Dinas PMD Gelar Pembinaan KUM

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sleman, mengadakan acara pembinaan KUM (Kelompok Usaha Masyarakat) se-Kecamatan Seyegan pada Kamis (16/07/2020). Acara yang bertempat di Balai Desa Margomulyo, Seyegan ini mengundang lembaga – lembaga yang ada di masyarakat sebagai peserta yaitu PKK (Pendidikan Kesejahteraan Keluarga), UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) dan KWT (Kelompok Wanita Tani) dari 5 desa yang ada di Kecamatan Seyegan.
Pembinaan mengahadirkan tiga orang narasumber yaitu Sungkawati Budi Rahayu (Kasi Penguatan Kekembagaan, PMD Kab. Sleman), Satriyo Anggoro (PPL Perikanan Kec. Seyegan) dan Siti Baroro (Kasi Ekobang Kec. Seyegan).

Dalam pengarahannya Sungkawati memberikan pembekalan untuk peran ketiga lembaga yang diundang mengenai kaitan mereka terhadap ketahanan pangan keluarga di masa pandemi. Ia meminta wanita ataupun ibu – ibu untuk berperan lebih aktif dalam menjaga ketahanan pangan keluarga. Artinya ibu sebagai bagian dari keluarga dapat berperan lebih dalam menjaga ketahanan pangan seperti melakukan pemanfaatan lahan ataupun pekarangan rumah.

“Ibu-ibu di lembaga-lembaga ini kan sering mendapatkan keterampilan, saat pandemi inilah ibu dapat berperan besar dalam ketahanan pangan keluarga,” ujar Sungkawati.
Hal ini senada dengan slogan “makan apa yang ditanam” dan menjual bilamana berlebih yang dapat dimaknai sebagai bentuk kegiatan ekonomi produktif.
Sementara itu, Satriyo Anggoro membekali peserta dengan kegiatan “Budik Damber” atau Budidaya Ikan Dalam Ember.

Secara teknis, Satriyo menyampaikan tentang teknik budidaya ikan, dari mulai persiapan tempat, media budidaya, perlakuan terhadap ikan, pemberian makanan dan probiotik serta cara menanam tanaman sayurannya.

Pada kesempatan tersebut ia memperagakan cara pengisian air dengan ember yang sudah disiapkan, cara menebar lele dan menata tanaman diatas embernya. Satriyo juga menerangakan tentang cara penggantian media airnya, campuran makanan ikan dan jumlah ikan yang harus disesuaikan dengan besar ember yang digunakan. Masing-masing desa juga diberi 1 paket peraga yang bisa digunakan untuk praktik “Budik Damber yang diterima langsung oleh pengurus KWT dari 5 desa yang hadir.

Kegiatan pembinaan juga diisi dengan sesi tanya jawab dengan peserta, sebelum ditutup dengan pembinaan dari Siti Baroroh, yang membahas Seyegan Expo Mini online atau Segomi yang merupakan bursa jual beli UMKM Seyegan. Menurut Siti, kegiatan Segomi ini merupakan kegiatan yang sangat penting, terutama di masa pandemi saat ini

“Kegiatan ini sangat relevan di masa pandemi COVID seperti ini mengingat UMKM harus tetap eksis, tetap dapat berjualan dan promosi di wilayah Seyegan maupun diluar Seyegan,”ujar Siti.

Untuk diketahui Segomi pada tahun ini mengambil semangat “Mari bantu ekonomi rakyat, bangkit ditengah wabah COVID-19”, dan dapat diakses oleh segenap lapisan masyarakat, melalui tautan Segomi Seyegan di media sosial seperti facebook bursa UMKM seyegan. (Sutarto Agus/KIM Kec. Seyegan)




Pemdes Kepuharjo Gelar Kontigensi Terkait Merapi

Menindaklanjuti
kunjungan kerja BNPB dan BPPTKG beberapa waktu lalu, Pemerintah Desa Kepuharjo
pada Kamis (16/7/2020) menyelenggarakan rapat Koordinasi Rencana Kontigensi
Erupsi Gunung Merapi di Aula Balai Desa Kepuharjo.

Karena
banyaknya aktivitas di wilayah Desa Kepuharjo antara lain penambangan dan
wisata membuat banyaknya orang luar wilayah yang masuk ke Desa Kepuharjo.
Orang-orang tersebut tentu tidak memiliki pengalaman ketika erupsi Merapi
terjadi. Maka dari itu pemerintah desa bergerak cepat mengumpulkan semua elemen
masyarakat mulai dari bidan desa, relawan, guru, babinsa, babinkamtimas, dan
tokoh masyarakat untuk menindaklanjuti kontigensi Merapi jika terjadi erupsi.

Pada
kesempatan tersebut Pemerintah Desa Kepuharjo menghadirkan Makwan, Kepala
Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman sebagai narasumber.

Makwan
mengungkapkan kontigensi di Kepuharjo memang penting terlebih di Kepuharjo terdapat
banyak armada truk yang berpotensi membuat jalur evakuasi macet jika tidak
diatur.

Hal
ini juga dibenarkan oleh Agung Dwi Martoyo selaku PJ Kepala Desa Kepuharjo. “Sempat
waktu erupsi freatik pada 21 Juni 2020 lalu banyak sopir truk yang panik dan
meninggalkan materialnya di jalan sehingga menghalangi pengguna jalan lain,”
bebernya.

Makwan menambahkan memang potensi letusan eksplosif selama ini tidak mengancam keselamatan penduduk di luar radius 3 km sebab lontaran material terjauh di dalam radius 1,5 km. Namun, Makwan meminta warga tetap wasapada.

Joko
Santoso selaku Babinkamtimas Desa Kepuharjo mengusulkan rekayasa lalu lintas
jika terjadi erupsi Merapi. Armada truk yang sudah berada di Kepuharjo diminta
untuk turun melalui jalur tambang sehingga jalur evakuasi bisa digunakan
masyarakat sekitar. (KIM Cangkringan/Andi Ferdana)




Pemkab Sleman Berikan Tanda Kasih Bagi FKUB Gamping

Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan tanda kasih berupa Alat Pelindung Diri (APD) dan sembako bagi 28 tokoh agama yang merupakan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kecamatan Gamping. Pembagian bingkisan dilakukan oleh Wakil Bupati Sleman, Hj. Sri Muslimatun di ruang rapat lantai II Kantor Pemerintah Kecamatan Gamping, Rabu (15/7/2020) disaksikan oleh Pengurus FKUB Kabupaten Sleman sekaligus Wali Kerukunan FKUB Gamping, R. Yuwan Sikro, dan Sekretaris Camat Gamping, Trisno Sunardi, serta perwakilan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman.

Dalam sambutannya, Hj. Sri Muslimatun menyambut baik kegiatan yang digagas FKUB Kecamatan Gamping dalam rangka menjaga kerukunan antar umat beragama di wilayahnya karena tokoh agama dan tokoh masyarakat mempunyai peran yang sangat penting di tengah masyarakat.

“Sasaran pemberian bantuan ini bukan untuk warga kurang mampu sebagaimana yang sudah ada. Namun bantuan tersebut diberikan sebagai tanda kasih kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Gamping. Tokoh agama dapat menjadi perekat antar warga masyarakat, tak terkecuali dalam situasi krisis akibat pandemi Covid-19 seperti saat ini, apalagi di tahun 2020 di Kabupaten Sleman akan dilaksanakan dua perhelatan politik yaitu pemilihan Kepala Desa, serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman pada 9 Desember 2020,” tutur Hj. Muslimatun.

Adapun penyerahan paket sembako dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Sleman kepada perwakilan umat beragama yang berdasar Pancasila antara lain : Azzahra Salsabila (Islam), Suharyanto (Islam), Sugeng Riyanto (Katholik), Dr. Sumanto (Kristen), dan Sri Lestari (Islam) di hadapan pengurus FKUB yang hadir.

Wali Kerukunan FKUB Kecamatan Gamping, R. Yuwan Sikro menyampaikan tujuan dibentuknya FKUB di wilayah Kecamatan Gamping semata-mata untuk menjalin kerukunan antar tokoh agama dan tokoh masyarakat dengan para stakeholder guna mewujudkan kerukunan di tengah masyarakat sehingga keadaan lingkungan tetap aman dan lebih kondusif. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Bayeman Volley Club Bangunkerto, Asah Talenta Muda Berbakat

Prihatin
terhadap perkembangan olahraga bola voli yang ditandai banyaknya sarana
lapangan bola voli mangkrak di Desa Bangunkerto rupanya menjadi perhatian dari
Sutopo, seorang anggota TNI aktif yang berdomisili di Dusun Bayeman untuk
kembali menggiatkan kegiatan olahraga masyarakat ini.

Bayeman Volley Club Bangunkerto, sekolah bola voli yang dirintis Sutopo diharapkannya bisa menghidupkan kembali bola voli serta menggali potensi bakat talenta muda olahraga bola voli bagi remaja di Bangunkerto baik laki-laki maupun perempuan. 

Pembukaan
sekolah voli ini ditandai dengan penyerahan bola voli oleh Kepala Desa
Bangunkerto Anas Makruf kepada Dedy mantan pemain Yuso Gunadarma Yogyakarta
sekalgus berperan sebagai pelatih yang dipercaya untuk menggembleng 45 anak
dari berbagai kelompok usia. Pembukaan sekolah berlangsung pada Minggu (12/7/2020)
di Bayeman Bangunkerto Turi Sleman.

“Kami
sangat mendukung kegiatan ini dan berharap dari Sekolah bola voli ini akan
muncul bibit-bibit unggul pemain bola voli dan komitmen Pemerintah Desa
Bangunkerto akan membantu sarana yang diperlukan,” tandas Anas yang dulunya
juga atlet bola voli cukup kondang di Bangunkerto ini.

Diungkapkannya,
pelatihan yang teratur nantinya akan membuat para calon atlet ini semakin
berkembang karena ikut berlatih baik fisik, mental, maupun strategi, serta
mengikuti berkompetisi. “Bisa jadi mereka inilah yang akan menjadi atlet nasional
dan bisa berkiprah membawa nama mewakili Indonesia di ajang olahraga
internasional,” tambahnya. (Arief Hartanto)




Puskesmas Seyegan Laksanakan STBM di Masa Pandemi

Sanitasi
Total Berbasis Masyarakat (STBM) mulai dilaksanakan lagi oleh Puskesmas Seyegan
setelah vakum selama 4 bulan karena adanya pandemi Covid-19.

Mulai
Senin (13/7/2020) di Dusun Ngaran Desa Margokaton, STBM mulai digelar dengan
protokol kesehatan. Jumlah peserta dibatasi yang biasanya undangan mencapai 30
orang, di masa pandemi ini dibatasi dengan cara peserta dibagi menjadi 2 shif.

Kegiatan
dilaksanakan tepat pukul dengan dibatasi durasi 1 jam setiap shifnya.
Dengan tetap memperhitungkan physical distancing maka STBM dilaksanakan
di tempat terbuka.

Secara terpisah, drg. Ratih Susila, Kepala Puskesmas Seyegan mengatakan bahwa STBM dilaksanakan karena merupakan kebutuhan program, apalagi di masa pandemi ini, kelima Pilar STBM sangat mendukung untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, terutama pilar kedua yaitu mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun

Kepala
Puskesmas menambahkan di masa new normal ini, masyarakat banyak yang lengah dan
abai terhadap protokol kesehatan.

“Untuk
itu dengan dilaksanakan lagi STBM ini, ada kesempatan untuk mengingatkan dan
mengedukasi masyarakat tentang pentingnya hidup bersih dan sehat,” tandasnya.

Penanggung jawab program STBM Puskesmas Seyegan, Retno Indriawati, AMKL mengatakan program STBM kali ini memang dirasa cukup berat mengingat waktu dan jumlah peserta yang dibatasi. Di sisi lain program di masa pandemi ini merupakan program kejar tayang mengingat sebelum pandemi, STBM baru dilaksanakan di sebagian padukuhan yang ada di Desa Margokaton.

Desa Margokaton merupakan desa kelima (terakhir) yang disasar kegiatan STBM 5 PILAR, diharapkan di akhir tahun 2020 ini akan dilaksanakan Deklarasi STBM 5 PILAR yang menandai bahwa masyarakat Desa Margokaton telah melaksanakan 5 pilar STBM dalam kehidupan sehari-hari.

Hadir
dalam pelaksanaan STBM tersebut, dua fasilitator Pengelolaan Sampah, yaitu
Sutarto Agus Raharjo yang juga Korwil JPSM Kecamatan Seyegan dan Indayu yang
juga praktisi pengelolaan sampah. Petugas Puskesmas didampingi juga oleh Kasi
Pelayanan Desa Margokaton dan Kepala Dukuh Ngaran. (Sutarto Agus/KIM Kec.
Seyegan)