SMK Muhammadiyah Minggir Tandatangani MOU Bekerja di Jepang

Terobosan baru dilakukan oleh SMK Muhammadiyah Minggir Sleman dengan program yang menyalurkan lulusan untuk langsung bekerja di Jepang.
Hal ini adalah bentuk implementasi dari program lulusan SMK dan menindaklanjuti arahan dari Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud serta kolaborasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk menyiapkan lulusan SMK bekerja di Jepang dengan visa kerja Tukutegino/Specified Skill Worker (SSW).

Program ini wajib adanya link and match antara lulusan vokasi yang mampu langsung bekerja setelah mendapatkan keterampilan dan ilmu di bangku sekolah secara komprehensif dan sekolah untuk turut membantu menyalurkan lulusan tersebut. SMK Muhammadiyah Minggir dalam upaya link and match ini telah menandatangani MOU dengan PT Binawan Indotama pada Sabtu (28/11/2020) dalam penyaluran lulusan ke Jepang dalam bidang kesehatan (caregiver).

Di tengah kondisi sulitnya pekerjaan di dalam negeri dan dampak pandemi Covid-19 ini maka lowongan pekerjaan sebagai caregiver di Jepang masih sangat menjanjikan serta dapat menambah pengalaman bagi lulusan SMK.

Menurut Edy Purwanto, Kepala SMK Muhammadiyah Minggir yang mempunyai jurusan farmasi dan teknik listrik berlokasi di Sleman bagian Barat ini menyampaikan bahwa rintisan program dan MOU bersama industri ini diharapkan menjadi sebuah terobosan untuk untuk penempatan seluruh wilayah Jepang bekerjasama dengan penyaluran tergantung yang membutuhkan.

“Untuk tahun pertama ini diharapkan ada 10 orang lulusan yang mengikuti program ini,” tandasnya.

Adapun untuk persyaratan mengikuti program ini dituturkan Edy adalah lulusan SMK kesehatan (farmasi, analis, dan keperawatan), menyerahkan ijazah terakhir dan KK (asli), tinggi badan minimal 160 cm bagi pria dan 150 cm bagi wanita dengan berat badan ideal, usia saat mendaftar 18 tahun 6 bulan, lolos tes wawancara, fit Pra Medical Test dan bersedia mengikuti diklat bahasa Jepang di Binawan Training Centre.

“Setelah mengikuti program pelatihan diharapkan dapat alumni SMK bidang kesehatan mampu menguasai kompetensi di bidang bahasa dan budaya Jepang dan memiliki kompetensi sebagai seorang caregiver sebagai syarat utama untuk bekerja di Jepang,” imbuh Edy. (Arief Hartanto)