Sayembara Desain Pasar Godean Umumkan Juaranya

Sleman — Pemenang Sayembara Desain Pasar Godean diumumkan pada Rabu (16/09/2020) melalui penjurian akhir yang dilaksanakan di Sleman Smart Room. Penjurian dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Sleman, dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DIY, serta Sri Purnomo, Bupati Sleman.

Pemenang dari Sayembara Desain Pasar Godean ini adalah peserta dengan kode PGD128, yang terdiri dari 4 anggota. Hadiah yang didapat uang tunai sejumlah Rp100 Juta. Hal yang unik, keempat anggota ini ternyata belum pernah bertatap muka secara langsung karena terpisah oleh jarak yang cukup jauh. Masing-masing berdomisili di London, Singapura, Batam dan Magelang.

Menurut Raden Rara Mae Rusmi Suryaningsih, Kepala Disperindag Kabupaten Sleman nantinya pemenang akan mendampingi dalam penyusunan Detail Engineering Design (DED) serta proses pembangunan revitalisasi Pasar Godean mendatang.

Mae mengungkapkan bahwa desain dari pemenang merupakan yang terbaik dan paling memenuhi kriteria yang ada.

“Konsep bangunan sesuai dengan apa yang menjadi kehendak dari semua pihak, mulai dari masukan dari pedagang hingga konsep arsitektur,” ujar Mae.

Ditambahkan Jatmika Adi Suryabrata, Ketua Juri dari dari IAI, desain oleh pemenang memenuhi kriteria teknis, mencakup keselamatan, keamanan, dan kenyamanan. Selain itu, desain juga disebut memberikan nilai tambah pada bangunan pasar itu sendiri, supaya tidak sekadar menjadi tempat untuk berjual-beli. Dengan desain yang baru, memungkinkan adanya kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan di Pasar Godean nantinya, seperti pameran, pertunjukan, dan lainnya.

“Harapannya pasar dapat hidup selama 24 jam,” ujar Jatmika. Jatmika juga berharap Pasar Godean nantinya tidak hanya menjadi tempat berbelanja, namun juga menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat.

Eko Prawoto, salah satu Juri dari IAI juga berpendapat bahwa desain ini secara ekspresi arsitektural menunjukkan keterkaitan dengan budaya lokal namun juga ada sentuhan modern di dalamnya. Hal tersebut terlihat dari adanya urban space, alun-alun kecil, dan pendopo yang multifungsi di area Pasar Godean yang baru ini.

“Ada referensi atas nilai-nilai klasik Jawa dengan setting yang baru,” tutur Eko.

Pembangunan revitalisasi Pasar Godean ini rencananya dimulai pada awal 2021 dengan anggaran berkisar Rp83,577 miliar. (Rep Ami)




20 Difabel Ikuti Pelatihan Budidaya Ikan Lele

Dalam kondisi pandemi Covid-19 yang belum mereda ini, Pemerintah Desa Sukoharjo berinisiatif mengadakan Pelatihan Budidaya Ikan Lele melalui media bak ember kepada 20 penyandang disabilitas se-Desa Sukoharjo di Aula Balai Desa Sukoharjo, Selasa (15/9/2020). Pelatihan yang diharapkan bisa meningkatkan ketahanan keluarga pun kesejahteraannya ini, menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya yaitu Ahmad Husain dari UGM dan Syakir dari PPDI Kecamatan Ngaglik sebagai praktisi pengembangan budidaya lele.

Ahmad Husain menyampaikan bahwa budidaya lele ini sangat mudah pengelolaannya, di samping tidak perlu lahan yang luas, cukup memakai peralatan sederhana antara lain ember besar yang ada tutupnya.

“Dibuat sedemikian rupa sesuai contoh ini, para peserta bisa mempraktikkan di rumah masing-masing dan sangat menguntungkan,” ujar Ahmad.

Syakir menambahkan, budidaya lele juga bisa dibarengkan dengan budidaya sayuran.

“Di atasnya bisa ditanami kangkung atau sayuran sejenis sehingga bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari apalagi di masa pandemi sekarang ini,” imbuh Syakir.

Akhir dari pelatihan ini Kepala Desa Sukoharjo, Bara Hernowo Natali memberi peserta pelatihan media budidaya lele, yaitu bak ember, media tanam bibit kangkung, serta 100 ekor bibit ikan lele sebagai uji coba budidaya ikan lele di rumah masing-masing. (KIM Ngaglik/Srp)




Musrembang RKP 2021 Margomulyo Bahas Prioritas Alokasi Anggaran

Bertempat di ruang pertemuan Desa Margomulyo, Rabu (16/9/2020) diadakan Musrenbang dalam rangka penyusunan RKP Desa tahun 2021. Pada kesempatan itu hadir sebagai tamu undangan yaitu 2 anggota dewan, Alhalik, Kabid Administrasi, Keuangan dan Aset Desa Dinas PMK Sleman, Budi Pramono, Panewu Seyegan, beserta jajarannya, anggota BPD, dan tokoh masyarakat.

Alhalik, dalam sambutannya mengatakan bahwa Musrenbang merupakan tindak lanjut dari musyawarah desa, yang membahas mengenai RKP Desa tahun 2021. Dalam perjalanannya, dikatakan Alhalik, rencana rancangan RKP 2021 memerlukan verifikasi di lapangan dan penyusunan skala prioritas .

“Untuk itu kegiatan wajib jangan ketinggalan,” ujar Alhalik.

Budi Pramono pun memberikan pengarahan bahwa Musrenbang merupakan proses perencanaan yang harus tepat sehingga dapat nenjawab tantangan di tahun mendatang.

Diingatkan pula oleh Budi Pramono bahwa anggaran akan mengalami penurunan karena wabah Covid-19.

“Sehingga kegiatan yang sifatnya prioritas digunakan untuk recovery ekonomi masyarakat. Adapun untuk prioritas kegiatan dasarnya adalah kebutuhan,” tambahnya.

Sementara, Ramelan, anggota DPRD Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa pihaknya siap untuk mendampingi meskipun dana menurun karena pandemi Covid-19. Hal ini mengandung maksud bahwa kemampuan desa akan disesuaikan dengan anggaran yang ada. Sedangkan dana BKK akan digunakan untuk percepatan pembangunan sebagai tindak lanjut kebutuhan masyarakat Desa Margomulyo. (Sutarto Agus/ KIM Seyegan)