Nasi Goreng Rempah Tlogoputri, Senjata Baru Tarik Wisatawan Kaliurang

PT Anindya Mitra Internasional (PT AMI) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman menyelenggarakan Pelatihan Memasak Nasi Goreng Rempah Tlogoputri di Panggung Kesenian Tlogoputri, Kaliurang, Sleman, Rabu (4/11/12). Pelatihan yang diikuti oleh 48 peserta dari pelaku UMKM kuliner di sekitar wilayah destinasi wisata Tlogoputri Kaliurang ini dipandu oleh Anton, Kepala Chef Resto Jambuluwuk Malioboro Hotel. Usai pelatihan ini, PT AMI dan Dispar Sleman rencananya juga akan menyelenggarakan Lomba Memasak Nasi Goreng Rempah Tlogoputri.

“Tujuan acara ini adalah untuk membangun brand Nasi Goreng Rempah Tlogoputri yang akan menjadi ikon serta menambah destinasi kuliner Kaliurang,“ tutur Aris Herbandang, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata dan Ekonomi Kreatif, Dispar Sleman.

Bandang menambahkan, pelatihan ini juga bisa mengangkat UMKM kuliner dari segi kualitas pelayanan, seperti rasa, tampilan, serta kebersihan makanannya. Nasi Goreng Rempah Tlogoputri ini dikatakan Bandang memiliki kekhasan, yakni menggunakan kecombrang sebagai salah satu bahan masakan. Selain aromanya yang begitu kuat, kecombrang yang kerap dijadikan sebagai bahan makanan ini ternyata adalah tanaman yang mudah tumbuh di sekitaran wisata Kaliurang meski kini keberadaannya sudah berkurang.

“Dengan adanya ekplorasi Nasi Goreng Rempah Tlogoputri ini maka UMKM yang ada di Sleman akan meningkatkan kepercayaan diri dan memiliki daya saing,” tambah Aris Herbandang

Dispar Sleman dan PT AMI pun berharap para pelaku UMKM kuliner di Kaliurang konsisten sehingga brand baru untuk Nasi Goreng Rempah Tlogoputri ini dapat kemudian dipatenkan. Dengan variasi menu ini tentu diharapkan pula akan meningkatkan minat wisatawan berkunjung ke Tlogoputri.

“Pelatihan Nasi Goreng Rempah Tlogoputri ini bisa menjadi wadah bagi para UMKM di Tlogoputri untuk belajar dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka, yang nantinya kuliner ini menjadi brand baru di Tlogoputri, yang spesialnya selain kaya akan rempah-rempah juga menggunakan kecombrang,” imbuh Dyah Puspitasari Direktur Umum PT AMI. (Rep Izzat, Foto Gassing)




Desa Wisata Wilayah Seyegan Belajar Sistem Akuntansi Bisnis

Keuangan adalah darah dari sebuah bisnis sehingga harus dikontrol, dikelola dan dimonitor setiap saat karena semua keputusan penting bisnis selalu diambil atas dasar pertimbangan aspek keuangan. Demikian juga masalah dalam bisnis dapat dikenali secara dini dari data keuangan.

Itulah pengantar dari Achmad Bintar, Konsultan bidang Pembiayaan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sleman yang disampaikan pada kegiatan Penguatan Kelembagaan dan Pembinaan Desa Wisata se-Kapanewon Seyegan pada Rabu (4/11/2020).

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat lantai II Kapanewon Seyegan ini dihadiri oleh 20 peserta yang newakili BUMDes dan pengelola Desa Wisata se-Kapanewon Seyegan.

Siti Baroroh, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Seyegan berharap dengan pembekalan laporan keuangan desa wisata ini, para pengurus lebih dapat profesional dalam mengelola desa wisatanya mengingat laporan keuangan ini dipakai untuk menentukan program yan harus dijalankan di masa mendatang.

Lebih jauh Achmad Bintar memberikan sasaran materi laporan keuangan yang mana mengharapkan setiap pelaku bisnis memahami konsep keuangan, struktur biaya usaha, laporan keuangan, mampu menyusun laporan keuangan, dan membaca laporan keuangan.

Untuk memudahkan membuat laporan keuangan, Achmad Bintar memperkenalkan apa yang disebut sistem akutansi bisnis yang terdiri dari Standar Akutansi Keuangan (SAK)

Dalam Permen KUKM no. 04 tahun 2012 dikenal juga SAK ETAP-KUMKM yaitu Standar Akutansi Keuangan Entitas tanpa Akutansi Publik dan Standar Akutansi keuangan Syariah (SAK Syariah). Metode pencatatannya dengan cara cash bisnis dan accrual bisnis.

Achmad Bintar mengharapkan setelah pelatihan atau pembekalan keuangan ini, pelaku desa wisata mampu untuk membuat laporan keuangan dengan 4 jenis laporan, yaitu neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas dan laporan perubahan ekuitas.

“Sebagai kesimpukan tujuan utama pembelajaran laporan keuangan adalah untuk memberikan gambaran infornasi kondisi keuangan dan kinerja bisnis, sebagai barometer forecasting di masa mendatang, mereview kondisi bisnis saat ini dan sebagai alat ukur efisiensi,” tutur Achmad. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Kalurahan Sukoharjo Bagikan 14 Ribu Masker bagi Warganya

Kegiatan Koordinasi dan Sosialisasi Adminstrasi Kependudukan dan Catatan Sipil serta Sosialiasi Adaptasi Kebiasaan Baru terhadap Pandemi Covid-19 digelar di Balai Kalurahan Sukoharjo, Rabu (4/11/2020).

H. Adib Makmun, Kepala Seksi Tata Laksana Kalurahan Sukoharjo mengatakan bahwa kegiatan ini menghadirkan peserta dari 4 dusun antara lain Dusun Karanglo, Klidon, Sembung, dan Besi yang terdiri dari dukuh, RW, RT, Perwakilan BPD, Pamong Kalurahan, Babinsa, Babinkamtibmas, dan tokoh masyarakat se-Kalurahan Sukoharjo sebanyak 60 peserta.
Adib mengatakan dalam kegiatan ini dibagikan pula 14 ribu masker buatan para penjahit Sukoharjo yang telah berstandar.

“Harapannya adalah untuk memberdayakan para penjahit yang kondisi pandemi ini sepi usahanya dengan adanya kegiatan ini bisa menambah pendapatan untuk keluarganya,” harapnya.

Dalam Sosialisasi Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil oleh Kepala Jawatan Umum Kapanewon Ngaglik, Siti yang berlaku sebagai narasumber berharap masyarakat sadar akan kebutuhan administrasi yang lengkap, antara lain harus mempunyai Kartu Tanda Penduduk atau KTP elektronik bagi yang sudah umur 17 tahun ke atas, Kartu Keluarga atau KK, Akte Kelahiran, Akte Nikah atau Kutipan Perkawinan, dan juga Akte Kematian.

“Ada keharusan dan penegasan yakni nama harus sama, apabila nama keliru atau tidak sama pasti kalau ada urusan terkait menjadi hambatan dan masalah,” tegasnya.

Siti mencontohkan ijazah sejak TK, SD, dan jenjang lebih tinggi harus sama dengan nama dalam akte kelahiran. Siti merasa prihatin terkait akte kelahiran ini karena di Ngaglik masih dua per tiga penduduk belum mengurus akte kelahiran untuk itu setelah sosialisasi ini diharapkan RT, RW, Dukuh juga mensosialisasikan kepada warganya.

“Untuk mengurus akte dan bisa secara kolektif diajukan, harapanya tahap demi tahap bisa diselesaikan,” tandasnya.

Sebagai tambahan informasi dari Siti, sejak 1 Juli 2020 KK hanya bisa dicetak satu kali tidak perlu legalisir karena sudah ada barkot dalam KK tersebut.

dr Theo dari Puskesmas Ngaglik II dalam Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru pun kembali menjelaskan pentingnya mencuci tangan dengan air yang mengalir selama 20 detik, memakai masker berstandar kesehatan yakni berlapis dan rapat, jaga jarak aman minimal 1 meter tujuannya agar virus tidak menyebar ke orang lain, serta tidak berkerumun.

“Dengan ini paling tidak menghambat atau mencegah penyebaran Covid-19 dan tetap jaga kondisi badan dengan makanan bergizi dan vitamin untuk kekebalan tubuh kita agar imun atau kebal dari virus Covid-19,” tegasnya.

dr Theoi juga berharap kebiasaan baru ini tidak menjadi beban bagi masyarakat sebab ini merupakan upaya demi keselamatan dan kesehatan bersama. (KIM Ngaglik/Srp)




Seyegan Buat SOP Desa Wisata di Masa Pandemi

Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan aspek penting dalam mewujudkan pengelolaan wisata yang profesional, efektif, dan efisien. Dengan adanya SOP, penyelenggaraan dan pengelolaan wisata dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Begitu maksud dan tujuan pembuatan SOP Desa Wisata, terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini, SOP dengan edisi khusus ini perlu dibuat dan diterapkan dengan memasukkan protokol kesehatan dalam parameternya.
Demikian materi pembuka yang disampaikan oleh Rahmat Sudrajat dari Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Sleman dalam kegiatan Penguatan Kelembagaan dan Pembinaan Desa Wisata di Kantor Kapanewon Seyegan, Rabu (4/11/2020).

Lebih lanjut, Rahmat menyampaikan bahwa SOP dibuat sesederhana mungkin sesuai dengan kebutuhan yang telah dijalani sehari-hari.

“SOP ini dibuat untuk menjalankan usaha secara standar dan dibuat secara tertulis,” kata Rahmat.

Secara umum tujuan dari SOP dikatakan Rahmat adalah untuk menjaga konsistensi kinerja petugas, mengetahui peran dan fungsi tiap posisi, memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab, serta menghindari kesalahan/malpraktek/keraguan. Rahmat juga mengatakan bahwa SOP dibuat untuk menghindari one man show artinya peran satu orang saja karena SOP dibuat berdasarkan kesepakatan bersama.

Dijelaskan Rahmat, fungsi SOP adalah sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan, mengarahkan pegawai agar disiplin dan sebagai pedoman untuk melaksanajan pekerjaan rutin sehingga bisa dikatakan bahwa SOP merupakan nyawa dari sistem manajemen.

Di masa pandemi sekarang ini, menurut Rahmat SOP menjadi tahapan penting dalam menjalankan langkah-langkah perusahaan atau kegiatan ternasuk desa wisata.

“Protokol kesehatan harus diterapkan secara penuh dan disiplin tinggi, seperti prosedur cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, memakai masker, memeriksa suhu tubuh, jaga jarak dan tidak berkerumun artinya jumlah pengunjung dibatasi,” bebernya.

Implementasi SOP ini harus dipastikan telah disosialisasikan kepada seluruh karyawan terkait dan pengunjung dalam suatu kegiatan. Adapun dalam pembuatannya ada 2 tahap yaitu membuat bisnis proses dan menyusun instruksi kerja di bisnis proses.

Di bagian akhir, Rahmat Sudrajat menjelaskan format SOP yaitu format narasi, visual, dan multimedia.

“Ada tips untuk membuat format narasi yaitu membuat kalimat langsung, kalimat positif, kalimat perintah aktif, dan menghindari kalimat yang berlebih, berulang, dan berbelit,” tutupnya. (Sutarto agus/ KIM Seyegan).




Cukupi Kebutuhan Darah, PMI Sleman Jemput Bola di Setiap Kapanewon

Pengurus PMI Kapanewon se-Kabupaten Sleman meluncurkan kegiatan Donor Darah, Rabu (4/11/2020) di Kantor Kapanewon Mlati. Kegiatan ini merupakan upaya untuk mencukupi ketersediaan darah di PMI Kabupaten Sleman sebab pandemi Covid-19 ternyata berpengaruh terhadap ketersediaan darah.

Hadir dalam acara launching kali ini Ketua PMI DIY diwakili oleh Suryanto, selaku Wakil Sekretaris PMI, Bupati Sleman, Sri Purnomo, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Ketua dan Pengurus PMI Kabupaten Sleman, Panewu Mlati, Kapolsek Mlati, Danramil Mlati, Ketua PMI Kapanewon se-Kabupaten Sleman.

“Mulai hari ini untuk memenuhi kebutuhan darah di PMI Sleman dilaksanakan aksi donor darah yang nantinya akan dilaksanakan di setiap kapanewon melalui pengurus PMI kapanewon. Digerakkannya kegiatan ini untuk memenuhi kebutuhan darah di Sleman. Harapannya kebutuhan darah di Sleman bisa dicukupi dari penduduk Sleman,” ujar Ketua PMI Kabupaten Sleman dr. Sunartono, .

Sementara itu, Suryanto, Wakil Sekretaris PMI DIY menyampaikan apresiasi kepada PMI Sleman yang telah berupaya menggandeng beberapa instansi dalam kegiatan penggalangan donor darah. “Inovasi yang dilakukan oleh PMI Kabupaten Sleman akan dapat mensupport kebutuhan darah di Sleman. Inovasi ini harapannya dapat ditiru olah PMI Kota dan 3 Kabupaten lainnya,” tuturnya.

Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi atas terobosan baru untuk mengadakan donor darah di tingkat kapanewon se-Kabupaten Sleman dengan sistem jemput bola ini.

“Dengan adanya pandemi ini sangat berpengaruh terhadap kegiatan donor darah di mana setiap orang harus menerapkan protokol kesehatan jaga jarak. Sleman jumlah terkena Covid-19 relatif banyak tetapi tingkat kesembuhannya tertinggi. Harapannya masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dengan cita mas jajar,” tukasnya.

Sri Purnomo juga berharap ketersediaan darah dapat tercukupi dengan sistem jemput bola ini. “Sedikit demi sedikit secara berkelanjutan darah di Sleman akan tersedia,” imbuhnya.

Dalam acara ini Bupati Sleman berkenan membuka peluncuran Donor Darah Kapanewon se-Kabupaten Sleman dilanjutkan dengan peninjauan ke lokasi donor darah

Kegiatan ini akan dilaksanakan di 17 kapanewon rutin setiap 2-3 bulan sekali. Target peserta dari kegiatan ini adalah masyarakat umum, ASN, TNI/Polri, Lurah dan Perangkat, serta anggota Donor Darah Sukarela. (KIM Mlati/Yoko Erwe)