Selendang Sutera 2020 Gunakan Media Daring untuk Sentuh Khalayak Luas

Di era adaptasi kebiasaan baru tidak hanya bidang kesehatan dan ekonomi saja yang mulai bangkit. Bidang seni dan budaya pun menyusul dengan menjalankan kegiatan yang sesuai dengan protokol kesehatan.

Seperti halnya, Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta yang menggelar Gelar Budaya Etnis berjudul Selendang Sutra 2020, Selasa (20/10/2020) di Asrama Riau, Jalan Garuda, GG Nuri RT/RW 006/030, Gejayan, Depok, Sleman. Selendang Sutra merupakan pentas tahunan di mana kali ini Provinsi Riau berkesempatan memperkenalkan budayanya kepada masyarakat.

Acara dibuka oleh tari persembahan disambung dengan memperkenalkan kuliner khas Provinsi Riau yaitu Roti Jala Kuah Durian, Mi Sagu, Asam Pedas Ikan Patin, serta Es Laksamana Raja Mengamuk dan Es Air Mata Pengantin.
Selendang Sutra 2020 sendiri bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi DI Yogyakarta. Mengingat tahun 2020 pandemi Covid-19 tengah dialami Indonesia, kegiatan tahun ini berbeda dari tahun lalu. Sebelumnya setiap provinsi menampilkan pentas di satu tempat namun kali ini kegiatan berlangsung di masing-masing asrama provinsi. Setiap acara di masing-masing asrama ini didokumentasikan dan kemudian disiarkan melalui kanal Youtube.

“Walaupun tahun ini terasa berbeda namun masing-masing provinsi tetap bersemangat berpartisipasi untuk memperkenalkan budaya Riau di Yogyakarta, diharapkan sajian budaya daring juga akan mendukung upaya menekan penyebaran Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah,” tutur Najib, Ketua Umum Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta (IPRY) saat ditemui di sela-sela acara.

Ditambahkan Najib, penggunaan media virtual atau daring dalam pementasan pertunjukan seni di saat pandemi menjadi solusi untuk menghindari keramaian yang berpotensi melanggar protokol kesehatan. Selain itu, media daring dapat diakses oleh khalayak yang lebih luas juga alternatif menghemat anggaran biaya.

“Harapannya kegiatan ini menjadi contoh bagi penggiat seni dan budaya mana pun dan tentunya agar seni dan budaya tetap eksis meskipun masa pandemi seperti ini,” tutup Najib. (Rep Izzat, Foto Gassing)




8 Pasang Calon Pengantin Ikuti Bimwin KUA Seyegan

Bimas Islam Kemenag Kabupaten Sleman mengadakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin angkatan XL KUA Kapanewon Seyeganpada Senin (19/10/2020) dan Selasa (20/10/2020) di Rumah Makan Lir Ilir Resto dan Garden Kurahan Margoagung.

Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, Bimwin hanya diikuti oleh 8 pasang calon pengantin dan dilaksanakan maksimal selama 4 jam. Bertindak selaku fasilitator Bimwin, H Handoyo, yang tidak lain adalah Kepala KUA Kapanewon Seyegan.

Dalam pembekalannya, H. Sa’ban Nuroni, Kepala Kemenag Kabupaten Sleman memberikan materi tentang Kebijakan Kementerian Agama tentang Bimbingan Perkawinan. Dasar Hukum Perkawinan adalah UU No. 1/1974 tentang Perkawinan dan Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 1975 tentang Pelaksanaan UU No.1/1974 tentang perkawinan.

H. Sa’ban Nuroni, juga menjelaskan bahwa Bimwin ini dilaksanakan untuk membekali calon pengantin mengolah permasalahan dan menjalankan konflik sehingga menjadi keluarga yang utuh. Calon pengantin sebagai peserta Bimwin ini nantinya diberikan sertifikat yang merupakan kelengkapan dokumen perkawinan.

“Tahun ini Bimwin menginjak tahun ke-3 di mana anggaran dibebankan pada DIPA Kemenag Pusat,” bebernya.

Lebih jauh, Sa’ban menegaskan bahwa masa depan bangsa dibangun di atas pondasi keluarga di mana keluarga yang kuat merupakan pondasi yang penting dalam pembangunan Sumber Daya Manusia.

“Ini artinya kekuatan bangsa sangat dipengaruhi kekuatan keluarga,” ujar Sa’ban.

Sa’ban berharap dengan adanya Bimwin peserta dapat memahami tentang permasalahan pernikahan dan mengurangi konflik dalam berkeluarga.

H. Jaenudin, Kasi Bimas Islam, Kemenag Kabupaten Sleman sebagai narasumber kedua memberikan materi tentang mempersiapan keluarga sakinah dan membangun hubungan dalam keluarga.

Jaenudin memberikan materi secara interaktif kepada peserta dengan mengajak peserta untuk menuliskan peran seorang istri dan suami, bagaimana keluarga muda ini membuat rencana ke depan dalam berumah tangga, dan harapan seorang istri kepada suami atau sebaliknya.

Di hari kedua, Drs. Anshori, penghulu KUA Seyegan memberi materi tentang memenuhi kebutuhan keluarga. Disampaikan dalam materinya, kebutuhan keluarga ini termasuk kebutuhan materi dan imateri, termasuk sandang, pangan, papan, juga rasa kenyamanan dan ketenangan.

“Kebutuhan keluarga merupakan wajib, untuk itu berbagi peran suami dan istri dalam pemenuhan kebutuhan keluarga adalah keharusan,” tandasnya. (Sutarto Agus/ KIM Seyegan)