Gugus Tugas Covid-19 Gamping Bagikan Masker Di Hari Kemerdekaan RI

Menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 Kecamatan Gamping, Ikhsan Waluyo memimpin giat pembagian masker kepada warga sekitar yang melintas di Jalan Raya Patukan, Desa Ambarketawang, Senin (17/8/2020).

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Polsek Gamping, Kompol Heribertus Aan Andrianto, Komandan Koramil 17/GP, Mayor (Inf) Jalu Susilarja, Ketua TRC Gamping, H. Deny Hendrawan, Kepala Puskesmas Gamping I, drg. Isah Listiyani, Ketua KIM Pararta Guna Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Aparatur Sipil Negara di lingkungan Puskesmas Gamping I, serta relawan TRC Gamping.

Menurut Ketua Gugus Tugas sekaligus Camat Gamping, Ikhsan Waluyo kegiatan pembagian masker merupakan salah satu upaya mengurangi penyebaran virus yang masih merebak khususnya di wilayah kecamatan Gamping. Namun, yang utama adalah kesadaran masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas sehari-hari.

“Masih banyak warga masyarakat yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Pemerintah dengan dalih hanya bepergian jarak pendek, namun demikian justru dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain tertular karena Covid-19 tidak kasat mata. Di momen hari kemerdekaan ini Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Gamping bersinergi dengan Puskesmas Gamping I berupaya memutus rantai penyebaran virus dengan salah satu cara membagikan masker kepada pengguna jalan raya,” tutur Ikhsan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kapolsek Gamping, Kompol H. Aan Andrianto, dan Komandan Koramil 17/GP, Mayor (Inf) Jalu Susilarja bahwa kegiatan pembagian masker merupakan wujud kepedulian kepada masyarakat dan salah satu cara mencegah penularan virus yang harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat agar tetap produktif di tengah pandemi Covid-19. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Terapkan Protokol Kesehatan Pengibaran Sang Saka Merah Putih Berjalan Khidmat

Berbeda dengan tahun sebelumnya, upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih Peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah Kecamatan Gamping yang digelar di halaman Kantor Pemerintah Kecamatan Gamping dilaksanakan secara terbatas dan berjalan khidmat di tengah pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, Senin (17/8/2020) pagi.

Pengibaran Bendera dipimpin oleh Komandan Upacara, Serka Acip Mulyawana, diikuti oleh anggota Koramil 17/GP, anggota Kepolisian Sektor Gamping, perwakilan Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kecamatan Gamping, Relawan Tim Reaksi Cepat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Panitia Pemilihan Kecamatan Gamping.

Pasukan yang bertugas melaksanakan pengibaran bendera merah putih berasal dari anggota Koramil 17/GP antara lain Serka Suharno, Sertu Sugiyono, dan Serda Dawamianto yang ketiganya merupakan Bintara Pembina Desa di wilayah Kecamatan Gamping.

Usai Sang Merah Putih berkibar, Camat Gamping Ikhsan Waluyo selaku Inspektur Upacara menyampaikan sambutan Bupati Sleman pada upacara bendera Peringatan ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2020, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk ucapan syukur dan penghormatan terhadap para pejuang dan pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia yang telah mengorbankan nyawa demi kemerdekaan negara Republik Indonesia.

“Marilah kita merayakan hari kemerdekaan ini dengan semangat para pahlawan kita. Marilah membiasakan diri untuk menjadi pribadi yang merdeka, jangan pula kita menjadi penjajah-penjajah modern yang menindas bangsanya sendiri. Marilah menjadi pribadi yang memiliki komitmen dan prinsip, janganlah mengkhianati para pahlawan kita dengan melakukan pekerjaan yang berlawanan dengan moral dan hati Nurani,” ucap Ikhsan Waluyo dihadapan peserta upacara.

Di akhir sambutan, Camat Gamping menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman juga telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalkan potensi penyebaran dan penularan risiko guna mengurangi dampak yang terjadi akibat dari wabah Covid-19 dan ini memerlukan dukungan dari semua pihak, terlebih bagi masyarakat yang memiliki peran sangat penting untuk memutus rantai penularan dan penyebaran Covid-19. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Pemdes Sinduharjo Ajak Masyarakat Ikuti Detik-Detik Proklamasi

Upacara peringatan detik-detik proklamasi ke-75 Desa Sinduharjo berlangsung di depan Balai Desa Sinduharjo, Senin (17/8/2020).

Kegiatan ini diawali bunyi sirene yang meraung raung, dengan sigap semua peserta upacara merapat di tengah Jalan Kaliurang. Hal ini menyebabkan kendaraan yang akan lewat berhenti baik yang akan ke arah Yogyakarta atau yang akan ke Kaliurang.

Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diikuti oleh semua yang hadir termasuk pengguna jalan.

Selesai menyanyikan lagu Indonesia Raya, Jalan Kaliurang dibuka kembali dan dipimpin PJ Kepala Desa Sinduharjo, Heribertus Sutrisno membagikan masker dan bendera merah putih kecil kepada pengguna jalan yang lewat.

“Untuk tahun ini Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-75 Pemdes Sinduharjo mengadakan kegiatan upacara detik detik proklamasi di tengah jalan, dengan tujuan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut memperingatinya termasuk pengguna jalan,” demikian kata Sekdes Sinduharjo, Faizal Nur Achmad.

Sampai akhir kegiatan semua berjalan lancar yang dihadiri oleh seluruh anggota pemdes, BPD, perwakilan lembaga desa PKK, Karang Taruna, LPMD, Bumdes, Linmas, dan BKM yang berjumlah 85 peserta. (Kim Sinduharjo/SPN)




Upacara Bendera Peringatan Ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020 Kecamatan Seyegan Berjalan Khidmat

Dengan spirit gotong royong, kerja keras, dan kerja cerdas, mari kita laksanakan adaptasi tatanan kehidupan baru untuk menuju Indonesia baru. Demikian cuplikan sambutan Bupati Sleman, Sri Purnomo pada Upacara Bendera Peringatan ke-75 Kemerdekaan RI tahun 2020 Kecamatan Seyegan yang dibacakan oleh R. Budi Pramono, selaku Camat Seyegan sekaligus Inspektur Upacara Senin (17/8/2020) pukul di halaman Kantor Kecamatan Seyegan.

Berbeda dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun sebelumnya. Pada tahun ini peringatan dilakukan pada masa pandemi Covid-19 sehingga rangkaian kegiatan tidak dapat dilaksanakan secara meriah. Pun, diikuti tidak kurang dari 50 peserta dengan protokol kesehatan

Namun demikian dengan kondisi tersebut tidak mengurangi kekhidmatan peringatan HUT Kemerdekaan sebagaimana sambutan Bupati Sleman yang dibacakan oleh Camat Seyegan.

Dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI, Bupati Sleman mengajak masyarakat untuk melakukan refleksi diri, merenung, dan intropeksi apa yang telah kita perbuat untuk mengisi kemerdekaan serta membangun tanah air yang kita cintai ini.

Lebih lanjut, Bupati Sleman mengingatkan agar masyarakat dapat menjadi pribadi yang memiliki komitmen dan prinsip serta membiasakan diri menjadi pribadi yang merdeka. (Sutarto Agus/KIM Kec. Seyegan)




Pedagang Kuliner Embung Serut Banyuraden Panjatkan Doa Di Tengah Pandemi

Momentum kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dijadikan sebagai spirit atas perjuangan komunitas pedagang Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang tergabung dalam Lapak Embung Serut Kuliner Desa Banyuraden untuk mengembangkan usaha di tengah krisis yang melanda nusantara.

Selain tetap berikhtiar, mereka juga memanjatkan doa guna memohon kepada Yang Maha Kuasa agar diberi kesehatan dan kelancaran dalam usahanya, serta dilindungi dari wabah virus Corona di lokasi sekitar Embung Serut, Padukuhan Patran, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Minggu (16/8/2020).

Kegiatan bertajuk Doa Pejuang Receh Untuk Para Pahlawan yang dipimpin oleh Murdiyanto selaku Direktur Badan Usaha Milik Desa ‘Banyugotro Rumpoko’ Desa Banyuraden diikuti sejumlah pedagang kuliner dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman.

Usai memanjatkan doa, dilakukan prosesi pemotongan nasi tumpeng berwarna kuning yang dilakukan oleh Murdiyanto sebagai simbol kehidupan yang terang, kemakmuran, dan kekayaan. Potongan nasi tumpeng tersebut selanjutnya diberikan kepada Tawarudin selaku perwakilan pedagang kuliner di Kawasan Embung Serut Banyuraden.

“Tumpeng ini erat kaitannya dengan keadaan alam Indonesia yang dipenuhi gunung berapi. Meski begitu, dari dulu hingga saat ini kehadiran nasi tumpeng memiliki makna yang sama yakni perwujudan rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Selain menarik dan nikmat, tumpeng sarat makna filosofis yang indah, yakni sebagai bentuk representasi hubungan antara Tuhan dengan manusia , dan manusia dengan sesamanya,” tutur Murdiyanto di hadapan para pedagang kuliner. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)