Fase New Normal, Museum Ullen Sentalu Siap Sambut Wisatawan

Beberapa destinasi wisata di Yogyakarta sudah siap menyambut new normal, salah satunya adalah Museum Ullen Sentalu yang ditutup semenjak 16 Maret hingga 3 September akibat pandemi Covid-19.

Museum Ullen Sentalu yang beralamat di Jalan Boyong km 25, Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Sleman adalah lembaga yang mengonservasi dan mengkomunikasi seni budaya Jawa kepada publik. Filosofinya adalah mempertemukan pewaris budaya dengan warisan seni budaya bangsa melalui konsep tur edukatif beserta koleksi barang antik museum. Museum Ullen Sentalu buka pada Selasa-Minggu pukul dengan tiket masuk seharga Rp ,- untuk hari kerja dan hari libur.

Dijelaskan oleh Staf Departemen Kuratorial Museum Ullen Sentalu, Jonathan Haryono, dengan mengikuti protokol kesehatan pada penerapan 3M, Ullen Sentalu mengubah sistem pemandu yang sebelumnya berkelompok yang dipandu oleh edukator menjadi sistem audio-guide.

“Wisatawan akan dipinjami perangkat audio-guide yang sudah disterilkan berisikan audio narasi penjelasan serta cerita yang ada pada setiap koleksi,” beber Jonathan, Minggu (18/10/2020) .

Menurutnya, protokol new normal ini sesuai ketetapan Gugus Tugas Covid-19, yakni untuk menjaga jarak sehingga sistem masuk ke area pameran dibuat maksimal dua orang setiap dua menit di mana sebelumnya 20 orang setiap 10 menit. Museum Ullen Sentalu juga memasang distancing line agar wisatawan tetap dapat menjaga jarak selama di area tur.

Penerapan New Normal Museum Ullen Sentalu mengikuti protokol Gugus Tugas Covid-19 meliputi seluruh wisatawan wajib memakai masker, diberlakukan cek suhu dua kali sebelum masuk area museum, wajib mencuci tangan, wajib mengisi data diri menggunakan QR-Code, hingga mengutamakan transaksi non-tunai serta reservasi tiket via online untuk menghindari kontak langsung.

“Penerapan 3M wajib dilakukan di Museum Ullen Sentalu, terkhususnya penggunaan masker selama berada di kawasan,” kata Jonathan.

Dijelaskan Jonathan, new normal pariwisata di Museum Ullen Sentalu meliputi ketentuan yang diterapkan pada program CHS (cleanliness, health, safety), yang menyediakan titik-titik area mencuci tangan dan hand sanitizer, serta apabila ada wisatawan yang tidak menaati akan diingatkan secara tegas namun ramah oleh staf melalui pengeras suara.

Selain itu, untuk melindungi pengunjung usia rentan dari bahaya penularan Covid-19, pengunjung usia 0-12tahun, >65tahun, dan ibu hamil belum diperkenankan berkunjung ke Museum Ullen Sentalu.

Jonathan menambahkan, sesuai tujuan dan fungsi museum sebagai lembaga pelayanan publik maka Museum Ullen Sentalu telah buka dan siap menyambut wisatawan dengan beradaptasi melalui tur dan sistem pelayanan yang mengutamakan protokol kesehatan.

“Dengan diterapkannya New Normal Ullen Sentalu menghilangkan sementara hal-hal yang berkontak langsung pada wisatawan seperti Jamu Ratu Mas yang umumnya diberikan setelah tur untuk menghindari adanya kontak langsung tersebut,” pungkas Jonathan. (Rep Izzat, Foto Gassing)




Pemkab Sleman Pastikan Pilkades Dilaksanakan 20 Desember 2020

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan pelaksanaan Pemilihan Lurah (Pillurah) Kabupaten Sleman akan dilaksanakan pada 20 Desember 2020. Kepastian tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK), Jumat (16/10/2020) di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman.

Budiharjo mengatakan, adanya kepastian penyelenggaraan Pilkades melalui e-voting ini berdasarkan hasil rapat koordinasi virtual (zoom meeting) Pemerintah Kabupaten Sleman bersama dengan Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Nata Irawan.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Budiharjo menuturkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman mendapatkan izin untuk melaksanakan Pillurah tahun 2020 dengan metode e-voting.

“Setelah melaksanakan rekomendasi dari Dirjen Bina Pemdes untuk mendaftarkan terkait waktu pelaksanaan Pilkades setelah adanya penundaan. Kemudian kami memastikan kembali, jawabannya diizinkan,” jelasnya.

Setelah mendapatkan izin penyelenggaraan Pillurah, Budiharjo menyebut pihaknya akan segera melaksanakan koordinasi untuk segera menyusun dan menerbitkan keputusan Bupati terkait penetapan hari dan tanggal pemungutan suara melalui metode e-voting.

Menurut Budiharjo, adanya kepastian pelaksanaan Pillurah Kabupaten Sleman ini juga tentu diimbangi dengan persiapan penerapan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Hal tersebut dinilai sesuai dengan arahan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

“Protokol kesehatan yang optimal tentu harus dilaksanakan. Sleman sudah siap. Selain (3 M), kita juga siapkan fasilitas APD dan rapid bagi seluruh petugas pemungutan suara Pilkades,” katanya.

Selain itu, Budiharjo juga menyampaikan untuk mengantisipasi kekhawatiran adanya penularan, calon pemilih nantinya juga akan difasilitasi sarung tangan sehingga dalam teknisnya, alat pemungutan suara tidak akan tersentuh secara langsung oleh calon pemilih. (Humas Sleman)




Destana Donoharjo Tak Pernah Mundur Jadi Penolong yang Baik

Tak pernah mundur selangkah pun untuk menjadi penolong yang baik. Itulah moto Destana Donoharjo yang disampaikan Ketuanya, Agus Hardiyo Pancoro ditemui saat persiapan melaksanakan tugas sebagai sukarelawan Satgas Covid-19 dalam penyaluran BST (Bantuan Sosial Tunai) Kemensos tahap 7 dengan jumlah 344 penerima di Aula Balai Desa Donoharjo, Minggu (18/10/20).

Sejak penerima belum hadir, Destana sudah hadir terlebih dahulu untuk melakukan sterilisasi tempat, mengatur, dan menyiapkan alur supaya tidak terjadi antrean yang melanggar social distancing, memastikan kelengkapan sterilisasi seperti sabun, hand sanitizer, dan ketersediaan air. Selain melakukan pengecekan suhu, mengatur antrian, Destana juga menjaga sepanjang kegiatan agar tidak terjadi antrean dengan jarak yang dekat.

Menurut penjelasan Agus HP, rangkaian kegiatan penanganan protokol kesehatan dalam realisasi BST hanya merupakan salah satu kegiatan Destana Donoharjo. Lembaga yang dibentuk pada tahun 2014 oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) ini, selama masa pandemi Covid-19 selalu berada di garda terdepan kegiatan pengamanan Covid-19 di Donoharjo.

Kegiatan yang dilaksanakan di antaranya dengan membantu pelaksanaan imunisasi bersama Puskesmas di SD yang berada di wilayah Donoharjo, melakukan penyemprotan disinfektan di fasilitas umum dan padukuhan di wilayah Donoharjo, memantau, mengawasi, dan membantu menjalankan protokol kesehatan di tempat warga yang meninggal atau yang memiliki hajatan, juga membantu tim operasi masker. Selain itu, bersama Pemerintah Desa, Destana juga membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanganan Covid-19 dengan membentuk Tim Kamboja yang kegiatannya membantu pemakaman jenazah penderita ataupun diindikasi penderita Covid-19 di Donoharjo.

“Sejak dibentuk, Tim Kamboja sudah 6 kali melakukan pemakaman,” beber Agus.

Suharno, salah satu anggota Destana menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah desa yang telah menyediakan fasilitas kegiatan bagi relawan, perlengkapan yang dibutuhkan, serta mengalokasikan anggaran untuk mendukung kegiatan sehingga Destana bisa melaksanakan kegiatan secara maksimal. Suharno berharap bahwa Destana dan semua kelembagaan di desa, serta semua warga akan tergerak hatinya untuk menjadi relawan profesional yang memiliki kepedulian dan keterampilan.

“Jika setiap warga memiliki keterampilan dan kepedulian yang tinggi maka setiap warga akan mampu menolong dirinya sendiri maupun orang lain,” ucapnya menutup perbincangan. (KIM Ngaglik/Endarwati)




HIMPAUDI Seyegan Adakan Pengimbasan Materi BDR

Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kapanewon Seyegan mengadakan pengimbasan materi Bimtek BDR (Belajar Dari Rumah) bertempat di Aula Lantai 2 Kantor Kapanewon Seyegan, Sabtu (18/10/2020).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang telah diberikan kepada 6 perwakilan bunda PAUD dalam Bimtek yang diselenggarakan oleh Direktorat PAUD Kemendikbud yang bertajuk Bimtek Guru PAUD Belajar Di Rumah – Daring.

Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Seyegan, Subagyo Rahayu, memberikan pengarahan tentang strategi yang diterapkan pada Pendidikan Anak Usia Dini di masa pandemi.

“Bimtek yang dilakukan oleh perwakilan Bunda Paud merupakan bekal yang perlu disebar-luaskan kepada bunda-bunda Paud yang lain. Untuk itu diminta untuk perwakilan yang hadir sebagai peserta untuk berbagi ilmu juga dengan bunda Paud di tempat masing masing,” tambah Subagyo.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pengimbasan materi yang disampaikan oleh 6 bunda yang mengikuti Bimtek BDR beberapa waktu kalu. Adapun materi-materi yang diberikan adalah penilaian perkembangan anak selama Belajar Di Rumah oleh Retno Asih, , bermain musik dan seni kriya yang menyenangkan di rumah oleh Suparyanti, bermain musik yang menyenangkan di rumah dan RPP selama pandemi oleh Supraptinah, pengasuhan positif dan DPA oleh Sri Budi Utami, bermain sains dan bahasa yang menyenangkan di rumah oleh Ika Kurniawati, serta etika komunikasi melalui media daring dan tips penggunaan media daring oleh Arlin Astuti Widyaningrum, ST.

Akhir acara, pengurus HIMPAUDI mengharapkan setelah kegiatan pengimbasan ini, bunda-bunda Paud lebih mempunyai kepercayaan diri sehingga dapat melaksanakan apa yang dilakukan selama tatap muka daring. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Sartugi Strategi Forkom UKMKM Seyegan Pasarkan Produk di Masa Pandemi

Sartugi (Pasar Setu Pagi) diluncurkan oleh Forkom UMKM Seyegan pada Sabtu (17/10/2020) di Halaman Pendopo Kapanewon Seyegan. Kegiatan Sartugi ini dimulai dari jam sampai dengan jam wib.

Seperti harapan semula, Sartugi menjadi salah satu alternatif untuk memasarkan produk UMKM Seyegan. Hal senada disampaikan oleh Marzuni, Ketua Forkom UMKM Kapanewon Seyegan yang hadir acara tersebut.
Tidak kurang dari 12 UMKM ikut berpartisipasi dalan kegiatan yang dihadiri pula oleh Panewu Anom, Kawat Kemakmuran, Kawat Projo, dan Kawat Sosial Kapanewon Seyegan.

“Di masa pandemi sekarang ini, banyak sekali UMKM yang banting stir dengan menghasilkan produk yang dibutuhkan masyarakat. Ini terjadi karena hasil produk yang lama belum ada permintaan dari pasar karena daya beli yang menurun,” ungkap Marzuni.

Marzuni menambahkan, UMKM jauh hari sudah dibekali pula dengan keterampilan digital marketing yang mendukung penjualan secara online, namun demikian perlu kiranya UMKM mengenalkan aktivitas riil dengan berjualan secara konvesional.

“Sartugi memfasilitasi maksud tersebut sebagai ajang promosi produk sampai dengan transaksi,” imbuhnya.

Sebagai kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan, Sartugi masih mencari-cari format yang pas dan sesuai sebagai acara yang mengenalkan, mempromosikan, dan menjual produk lokal. Menurut Marzuni, kegiatan Sartugi ini akan dibawa dari satu desa ke desa lainnya dan memanfaatkan potensi wisata yang ada di desa masing-masing.

“Akan dicari format yang sesuai untuk bekerjasama dengan BUMDes yang ada di desa,” tutur Marzuni.

Hal menarik di Sartugi ini adalah adanya outlet kursus membatik bagi pengunjung. Dengan membayar Rp ,-, pengunjung dapat langsung praktik membatik dengan dibimbing langsung mulai dari menggambar pola, menggunakan canting, dan mencelup kainnya.

Ke depannya, Marzuni membeberkan di Sartugi ini akan digelar coaching clinic yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha kecil. Konsultasi yang bisa diberikan tidak jauh dari cara pemasaran produk, digital marketing atau kelengkapan administrasi sebagai kelengkapan produk, seperti cara untuk mendapatkan PIRT, NPWP, BPOM ataupun sertifikasi halal.

Sebagai binaan dari Dinas Koperasi dan UMKM, Usaha Mikro yang ada di masyarakat ini selalu mendapat pendampingan dari PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) yang menjadi konsultan dari UMKM dalam menjalankan usahanya.

Dengan kegiatan Sartugi ini, Marzuni berharap UMKM mempunyai kepercayaan untuk suatu saat mengikuti pameran yang berperan untuk mengangkat potensi yang ada di kapanewon dan kalurahan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)