Ibu Menyapa Kunjungi Desa Margoluwih

Senin (22/6/2020) dilaksanakan kegiatan kunjungan Ketua TP
PKK Kabupaten Sleman, Hj. Kustini Sri Purnomo di Kecamatan Seyegan. Kegiatan
yang bertajuk Ibu Menyapa ini dimulai dari Desa Margoluwih. Pukul WIB,
rombongan TP PKK Kabupaten Sleman yang didampingi dari Tim Teknis dari Dinas
Kesehatan dan Dinas Pertanian tiba di Desa Margoluwih dan disambut oleh Bapak
dan Ibu Budi Pramono selaku Camat dan Ketua TP PKK Kecamatan Seyegan.

Kegiatan TP PKK Kabupaten Sleman kali ini dalam rangka
sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 19 tahun 2011 tentang Pedoman
Pengintegrasian Layanan Sosial Dasar di Posyandu dan Sosialisasi Pemanfaatan Pekarangan
Rumah sebagai Lahan Produktif untuk Ketahanan Pangan Keluarga.

Dalam pengarahannya, Hj. Kustini Sri Purnomo selaku Ketua TP
PKK Kabupaten Sleman menekankan betapa pentingnya kegiatan PKK yang diwadahi
dalam pokja-pokja PKK untuk penanggulangan wabah Covid-19.

Lebih lanjut, Ketua TP PKK Kabupaten Sleman menjelaskan
tentang peningkatan kegiatan gotong-royong yang merupakan ciri khas masyarakat
Indonesia untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 (Pokja 1).

“Pokja 2 Bidang Pendidikan dan Ekonomi diharapkan masyarakat
lebih siap untuk tetap survive di tengah wabah dengan memunculkan ide-ide
kreatif untuk menjalankan perekonomian keluarga. Maraknya penjualan online
merupakan salah satu strategi menopang ekonomi keluarga,” ujarnya.

Ditambahkannya, Lingkungan Bersih Sehat (LBS) yang merupakan
kegiatan di Pokja 3, merupakan strategi untuk menghadapi pandemi dan epidemi
penyakit yang ada di masyarakat.

“Seperti diketahui selain wabah corona ada sebagian wilayah
di Kabupaten Sleman yang terjangkiti wabah Demam Berdarah. Untuk itu
peningkatan LBS di masyarakat mutlak dilaksanakan,” imbuhnya.

Sedangkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang
merupakan Pokja 4 menurut Kustini digunakan untuk penanggulangan penyebaran
wabah Covid-19 karena relevan sekali dalam mendukung protokol kesehatan.

“Dengan kegiatan yang ada dalam Pokja PKK diharapkan mampu
mewadahi semua kepentingan untuk mengurangi penyebaran wabah Covid-19,” tandas
Kustini.

Hj. Kustini juga berpesan agar PKK Desa dan padukuhan dapat segera
aktif Kembali mengingat dampak wabah Corona sudah dirasakan oleh semua lapisan
masyarakat.

“Dampak sosial, ekonomi dan kesehatan harus ditanggulangi secara
bersama sama. Dengan Angka Ibu Hamil yang meningkat, angka KDRT yang tinggi,
nantinya akan berujung pada angka kemiskinan yang neningkat pula,” tambahnya.

Sebagai bekal kepada pengurus PKK dan Kader Desa dan Padukuhan
diberikan materi peran posyandu dalam penangan Covid-19 dan pemanfaatan
pekarangan rumah sebagai lahan produktif oleh Tim Teknis.

Di akhir acara Ketua TP PKK Kabupaten Sleman menyarahkan bantuan,
berupa masker, sabun cair, kaos tangan, bibit tanaman sayuran, benih ikan, dan
cendera mata untuk Pengurus PKK Desa dan Padukuhan, serta kader. (Sutarto
Agus/KIM Seyegan)




Jalankan Visi, Perpustakaan Desa Sukoharjo Siapkan Generasi Unggul

Perpustakaan Desa Sukoharjo mempunyai visi Terwujudnya Perpustakaan
sebagai Sumber Informasi, Pengembangan Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi sebagai Sarana
Menuju Generasi Cerdas dan Berprestasi. Dengan visi ini, Perpustakan Desa Sukoharjo
berupaya menyiapkan generasi unggul ke depannya. Demikian disampaikan Pembina Perpustakaan
Desa Sukoharjo, H Adib Makmun saat menerima kunjungan dari Dinas Perpustakaan
dan Kearsipan Daerah Kota Yogyakarta, Rabu (24/6/2020).

Sementara itu, Pengurus Perpustakaan Desa Sukoharjo, Nana, yang
setiap hari melayani pengunjung perpustakaan mengatakan bahwa setiap hari dirinya
melayani rata-rata 10-20 pengunjung.

“Selain kalau ada tamu, adapun pengunjung anak sekolah, juga
dari ibu PKK dan juga tamu dari desa lainnya,” tambahnya.

Jumlah buku dikatakan Nana berkisar 5ribu buku yang
merupakan hasil sumbangan dan bantuan pemerintah dan penerbit.

Perpustakaan Desa Sukoharjo pun membantu sekolah-sekolah
yang membutuhkan.

“Untuk memperlancar operasional sudah mempunyai mobil operasional namanya Mobil Perpustakaan Generasi Sukoharjo Cerdas (GSC),” tambah Wien yang juga pengurus harian Perpustakaan Desa Sukoharjo. (KIM Ngaglik/Srp)




472 Warga Sukoharjo Terima Dana BLT dari DIY

472 warga Desa Sukoharjo menerima bantuan langsung tunai atau BLT dari Provinsi DIY. BLT sebesar Rp ,00 ini diterimakan 3 tahap sehingga jumlah totalnya sebesar Rp per KK. Demikian disampaikan Iwan dari TKSK Kecamatan Ngaglik, Rabu (24/6/2020) di Ruang Serba Guna Balai Desa Sukoharjo.

Sementara itu, Sujadi selaku Kepala Seksi Pelayanan
Masyarakat Desa Sukoharjo mengharapkan dana BLT ini bisa dimanfaatkan untuk membeli
sembako dan kebutuhan pokok sehari-hari.

“Jangan sampai bantuan dipakai untuk beli pulsa atau yang
tidak perlu, prinsipnya digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari keluarga, di
samping itu bantuan hanya stimulan dan bertahap sehingga para menerima harus
bisa mengatur penggunaannya secara baik,” tandasnya.

Selain itu, Sujadi juga meminta agar proses pemberian BLT tetap
diatur sesuai protokol Kesehatan, antara lain pakai masker, cuci tangan, jaga
jarak, dan tertib sehingga proses pelaksanaannya aman. (KIM Ngaglik/Srp)