Relawan Bencana Dilatih Navigasi Darat

Ngaglik – Usaha meningkatkan kompetensi dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak bencana Merapi dilakukan para relawan yang tergabung di Pos Gabungan Bencana Desa Donoharjo. Salah satunya dengan pelatihan Navigasi Darat menggunakan aplikasi Avenza Maps di Aula Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Jumat (25/12/2020).

Menurut Agus Hardiyo Pancoro, Ketua Satgas Gabungan Donoharjo, pelatihan yang digagas oleh Tim SAR DIY ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan ketrampilan tentang navigasi darat dalam kegiatan evakuasi. Dengan demikian akan mudah diketahui titik koordinat keberadaan relawan maupun kejadian yang harus segera ditindaklanjuti.

Dalam pelatihan yang dihadiri oleh sekitar 20 relawan yang tergabung dalam Posgab Merapi Donoharjo tersebut, Mas Endro dari SAR DIY yang akrab dipanggil dengan sebutan Mas Gembel, menjelaskan bahwa jika dulu navigasi menggunakan gambar dan peta, sekarang jaman android sehingga harus menyesuaikan teknologi.

Diterangkan Mas Gembel, Avenza Maps adalah salah satu aplikasi android yang dipergunakan dalam kaji cepat aplikasi bencana. Salah satu keunggulan Avenza Maps adalah bisa bisa dibuat peta dasar sesuai dengan kebutuhan.

“Dengan menggunakan aplikasi, maka akan dengan mudah diketahui keberadaan kita ada di titik koordinat berapa, jadi jika terjadi sesuatu, pos akan tahu keberadaan kita. Sistem koordinat memiliki akurasi data yang tinggi. Bagi relawan yang bertugas di pos utama harus menghafalkan jalur evakuasi, ploting barak pengungsian, merekam jalur, dan membuat laporan,” jelasnya.

Selain itu Mas Gembel juga menyampaikan materi cara menggunakan aplikasi Avenza Maps. Diawali dengan mengunduh aplikasi, selanjutnya pelatihan dasar diantaranya tentang pembuatan peta lokasi, menentukan koordinat, mengukur jarak, merekam jalur, serta cara mengirim laporan. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Pengurus IPHI Cabang Ngaglik Periode 2020-2025 Dilantik

Untuk menjaga Haji Mabrur sepanjang hayat tidaklah mudah perlu niat yang kuat dan tekun beribadah, terus peduli terhadap lingkungan sekitar, serta menjadi teladan dalam kehidupan. Inilah penggalan yang disampaikan H. Supriyadi selama 5 tahun mengabdikan dirinya di sebagai Ketua IPHI Cabang Ngaglik pada acara Musyawarah Cabang (Muscab) IPHI Kapanewon Ngaglik, Kamis (23/12/2020).

Dalam laporan pertanggungjawabannya, Supriyadi mengatakan bahwa pengabdian selama 5 tahun terbilang cukup singkat karena selama 5 tahun ketugasan IPHI telah dilaksanakan sesuai AD ART yang telah disepakati dalam Muscab Tahun 2015 dan berakhir tahun 2020 ini.

Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Ngaglik, Bambang pun mengucapkan erima kasih kepada Pengurus IPHI Cabang Kapanewon Ngaglik periode 2015-2020 yang telah bekerja keras sehingga IPHI berjalan sesuai harapan.

“Dan mendukung kegiatan keagamaan di Kapanewon Ngaglik semoga menjadi catatan amal saleh para pengurus,” ujarnya.

Selanjutnya Ketua Pengurus Daerah IPHI Kabupaten Sleman, H. Nur Hamid pun menyampaikan visi dan misi IPHI Kabupaten Sleman yaitu misinya antara lain memberdayakan dan mengembangkan para jemaah haji berupaya meningkatkan ibadahnya, mengembangkan jiwa sosial dan peduli sesama, serta memberikan salam dan bersikap santun sesama.

“Sikap mulia itulah menuntun kita menuju haji yang mabrur,” paparnya.

Di akhir, dirinya berharap pengurus IPHI Cabang Ngaglik periode 2020-2025 dengan Salamun Sodry sebagai ketua mampu menjalankan visi-misi tersebut. (KIM Ngaglik/Srp)




Sleman Sesuaikan Kegiatan Masyarakat Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

Angka terkonfirmasi positif Covid-19 harian di wilayah Kabupaten Sleman saat ini masih tinggi. Sleman termasuk dalam kategori zona merah dengan jumlah total konfirmasi positif per tanggal 20 Desember 2020 mencapai orang.

”Kondisi memprihatinkan ini membutuhkan perhatian serius dari semua pihak dalam menerapkan protokol kesehatan untuk memutus penyebaran penularan Covid-19,” jelas Sekda Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya pada Rabu (23/12/2020).

Menurut Harda, langkah yang dilakukan Pemkab Sleman guna meminimalisir penyebaran Covid-19 dengan mencegah terjadinya kerumunan. Momentum libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Natal serta menyambut tahun baru 2021 berpotensi memunculkan kerumunan.

“Seluruh masyarakat, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara dan penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang menyelenggarakan aktifitas selama libur atau cuti tersebut diinstruksikan untuk tidak menimbulkan kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian atau kerumunan,” kata Harda.

Selain itu masyarakat juga diimbau untuk selalu menaati protokol Kesehatan sesuai ketentuan Peraturan Bupati Nomor 37.1 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Pada tanggal 24 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021 semua aktivitas usaha dibatasi maksimal pukul WIB.

“Selain itu, bagi keluarga maupun individu diimbau untuk mengurangi aktifitas di luar rumah kecuali untuk kegiatan pemenuhan kebutuhan yang bersifat mendasar atau mendesak,” ujarnya.

Menurutnya Pemkab Sleman juga mewajibkan pelaku perjalanan dalam negeri yang memasuki wilayah Kabupaten Sleman untuk membawa hasil uji Rapid Test Antigen atau tes RT-PCR dengan hasil negatif.

“Ketentuan hasil tes yaitu Rapid Test Antigen paling lama tiga hari sebelum memasuki Sleman dan hasil RT-PCR paling lama tujuh hari sebelum memasuki Sleman,” jelas Harda.

Harda juga menambahkan bahwa  Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten, kapanewon dan kalurahan baik secara sendiri-sendiri maupun bekerjasama dengan TNI/Polri agar proaktif melakukan pengawasan dan pembubaran setiap aktifitas yang menimbulkan kerumunan. Bagi pelanggar protokol kesehatan juga akan dilakukan penindakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Humas Sleman)




Baru Pertama Kali, e-Voting Pemilihan Lurah Berjalan Lancar

Ngaglik – Baru pertama kali dilaksanakan, secara umum pelaksanaan pilihan lurah menggunakan e-voting di Kalurahan Sukoharjo berjalan dengan lancar, tertib, dan aman sesuai rencana yang telah ditentukan.

“Pemilihan lurah menggunakan e-voting seperti saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara dan pemilih mengingat sistem yang baru pertama kali dilaksanakan, ditambah saat ini sedang berada pada masa Pandemi Covid-19,” kata Haryanto, Ketua Panitia Pemilihan Lurah Sukoharjo saat rekapitulasi hasil pemungutan suara di Kantor Lurah Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Minggu (20/12/2020).

Pemilihan lurah menggunakan e-voting secara teknis sangat berbeda dengan pelaksanaan pemilihan kepala desa atau kepala daerah terdahulu yang menggunakan cara konvensional dengan mencoblos atau mencontreng. Pada pemilihan lurah menggunakan e-voting, pemilih tinggal menyentuh gambar kandidat lurah pilihannya, selanjutnya hasil pilihan akan dicetak di mesin printer, lalu hasil cetakan dimasukkan ke kotak audit yang telah tersedia.

“Dari proses yang demikian cepat baik dalam pelaksanaan maupun penghitungan suara otomatis meringankan kerja penyelenggara,” kata Haryanto. Hasil pemungutan dan penghitungan suara terbilang cepat dibanding dengan coblosan.

“Dari segi waktu, pemungutan suara yang ditentukan dari jam , hasil penghitungan suara sudah bisa langsung dicetak, dan tidak sampai jam TPS sudah mengumpulkan ke kantor kelurahan dan dilakukan rekapitulasi dan saat itu pula hasil penghitungan suara dari semua TPS telah diketahui,” terang Haryanto lagi.

Untuk mencegah penularan dan penyebaran virus Corona telah dilakukan upaya bagi penyelenggara dan pemilih. “Bagi penyelenggara telah dilakukan rapid test dan saat bertugas dibekali dengan APD/Alat Pelindung Diri berupa masker, faceshield dan sarung tangan,” jelas Haryanto.

Tempat pemungutan suara juga disemprot desinfektan secara berkala dan bagi pemilih diatur waktu kedatangannya agar tidak terjadi antrean panjang. Selain itu pemilih juga diharuskan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dibagikan sarung tangan plastik saat masuk TPS, dan diusapkan tinta pada jari memakai cotton buds yang digunakan hanya satu kali saja, setelah itu pemilih dihimbau untuk langsung pulang setelah melakukan pemungutan suara untuk menghindari kerumunan.

Pemilihan Lurah Sukoharjo dibagi dalam 29 TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang tersebar di 14 padukuhan. Hadi Subronto berhasil mengalahkan pesaingnya setelah mengantongi  suara sebesar 5841atau 80,42 persen dari 7305 suara sah. Sedangkan Sutaryo, rivalnya memperoleh suara 1422 suara atau 19,58,% . Jumlah pemilih yang terdapat dalam DPT yaitu dengan pemilih tambahan 62 jadi total pemilih adalah .

Pemilihan lurah secara e-voting ini dilakukan serentak di Kabupaten Sleman. Untuk tahun 2020, pemilihan dilakukan di 49 desa dan TPS.(Upik Wahyuni/KIM Ngaglik)




Ikatan Istri Pimpinan BUMN Serahkan Bantuan Merapi

Ngaglik – IIP BUMN (Ikatan Istri Pimpinan BUMN)menyerahkan bantuan kepada komunitas relawan Merapi di Pos Gabungan Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Jumat (19/12/2020). Disaksikan Pemerintah Kalurahan Donoharjo, bantuan yang diberikan berupa peralatan untuk mendukung aktivitas relawan dalam rangka membantu masyarakat jika terjadi bencana merapi berupa tenda, genset, gergaji mesin, kompor gas, tungku dapur umum serta tempat menanak nasi.

Heriyanti Suzana, Ketua IIP BUMN DIY mewakili IIP BUMN Pusat menjelaskan bahwa hari jadi ke-18 IIP BUMN  dan peringatan Hari Ibu ke-92 mengambil tema Berbagi, Berbakti, dan Berkarya untuk Negeri di Tengah Pandemi. Salah satu rangkaian acaranya adalah bakti sosial di berbagai wilayah, salah satunya di Yogyakarta.

Heriyanti Suzana juga menjelaskan bagaimana bangsa Indonesia  semua sedang berusaha agar terhindar dari Covid. Namun demikian, kunjungan kali ini bukan difokuskan pada penanganan Covid-19 tapi lebih difokuskan untuk mendukung aktivitas relawan dalam membantu pengungsi Merapi. Bantuan fasilitas dimaksudkan agar pekerjaan relawan dalam membantu masyarakat menjadi lebih mudah.

“Mudah-mudahan aktivitas relawan lebih ringan dengan bantuan IIP BUMN. Kami berharap bantuan yang kami sampaikan betul-betul bisa dimanfaatkan masyarakat luas. Diterima dan dikelola oleh komunitas relawan dengan diketahui perangkat kelurahan agar mempermudah monitoring dan tidak terjadi duplikasi jika pemberian bantuan masih berlanjut, selain itu melibatkan pemerintah Kalurahan agar terus  dipantau pemanfaatannya dan agar bisa  dimanfaatkan masyarakat yang lebih luas,” jelas wanita yang akrab dipanggil Ibu Suzan ini.

Heriyanti Suzana juga menjelaskan bahwa belum semua peralatan bisa diserahkan secara langsung, karena sebagian menunggu pengiriman selanjutnya. Kegiatan ini masih berupa serah terima sebagian dan secara simbolis. Ikut menghadiri dalam serahterima tersebut berbagai komunitas relawan seperti Lowo Rescue, Rajawali, Destana, Relado (relawan Donoharjo) dan FKPM (Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat). (Endarwati/KIM Donoharjo)