Baru Pertama Kali, e-Voting Pemilihan Lurah Berjalan Lancar

Ngaglik – Baru pertama kali dilaksanakan, secara umum pelaksanaan pilihan lurah menggunakan e-voting di Kalurahan Sukoharjo berjalan dengan lancar, tertib, dan aman sesuai rencana yang telah ditentukan.

“Pemilihan lurah menggunakan e-voting seperti saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara dan pemilih mengingat sistem yang baru pertama kali dilaksanakan, ditambah saat ini sedang berada pada masa Pandemi Covid-19,” kata Haryanto, Ketua Panitia Pemilihan Lurah Sukoharjo saat rekapitulasi hasil pemungutan suara di Kantor Lurah Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Minggu (20/12/2020).

Pemilihan lurah menggunakan e-voting secara teknis sangat berbeda dengan pelaksanaan pemilihan kepala desa atau kepala daerah terdahulu yang menggunakan cara konvensional dengan mencoblos atau mencontreng. Pada pemilihan lurah menggunakan e-voting, pemilih tinggal menyentuh gambar kandidat lurah pilihannya, selanjutnya hasil pilihan akan dicetak di mesin printer, lalu hasil cetakan dimasukkan ke kotak audit yang telah tersedia.

“Dari proses yang demikian cepat baik dalam pelaksanaan maupun penghitungan suara otomatis meringankan kerja penyelenggara,” kata Haryanto. Hasil pemungutan dan penghitungan suara terbilang cepat dibanding dengan coblosan.

“Dari segi waktu, pemungutan suara yang ditentukan dari jam , hasil penghitungan suara sudah bisa langsung dicetak, dan tidak sampai jam TPS sudah mengumpulkan ke kantor kelurahan dan dilakukan rekapitulasi dan saat itu pula hasil penghitungan suara dari semua TPS telah diketahui,” terang Haryanto lagi.

Untuk mencegah penularan dan penyebaran virus Corona telah dilakukan upaya bagi penyelenggara dan pemilih. “Bagi penyelenggara telah dilakukan rapid test dan saat bertugas dibekali dengan APD/Alat Pelindung Diri berupa masker, faceshield dan sarung tangan,” jelas Haryanto.

Tempat pemungutan suara juga disemprot desinfektan secara berkala dan bagi pemilih diatur waktu kedatangannya agar tidak terjadi antrean panjang. Selain itu pemilih juga diharuskan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dibagikan sarung tangan plastik saat masuk TPS, dan diusapkan tinta pada jari memakai cotton buds yang digunakan hanya satu kali saja, setelah itu pemilih dihimbau untuk langsung pulang setelah melakukan pemungutan suara untuk menghindari kerumunan.

Pemilihan Lurah Sukoharjo dibagi dalam 29 TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang tersebar di 14 padukuhan. Hadi Subronto berhasil mengalahkan pesaingnya setelah mengantongi  suara sebesar 5841atau 80,42 persen dari 7305 suara sah. Sedangkan Sutaryo, rivalnya memperoleh suara 1422 suara atau 19,58,% . Jumlah pemilih yang terdapat dalam DPT yaitu dengan pemilih tambahan 62 jadi total pemilih adalah .

Pemilihan lurah secara e-voting ini dilakukan serentak di Kabupaten Sleman. Untuk tahun 2020, pemilihan dilakukan di 49 desa dan TPS.(Upik Wahyuni/KIM Ngaglik)




Ikatan Istri Pimpinan BUMN Serahkan Bantuan Merapi

Ngaglik – IIP BUMN (Ikatan Istri Pimpinan BUMN)menyerahkan bantuan kepada komunitas relawan Merapi di Pos Gabungan Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Jumat (19/12/2020). Disaksikan Pemerintah Kalurahan Donoharjo, bantuan yang diberikan berupa peralatan untuk mendukung aktivitas relawan dalam rangka membantu masyarakat jika terjadi bencana merapi berupa tenda, genset, gergaji mesin, kompor gas, tungku dapur umum serta tempat menanak nasi.

Heriyanti Suzana, Ketua IIP BUMN DIY mewakili IIP BUMN Pusat menjelaskan bahwa hari jadi ke-18 IIP BUMN  dan peringatan Hari Ibu ke-92 mengambil tema Berbagi, Berbakti, dan Berkarya untuk Negeri di Tengah Pandemi. Salah satu rangkaian acaranya adalah bakti sosial di berbagai wilayah, salah satunya di Yogyakarta.

Heriyanti Suzana juga menjelaskan bagaimana bangsa Indonesia  semua sedang berusaha agar terhindar dari Covid. Namun demikian, kunjungan kali ini bukan difokuskan pada penanganan Covid-19 tapi lebih difokuskan untuk mendukung aktivitas relawan dalam membantu pengungsi Merapi. Bantuan fasilitas dimaksudkan agar pekerjaan relawan dalam membantu masyarakat menjadi lebih mudah.

“Mudah-mudahan aktivitas relawan lebih ringan dengan bantuan IIP BUMN. Kami berharap bantuan yang kami sampaikan betul-betul bisa dimanfaatkan masyarakat luas. Diterima dan dikelola oleh komunitas relawan dengan diketahui perangkat kelurahan agar mempermudah monitoring dan tidak terjadi duplikasi jika pemberian bantuan masih berlanjut, selain itu melibatkan pemerintah Kalurahan agar terus  dipantau pemanfaatannya dan agar bisa  dimanfaatkan masyarakat yang lebih luas,” jelas wanita yang akrab dipanggil Ibu Suzan ini.

Heriyanti Suzana juga menjelaskan bahwa belum semua peralatan bisa diserahkan secara langsung, karena sebagian menunggu pengiriman selanjutnya. Kegiatan ini masih berupa serah terima sebagian dan secara simbolis. Ikut menghadiri dalam serahterima tersebut berbagai komunitas relawan seperti Lowo Rescue, Rajawali, Destana, Relado (relawan Donoharjo) dan FKPM (Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat). (Endarwati/KIM Donoharjo)