Ngobrol Budaya Pahami Adaptasi Budaya di Tengah Pandemi

Dalam
tatanan hidup baru memerlukan adaptasi budaya. Budaya sebelum Covid-19 jelas
kondisinya berbeda dengan setelah Covid-19 dan mau tidak mau masyarakat harus
siap menghadapi realita ini. Demikian disampaikan dr. Raudi Akmal, Wakil Ketua
Komisi D DPRD Sleman dalam acara Ngobrol Budaya yang diselenggarakan oleh Dinas
Kebudayaan Kabupaten Sleman, Minggu (19/7/2020) di Wedomartani, Sleman.
“Untuk
itu anak-anak muda harus memahami budaya dan implementasi budaya pada kondisi
saat ini, kita harus mulai mengubah budaya dasar kita menuju budaya dasar yang
baru atau menuju ke kehidupan normal yang baru. Agar budaya-budaya yang sudah
ada tetap bisa konsisten dan tidak lemah karena kondisi pandemi,” ujar
Raudi.
Sementara itu, Aji Wulantara, Kepala Dinas Kebudayaan Sleman membeberkan selama pandemi Covid-19 ini tidak adanya pertunjukkan seni yang dihadiri oleh khalayak ramai secara langsung dikarenakan berpotensi melanggar protokol kesehatan dan bisa menjadi sumber penyebaran. Oleh karena itu, membutuhkan solusi pendekatan pementasan pertunjukan seni dan budaya, salah satunya dengan menggunakan media virtual atau daring. Dinas Kebudayaan Sleman memilih media Youtube yang bisa diakses dengan jangkauan luas dan sesuai dengan Standard Operational Procedure (SOP) Covid-19 di samping itu sebagai alternatif keterbatasan anggaran.
Novendra
Jordan dari Bidang Budaya Karang Taruna Kabupaten Sleman, selaku generasi muda
Sleman pun berupaya mendukung pengenalan budaya baru di tengah Covid-19 dan berkomitmen
untuk mensosialisasikannya kepada segenap generasi muda anggota Karang Taruna
Sleman sampai tingkat paling bawah. (Arief Hartanto)



