Muspika Gamping Laksanakan Patroli PAM Malam Takbir Idul Adha 1441 H

Apel Pasukan Keamanan (PAM) takbiran perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 H/2020 tingkat Muspika Kecamatan Gamping dilaksanakan di halaman Kantor Pemerintah Kecamatan Gamping, Kamis (30/7/2020) malam. Kegiatan dihadiri oleh Camat Gamping, Ikhsan Waluyo, Kepala Polsek Gamping, Kompol Heribertus Aan Andrianto, Komandan Koramil 17/GP yang diwakili oleh Babinsa Serka Acip Mulyawana, dan Sertu Sugiyono, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, Unit Patroli Polsek Gamping, Iptu Subilal, serta sejumlah relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) Gamping.

Sebelum pelaksanaan kegiatan patroli, Camat Gamping Ikhsan Waluyo memberikan arahan berkaitan dengan rute yang akan dilewati dalam memantau situasi keamanan di wilayahnya.

“Kegiatan ini dilakukan guna memantau kegiatan masyarakat muslim menyambut Hari Raya Idul Adha, sekaligus juga dalam rangka pendisiplinan masyarakat terhadap pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Adapun sasaran lokasi mulai dari Jalan Padukuhan Mejing Ambarketawang, ringroad Jalan Siliwangi, Padukuhan Kronggahan Trihanggo, Jalan Kabupaten Sleman, serta Padukuhan Patran Banyuraden,” tegas Ikhsan.

Dari hasil pantauan jajaran Muspika wilayah Kecamatan Gamping pada malam perayaan Idul Adha malam itu tidak ada warga yang melaksanakan takbir keliling sesuai dengan surat edaran pemerintah saat ini dengan adanya wabah Covid-19, serta kondisi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat secara keseluruhan aman dan kondusif karena masyarakat semakin sadar untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Kerja Profesional BUMDes Bantu Tingkatkan Pendapatan Asli Desa

Dinas
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sleman mengadakan Rapat Kerja BUMDes,
Rabu (29/7/2020), bertempat di Rumah Makan Pring Sewu.

Difasilitasi
oleh Forkom BUMDes Sleman, Dinas PMD mengundang beberapa perangkat daerah yang
diharapkan dapat bersinergi dengan kegiatan BUMDes dalam menjalankan unit
usahanya.

Sukasmanto dari Institute for Research and Empowerment (IRE) Yogyakarta dalam arahannya nenyampaikan bahwasannya BUMDes harus mempunyai marketing place di mana dalam menjalankan unit usahanya konsumen sudah tersedia.

“Di
masa pandemi harusnya BUMDes mempunyai strategi bisnis sebagai bentuk menangkap
peluang,” ujarnya.

Ini
menurut Sukasmanto BUMDes tidak lagi dihadapkan dengan persoalan kelembagaan
secara internal.

“Dengan
belajar dari BUMDes yang maju, peluang yang dibuka oleh Dinas terkait dapat
dimanfaatkan untuk tetap berjalan menghidupi unit usahanya,” Imbuh Sukasmanto.  

Sedangkan
Heri Salugu dari BBLM mengatakan bahwa selama ini BBLM telah menjalin
sinergitas dengan BUMDes yaitu melakukan supporting SDM melalui kegiatan
pelatihan dan pendampingan manajemen pemasaran.

“Konsep
sosiopreneurship yang dibangun selama ini dalam kenyataannya akan membawa
masyarakat sejahtera lebih dahulu. Sekaligus dengan konsep tersebut akan
meniadakan ego sektoral,” ucap Heru.

BUMDes
dikatakan Heru rata-rata masih rancu dengan dua jalur yang dihadapi, yaitu
jalur aset dan jalur omzet. Aset disini lebih diartikan sebagai modal yang
tidak likuid sedangkan omzet merupakan jumlah pendapatan kotor.

“Di
sinilah BUMDes diminta untuk bertindak secara profesional dengan cara
pengembangan diri dan mengikuti pelatihan pelatihan. Sementara untuk menjadi
profesional ada trilogi aset yang harus dikembangkan yaitu aset diri, aset
jejaring, dan aset ekonomi,” jelasnya.

Sementara
itu, Pendamping Desa (P3MD), Agung membeberkan bahwa 52 dari 63 BUMDes yang ada
di Kabupaten Sleman telah melakukan registrasi. Menurutnya, hanya ada 18 BUMDes
yang kapabel dan sudah eksis berjalan dengan unit usahanya. Dikatakannya pula tidak
semua BUMDes melakukan kajian potensi dan banyak yang belum meminta Pemerintah
Desanya ikut penyertaan modal.

Selain
itu, berdasar data dalam laporan Indeks Desa Membangun (IDM) dari Bappeda, rata-rata
desa memiliki skor ketahanan ekonomi yang rendah. Untuk itu diharapkan dengan
adanya BUMDes yang bekerja secara profesional dapat memberikan pendapatan dan menambah
Pendapatan Asli Desa sehingga ketahanan ekonomi akan meningkat. (Sutarto
Agus/KIM. Kec. Seyegan)




KPU Sleman Adakan Rakor Guna Wujudkan Data Pemilih Yang Akurat dan Terkini

Sebagai tindak lanjut perbaikan data invalid dalam pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang digelar di Ruang Rapat KPU Sleman, Rabu (29/7/2020).

Rakor yang dimulai pada pukul WIB dibuka oleh Komisioner KPU Sleman sekaligus Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Indah Sri Wulandari, yang didampingi Kepala Sub Bagian Program dan Data Sekretariat KPU Sleman, Kurnia Pramuditya, Bersama Penganalisis Program dan Aplikasi, Andi Syarifudin.

Rakor dilaksanakan secara bergelombang bagi 17 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Sleman. Pada gelombang pertama hadir Ketua dan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) divisi data dan informasi dari Kecamatan Depok, Kalasan, Ngaglik, Godean, Mlati, Prambanan, Pakem, Tempel, termasuk Ketua PPK Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, Bersama Anggota PPK Gamping Divisi Data dan Informasi, Indriyani Nurzanah.

Sementara di gelombang kedua rakor diikuti oleh Ketua dan anggota PPK Kecamatan Seyegan, Berbah, Turi, Ngemplak, Cangkringan, Minggir, Moyudan, dan Sleman. Pelaksanaan rakor dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19 dan dibagi menjadi dua gelombang mengingat keterbatasan ruang serta upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Beberapa hal terkait teknis pemutakhiran data invalid dipaparkan oleh Kurnia Pramuditya dan Andi Syarifudin secara bergantian, diantaranya pengisian formulir hasil pencocokan dan penelitian (Coklit) yang dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), rumus dasar dalam pengolahan data pemilih, serta pencarian data ganda menggunakan aplikasi Microsoft Access.

Menurut Indah, Daftar Pemilih Tetap Pemilu terakhir digunakan sebagai sumber pemutakhiran data pemilihan dengan mempertimbangkan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) yang disampaikan oleh Pemerintah kepada KPU yang sudah diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil hanya sebagai data pendamping dalam melaksanakan pemutakhiran daftar pemilih. Karena itu diperlukan langkah-langkah kreatif dalam pelaksanaan pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan guna tercapainya validitas dan terpeliharanya daftar pemilih yang up to date.

“Jaminan data pemilih yang akurat, terkini dan valid menjadi salah satu indikator yang sangat penting dalam pelaksanaan demokrasi yang berwujud pada sebuah pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2020 yang berkualitas,” tutur Indah menutup rakor. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




65 Peserta Kursus Panatacara PPY Diwisuda

Paguyuban
Panatacara Yogyakarta (PPY) bekerjasama dengan Arif Kurniawan Center (AKC)
mengadakan acara sarasehan dan wisuda kepada 65 siswa peserta kursus panatacara
wilayah Sleman barat yang terdiri dari Kecamatan Godean, Minggir, Moyudan,
Seyegan dan Gamping, Selasa (28/7/2020), di Margodadi, Seyegan.

Kegiatan
wisuda ini merupakan kegiatan yang rencananya dilaksanakan pada akhir bulan
Maret 2020 namun tertunda karena pandemi Covid-19. Demikian penjelasan dari
panitia dari AKC.

HY
Aji Wulantara, selaku Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman dalam
sambutannya menyatakan bahwa dengan melestarikan pemakaian bahasa Jawa dalam
banyak kesempatan, diharapkan dapat mendukung terwujudkan masyarakat Sleman
yang berbudaya. Artinya masyarakat masih mengenal dengan budaya yang dimiliki.

Menurutnya,
dengan turut menjaga budaya tersebut menunjukkan kita tidak malu untuk
berbahasa jawa sekaligus dapat menghidupkan suasana karena dalam banyak hal
bahasa jawa memiliki banyak kelebihan. Kita jadi kenal dengan salah satu ilmu
kebudayaan Nusantara.

Setelah
sambutan dari Kepala Dinas Kebudayaan dilaksanakan prosesi wisuda, yang secara
simbolis peyematan kalung wisuda hanya diberikan kepada 5 wisudawan/wati
sedangkan peserta lainnya mengikuti.

Dalam
sarasehan, Guru Besar Bahasa Jawa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof.
Suwarna Dwijonegoro sebagai narasumber memberikan paparan sekaligus pembekalan
kepada para wisudawan/wati dengan judul “Mangun Mitran ing Wirausaha
Pranatacara”.

Prof.
Suwarna pun menyampaikan tentang Trisula Sukses dalam makalahnya yang terdiri
dari agama yakni ‘ilman nafi’a, ruqon wasi’a, dan asyifa, sastra yakni wirya,
arta, dan winasis, serta institusi yakni praktisi, akademisi, dan politisi.
(Sutarto Agus/KIM Kec. Seyegan)




Dukuh Daplokan Dilantik

Bertempat di Balai Desa Margomulyo, Selasa (28/7/2020) digelar
acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Dukuh Daplokan.

Hadir dalam acara, Camat Seyegan, Kasi Pemerintahan dan
staf, Kapolsek Seyegan, Danramil Seyegan, Pejabat KUA Seyegan, Babinkantibnas,
Babinsa, anggota BPD Desa Margomulyo, Perangkat Desa Margomulyo dan tokoh
masyarakat di Padukuhan Daplokan.

Suhardjono, BA selaku Kepala Desa Margomulyo, dalam
sambutannya selain mengucapkan selamat kepada Dukuh terlantik, juga menceritakan
tentang nilai pengabdian yang pernah dilakukan oleh Dukuh terpilih sehingga
mampu mendapatkan nilai tertinggi dan terpilih menjadi dukuh.

“Koko Dewanto, Dukuh Daplokan terpilih ini sebelumnya pernah
menjadi pengurus Karang Taruna Desa Margomulyo,” bebernya.

Sedangkan R. Budi Pramono, selaku Camat Seyegan menambahkan bahwa
sebagai pejabat di zaman sekarang mempunyai arti untuk melayani masyarakat.

“Perangkat desa dalam posisi sebagai birokrat harus
mempunyai etika,” katanya.

Camat memberi contoh tentang filosofi bahwa perangkat desa di masa kalu disebut sebagai pangreh projo yang lebih bermakna sebagai orang yang memerintah. Sedangkan di masa sekarang disebut sebagai pamong projo yang lebih bermakna sebagai pelayan baik masyarakat, instansi terkait, stake holder vertikal, maupun horizontal.

“Perangkat desa harus mempunyai kompentasi yang meliputi aspek skill, knowledge, dan attitude yang ke semuanya harus dituangkan dalam memberikan pelayanan,” ujar Budi Pramono.

Dalam acara tersebut, diserahkan Surat Keputusan
Pemberhentian Dukuh lama dan Surat Keputusan Kepala Desa No. 44/
tentang Pengangkatan Koko Dewanto sebagai Dukuh Daplokan, Desa Margomulyo,
Kecamatan Seyegan. (Sutarto Agus/KIM Kec. Seyegan)