9 PAUD Kalurahan Sukoharjo Terima Bantuan APE

Kepedulian Pemerintah Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik dalam pembangunan bidang pendidikan diwujudkan dalam pemberian bantuan Alat Permainan Edukasi atau APE kepada 9 PAUD se-Kalurahan Sukoharjo. Masing-masing lembaga memperoleh bantuan APE senilai Rp 2,3 juta.
Demikian dilaporkan oleh Sujadi, Kepala Seksi Pelayanan Kalurahan Sukoharjo di Ruang Rapat Kalurahan Sukoharjo, Selasa (13/10/2020).

Sementara itu, Carik Kalurahan Sukoharjo, Yuliani mengatakan bahwa sebenarnya usulan untuk anggaran pendidikan dari Kalurahan sebesar Rp 60 Juta namun sebagian dikurangi untuk kegiatan percepatan penanganan Covid-19.

Yuli berjanji jumlah bantuan untuk PAUD di Kalurahan Sukoharjo akan ditingkatkan karena pendidikan menjadi prioritas utama.

Pengawas Pendidikan TK dan PAUD Kapanewon Ngaglik, Sri Ningsih menyampaikan bahwa Kalurahan Sukoharjo telah menganggarkan lewat dana desa untuk membantu APE kepada 9 lembaga yang ada di Sukoharjo.

“Tahun depan juga telah dianggarkan untuk kebutuhan PAUD, kepedulian terhadap pendidikan seperti ini yang kita harapkan tentunya,” imbuhnya.

Selanjutnya diharapkan Ningsih, usai menerima APE, PAUD dapat segara memanfaatkannya untuk meningkatkan keterampilan dan kualitas pendidikan di lembaga masing-masing.

“Namun karena masih dilarang keras untuk tatap muka langsung oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman maka disarankan PJJ atau daring, video call serta virtual zoom disesuaikan dengan kondisi masing-masing lembaga yang disepakati,” ujar Ningsih. (KIM Ngaglik/Srp)




KPPS Kapanewon Seyegan Ikuti Pemeriksaan Kesehatan

Bertempat di Pendopo Kapanewon Seyegan, mulai Senin (12/10/2020) sampai Rabu (14/10/2020), dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang tersebar di 5 desa di wilayah Kapanewon Seyegan.

Bekerjasama dengan Puskesmas Seyegan, PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) mengatur jadwal pemeriksaan kesehatan sebanyak 707 anggota KPPS dari 101.

Ardani Achmad, Ketua PPK mengatakan bahwa pelaksanaan hari Selasa ini yang merupakan hari kedua, telah berjalan lancar.

“Pada hari Senin kemarin ada masalah dengan koneksi internetnya sehingga terjadi penumpukan anggota KPPS yang akan periksa. Link aplikasi kesehatan yang ada di Puskesmas Seyegan kemarin mengalami masalah sehingga koneksi terputus,” beber Ardani.

Sementara dikatakan Ardani di hari kedua ini, jumlah anggota KPPS yang menjalani pemeriksaan sebanyak 145 orang yang terdiri dari KPPS dari Kalurahan Margomulyo dan sisanya dari KPPS Kalurahan Margodadi.
Sedangkan hari pertama, KPPS berasal dari Kalurahan Margoagung dan sisanya dari Kalurahan Margodadi dengan jumlah 265 orang. Kemudian, sebanyak 297 orang dari KPPS Desa Margoluwih dan Margokaton akan melaksanakan pemeriksaan hari Rabu .

Ardani menambahkan, waktu pelaksanaannya juga dibatasi dari jam sampai dengan jam , untuk menghindari kelelahan petugas yang melaksanakan kegiatan.

“Adapun pemeriksaan kesehatan yang dilakukan adalah pengukuran tekanan darah, tinggi badan, berat badan, dan wawancara dengan dokter berkaitan dengan penyakit yang pernah diderita,” imbuh Ardani.

Ardani mengimbau kepada anggota KPPS yang belum bisa melaksanakan pemeriksaan, dapat melakukan secara langsung ke puskesmas.

“Hal itu karena sudah ada koordinasi dan kerjasama antara PPK dan Puskesmas Seyegan,” ujarnya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)