Panitia Seleksi Berkas Administrasi Bakal Calon Dukuh Daplokan

Panitia pemilihan Dukuh Daplokan, Desa Margomulyo, Kecamatan
Seyegan mengadakan penelitian terhadap berkas lamaran dukuh yang masuk.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Desa Margomulyo pada Jumat (10/7/2020) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Suhardjono, Kepala Desa
Margomulyo selaku penanggung jawab memberikan pengarahannya yang antara lain
meminta panitia untuk mencermati berkas dari pelamar beserta dokumen
pendukungnya. Diingatkan pula oleh Kades tentang syarat bagi pelamar yang telah
dibuat.

Sementara itu, Ageng Wijaya, Kasi Pemerintahan Kecamatan
Seyegan mengingatkan bahwa pelaksanaan Pemilihan Dukuh harus dijaga
kejujurannya. Lebih jauh Ageng menegaskan bahwa seleksi administrasi merupakan
salah satu tahapan pemilihan.

“Untuk itu panitia harus menegakkan aturan, tata tertib
secara benar, dan dipahami secara baik. Diperlukan pula sikap yang tegas dari
panitia sehingga pelaksanaannya dapat berjalan dengan jujur dan adil,” tandas
Ageng.

Sutanto selaku Ketua Pelaksana pada kesempatan tersebut
memberikan laporan bahwa terdapat 6 pelamar yang masuk seleksi administrasi.
Panitia juga sudah membuat check list kelengkapan berkas para pelamar dalam
tahapan seleksi tersebut.

“Setelah dilakukan pencermatan dokumen lamaran yang masuk,
panitia menetapkan bahwasannya keenam bakal calon dukuh Daplokan dinyatajan
lolos semuanya,” ujar Sutarto.

Ditambahkannya, dasar pemilihan dukuh sendiri mengacu pada
Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 10 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pengangkatan
dan Pemberhentian Perangkat Desa. (Sutarto Agus/ KIM Kec. Seyegan)




Literasi Petani Muda yang Hasilkan Inovasi Pertanian

Pandemi Covid 19 tidak menyurutkan kerja keras, bahkan menjadi penyemangat sekelompok petani muda Dusun Sambirejo, Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Hasilnya, Kelompok Tani Muda Putra Mandiri Sejahtera, demikian mereka menamakannya, melaksanakan panen raya perdana bawang merah, Jumat (10/07/2020), tepat sesuai perencanaan sekitar 70 hari panen sejak dimulai penanaman pada 4 Mei lalu.

Kepala Desa Selomartani, Nur Widayati, dalam sambutannya menyampaikan optimisme bahwa potensi pertanian bawang merah terbukti dapat dikembangkan di desanya terutama oleh petani muda milenial yang berani mencoba varian baru selain padi dan cabai yang selama ini ditanam.

“Saya berharap dengan kemandirian bertanam bawang merah ini dapat memberi teladan sebagai demplot panutan kepada para petani yang ada di desanya. Sinergi hendaknya terus dilakukan antara kelompok tani dengan dinas terkait dalam hal kemitraan pendampingan serta kerjasama, baik berupa pengadaan bibit, perawatan, serta penjualan sehingga diperoleh hasil yang maksimal dan harga yang memuaskan saat musim panen,” imbuh Nur Widayati.

Sementara itu Heru Saptono, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman dalam kesempatan yang sama mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Sleman menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat kelompok tani yang telah berhasil dalam mengembangkan pertanian bawang merah. “Kita harus yakin bahwa bawang merah ini dapat menjadi salah satu komoditi utama dari Kabupaten Sleman,” ujar Heru.

Heru berharap acara panen dapat memicu semangat dan menginspirasi warga masyarakat yang lain. Edukasi harus dilakukan agar tepat menyiasati keadaan sehingga diperoleh nilai ekonomi yang tinggi, “Jangan sampai panen di harga yang sedang rendah,” tambah Heru.

Sri Mulyadi, Ketua Kelompok Tani Muda Putra Mandiri Sejahtera menyatakan bertani itu tidak hanya sekadar melaksanakan pola turun menurun namun harus melek ilmu sehingga dapat meraih kesuksesan. Caranya dengan mengkaji dan mendapatkan pengetahuan dari sejumlah koleksi buku di Taman Bacaan Omah Edutani yang juga didirikannya. “Literasi sains menjadi dasar dalam kelompok tani untuk memperkuat pengetahuan terapan pertanian terutama pertanian yang ramah lingkungan,” terangnya.

Sri Mulyadi menyampaikan bahwa bawang merah yang ditanamnya ini merupakan terobosan dalam upaya edukasi kepada masyarakat desa agar mau dan mampu melihat peluang pasar agar ekonomi petani menjadi lebih baik. Ia pun memberi contoh demplot seluas 800 m2 yang mereka kelola dapat menghasilkan 1 ton 120 kg bawang merah.

Harapan kelompok tani yang beranggotakan 20 orang petani muda ini adalah terus melakukan inovasi. Gagasan berani dalam diskusi-diskusi dan kajian pertanian yang sering dilakukan telah membuahkan hasil, bahkan saat ini mereka mulai mengembangkan agro wisata yang akan dijadikan salah satu ikon.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman melakukan pemanenan bawang merah secara simbolis di demplot. Turut hadir dalam acara panen tersebut, perwakilan Camat dan unsur muspika kecamatan, Kepala UPT BP IV wilayah Prambanan dan Tim, Ketua FTBM DIY, Ketua GPMB Sleman dan Ketua Gapoktan Selomakmur. (Nuradi-KIM Ngemplak)




PPK dan PPS Gamping Lakukan RDT Cegah Penyebaran Covid-19

Dalam rangka menindaklanjuti surat edaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2020 tentang pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati dan/atau walikota dan wakil walikota serentak lanjutan tahun 2020 dalam kondisi bencana non alam Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), KPU Kabupaten Sleman menugaskan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan sekretariat PPK untuk mengikuti Rapid Diagnostic Test (RDT) pada puskesmas yang ditunjuk.

Sesuai dengan surat dari KPU RI Nomor 531/ tanggal 2 Juli 2020 perihal koordinasi dan kerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk pelaksanaan protokol kesehatan pada tahapan pemilihan tahun 2020, KPU Kabupaten Sleman bekerjasama dengan gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman melaksanakan Rapid Diagnostic Test (RDT) pada penyelenggara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2020 wilayah kecamatan Gamping di Puskesmas Gamping I dan Puskesmas Gamping II, Kamis (9/7/2020) pagi.

Adapun pembagian personel peserta RDT sesuai dengan surat tugas yang dikeluarkan KPU Kabupaten Sleman Nomor 209/ tanggal 8 Juli 2020 adalah PPK dan Sekretariat PPK Kecamatan Gamping, PPS dan Sekretariat PPS Balecatur, PPS dan Sekretariat PPS Ambarketawang harus menjalani tes di Puskesmas Gamping I. Sedangkan PPS dan Sekretariat PPS Desa Trihanggo, Desa Nogotirto, serta Desa Banyuraden menjalani pemeriksaan di Puskesmas Gamping II.

Sebelum dimulai pelaksanaan RDT di Puskesmas Gamping I, Ketua PPK Gamping didampingi anggotanya melakukan koordinasi dengan Kepala Puskesmas Gamping I, drg. Isah Listiyani berkaitan dengan daftar nama peserta RDT dan prosedur yang harus dijalani dari awal hingga selesai dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19.

“Saya harap PPK Gamping bisa mengirimkan daftar nama seluruh peserta yang akan menjalani Rapid Tes di Pugasa. Selain itu, sertakan juga surat tugasnya agar petugas kami dapat melayani dengan cepat agar tidak terjadi kerumunan,” ucap drg. Isah mengakhiri pembicaraannya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Warga lereng Merapi Diminta Hindari Berita Hoaks

BPPTKG
dan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB kunjungi Cangkringan pada Kamis (9/7/2020).
Kepuharjo dan Glagaharjo merupakan dua desa yang mendapat kesempatan kunjungan
tersebut. Dua desa tersebut dipilih karena memang letaknya yang dekat dengan
Merapi.

Saat di Desa Kepuharjo, Hanik Humaida, Kepala BPPTKG berkesempatan menjelaskan sedikit informasi mengenai kondisi Merapi terkini.

“Sejak
tahun 2018 Merapi mengalami erupsi di bulan Mei-Juni yang disebut erupsi
Freatik. Kemudian pada bulan Agustus 2018 mulai tumbuh kubah lava baru. Pada bulan
September 2018 mulai ada guguran lava pijar sampai Juni 2020 yang berarti
Merapi memiliki potensi letusan yang sama,” papar Hani.

Hani menambahkan jika Merapi terjadi erupsi lagi maka tipe erupsinya tidak akan sama dengan tahun 2006 dan 2010 karena memang tipe erupsi di Merapi ada 5. Saat terjadi erupsi freatik tahun 2012 dan 2014 erupsi Merapi bisa berdampak sampai dengan radius 3km. Walaupun jika dibandingan dengan erupsi 2010 dan 2006 yang dampak bahayanya lebih besar namun Hani mengharapkan semua warga mengikuti informasi terkait gunung Merapi dari sumber yang terpercarya khususnya dalam hal ini BPPTKG agar tidak termakan berita hoaks. (Andi Ferdana/KIM Cangkringan)




PPK Gamping Ikuti Bimtek Guna Wujudkan Data Pemilih Akuntabel dan Akurat

Dalam rangka persiapan tahapan pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemutakhiran Data Pemilih terhadap Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Ruang Rapat KPU Kabupaten Sleman, Selasa (7/7/2020).

Kegiatan dilaksanakan dalam dua gelombang dengan menerapkan protokol kesehatan penanggulangan penyebaran virus Covid-19. Pada pelaksanaan Bimtek gelombang pertama KPU Kabupaten Sleman mengundang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sejumlah delapan kecamatan antara lain PPK Kecamatan Mlati, Turi, Tempel, Seyegan, Minggir, Godean, Moyudan, termasuk Kecamatan Gamping yang diwakili oleh Ketua PPK Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, bersama anggota PPK Gamping Divisi Data dan Informasi, Indriyani Nurzanah.

Sesuai dengan regulasi yang ada, salah satu sub tahapan pemutakhiran data pemilih yakni pencocokan dan penelitian (Coklit) daftar pemilih yang pelaksanaannya dimulai 15 Juli 2020 hingga 13 Agustus 2020. KPU Kabupaten Sleman berkewajiban untuk melaksanakan Bimtek Pemutakhiran Data Pemilih kepada PPK yang nantinya secara berjenjang PPK akan melakukan Bimtek kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) serta PPS ke Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).

Sebagai pemateri bimtek adalah Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kabupaten Sleman Indah Sri Wulandari yang mengupas isi buku panduan PPDP, PPS dan PPK agar didapat kesepahaman bersama. Adapun pemutakhiran data pemilih merupakan kegiatan memperbarui data Pemilih berdasarkan Daftar Pemilih Tetap dari pemilu atau pemilihan terakhir yang dimutakhirkan oleh KPU Kabupaten/Kota dibantu oleh PPK, PPS, dan PPDP dengan mempertimbangkan Daftar penduduk Potensial Pemilih pemilihan Umum (DP4) dan dilakukan pencocokan dan penelitian.

“Perbaikan Kualitas pemutakhiran data pemilih dalam pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2020 mencakup beberapa komponen antara lain penggunaan Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih), pelaksanaan Bimtek PPDP, Coklit, Sosialisasi, menerima masukan tanggapan masyarakat, serta koordinasi dengan lembaga terkait,” tutur Indah.

Indah menambahkan bahwa isi dari buku kerja ini mencakup tujuh prinsip kerja agar menghasilkan DPT yang terpercaya dan terlindunginya hak pilih warga negara. Antara lain akurasi, komprehensif, mutakhir, inklusif, transparan, responsif, dan partisipatif.

“Buku Kerja ini wajib digunakan oleh PPDP agar kegiatan coklit terlaksana secara cermat, tertib, efektif, dan akuntabel sehingga meningkatkan kualitas Daftar Pemilih menjadi semakin lebih baik,” pesan Indah kepada para peserta. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)