Musala Assalam Salakan Terapkan Protokol Kesehatan Potong Hewan Kurban

Usai melakukan salat Idul Adha, pengurus takmir Musala Assalam Padukuhan Salakan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban yang dilakukan di halaman setempat dengan menerapkan protokol kesehatan guna pencegahan penularan wabah Covid-19.

Panitia peringatan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah Musala Assalam Salakan tahun 2020 menerima tiga sapi dan lima ekor kambing untuk kurban yang dibagikan kepada 302 warga sekitar Musala Assalam.

Pemotongan hewan kurban dipimpin oleh Rois Padukuhan Salakan, Slamet Sarmadi yang dibantu oleh beberapa warga masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Padukuhan Salakan, Suyana serta Ketua RW 26, Sukirdi.

Setelah dilakukan penyembelihan hewan kurban, guna memastikan keamanan daging yang akan dibagikan kepada masyarakat maka organ dalam hewan sapi yaitu hati, paru-paru, serta limpa diperiksa oleh petugas pemantau kesehatan hewan kurban dari Pemerintah Kabupaten Sleman yang bekerjasama dengan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten sleman dan UGM Yogyakarta yang telah melakukan pemantauan kesehatan hewan kurban sehingga dapat dipastikan daging kurban yang akan dibagikan kepada warga RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 08 benar-benar daging yang sehat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat,” tutur Suyana, Jumat (31/7/2020).

Suyana menambahkan bahwa pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Musala Assalam dari awal hingga selesai tidak ada kendala, semua berjalan sesuai dengan rencana. Pembagian daging kurban juga teratur karena sebelumnya panitia telah membagikan kupon kepada masyarakat sesuai dengan wilayahnya masing-masing untuk menghindari kerumunan orang. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Pemkab Sleman Adakan Monitoring Pengelolaan Hewan Kurban di Seyegan

Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Monitoring Pengelolaan Hewan Kurban di 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Prambanan, Kecamatan Ngaglik, dan Kecamatan Seyegan. Kegiatan ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya pada hari Jumat (31/7/2020).

Rombongan Tim Monitoring yang terdiri dari Setda, Asisten Setda, Staf Ahli, beberapa Kepala Dinas dan Kepala Bagian tiba di Masjid Al Barokah, Ngaran, Margokaton, Seyegan yang merupakan lokasi terakhir kegiatan monitoring tepat pukul WIB.

Setelah ucapan selamat datang dari Takmir Masjid, sedikit
diceritakan juga bahwa di masa Covid-19 tahun ini Masjid Al Barokah justru
terjadi kenaikan jumlah hewan kurban, yakni mencapai 5 ekor sapi dan 9 ekor
kambing.

drh. Gigi Bawono dari Puskeswan Kecamatan Seyegan pun menyatakan bahwa dari sapi-sapi yang disembelih dalam kondisi sehat, baik itu hati, paru dan limpa.

“Penanganan daging dan kotorannya pun sudah baik meskipun
belum bisa mengurangi penggunaan plastik seperti anjuran pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Tim Monitoring diwakili oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sleman, H. Sa’ban Nuroni, menekankan bahwa di masa pandemi sekarang ini semua kegiatan tak terkecuali kegiatan keagamaan selalu ditekankan dengan protokol kesehatan sehingga sarana pendukung harus disiapkan oleh takmir masjid. Oleh karena itu, pihaknya membekali Masjid Al Barokah dengan dua buah thermo gun untuk mendukung pelaksanaan protokol kesehatan selama kegiatan kurban berlangsung. (Sutarto Agus/KIM Kec. Seyegan)