65 Peserta Kursus Panatacara PPY Diwisuda

Paguyuban
Panatacara Yogyakarta (PPY) bekerjasama dengan Arif Kurniawan Center (AKC)
mengadakan acara sarasehan dan wisuda kepada 65 siswa peserta kursus panatacara
wilayah Sleman barat yang terdiri dari Kecamatan Godean, Minggir, Moyudan,
Seyegan dan Gamping, Selasa (28/7/2020), di Margodadi, Seyegan.

Kegiatan
wisuda ini merupakan kegiatan yang rencananya dilaksanakan pada akhir bulan
Maret 2020 namun tertunda karena pandemi Covid-19. Demikian penjelasan dari
panitia dari AKC.

HY
Aji Wulantara, selaku Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman dalam
sambutannya menyatakan bahwa dengan melestarikan pemakaian bahasa Jawa dalam
banyak kesempatan, diharapkan dapat mendukung terwujudkan masyarakat Sleman
yang berbudaya. Artinya masyarakat masih mengenal dengan budaya yang dimiliki.

Menurutnya,
dengan turut menjaga budaya tersebut menunjukkan kita tidak malu untuk
berbahasa jawa sekaligus dapat menghidupkan suasana karena dalam banyak hal
bahasa jawa memiliki banyak kelebihan. Kita jadi kenal dengan salah satu ilmu
kebudayaan Nusantara.

Setelah
sambutan dari Kepala Dinas Kebudayaan dilaksanakan prosesi wisuda, yang secara
simbolis peyematan kalung wisuda hanya diberikan kepada 5 wisudawan/wati
sedangkan peserta lainnya mengikuti.

Dalam
sarasehan, Guru Besar Bahasa Jawa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof.
Suwarna Dwijonegoro sebagai narasumber memberikan paparan sekaligus pembekalan
kepada para wisudawan/wati dengan judul “Mangun Mitran ing Wirausaha
Pranatacara”.

Prof.
Suwarna pun menyampaikan tentang Trisula Sukses dalam makalahnya yang terdiri
dari agama yakni ‘ilman nafi’a, ruqon wasi’a, dan asyifa, sastra yakni wirya,
arta, dan winasis, serta institusi yakni praktisi, akademisi, dan politisi.
(Sutarto Agus/KIM Kec. Seyegan)




Dukuh Daplokan Dilantik

Bertempat di Balai Desa Margomulyo, Selasa (28/7/2020) digelar
acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Dukuh Daplokan.

Hadir dalam acara, Camat Seyegan, Kasi Pemerintahan dan
staf, Kapolsek Seyegan, Danramil Seyegan, Pejabat KUA Seyegan, Babinkantibnas,
Babinsa, anggota BPD Desa Margomulyo, Perangkat Desa Margomulyo dan tokoh
masyarakat di Padukuhan Daplokan.

Suhardjono, BA selaku Kepala Desa Margomulyo, dalam
sambutannya selain mengucapkan selamat kepada Dukuh terlantik, juga menceritakan
tentang nilai pengabdian yang pernah dilakukan oleh Dukuh terpilih sehingga
mampu mendapatkan nilai tertinggi dan terpilih menjadi dukuh.

“Koko Dewanto, Dukuh Daplokan terpilih ini sebelumnya pernah
menjadi pengurus Karang Taruna Desa Margomulyo,” bebernya.

Sedangkan R. Budi Pramono, selaku Camat Seyegan menambahkan bahwa
sebagai pejabat di zaman sekarang mempunyai arti untuk melayani masyarakat.

“Perangkat desa dalam posisi sebagai birokrat harus
mempunyai etika,” katanya.

Camat memberi contoh tentang filosofi bahwa perangkat desa di masa kalu disebut sebagai pangreh projo yang lebih bermakna sebagai orang yang memerintah. Sedangkan di masa sekarang disebut sebagai pamong projo yang lebih bermakna sebagai pelayan baik masyarakat, instansi terkait, stake holder vertikal, maupun horizontal.

“Perangkat desa harus mempunyai kompentasi yang meliputi aspek skill, knowledge, dan attitude yang ke semuanya harus dituangkan dalam memberikan pelayanan,” ujar Budi Pramono.

Dalam acara tersebut, diserahkan Surat Keputusan
Pemberhentian Dukuh lama dan Surat Keputusan Kepala Desa No. 44/
tentang Pengangkatan Koko Dewanto sebagai Dukuh Daplokan, Desa Margomulyo,
Kecamatan Seyegan. (Sutarto Agus/KIM Kec. Seyegan)




LPB PDM Sleman Pasang Spanduk Waspada Corona

Pandemi
Covid-19 di Indonesia yang kasusnya terus meningkat dari hari ke hari dalam
pandangan Muhammadiyah harus disikapi dengan tetap melaksanakan protokol
kesehatan secara ketat. Tiga protokol kesehatan yaitu memakai masker, mencuci
tangan dan menjaga jarak harus secara disiplin dilaksanakan oleh masyarakat.

Menurut
Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana Pimpinan Daerah Muhammadiyah (LPB PDM) Sleman, Fauzan Yakhsya, masyarakat
mulai tidak peduli dengan penyebaran virus Corona dan banyak yang berasumsi
dengan istilah new normal berarti keadaan sudah normal seperti sediakala.

“Padahal
nyatanya pandemi ini belum berakhir,” ujarnya ketika ditemui di Markas Komando
MCCC di Sleman pada Senin (27/7/2020).

Dikatakan
Fauzan, upaya melawan Covid-19 dijawab LPB PDM Sleman dengan memasang puluhan
spanduk di berbagai titik strategis di Kabupaten Sleman dan membagikan ratusan
buku imbauan untuk mengingatkan bahwa wabah Corona belum berakhir.

“Dikoordinasi LPB PDM Sleman dan MCCC dibantu oleh relawan Muhamadiyah Sleman, usaha harus dilaksanakan semua pihak secara gotong-royong karena tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja,” tandasnya. (Arief Hartanto)