Warga Sleman Bagi Kisahnya Ikuti RDT Massal Gratis

Perasaan
lega memenuhi dada Y, dara 29 tahun, saat melihat pengumuman Rapid Diagnostic Test (RDT) yang ia ikuti. SMS blast yang
terkirim untuknya tertulis non-reaktif.

Y,
sebelumnya mengikuti RDT tahap pertama yang digelar Pemkab Sleman pada Rabu
(14/5/2020). Dirinya terdaftar sebagai salah satu pengunjung swalayan besar di
Kabupaten Sleman yang mana karyawannya positif terinfeksi Covid-19.

RDT
bukan menjadi pilihan bagi Y karena kesehatannya menyangkut kesehatan keluarganya
pula. Berbekal pemberitahuan dari teman, Y berinisiatif mendaftarkan dirinya secara
daring ke .

“Setelah
daftar saya dapat jadwal yang langsung muncul setelah pengisian identitas diri
selesai dilakukan. Selain itu, ada pemberitahuan melalui SMS beberapa hari
sebelum tes,” cerita Y saat
dihubungi Rabu (20/5/2020).

Mudahnya
proses ini, tak hanya dirasakan Y sampai di situ saja. Ia membeberkan RDT tahap
pertama yang ia jalani terbilang cukup baik dan tertata.

“Mulai
dari antri mau daftar ulang, pengambilan darahnya, dan sebagainya sudah cukup
bagus dan tertata,” ujarnya.

Meski
demikian, Y mencatat hal-hal detail yang perlu diperbaiki oleh penyelenggara,
yakni bagaimana penulisan nama pada tabung darah yang saat itu masih manual.

“Kalau
diketik dan melalui sistem, potensi tertukar identitas bisa diminimalisir,”
saran Y.

Kini,
Y harus kembali mengikuti prosedur yang ditetapkan Pemkab Sleman, yakni berpartisipasi
dalam RDT tahap kedua yang digelar pada Selasa (19/5/2020), Rabu (20/5/2020),
dan Rabu (27/5/2020).

Ia
bersedia hadir untuk memastikan hasil non-reaktif tersebut benar-benar pasti dan
mendapatkan bukti tertulis.

Bukti
tertulis dikatakan Y merupakan kebutuhan baginya agar ia bisa menggunakan
transportasi umum menuju tempatnya bekerja usai Idul Fitri nanti.

“Karena
akan kembali bekerja di Jakarta setelah hari raya, surat ini akan saya gunakan
untuk memenuhi syarat terbang,” tukas Y.

Y
berharap mekanisme RDT tahap kedua ini lebih lancar dari sebelumnya pun dirinya
kembali memperoleh hasil non-reaktif. Tak hanya itu, ia berharap terus ada langkah
preventif dari Pemkab Sleman dalam penyebaran wabah Covid-19.

“Mungkin
alangkah baiknya Pemkab Sleman juga bisa memberikan informasi mengenai
pencegahan Covid-19 melalui SMS seperti untuk pengumuman tes ini dan terus
memantau ODP di lingkungan Sleman khususnya,” harap Y.




Pemerintah Desa Sukoharjo Menyapa Kelompok Rentan

Pandemi
Covid-19 yang melanda negeri ini telah membuat berbagai lini kehidupan terdampak.
Tidak hanya berhenti pada sektor kesehatan, berbagai sektor lain dalam peri
kehidupan juga ikut terpengaruh. Salah satu sektor yg paling terdampak adalah
perekonomian.

“Omzet
menjadi turun drastis setelah sekolah diliburkan dan aktivitas kantor dibatasi,”
ungkap Rusdianto (50 tahun), perajin sol sepatu yang membuka usahanya di depan
RS Gramedika, Besi, Sukoharjo.

Rusdianto
adalah salah seorang penyandang disabilitas yang pada Senin (18/5/2020)
menerima bantuan dari Pemerintah Desa Sukoharjo.

“Meski
sangat sepi, setiap hari saya dan teman- teman disabilitas lain tetap
beraktivitas membuka usaha masing-masing. Pada saat seperti ini support dari
berbagai pihak menjadi sangat berarti untuk menyambung nafas kebutuhan sehari-hari,”
lanjut Rusdianto.

Ditemui
terpisah di ruang kerjanya, Bara Hernowo Natali, PJ Kades Sukoharjo menyatakan
bahwa penyandang disabilitas menjadi kelompok yang sangat rentan secara ekonomi
karena lebih dari 90% bekerja pada sektor-sektor informal.

“Penting
bagi pemerintah desa untuk memastikan setiap warganya minimal dapat memenuhi
kebutuhan dasarnya. Dan pada hari ini melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19
Desa Sukoharjo berkesempatan untuk menyalurkan paket bantuan logistik bagi 48
penyandang disabilitas yang kesemuanya tergabung dalam Persatuan Penyandang
Disabilitas Indonesia (PPDI) cabang Desa Sukoharjo,” tutur Bara.

Sementara
itu, Sakir, Sekretaris PPDI Sukoharjo secara khusus mengapresiasi distribusi
bantuan dari Pemerintah Desa Sukoharjo.

“Semoga
bantuan ini dapat bermanfaat bagi teman- teman penyandang disabilitas yang
sangat merasakan dampak berupa menurunnya penghasilan, bahkan ada pasangan
suami istri penyandang disabilitas yang terkena PHK. Harapan kami kontribusi
seperti ini dapat menyasar kalangan yang lebih luas. Tak lupa, kami selalu
berpesan kepada semua penyandang disabilitas untuk tetap semangat berkarya
seberapa beratpun kondisinya. Terakhir doa kita bersama, semoga pandemi ini
cepat berlalu,” tutup Sakir. (DHI)




Masjid Al Furqon Donon Sumbang Paket Sembako bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

Untuk
meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19, sejumlah 83 paket sembako di
distribusikan ke seluruh kepala keluarga di lingkungan jemaah Masjid Al-Furqon
yang beralamat di Dusun Donon, Sumberarum, Moyudan, Sleman pada Senin (18/5/2020).

Kegiatan
serupa juga telah dilaksanakan pada pekan pertama di bulan ramadan. Pada kegiatan
tahap 1, paket sembako dibagikan kepada 43 kepala keluarga yang terdampak dari
sisi ekonomi akibat wabah Covid-19.

Acara
ini merupakan langkah kepedulian takmir masjid terhadap jemaah dengan adanya
wabah Covid-19 sekaligus sebagai pengganti takjil yang biasanya dilaksanakan
setiap bulan ramadan. Sebagaimana disampaikan Rizal Syafii, salah satu Takmir Masjid
Al Furqon dalam kesempatan tersebut.

“Pemberian
bantuan juga merupakan ide takmir masjid karena merasa prihatin terhadap pandemi
Covid-19 yang memberi dampak tidak hanya kesehatan, tapi juga dampak ekonomi
dan sosial,” tandas Rizal.

Disampaikan
Rizal, kegiatan ini didanai oleh jemaah Masjid Al-Furqon sendiri dan kas Takmir
Masjid Al-Furqon.

“Harapan
dari takmir masjid sendiri dengan adanya kegiatan seperti ini supaya
menumbuhkan sikap gotong-royong dan kepedulian sesama di tengah wabah yang
tengah melanda di seluruh dunia, semoga wabah ini segera berakhir sehingga
seluruh umat manusia dapat berkegiatan sebagaimana sebelumnya dan khususnya
umat Islam dapat beribadah seperti sedia kala,” tambahnya.

Dalam
kesempatan itu juga dilakukan sosialisasi bagaimana seharusnya kita menghadapi
kondisi di tengah pandemi yaitu dengan selalu menerapkan Pola Hidup Bersih dan
Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan, social distancing, dan senantiasa
berdoa agar Tuhan senantiasa melindungi kita dari berbagai bencana dan wabah.
(Harjito/KIM Moyudan)




MWCNU Gamping Distribusikan Sembako Pada Warga Terdampak Covid-19

Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gamping menyalurkan bantuan berupa sembako untuk masyarakat yang terdampak pandemi virus Corona, Selasa (19/5/2020). Penanggung jawab Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 sekaligus Rois Syuriah, KH. Ahmad Mabarrun sambil melepas pendistribusian bantuan sembako mengatakan pembagian sembako kepada masyarakat di wilayah Gamping ini menjadi bukti keseriusan pengurus dalam penanganan dampak virus yang mematikan ini, serta ikut meringankan beban pemerintah.

Menurutnya, kegiatan sosial ini melibatkan Badan Otonom (Banom) NU, terdiri dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU, Lembaga Kemasalahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU), Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodakoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU), Muslimat, Gerakan Pemuda Ansor, Banser, Fatayat, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Pengurus Ranting di lima desa, serta MWCNU Kecamatan Gamping.

Ketua Satgas Covid-19 MWCNU Kecamatan Gamping, H. Amir Mahmud usai menyerahkan bantuan sembako secara simbolis di Posko Sekretariat MWCNU Gamping mengatakan, pembagian sembako tersebut sebagai bentuk kepedulian Satgas Covid-19 MWCNU Kecamatan Gamping terhadap warga masyarakat sejumlah 217 kepala keluarga yang tersebar di Desa Nogotirto, Desa Trihanggo, Desa Banyuraden, Desa Ambarketawang, dan Desa Balecatur di tengah-tengah penyebaran virus Corona.

“Kita ketahui bersama bahwa dengan adanya wabah Covid-19 membuat masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya menjadi terhambat, mengingat ada imbauan pemerintah terkait social distancing dan physical distancing. Pemberian paket sembako ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap warga masyarakat yang ikut terdampak di tengah wabah virus Corona yang melanda dunia. Mudah-mudahan bisa bermanfaat walaupun nilainya tidak seberapa,” ucap H. Amir di tengah kesibukannya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Gamping, H. Saliman menuturkan, imbauan pemerintah agar tidak terlalu banyak melibatkan orang sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona yang tengah marak saat ini, maka pendistribusian paket sembako untuk masyarakat ini didistribusikan oleh pengurus ranting NU di tiap desa yang selanjutnya diserahkan kepada penerima manfaat.

“Kami berharap dengan bantuan sembako tersebut, dapat meringankan beban masyarakat di tengah penyebaran Covid-19 yang hingga saat ini belum juga terselesaikan. Selain itu, kami juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan warga nahdliyyin yang telah berpartisipasi menyalurkan rezekinya melalui Posko Covid-19 MWCNU Gamping. Mudah-mudahan sembako ini bisa dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan hidup sehari-hari dan berharap Covid-19 cepat musnah,” harap H. Saliman. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)