Hari Keluarga Nasional ke-27: Momen Keluarga Indonesia Bangkit dari Covid-19

jakarta – Pandemi Covid-19 melanda dunia, memberikan dampak besar untuk kehidupan keluarga-keluarga di Indonesia. Di sisi lain, situasi ini justru merekatkan hubungan keluarga, semakin guyub, semakin akrab. Peran keluarga makin terasa. Kita harus kembali ke lingkup terkecil dan yang sangat berharga, yaitu keluarga. Keluarga adalah sumber yang selalu menghidupkan, memelihara, memantapkan serta mengarahkan kita. Keluarga adalah sumber kebahagiaan dan keceriaan, pusat cinta dan kasih sayang yang senantiasa menopang semangat kita. Keluarga adalah perisai dalam menghadapi segala persoalan.

Survei Badan
Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terhadap 20 ribu keluarga di
Indonesia mengungkapkan bahwa sebagian besar keluarga
di Indonesia tangguh dalam menghadapi COVID-19 karena mampu menerima, saling
mendukung, serta menghindari pertengkaran di masa pandemi ini.

Di balik
tangguhnya keluarga Indonesia dalam menghadapi pandemi COVID-19, terdapat peran
istri dalam mempertahankan keharmonisan rumah tangga. “Kalau
kita tanya siapa yang melakukan pekerjaan di rumah, survei mengatakan 49,1
persen suami istri, tapi 34,3 persen mengatakan istri dominan, 15,9 persen
istri saja dominan,” kata dr. Hasto
Wardoyo
, (K), Kepala BKKBN di Jakarta, Senin (29/06/2020).

Terkait pengasuhan
anak, survei BKKBN mengungkapkan bahwa suami dan istri melakukannya
bersama-sama (71,5 persen). Namun
21,7 persen menyatakan bahwa istri lebih dominan dan 5,8 persen mengatakan
istri saja.

Untuk pemenuhan atau pembelian kebutuhan rumah tangga, 53,8 persen keluarga
mengatakan bahwa peran tersebut dibagi rata antara suami dan istri. Namun 22,8
persen menyatakan bahwa istri lebih dominan dan 11,1 persen hanya istri saja.
Hanya 8,3 persen yang menyebut suami lebih dominan dan 4 persen yang mengatakan
hanya suami saja.

Selain itu,
soal bagaimana mengingatkan hidup sehat dalam keluarga, 82,5 persen menyatakan
membagi peran tersebut rata antara suami dan istri dengan 12,4 persen
mengatakan istri lebih dominan.

“Kemudian
(mengenai) siapa yang mengingatkan berdoa dan beribadah, 86 persen suami istri,
tapi 7,2 persen jauh lebih tinggi daripada suami adalah istri”, papar
Hasto.

Hanya dalam mengingatkan berpikir dan berperilaku positif peran suami lebih
besar yaitu 5,3 persen. Namun angka ini lebih tinggi sedikit dengan peran istri
yaitu 5,2 persen. Sementara 87,9 persen mengatakan bahwa suami dan istri punya
peran dalam tugas tersebut.




MCCC PCM dan KOKAM Prambanan Berbagi Thermometer Gun

MCCC PCM dan KOKAM Prambanan Berbagi Thermometer Gun

Muhammadiyah Covid-19 Command Center Pimpinan Cabang Muhammadiyah Prambanan Sleman pada Sabtu (27/6/2020) membagikan non-contact thermometer gun kepada 10 sekolah baik SD Muhammadiyah maupun TK Aisyiyah di Kecamatan Prambanan.

Sad Fajar Nugroho, Bendahara MCCC PCM Prambanan
menyampaikan, Muhammadiyah terus bergerak untuk kemaslahatan umat, salah satunya
dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19.

“Seperti halnya dengan PCM Prambanan melalui tim MCCC PCM
Prambanan yang dimotori Angkatan Muda Muhammadiyah terus bergerak terjun
langsung ke lapangan,” ujarnya.

Rifki selaku Komandan KOKAM Prambanan yang bertugas di lapangan menambahkan bahwa dalam menghadapi era new normal ini dan mendekati tahun ajaran baru maka tim MCCC PCM Prambanan membagikan thermometer gun secara gratis kepada sekolah-sekolah binaan Muhammadiyah di Prambanan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membantu sekolah-sekolah
Muhammadiyah untuk bisa menjaga seluruh warga sekolah dari penyebaran Covid-19,”
tambahnya. (Arief Hartanto)




LKS Lansia Suko Manunggal Mulai Kuatkan Kiprahnya

Sejak
berdiri pada tahun 2013, Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Lanjut Usia Suko
Manunggal Desa Sukoharjo yang berpusat di Kompleks Masjid Besar Baiturrahman
Klidon memiliki potensi untuk berkiprah ke dusun-dusun lainnya. Hal ini mengingat
semakin bertambahnya Usia Harapan Hidup para lansia maka semakin bertambah
jumlah lansia di wilayah ini. Di Dusun Klidon sendiri dengan 900 jiwa lebih penduduk,
jumlah lansia sudah mencapai 144 jiwa baik yang potensial dan non potensial.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Minggu (28/6/2020) di Masjid Besar
Baiturrahman Klidon, diadakan pertemuan membahas program kerja LKS Lansia Suko
Manunggal. 

Dalam
kesempatan tersebut Yasmin, Ketua LKS Lansia Suko Manunggal, memaparkan program
LKS Lansia Suko Manunggal tahun 2020, yakni rutin mengadakan kegiatan posyandu
lansia, membantu lansia dalam kegiatan lainnya, dan menyalurkan bantuan dari
Dinas Sosial, Baznas, dan lain sebagainya.

Yasmin
mengharapkan dukungan semua pihak untuk membantu secara aktif baik morel dan
material sehingga program LKS bisa berjalan. 

“Dalam
tahun ini diharapkan ada program Senam Lansia, Program Posyandu Lansia, Program
BKL serta program Lansia Produktif lainnya, ke semuanya dibutuhkan dana
dukungan untuk menggerakkan kegiatan ini,” paparnya.

Sementara
itu Sujadi, Kepala Seksi Pelayanan Masyarakat Desa Sukoharjo menyambut program
lansia ini.

“Pemerintah
desa sangat mendukung dan akan membantu sesuai kemampuan desa sehingga program
lansia bisa dijalankan sesuai tujuan untuk mensejahterakan para lansia di Desa
Sukoharjo,” tegasnya. 

Kegiatan
dilanjutkan dengan diskusi terkait program yang disampaikan Ketua LKS Lansia Suko
Manunggal kemudian menanggapi beberapa usulan tentang cara menggali dukungan
untuk kebutuhan operasional LKS, antara lain partisipasi masyarakat melalui
iuran dari pegawai, pengusaha, dan masyarakat yang peduli lansia termasuk jemaah
yang mampu. (KIM Ngaglik/Srp)