Wayang Kulit Kuatkan Karakter Budaya pada Anak

Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan penanaman nilai–nilai kepada siswa melalui pertunjukan wayang kulit di Gedung Kesenian Kabupaten Sleman, Selasa (10/11/2020).

Acara ini adalah acara tahunan yang biasanya digelar di berbagai sekolah–sekolah yang ada di Sleman, namun karena pada masa pandemi Covid-19 ini acara tersebut digelar di Gedung Kesenian Kabupaten Sleman dengan peserta yang terbatas agar “Cita Mas Jajar” tetap dapat diterapkan. Pertunjukan wayang ini digelar dalam dua kisah yang pertama berjudul “Dewa Ruci Banyu Perwitasari” untuk siswa dan siswi dari SD Negeri Denggung Tridadi Sleman dan yang kedua yaitu “Karna Tanding Karna Gugur” untuk siswa dan siswi SMA Negeri 1 Minggir Sleman.

Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Aji Wulantara, dalam sambutannya menyampaikan bahwa wayang sudah dinyatakan oleh UNESCO menjadi warisan budaya dunia, bukan hanya nusantara.

“Wayang adalah karya budaya dari bangsa kita yaitu nusantara, bahkan UNESCO mengatakan wayang ini sudah menjadi warisan budaya dunia bukan hanya nusantara saja,” kata Aji.

Aji menambahkan bahwa pertunjukan wayang kulit ini bertujuan untuk tetap menguatkan karakter kebudayaan pada anak–anak sekolah karena semua lakon yang ada pada wayang ini terdapat pesan dan nilai–nilai luhur di dalamnya.

“Anak–anak sekolah itu butuh tempat untuk penguatan karakter kebudayaan, mereka butuh ketahanan budaya supaya di era milenial ini bisa beradaptasi dengan kehidupan-kehidupan yang modern tetapi tidak melupakan karakter kebudayaan,” ujar Aji.

Menurut Aji, kedua cerita wayang yang ditampilkan memiliki nilai–nilai filosofi, etika, dan estetika yaitu pada judul Dewa Ruci Banyu Perwitasari ini memberikan pesan bahwa untuk meraih sesuatu itu harus dilakukan dengan semangat dan ketabahan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Sedangkan pada judul Karna Tanding Karna Gugur ini memberikan pesan agar tidak menjadi manusia bermental pengecut dan munafik, dan jangan main-main dengan janji atau sumpah,” beber Aji. (Rep Gassing, Foto Izzat) 




Pertunjukan Ketoprak Virtual Media Sebar Luaskan Informasi

Kesenian tradisional ketoprak di Kabupaten Sleman hingga saat ini masih terus dilestarikan meskipun pandemi Covid-19 tengah melanda dunia. Namun, berbeda dengan pementasannya yang biasa, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta menggelar pertunjukan seni ketoprak bertajuk “Kesehatan Pulih Ekonomi Bangkit” secara virtual yang ditayangkan live pada kanal Youtube KPCPEN PETUNRA DI Yogyakarta, Senin (9/11/2020) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo. Sri Purnomo mengatakan pertunjukan seni ini adalah salah satu bagian dari upaya sosialisasi berbagai program yang dilaksanakan pemerintah.

Dikatakannya, pertunjukan seni ini adalah salah satu media yang dapat menyesuaikan kondisi masyarakat yang mudah memperoleh informasi dari berbagai sumber namun bahaya latennya ialah penyebarluasan hoaks. Lewat pentas seni, hal-hal positif yang bersifat informatif bisa disampaikan. Pun, informasi yang dikemas menjadi lebih menarik bagi masyarakat.

“Untuk memupukkan rasa persatuan dan kesatuan, pertunjukan melalui seni dan budaya dapat menggugah kesadaran generasi muda untuk mencintai dan memelihara budaya dengan cara melestarikan dan menikmatinya sehingga kesenian akan tetap terjaga. Dengan adanya pertunjukan ini selain menghilangkan rasa rindu kita terhadap petunjukan seni sekaligus menyampaikan pesan informatif yang disampaikan melalui media ketoprak tersebut,” tutur Sri Purnomo

Bambang Sigit, Kepala Biro Keuangan Kemkominfo menambahkan bahwa kegiatan ini juga dilakukan di daerah-daerah lainnya di Indonesia.

“Hal ini menjadi dorongan untuk bangkit dengan melawan Covid-19 dengan mematuhi imbauan yang disampaikan pemerintah sebagai bagian dari melawan penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Pertunjukan virtual yang dimeriahkan oleh penampilan Ketoprak Mataram PS Bayu ini, menurut Bambang dapat dijadikan tuntunan bahwa pesan-pesan pemerintah yang tersampaikan akan baik sehingga menghindari adanya miskomunikasi.

“Sementara masyarakat berjuang melawan Covid-19, Pemerintah saat ini berkerja keras untuk menuntaskan masalah Covid-19 melalui vaksin yang sedang disiapkan oleh pemerintah,” tutup Bambang Sigit. (Rep Izzat, Foto Gassing)




Donoharjo Jadi Lokasi Penyerahan Sertifikat Tanah Secara Virtual

Dalam rangka bulan bakti agraria dan tata ruang, Presiden Joko Widodo membagikan 1 juta sertifikat tanah untuk rakyat secara virtual di 31 provinsi dan 200 kabupaten/kota pada Senin (9/11/2020), di mana untuk Kabupaten Sleman diselenggarakan di Aula Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik.

Acara yang diselenggarakan dengan protokol pencegahan Covid-19 ini dihadiri oleh Bupati Sleman Sri Purnomo, Kepala Badan Pertanahan Nasional, Kepala Kejaksaan, Kepala Pengadilan dan Kapolres Sleman atau yang mewakili, 25 penerima calon penerima sertifikat dari Ngepas Kidul Donoharjo dan 25 penerima dari Umbulmartani Ngemplak Sleman.

Andreas, perwakilan dari BPN, menjelaskan bahwa dipilihnya Desa Donoharjo sebagai lokasi penyerahan penyerahan sertifikat secara virtual karena hanya Desa Donoharjo yang siap menjadi penyelenggara baik personil maupun sertifikatnya. Selain itu, Pemerintah Kalurahan Donoharjo juga sangat mendukung kegiatan ini, juga mempertimbangkan antusiasme warga yang tinggi.

Senada dengan apa yang disampaikan Andreas, Lurah Donoharjo, Hadi Rintoko juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kalurahan Donoharjo memang sangat siap menjadi lokasi penyelenggaraan penyerahan sertifikat secara virtual.

“Di samping antusias warga yang sangat tinggi, Donoharjo juga memiliki sukarelawan tangguh yang siap setiap saat membantu Pemerintah Kalurahan untuk penyelenggaraan kegiatan apapun dengan mengacu kepada standar pencegahan Covid-19,” jelas Lurah lagi.

Acara tersebut diawali dengan sambutan secara virtual oleh Presiden Jokowi. Presiden menjelaskan jika negara tetap mentargetkan 500 ribu sertifikat setiap tahun untuk se-Indonesia. Agar seluruh tanah bisa tersertifikat maka membutuhkan waktu 160 tahun karena itu pemerintah membuat kebijakan baru dengan menyelenggarakan PTSL.

Melalui PTSL, tahun 2017 sebanyak 5,4 juta bidang tanah dapat tersertifikat. Tahun 2018 dari target 9 juta sertifikat terealisasi 9,3 juta sertifikat. Tahun 2019 dari target 9 juta sertifikat, dapat terealisasi 11,2 sertifikat. Sementara tahun 2020 ini, dari target 10 juta sertifikat, dikarenakan pandemi target diturunkan menjadi 7 juta sertifikat. Presiden juga menjelaskan bahwa tahun 2025 ditargetkan seluruh bidang tanah di Indonesia termasuk tempat ibadah bisa bersertifikat.

“Sertifikat itu jaminan kepastian hukum, sangat penting untuk mencegah konflik dan sengketa. Saya berpesan, simpan baik-baik jangan sampai hilang. Setelah diterima difotocopy terlebih dahulu. Jika ingin menambah modal, sertifikat juga bisa dijadikan jaminan. Tetapi harus dikalkulasi dengan betul bahwa akan bisa mengembalikan. Jangan sampai pinjaman tidak terbayar, justru sertifikat nya yang tidak bisa diambil kembali. Kalau mendapat pinjaman, betul-betul digunakan untuk modal usaha, jangan sampai digunakan untuk hal-hal yang konsumtif,” tandas Presiden Jokowi.

Usai pidato Presiden, dilanjutkan penyerahan sertifikat secara simbolis oleh Bupati Sri Purnomo dan Kepala BPN R Rudi Prayitno. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Presiden Anugerahkan 6 Tokoh Pahlawan Nasional

Jakarta – Sejak tahun 1959 setiap tahunnya dalam peringatan Hari Pahlawan, Presiden memberikan anugerah Gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa dan berkontribusi besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Tahun ini Presiden menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada 6 (enam) tokoh. Mereka adalah: 1) Sultan Baabullah dari Provinsi Maluku Utara; 2) Macmud Singgirei Rumagesan – Raja Sekar dari Provinsi Papua Barat; 3) Jenderal Polisi (Purn) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo dari Provinsi DKI Jakarta, 4) Arnold Mononutu dari Provinsi Sulawesi Utara, 5) MR. SM. Amin Nasution dari Provinsi Sumatera Utara, dan 6) Raden Mattaher Bin Pangeran Kusen Bin Adi dari Provinsi Jambi.

Upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional diselenggarakan di Istana Negara pada 10 November 2020 pukul WIB dengan Inspektur Upacara Presiden RI. Hadir mendampingi Presiden, Menteri Sosial Juliari P. Batubara.

Dalam UUD 1945 Pasal 15 meyatakan bahwa Presiden memberi gelar, tanda jasa dan lain-lain tanda kehormatan yang diatur pelaksanaannya dengan UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.

“Mengutip pidato Ir. Soekarno, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Ungkapan ini menjadi sebuah prinsip yang negara kita pegang teguh,” kata Mensos Juliari, Selasa (10/11/2020) di Jakarta..

Pemberian gelar Pahlawan Nasional bertujuan untuk penghargaan kepada mereka yang telah berjasa besar mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan NKRI. Selain itu juga menumbuhkembangkan sikap keteladanan bagi setiap orang dan mendorong semangat melahirkan karya terbaik bagi kemajuan bangsa dan negara.

Riwayat Singkat Keenam Pahlawan Nasional

  1. Sultan Baabullah sangat menentang penjajahan Portugis. Ia berhasil mengusir penjajah Portugis, salah satunya dengan mengirim ekspedisi ke berbagai daerah seperti Ambon dan Buton. Di bawah kepemimpinannya, Ternate bisa bebas dari Portugis dan menjadi sentral perdagangan rempah-rempah dengan jaringan internasional.
  2. Macmud Singgirei Rumagesan berkontribusi besar bagi bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda khususnya perjuangannya untuk mengembalikan Papua Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi.
  3. Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo memimpin kepolisian sejak awal berdirinya Negara RI hingga menjelang masuk ke sistem pemerintahan demokrasi terpimpin. Karya agungnya adalah meletakkan dasar-dasar kepolisian nasional yang kokoh selama masa kepemimpinannya. Pada 14 Februari 2001, ia ditetapkan sebagai Bapak Kepolisian RI oleh Presiden Abdurrahman Wahid.
  4. Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu telah terlibat aktif dalam dunia pergerakan nasional dengan misi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
  5. Sutan Muhammad Amin Nasution telah memperjuangkan semangat “etnonasionalisme” menjadi “nasionalisme” di kalangan pemuda dengan memprakarsai fusi berbagai organisasi pemuda kedaerahan (Jong Sumatra Bond, Jong Java, Jong Ambon, Jong Batak, Jong Minahasa dan sebagainya). Bersama Muhammad Yamin dan tokoh muda lainnya, ia berperan penting dalam penandatanganan naskah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.
  6. Raden Mattaher seorang panglima perang penuh talenta, cerdas, dan semangat. Ia berhasil memimpin perang 9 kali pertempuran melawan Belanda dan seluruhnya berhasil ia menangkan.

Acara Peringatan Hari Pahlawan 2020

Tahun ini, peringatan Hari Pahlawan 2020 mengangkat tema “Pahlawanku Sepanjang Masa”. Tema ini mengandung pesan bahwa Hari Pahlawan tidak hanya sekedar diingat secara seremoni setiap tanggal 10 November saja tetapi lebih dari itu adalah perjuangan dan pengorbanan para pahlawan untuk NKRI yang perlu dikenang sepanjang masa.

Oleh karena masih dalam masa pandemi, rangkaian acara diselenggarakan secara daring dengan mengoptimalkan penggunaan perangkat digital dengan melibatkan masyarakat namun tetap mematuhi protokol kesehatan.

Selain penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, pada tanggal 10 November ada dua acara utama lainnya. Yaitu, Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Utama Kalibata pada 10 November pukul WIB dengan Inspektur Upacara Presiden RI. Kedua, Upacara Tabur Bunga di Laut di Perairan Teluk Jakarta dengan Inspektur Upacara Ketua DPR-RI.

Di samping itu juga digelar acara pendukung lainnya, yaitu: 1) Webinar Kepahlawanan pada 9 November 2020 dengan diikuti berbagai unsur dari 34 provinsi; 2) Bhakti Sosial Kepahlawanan pada 10 November di kediaman Janda Pahlawan Nasional K.H. Idham Chalid dan kediaman Perintis Kemerdekaan; 3) Lomba Kepahlawanan yang diselenggarakan pada 23 Oktober – 10 November; 4) Semarak Hari Pahlawan pada 10 November yang akan diisi dengan berbagai acara seperti Konser Kepahlawanan, Tari-tarian, Penayangan Profil Pahlawan Nasional, Penayangan Profil Pahlawan Masa Kini, Penayangan Pahlawan sekitar, dan sebagainya. Pada acara puncak hari ini juga akan digelar Konser Semarak Hari Pahlawan yang akan didukung oleh berbagai artis yang menampilkan pertunjukan tradisional maupun modern.