KPU Sleman Gelar Rakor Tungsura Terapkan Protokol Kesehatan

Guna meminimalisir kesalahan dalam penghitungan surat suara dan transparansi rekapitulasi hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi yang berlangsung di ruang rapat KPU Sleman Jalan Merbabu 19 Beran, Rabu (21/10/2020) pukul wib.

Rakor dihadiri oleh Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Sleman, Noor Aan Muhlishoh, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan anggota PPK Divisi Teknis Kapanewon Moyudan, Kapanewon Seyegan, Kapanewon Godean, Kapanewon Minggir, Kapanewon Mlati, serta Kapanewon Gamping yang diwakili oleh Ketua PPK, Adnan Iman Nurtjahjo, dan Anggota PPK Divisi Teknis, M. Mualif.

Dalam paparan materinya, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Sleman, Noor Aan Muhlishoh menyampaikan beberapa hal baru dalam Tempat Pemungutan Suara pada pemilihan lanjutan 9 Desember 2020 nanti yakni penyelenggara wajib menjalani rapid tes sebelum bertugas, pemilih wajib mengenakan masker, akan disediakan masker sekali pakai bagi pemilih yang tidak mengenakan, menjaga jarak minimal satu meter, mencuci tangan sebelum dan sesudah mencoblos, disediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir, pemilih diberikan sarung tangan plastik, serta pemberian tinta tidak dengan cara dicelup bagi pemilih yang sudah menggunakan hak pilihnya.

“Selain itu juga dilakukan pengukuran suhu tubuh bagi seluruh pihak baik penyelenggara, pemilih, maupun saksi pasangan calon peserta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2020. Bagi yang memiliki suhu tubuh lebih dari 37,3 derajat celcius tidak diperkenankan masuk ruangan TPS, namun disediakan bilik khusus bagi pemilih bersuhu tubuh 37,3 derajat Celsius yang akan dilayani oleh salah satu petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara,” tutur Aan.

Aan menambahkan bahwa Jumlah pemilih di TPS paling banyak 500 orang sedangkan dalam aturan sebelumnya paling banyak 800 pemilih, serta seluruh anggota KPPS harus mengenakan alat pelindung diri berupa masker, pelindung wajah, dan sarung tangan lateks. Hal ini perlu dilakukan oleh penyelenggara pemilu dan pihak terkait lainnya karena pemilihan bupati dan wakil bupati sleman dilaksanakan dalam kondisi bencana non alam Covid-19 seperti yang tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 6 tahun 2020 yang mengakibatkan sebagian tahapan penyelenggaraan pemilihan serentak tidak dapat dilaksanakan secara normal.

“Perlu adanya pemberitahuan kepada pemilih pada saat datang ke TPS untuk membawa KTP elektronik, mengenakan masker, membawa alat tulis sendiri berupa ballpoint untuk mengisi presensi kehadiran, mengatur waktu kedatangan pemilih untuk menghindari kerumunan dan jangan berjabat tangan, penyemprotan TPS secara berkala menggunakan desinfektan,” tegas Aan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Selendang Sutera 2020 Gunakan Media Daring untuk Sentuh Khalayak Luas

Di era adaptasi kebiasaan baru tidak hanya bidang kesehatan dan ekonomi saja yang mulai bangkit. Bidang seni dan budaya pun menyusul dengan menjalankan kegiatan yang sesuai dengan protokol kesehatan.

Seperti halnya, Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta yang menggelar Gelar Budaya Etnis berjudul Selendang Sutra 2020, Selasa (20/10/2020) di Asrama Riau, Jalan Garuda, GG Nuri RT/RW 006/030, Gejayan, Depok, Sleman. Selendang Sutra merupakan pentas tahunan di mana kali ini Provinsi Riau berkesempatan memperkenalkan budayanya kepada masyarakat.

Acara dibuka oleh tari persembahan disambung dengan memperkenalkan kuliner khas Provinsi Riau yaitu Roti Jala Kuah Durian, Mi Sagu, Asam Pedas Ikan Patin, serta Es Laksamana Raja Mengamuk dan Es Air Mata Pengantin.
Selendang Sutra 2020 sendiri bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi DI Yogyakarta. Mengingat tahun 2020 pandemi Covid-19 tengah dialami Indonesia, kegiatan tahun ini berbeda dari tahun lalu. Sebelumnya setiap provinsi menampilkan pentas di satu tempat namun kali ini kegiatan berlangsung di masing-masing asrama provinsi. Setiap acara di masing-masing asrama ini didokumentasikan dan kemudian disiarkan melalui kanal Youtube.

“Walaupun tahun ini terasa berbeda namun masing-masing provinsi tetap bersemangat berpartisipasi untuk memperkenalkan budaya Riau di Yogyakarta, diharapkan sajian budaya daring juga akan mendukung upaya menekan penyebaran Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah,” tutur Najib, Ketua Umum Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta (IPRY) saat ditemui di sela-sela acara.

Ditambahkan Najib, penggunaan media virtual atau daring dalam pementasan pertunjukan seni di saat pandemi menjadi solusi untuk menghindari keramaian yang berpotensi melanggar protokol kesehatan. Selain itu, media daring dapat diakses oleh khalayak yang lebih luas juga alternatif menghemat anggaran biaya.

“Harapannya kegiatan ini menjadi contoh bagi penggiat seni dan budaya mana pun dan tentunya agar seni dan budaya tetap eksis meskipun masa pandemi seperti ini,” tutup Najib. (Rep Izzat, Foto Gassing)




8 Pasang Calon Pengantin Ikuti Bimwin KUA Seyegan

Bimas Islam Kemenag Kabupaten Sleman mengadakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin angkatan XL KUA Kapanewon Seyeganpada Senin (19/10/2020) dan Selasa (20/10/2020) di Rumah Makan Lir Ilir Resto dan Garden Kurahan Margoagung.

Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, Bimwin hanya diikuti oleh 8 pasang calon pengantin dan dilaksanakan maksimal selama 4 jam. Bertindak selaku fasilitator Bimwin, H Handoyo, yang tidak lain adalah Kepala KUA Kapanewon Seyegan.

Dalam pembekalannya, H. Sa’ban Nuroni, Kepala Kemenag Kabupaten Sleman memberikan materi tentang Kebijakan Kementerian Agama tentang Bimbingan Perkawinan. Dasar Hukum Perkawinan adalah UU No. 1/1974 tentang Perkawinan dan Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 1975 tentang Pelaksanaan UU No.1/1974 tentang perkawinan.

H. Sa’ban Nuroni, juga menjelaskan bahwa Bimwin ini dilaksanakan untuk membekali calon pengantin mengolah permasalahan dan menjalankan konflik sehingga menjadi keluarga yang utuh. Calon pengantin sebagai peserta Bimwin ini nantinya diberikan sertifikat yang merupakan kelengkapan dokumen perkawinan.

“Tahun ini Bimwin menginjak tahun ke-3 di mana anggaran dibebankan pada DIPA Kemenag Pusat,” bebernya.

Lebih jauh, Sa’ban menegaskan bahwa masa depan bangsa dibangun di atas pondasi keluarga di mana keluarga yang kuat merupakan pondasi yang penting dalam pembangunan Sumber Daya Manusia.

“Ini artinya kekuatan bangsa sangat dipengaruhi kekuatan keluarga,” ujar Sa’ban.

Sa’ban berharap dengan adanya Bimwin peserta dapat memahami tentang permasalahan pernikahan dan mengurangi konflik dalam berkeluarga.

H. Jaenudin, Kasi Bimas Islam, Kemenag Kabupaten Sleman sebagai narasumber kedua memberikan materi tentang mempersiapan keluarga sakinah dan membangun hubungan dalam keluarga.

Jaenudin memberikan materi secara interaktif kepada peserta dengan mengajak peserta untuk menuliskan peran seorang istri dan suami, bagaimana keluarga muda ini membuat rencana ke depan dalam berumah tangga, dan harapan seorang istri kepada suami atau sebaliknya.

Di hari kedua, Drs. Anshori, penghulu KUA Seyegan memberi materi tentang memenuhi kebutuhan keluarga. Disampaikan dalam materinya, kebutuhan keluarga ini termasuk kebutuhan materi dan imateri, termasuk sandang, pangan, papan, juga rasa kenyamanan dan ketenangan.

“Kebutuhan keluarga merupakan wajib, untuk itu berbagi peran suami dan istri dalam pemenuhan kebutuhan keluarga adalah keharusan,” tandasnya. (Sutarto Agus/ KIM Seyegan)




Saluran Air Selokan Mataram Siap Diuji Coba Hari Kamis

Saluran drainase Selokan Mataram atau yang dinamai Kanal Yoshiro pada 1944 mengalami kerusakan atau amblas hingga berakibat membanjiri bidang pertanian warga Mayangan, Trihanggo, Gamping, Sleman pada Selasa (13/10/2020).

Saluran drainase yang amblas harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum diperbaiki. Kondisi terkini saluran sudah selesai ditutup menggunakan beton cyclop dan semen dan siap beroperasional kembali apabila beton dan semen tersebut sudah mengeras. Demikian disampaikan Suparno, Pengamat Mataram 1 ditemui saat evaluasi perbaikan saluran drainase tersebut, Selasa (20/10/2020).

“Dari tanggal 15 (Oktober-red) sejak awal selesai perbaikan, pada hari Kamis (22/10/2020) nanti drainase aliran air akan diuji coba beroperasi dengan membuka dua pintu dari keempat pintu kanal air,” beber Suparno.

Ditambahkan Suparno, percobaan menggunakan dua pintu kanal air yang dibuka berakibat bagian hilir harus tetap bersiap dengan kesediaan air karena distribusi air akan tetap sedikit.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSSO) Dwi Purwantoro menyampaikan bahwa amblasnya saluran drainase disebabkan oleh usia, yang mana perbaikan sebelumnya dilakukan pada 20 tahun yang lalu.

“Untuk wilayah lain sepanjang Selokan Mataram yang memiliki panjang 31.2 km, ke depannya kami rencanakan melakukan perbaikan lain di Saluran Induk Mataram pada 2021-2022,” ungkap Dwi Purwantoro.

Di sisi lain, perbaikan saluran drainase yang amblas membawa dampak positif untuk masyarakat sekitar. Masyarakat menjadi lebih mudah membersihkan sampah-sampah yang berada di dasar gorong-gorong. Pun, masyarakat kerap menjaring ikan-ikan yang terjebak di genangan aliran air Selokan Mataram.

“Para warga resah akan sampah yang selalu ada karena sulit dibersihkan saat aliran lumayan deras, ketika kering seperti ini maka mudah membersihkannya,” tutup Jhony (36), warga Mayangan. (Rep Izzat, Foto Gassing)




Fase New Normal, Museum Ullen Sentalu Siap Sambut Wisatawan

Beberapa destinasi wisata di Yogyakarta sudah siap menyambut new normal, salah satunya adalah Museum Ullen Sentalu yang ditutup semenjak 16 Maret hingga 3 September akibat pandemi Covid-19.

Museum Ullen Sentalu yang beralamat di Jalan Boyong km 25, Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Sleman adalah lembaga yang mengonservasi dan mengkomunikasi seni budaya Jawa kepada publik. Filosofinya adalah mempertemukan pewaris budaya dengan warisan seni budaya bangsa melalui konsep tur edukatif beserta koleksi barang antik museum. Museum Ullen Sentalu buka pada Selasa-Minggu pukul dengan tiket masuk seharga Rp ,- untuk hari kerja dan hari libur.

Dijelaskan oleh Staf Departemen Kuratorial Museum Ullen Sentalu, Jonathan Haryono, dengan mengikuti protokol kesehatan pada penerapan 3M, Ullen Sentalu mengubah sistem pemandu yang sebelumnya berkelompok yang dipandu oleh edukator menjadi sistem audio-guide.

“Wisatawan akan dipinjami perangkat audio-guide yang sudah disterilkan berisikan audio narasi penjelasan serta cerita yang ada pada setiap koleksi,” beber Jonathan, Minggu (18/10/2020) .

Menurutnya, protokol new normal ini sesuai ketetapan Gugus Tugas Covid-19, yakni untuk menjaga jarak sehingga sistem masuk ke area pameran dibuat maksimal dua orang setiap dua menit di mana sebelumnya 20 orang setiap 10 menit. Museum Ullen Sentalu juga memasang distancing line agar wisatawan tetap dapat menjaga jarak selama di area tur.

Penerapan New Normal Museum Ullen Sentalu mengikuti protokol Gugus Tugas Covid-19 meliputi seluruh wisatawan wajib memakai masker, diberlakukan cek suhu dua kali sebelum masuk area museum, wajib mencuci tangan, wajib mengisi data diri menggunakan QR-Code, hingga mengutamakan transaksi non-tunai serta reservasi tiket via online untuk menghindari kontak langsung.

“Penerapan 3M wajib dilakukan di Museum Ullen Sentalu, terkhususnya penggunaan masker selama berada di kawasan,” kata Jonathan.

Dijelaskan Jonathan, new normal pariwisata di Museum Ullen Sentalu meliputi ketentuan yang diterapkan pada program CHS (cleanliness, health, safety), yang menyediakan titik-titik area mencuci tangan dan hand sanitizer, serta apabila ada wisatawan yang tidak menaati akan diingatkan secara tegas namun ramah oleh staf melalui pengeras suara.

Selain itu, untuk melindungi pengunjung usia rentan dari bahaya penularan Covid-19, pengunjung usia 0-12tahun, >65tahun, dan ibu hamil belum diperkenankan berkunjung ke Museum Ullen Sentalu.

Jonathan menambahkan, sesuai tujuan dan fungsi museum sebagai lembaga pelayanan publik maka Museum Ullen Sentalu telah buka dan siap menyambut wisatawan dengan beradaptasi melalui tur dan sistem pelayanan yang mengutamakan protokol kesehatan.

“Dengan diterapkannya New Normal Ullen Sentalu menghilangkan sementara hal-hal yang berkontak langsung pada wisatawan seperti Jamu Ratu Mas yang umumnya diberikan setelah tur untuk menghindari adanya kontak langsung tersebut,” pungkas Jonathan. (Rep Izzat, Foto Gassing)