BLT-DD Desa Sukoharjo Untuk Warga Terdampak Covid-19

Sabtu
(16/5/2020) menjadi hari yang cukup melegakan bagi Ibu Mulyadi (80 tahun).
Didampingi putri sulungnya, beliau tertatih menghampiri petugas pencairan dana
BLT-DD (Bantuan Langsung Tunai- Dana Desa) di Aula Kantor Desa Sukoharjo.
Setelah
menunggu beberapa saat, tampak raut muka yang berseri setelah semua persyaratan
terpenuhi dan bantuan tunai diterima.
“Setidaknya
bantuan ini, sedikit meringankan beban kebutuhan sehari-hari di tengah wabah Corona,
apalagi sekarang pendapatan kami sebagai buruh tani semakin tidak menentu,”
terang Mulyani putri sulung Ibu Mulyadi.
Di
sela- sela pembagian bantuan, Sujadi, koordinator kegiatan sekaligus Kepala
Seksi Pelayanan Umum Desa Sukoharjo menyatakan bahwa BLT-DD merupakan skema
bantuan pemerintah yang bersumber dari dana desa.
“Ada
beberapa pra syarat yang harus dipenuhi penerima bantuan, seperti menyasar
warga yang paling terdampak secara ekonomi dan harus dipastikan orang tersebut
belum mendapatkan bantuan dari program pemerintah yang lain. BLT-DD ini sendiri
akan dibagikan 3 kali atau 3 bulan bagi masing-masing penerima,” tambah
Sujadi.
Secara
terpisah, Bara Hernowo Natali, PJ Kades Desa Sukoharjo menambahkan proses penyaluran
bantuan sebelumnya telah dibahas dalam Musdesus (Musyawarah Desa Khusus)
bersama BPD dan tokoh masyarakat yang lain.
“Hari ini Pemerintah Desa memfasilitasi penyaluran bantuan bagi 150 warga terdampak Covid-19 dari 14 padukuhan dengan dibagi dalam 3 gelombang guna memenuhi standar social distancing,” ujarnya.
Di
sisi lain, Muthohar, Ketua BPD dalam berbagai kesempatan selalu mengingatkan
agar bantuan dari sumber manapun menjadi tepat sasaran.
“Skema
bantuan yang disampaikan kepada masyarakat akan menjadi kegaduhan tersendiri
manakala di sebuah padukuhan, masih ada warga yang lebih miskin secara ekonomi
dari penerima bantuan namun tidak tersentuh. Jadi seyogyanya memang bantuan
seperti ini menyasar masyarakat lapisan terbawah. Ketua RT, Ketua RW, maupun Kepala
Dukuh mempunyai peran yang strategis dalam menyaring data penerima bantuan,”
pungkas Muthohar. (DHI)



