PPK Se-Kabupaten Sleman Ikuti Bimtek dan Simulasi Tungsura Pemilihan 2020

Menjelang hari pemungutan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sleman pada 9 Desember 2020 maka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan bimbingan teknis pemungutan dan penghitungan suara serta penggunaan aplikasi SIREKAP bagi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Sleman yang dilaksanakan di Ruang Sarina Garden Grha Sarina Vidi Jalan Magelang Km. 8 Sleman, Selasa (17/11/2020).

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Sleman, Noor Aan Muhlishoh dalam paparan materinya menyampaikan bahwa dasar hukum yang digunakan adalah Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2018 tentang pemungutan dan penghitungan suara pemilihan. Sebagai penyelenggara pemilihan harus memenuhi prinsip penyelenggaran yang efektif, efisien, mandiri, kepastian hukum, tertib kepentingan umum, keterbukaan, proporsionalitas, profesionalitas, akuntabilitas, aksesibilitas, keselamatan, dan kesehatan.

Aan menegaskan bahwa terdapat tiga jenis pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yakni pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS bersangkutan, pemilih yang telah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPPh), serta pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT yang menggunakan hak pilihnya pada hari pemungutan suara namun berdomisili dan memiliki KTP elektronik di wilayah TPS setempat.

“Ketentuan menggunakan hak pilih bagi pemilih di TPS bagi pemilih yang terdaftar dalam DPT dapat mendatangi TPS sesuai pemilih terdaftar dalam DPT dengan menunjukkan Formulir C-Pemberitahuan dan wajib menunjukkan KTP elektronik pada pukul Wib hingga Wib. Sedangkan bagi pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT dapat menggunakan hak pilihnya pada hari pemungutan suara dengan menunjukkan KTP elektronik sesuai daftar dalam formulir , hal ini dapat dilakukan di TPS yang berada di RT/RW sesuai alamat dalam KTP elektronik pada saat satu jam sebelum pemungutan berakhir,” tegas Aan.

Selain menerima materi teknis pemungutan dan penghitungan suara di TPS, peserta bimbingan teknis juga melaksanakan simulasi pemungutan dan penghitungan suara dilakukan oleh PPK Divisi Teknis Penyelenggaraan. Aan juga berpesan kepada penyelenggara pemilihan agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dengan selalu menggunakan masker yang menutupi hidung hingga dagu ketika berada di area TPS, menjaga jarak, mencuci tangan sebelum masuk ke TPS, tidak melakukan kontak fisik dalam bentuk apapun, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) selalu menggunakan sarung tangan Ketika bertugas, serta petugas ketertiban mengecek suhu badan Petugas KPPS, Saksi, Pengawas dan Pemilih sebelum masuk ke area TPS.

“Sebagai penerapan salah satu bagian protokol kesehatan, Ketua KPPS menjelaskan jika terdapat Pemilih yang memiliki suhu tubuh 37,3˚ C atau lebih maka pemilih yang bersangkutan diarahkan untuk menggunakan hak pilihnya di bilik khusus yang telah disediakan dengan didampingi orang lain yang dipercaya oleh Pemilih atau dibantu anggota KPPS. Selanjutnya, bagi pemilih yang telah selesai menggunakan hak pilihnya dihimbau agar segera meninggalkan area TPS,” tutur Aan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Sariharjo Manfaatkan Infrastruktur PISEW dengan Berbagai Kegiatan

Alunan merdu tembang macapat memenuhi ruang pendopo penunjang pariwisata seni dan budaya Mudal Sariharjo Ngaglik. Selasa (17/11/2020) diselenggarakan latihan macapat dari Paguyuban Macapat Padukuhan Mudal yang dipimpin oleh Teguh Supranto pun latihan tari dan menggambar oleh anak-anak Padukuhan Mudal dan sekitarnya, bersamaan dengan kehadiran Wawan dari PISEW (Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah) Pusat beserta rombongan dan PISEW Provinsi DIY.

Menurut informasi Supargiyati, Dukuh Mudal, pendopo yang dibangun dengan dana PISEW 2020 juga secara rutin digunakan untuk latihan uyon-uyon yang dipimpin oleh Parman, latihan batik oleh Ibu-Ibu di wilayah Desa Sariharjo, serta latihan menari dan menggambar yang dibimbing oleh Wahyuningsih. Selain itu, juga dimanfaatkan oleh kesenian Hadroh. Latihan kegiatan ini dilaksanakan sesuai jadwal kegiatan masing-masing.

Dalam sambutannya, Lurah Sariharjo, Sarbini menjelaskan bahwa latihan tari, menggambar, membatik maupun berbagai kesenian merupakan kreasi mengasah otak kanan untuk menyeimbangkan kegiatan anak di masa pandemi.

Untuk menjaga dan melestarikan budaya ini, Sarbini berharap ada kolaborasi antara pemerintah kalurahan dengan kelompok seni budaya di Kapanewon Ngaglik.

“Masyarakat punya keinginan dan potensi, pemerintah kalurahan mewadahi dan nantinya pemerintah kalurahan bisa mengalokasikan dana secara rutin untuk mengembangkan potensi wilayah,” jelas Lurah lagi.

Sementara itu Wawan dari PISEW Pusat menyampaikan bahwa di DIY pembangunan yang berdampak pada sosial ekonomi tidak sulit dilakukan. Infrastruktur terbangun pun diharapkannya bermanfaat, bukan sekadar monumen sekaligus menjaga warisan budaya kita.

“Harapan ke depan bisa lebih baik lagi, lebih berkembang dan lebih bermanfaat,” imbuhnya.

Adapun Lukito, Satker PISEW Provinsi DIY menambahkan bahwa visi misi Kapanewon Ngaglik dalam kaitannya dengan PISEW lebih ke wisata seni budaya, embung dan outbond, di mana menurut penilaian provinsi meski baru tapi luar biasa.

“Support dari masyarakat karena ini merupakan cita-cita masyarakat yang membutuhkan tempat untuk mengakomodir banyak kegiatan seperti ketoprak, batik, uyon-uyon tapi belum memiliki tempat untuk latihan pertunjukan. Diharapkan pemeliharaan dan pemanfaatannya bisa dilaksanakan masyarakat,” lanjut Lukito.

Usai monitoring pendopo penunjang pariwisata seni dan budaya di Mudal Sariharjo dilanjutkan monitoring pendopo penunjang pariwisata Embung Jetis Suruh dan los kuliner penunjang pariwisata Watu Ledhek di Sardonoharjo Ngaglik. (Endarwati/KIM Donoharjo)