Perangkat Kalurahan Donoharjo Dilantik

Rabu (7/10/20) di Aula Balai Desa Donoharjo diselenggarakan pelantikan Perangkat Desa Donoharjo. Pejabat terlantik adalah Seto Aji Kusumantoro sebagai Kasi Kesejahteraan, Dani Prasetyo sebagai Kasi Pelayanan, dan Agung Karyono sebagai Dukuh Jetis Donolayan.

Dalam sambutannya, Subagya, Panewu Ngaglik selain menyampaikan ucapan selamat atas nilai tertinggi dalam proses tahapan penilaian pengangkatan perangkat kalurahan, juga menyampaikan terima kasih kepada panitia yang sudah melaksanakan tugas dengan jujur, baik, dan sesuai peraturan.

Menurut Subagya, persyaratan maupun mekanisme sudah sesuai peraturan perundangan yang berlaku dan terhitung dari hari pelantikan ini ketiga terlantik sudah resmi menjadi perangkat desa.

“Kemarin prestasi anda adalah atas nilai tertinggi dalam proses rekruitmen, hendaknya sesuai dengan kinerja ke depannya. Semoga upaya peningkatan SDM perangkat bisa terwujud dengan mekanisme yang sudah dilakukan,” ujar Subagya.

Kepada mantan Kasi Kesejahteraan, HB Sugeng Prakosa, mantan Kasi Pelayanan, Sigit Sukarno, dan mantan Dukuh Jetis Donolayan, Mujari, Subagya menyampaikan terima kasih atas pengabdian selama ini dan berharap mereka dapat melanjutkan pengabdiannya bagi kepentingan masyarakat. (KIM Ngaglik/Endarwati)




Program Zakat Wakaf Community Development Diresmikan

Kriswanto, Ketua Baznas Sleman mengatakan bahwa Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman berhasil memadukan antara zakat dengan wakaf melalui program Zakat Wakaf Community Development (ZWCD). Program ZWCD ini diresmikan di Masjid Al Iman Tepan, Bangunkerto, Turi, Senin (5/10/2020).

Menurutnya zakat dan wakaf memiliki tujuan yang sama, yakni sama-sama bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kriswanto juga menuturkan bahwa wakaf saat ini tidak selalu dalam bentuk fisik seperti bangunan dan lainnya. Namun dalam perkembangannya wakaf juga dapat berupa wakaf produktif yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Program ZWCD ini juga ada di tiga kecamatan sebagai percontohan yaitu Klidon Ngaglik, Murten Sleman, dan Tepan Turi,” tandasnya.

Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam sambutanya menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman dengan Baznas Sleman ini merupakan aksi nyata memanfaatkan zakat dan wakaf untuk penanggulangan kemiskinan terutama dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini yang tentunya memerlukan kerjasama semua pihak untuk saling bahu membahu mengatasinya.

Acara ini juga ditandai penyerahan bingkisan untuk warga duafa dan simbolis perbaikan rumah tidak layak huni dari panitia yang bertepatan dengan hari TNI ke-75. Setelah penyerahan bingkisan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat wakaf kepada perwakilan, di antaranya Prof. Sudibyo dan 7 sertifikat tanah wakaf di wilayah Ngentak Tepan kepada PCM (Pimpinan Cabang Muhammadiyah) Turi selaku penerima wakaf yang diterima oleh Drs. Bambang Rahmanto.

Kemudian peresmian Z Mart yaitu super market yang menyediakan kebutuhan pokok untuk, dari, dan oleh umat. Z mart ini adalah terobosan yang diinisiasi oleh Baznas Sleman sebagai contoh pengelolaan zakat dan wakaf yang diharapkan menjadi sarana dan pusat pengembangan perekonomian umat. (Arief Hartanto)