Bupati Sleman Bagikan Masker Kepada Para Pengendara

Sleman – Sebagai bentuk upaya mencegah penyebaran Covid-19, serta momentum Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-75, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman membagikan masker secara serentak di 17 Kecamatan.

Bupati Sleman, Sri Purnomo yang hadir di Lapangan Denggung bersama Forkompimda berkesempatan langsung membagikan masker kepada pengendara yang melintas. Kemudian dilanjutkan ke Pasar Denggung dan Foodcourt Denggung.

Menurut Sri Purnomo, dari pantauan tersebut kesadaran masyarakat Sleman sangat tinggi untuk menerapkan protokol kesehatan. Dari pantauan tersebut, hanya terdapat dua hingga tiga orang yang tidak menggunakan masker.

“Hanya sedikit yang tidak menggunakan masker, karena alasannya lupa dan terburu-buru, selebihnya semua sudah menggunakan masker,” katanya, Jumat(7/8/2020).

Ia pun berpesan kepada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dimanapun sebelum bepergian.”Jangan sampai karena terburu-buru menjadi kita lupa dan mengabaikan protokol kesehatan,” katanya.

Saat ini, Pemkab Sleman belum memberlakukan sanksi bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker di tempat umum.

Menurutnya, sebelum memberlakukan peraturan presiden tentang tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Civud 19, memberikan edukasi dan sosialisasi jauh lebih penting sebelum menerapkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.

Kedepannya jika memang dibutuhkan menurut Sri Purnomo sanksi sosial lebih tepat untuk memberikan efek jera. Selain hasilnya bermanfaat untuk orang lain, menjadi edukasi buat pelanggar, misal dalam bentuk kerja bakti bersih-bersih lingkungan.

Sementara itu, Plt. Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman Arif Pramana mengatakan masker yang dibagikan di setiap kecamatan sejumlah 500 (lima ratus) masker, kecuali di lokasi Denggung (wilayah Kecamatan Sleman) dan Kecamatan Berbah dibagikan sejumlah 1000 (seribu) masker. “Total ada 9500 masker yang dibagikan”.ujar Arif 




Puskesmas Cangkringan Gelar Rapid Test bagi Warga Kepuharjo

Pada Rabu (5/8/2020) dan Kamis (6/8/2020) Desa Kepuharjo bekerjasama dengan Puskesmas Cangkringan melakukan rapid test Covid-19. Sasaran rapid test adalah warga Kepuharjo yang bekerja di retribusi tambang, penjaga DO tambang, dan penjaga warung di sekitar area tambang. Pelaksaan rapid test ditinjau langsung oleh Camat Cangkringan, Suparmono.

Suparmono menegaskan bahwa pemeriksaan ini dilakukan sebagai skrining awal infeksi virus Corona pada orang yang berisiko tinggi.

“Orang-orang yang berprofesi yang mengharuskan melakukan kontak dengan banyak orang,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan tes, sejumlah 80 orang dari 8 dusun dibagi dalam 2 hari agar tidak terjadi kerumunan saat pemeriksaan.

Kepala Desa Kepuharjo, Agung Dwi Maryoto berharap seluruh warga yang mengikuti rapid test membuahkan hasil nonreaktif. (Andi Ferdana/KIM Cangkringan)




Camat Gamping Pantau Seleksi Calon Mahasiswa Baru STPN di Masa Pandemi

Muspika Kecamatan Gamping melakukan pemantauan secara langsung kegiatan seleksi penerimaan taruna mahasiswa baru Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) di Kampus yang terletak di jalan Tata Bumi Nomor 5, Padukuhan Patran, Desa Banyuraden, Kamis (6/8/2020).

Rombongan dipimpin oleh Camat Gamping sekaligus Ketua Gugus Tugas Penanggulangan wabah Covid-19, Ikhsan Waluyo didampingi Kepala Kepolisian Sektor Gamping, Kompol Aan Andrianto. Dalam melaksanakan giat pemantauan seleksi penerimaan taruna mahasiswa baru STPN, personel gabungan operasional Polsek Gamping melakukan aktivitas pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta pemantauan di pintu masuk dan keluar kampus setempat.

Panitia seleksi penerimaan calon taruna mahasiswa baru STPN tahun 2020 dalam melakukan proses seleksi menerapkan protokol kesehatan pencegahan wabah Covid-19 secara ketat dalam Adaptasi Kebiasaan Baru guna memutus rantai penyebaran virus yang sudah merenggut banyak nyawa manusia.

“Dalam pemantauan kami, panitia seleksi calon mahasiswa baru STPN sudah menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan wabah Covid-19 dengan baik sesuai anjuran pemerintah, yaitu mencuci tangan menggunakan sabun, tidak berjabat tangan, mengenakan masker dan pelindung wajah, tidak berkerumun, serta tetap menjaga jarak minimal satu meter di antara calon taruna,” ucap Ikhsan.

Di sela-sela meninjau pelaksanaan seleksi, Ikhsan berpesan agar calon taruna dapat memberikan kemampuan yang maksimal mengingat lulusan STPN ini nantinya akan mengemban tugas penyelesaian urusan lahan pertanahan yang cukup luas. Menurutnya, untuk mengurusi permasalahan tanah tersebut dibutuhkan lulusan dengan kapasitas yang handal dan siap pakai di lapangan.

Adapun situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitar kampus dalam keadaan kondusif dan tidak diketemukan hal-hal menonjol yang berdampak pada situasi keamanan sampai selesainya seleksi calon mahasiswa sesi pertama dan sesi kedua. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)