Terapkan Protokol Kesehatan, 60 Siswa SD Sukomulyo Ikuti BIAS

Dalam rangka menjaga wilayah Kalurahan Sukoharjo tetap kondusif dari penyebaran Covid-19, Kapanewon Ngaglik terus berupaya dan memberikan motivasi terkait dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Demikian disampaikan perangkat Kalurahan Sukoharjo, Kamituwo Sujadi di sela sela pelaksanaan kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SD Sukomulyo, Minggu (6/9/2020).

Sementara itu Kepala Sekolah SD Sukomulyo, Muhamad Duryat, diwawancarai di ruang kerjanya mengatakan bahwa siswa SD Sukomulyo yang mengikuti BIAS berjumlah 60 anak dengan rata-rata per kelas 20 anak.

“Kelas 1 mencapai 30 siswa dalam pelaksanaan BIAS ini,” ujarnya.

Muhammad Durhat juga mengatakan untuk mengantisipasi pandemi Covid-19 menyebar, SD Selomulyo sendiri belum bisa melaksanakan belajar tatap muka sehingga masih belajar jarak jauh atau melalui daring.

“Ini agar siswa-siswi tetap terjaga kesehatan dari Covid-19,” ujarnya.

Puskesmas Ngaglik II dalam BIAS kali ini mengerahkan sebanyak 10 personel dan didukung oleh pihak sekolah didampingi perangkat Kalurahan, Babinsa, Babinkamtibmas, serta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalurahan Sukoharjo.

Adapun layanan BIAS antara lain imunisasi, periksa mata, dan penimbangan. (KIM Ngaglik/Srp)




Turi Lepas Tugas Panewu

Senin (7/9/2020) di Aula Pendopo Kapanewon Turi telah dilaksanakan upacara Pelepasan Purna Tugas Panewu Turi, Abdul Haris Sunaryo dan serah terima jabatan kepada Plt Panewu Turi yaitu Subagya.         

Dalam sambutan pamitnya Abdul Haris Sunarnyo mengucapkan terima kasih atas kerja sama instansi, lembaga, dan masyarakat di Kapanewon Turi sehingga situasi wilayah Turi dalam keadaan kondusif. 

“Tidak lupa pula saya mohon maaf semua kesalahan dan kekurangan dalam melayani masyarakat selama bertugas di Turi selama 9 tahun juga menjadi Panewu selama 3 hari,” tutur Abdul Haris.                     

Plt Kapanewon Turi, Subagya, pun mengucapkan terima kasih atas kerja keras Abdul Haris Sunaryo dalam melayani masyarakat. Selanjutnya, dirinya pun berharap bantuan dari masyarakat Turi dalam melaksanakan tugas sebagai Plt Panewu Turi.

Joko Supriyanto, selaku Asisten Sekretaris Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Sleman juga mengucapkan terima kasih kepada Abdul Haris Sunaryo atas pengabdiannya kepada Pemerintah Kabupaten Sleman.

“Selamat kembali terjun ke masyarakat meskipun sudah purna tugas komunikasinya jangan terputus. Kepada Plt Panewu Turi pelayanan kepada masyarakat jangan sampai terhambat,” pesannya. (Suharno/KIM Kertomandiri Turi)




Sleman Temple Run Akan Digelar Kembali

Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman akan menggelar Sleman Temple Run tahun 2020. Penyelenggaraan Sleman Temple Run tahun kelima ini dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Kepala Dispar Kabupaten Sleman, Sudarningsih mengatakan penyelenggaraan event tersebut merupakan upaya mempromosikan destinasi pariwisata sport tourism di Kabupaten Sleman dan akan dilaksanakan pada tanggal 27 September 2020 mendatang.

“Sleman Temple Run sudah rutin dilaksanakan setiap tahunnya dan sekarang memasuki tahun kelima bekerjasama dengan komunitas Trail Runners Yogyakarta. Dalam situasi pandemi saat ini, maka penyelenggaraan Sleman Temple Run 2020 akan dilaksanakan dengan skema penerapan protokol kesehatan yang ketat,” kata Sudarningsih dalam kegiatan jumpa pers di Kantor Dispar Sleman, Senin (7/9/2020).

Sudarningsih juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan event lari tersebut tetap dilaksanakan dan telah mendapatkan rekomendasi dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sleman.

Sementara Ketua Panitia Sleman Temple Run, Ramdhan Kresnawan Handarto dalam kesempatan tersebut menerangkan bahwa telah terdapat 560 peserta yang akan ikut serta dalam kegiatan event lari ini. Jumlah tersebut merupakan jumlah akhir dari peserta setelah dilakukan pembatasan kuota pendaftar.

“Ada sebanyak 560 peserta yang telah terdaftar dan memenuhi kuota dan juga diikuti oleh peserta dalam dan luar negeri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ramdhan Kresnawan Handarto menuturkan bahwa dalam pelaksanaannya, akan diterapkan protokol kesehatan ketat dari mulai kelengkapan peserta yaitu diharuskan menggunakan masker dan sarung tangan, sampai dengan teknis pelaksanaan yaitu dilakukan pembatasan setiap start sebanyak 20 orang per-sesi dengan jeda waktu 1 menit.

Ketentuan lain dalam pelaksanaan teknis event lari ini juga mengharuskan para peserta menjaga jarak dengan peserta lainnya yaitu 1,5 meter. Penerapan protokol kesehatan juga berlaku dalam hal lainnya yaitu pemeriksaan suhu badan dengan suhu maksimal 37.3 derajat celcius, serta mewajibkan setiap peserta membawa hasil rapid test (non-reaktif) dan surat keterangan sehat.

Sementara kompetisi lari ini dibagi menjadi beberapa kategori yaitu 7K, 13K, 25K dan kategori master dengan batasan usia 40 tahun ke atas yang akan memperebutkan total keseluruhan hadiah sebesar Rp ,00.

Adapun untuk rute yang akan dilalui yaitu akan dimulai dan diakhiri di Candi Banyunibo. Selain itu beberapa rute yang akan dilalui antara lain Umbulsari, Watu Balik, Candi Ijo, Candi Miri, Spot Riyadi, Candi Sojiwan, Candi Ratu Boko, dan Candi Barong. (Humas Sleman)