, daftar peserta yang nonreaktif
kita kembalikan ke Kominfo untuk disampaikan ke peserta secara daring melalui
, namun untuk yang reaktif kita berikan ke Tim Gerak Cepat
Dinas Kesehatan Sleman, nah TGC ini bersama puskesmas yang akan
menginformasikan ke pasien, pasien ini nanti akan dijemput dan didaftarkan
untuk tes swab di rumah sakit,” imbuhnya.

Ditambahkan Novi, apabila tes swab sudah siap pasien dapat
langsung dites namun apabila rumah sakit penuh para pasien akan ditempatkan di
Asrama Haji sebagai sarana karantina.

“Pasien reaktif setidaknya akan ikut tes swab 3 kali jadi di rumah sakit selama 4 sampai 5 hari, lalu pasien dengan tes swab hasil negatif bisa kembali ke rumah untuk isolasi mandiri sementara pasien dengan hasil positif lanjut isolasi rumah sakit hingga hasil tes 2 kali negatif,” tambahnya.

Pemkab Sleman menggelar RDT tahap pertama mulai Selasa (12/5/2020) hingga Kamis (15/5/2020). Setiap harinya dijadwalkan 500 peserta terdaftar yang mengikuti RDT tahap pertama ini. Di hari pertama, sejumlah 461 peserta mengikuti RDT massal gratis ini dengan hasil 20 orang reaktif.




Bhabinkamtibmas Lakukan Sambang Berikan Bantuan Masyarakat Gamping

Dalam rangka membantu pelaku pariwisata dan karyawan swasta yang terdampak wabah pandemi Covid-19 di wilayah Desa Banyuraden dan Desa Balecatur Kecamatan Gamping, Bhabinkamtibmas Polsek Gamping mendistribusikan sejumlah paket sembako dari Kementerian Pariwisata dan Usaha Kreatif Republik Indonesia. Kegiatan sosial ini terselenggara atas kerjasama Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Polda DIY, Senin (11/5/2020).

Bhabinkamtibmas Desa Banyuraden, Aiptu Ifanudin menyampaikan kepada warga penerima manfaat bahwa bantuan sembako ini sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap para pelaku usaha pariwisata dan karyawan yang kehilangan sumber penghasilannya selama masa pandemi Covid-19.

“Seperti kita ketahui, di tengah merebaknya wabah virus Corona yang semakin meluas ini ada beberapa sektor industri yang terdampak, termasuk bisnis pariwsata. Industri pariwisata menjadi industri yang terpapar cukup tinggi akibat virus Corona ini. Hal ini cukup beralasan karena banyak negara-negara yang memberlakukan lockdown sehingga otomatis bisnis pariwisata terhenti demi mencegah penyebaran virus Corona antar negara. Sehingga banyak kegiatan bisnis yang mengalami penurunan pendapatan bahkan menutup usahanya karena tidak ada pemasukan. Dengan adanya rasa empati terhadap sesama warga di Kecamatan Gamping maka kegiatan ini kami laksanakan,” tutur Aiptu Ifanudin sembari membagikan sembako.

Di sisi lain Bhabinkamtibmas Desa Balecatur, Bripka Jauzan Arifin memberikan arahan kepada warga masyarakat agar selalu mentaati anjuran pemerintah dan prookoler kesehatan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan berbagai imbauan.

“Bapak dan ibu sekalian, setiap selesai melakukan aktivitas jangan lupa memakai masker, dan sesering mungkin mencuci tangan menggunakan sabun, tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta kita jaga physical distancing dan social distancing agar kita semua tetap sehat,” pesan Bripka Jauzan mengakhiri kegiatan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)