Pembinaan Pik R Sejahtera Kampung KB Dusun Tanjungsari Kalurahan Sukoharjo

Guna mensukseskan Program Bangga Kencana, Kalurahan Sukoharjo melakukan berbagai cara antara lain dengan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) kepada masyarakat, seperti kelompok Pik R, BKB, BKR , BKL dan kelompok lainnya, serta kegiatan penunjang keterampilan life skill pengelolaan sampah yang dilakukan para remaja sebagai usaha ekonomi remaja di Dusun Tanjungsari, program genre, dan Triad KRR. Hal ini disampaikan oleh Dra. Abidah selaku Koordinator Penyuluh Lapangan KB Kapanewon Ngaglik, Minggu (13/12/2020) dalam pembinaan Pik R Sejahtera di Kampung KB Tanjungsari.

Sementara itu Kamituwo Kalurahan Sukoharjo, Sujadi mengatakan bahwa pihak kalurahan bisa mendukung pendanaan dari stimulan dana desa untuk suksesnya program kampung KB tahun anggaran 2020 ini.

“Semoga tahun 2021 masih bisa mendukung program ini demi kesejahteraan melalui kampung KB,” paparnya.

Narasumber pembinaan, Ustaz Jadiyo dari KUA Kapanewon Ngaglik memberikan arahan terkait pembinaan mental spiritual keagamaan terhadap kelompok-kelompok yang masuk dalam jajaran kampung KB Kalurahan Sukoharjo. Materi dikaitkan dengan adanya perubahan Undang-undang Perkawinan yang perlu disosialisasikan kepada masyarakat dan kelompok-kelompok seperti kelompok Pik R seperti ini. Jadiyo berharap agar program kampung KB ini juga mendukung kegiatan DBKS yaitu Desa Binaan Keluarga Sakinah yang sudah berjalan di kalurahan ini.

“Untuk itu perlu sinergitas kegiatan di lapangan,” pintanya. (KIM Ngaglik/Srp)




Forasko Adakan Gebyar Potensi Anak Sukoharjo

Forum Anak Sukoharjo atau Forasko Kalurahan Sukoharjo mengadakan Gebyar Potensi Anak Kalurahan Sukoharjo, Minggu (13/12/2020).

Dalam sambutannya Kamituwo Kalurahan Sukoharjo, Sujadi menyambut baik atas diadakannya Gebyar Potensi Anak Kalurahan Sukoharjo yang hari ini dilaksanakan di Aula Kalurahan Sukoharjo. Diikuti oleh 101 anak dari tingkat TK sampai SD se-Kalurahan Sukoharjo, dirinya berharap kegiatan ini bisa menggali bibit unggul dalam kreativitas dan inovasi bidang seni di Kalurahan Sukoharjo ini.

“Dengan dilaksanakan gebyar potensi ini pasti ada bibit unggul yang mampu dan terus dikembangkan,” harapnya.

Adapun yang dilombakan antara lain lomba mewarnai, fashion show, membaca puisi, dan menghias masker. Lomba ini memperebutkan hadiah uang pembinaan dan trofi Thole dan Dhenok Kalurahan Sukoharjo. Berikut daftar pemenang masing-masing lomba:

Lomba mewarnai Kategori A

  1. Dewi Aqilatunusa

2. Athafaris Daffa R

3. Anindya Kenez

Lomba Mewarnai Kategori B

  1. Karniya Saufa

2. Sabrina Rahma

3. Keyla Cantika

Lomba membaca puisi

  1. Nadia Azizah

2. Yusia Caroen Angekin

3. Farel Adhyasta

Lomba menghias masker

  1. Calica Jingga

2. Desma Nabila

3. Yoda Azhani

Lomba Dhenok Thole

  1. Yiska Carlen Angelin (Dhenok)

2. Fairuzul Dicky Ramadhan (Thole). (KIM Ngaglik/Srp)




Pilkada Sleman 2020: Partisipasi Pemilih di Ngaglik 69,1 Persen

Ngaglik – Tingkat partisipasi masyarakat dalam pilkada serentak pemilihan bupati dan wakil Bupati Sleman tahun 2020 di Kapanewon Ngaglik adalah 69,1% atau sebanyak pengguna hak pilih  dari jumlah  pemilih yang masuk dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap).

Hal ini tertuang dalam berita acara Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara di tingkat kecamatan dalam Pilbup 2020 yang disampaikan pada rapat pleno penghitungan suara di pendopo Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Jumat (11/12/2020).

Ketua PPK Ngaglik, Dita Hendri Irawan mengatakan bahwa jumlah pengguna hak pilih berasal dari jumlah pemilih dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap), jumlah pemilih yang pindah memilih (DPPh), jumlah pemilih tidak terdaftar di DPT yang menggunakan hak pilih dengan menunjukkan KTP elektronik atau surat keterangan perekaman KTP yang masuk di daftar pemilih tambahan (DPTb).

Disampaikan juga bahwa selain data pemilih disebutkan pula perolehan suara untuk masing-masing paslon yaitu Paslon 1 (Danang-Agus) memperoleh suara , Paslon 2 (Sri Muslimatun-Amin) mendapat suara, dan paslon 3 (Kustini-Danang) mendapatkan suara.

“Rekapitulasi data pemilih dan perolehan suara tersebut dihimpun dari 190 TPS yang tersebar di 6 kalurahan yaitu 19 TPS di Donoharjo, 41 di Sariharjo, 25 TPS di Minomartani, 29 TPS di Sukoharjo, 37 TPS di Sinduharjo dan 39 TPS di Sardonoharjo” kata Dita Hendri disaksikan saksi paslon, Panwascam Ngaglik, PPS se-Kapanewon Ngaglik, unsur kepolisian, dan TNI .

Seusai rapat pleno, dokumen hasil rekapitulasi penghitungan suara dimasukkan ke dalam kotak suara yang kemudian disegel. Dokumen tersebut terdiri model D Hasil kecamatan KWK, Daftar Hadir kecamatan, model D Kejadian Khusus atau keberatan KWK.

Dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan dan didampingi panwascam, dokumen tersebut dibawa ke kantor KPU Sleman dan diterima langsung oleh Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi.

Trapsi Haryadi menyampaikan apresiasi kepada PPK Ngaglik yang telah menyerahkan hasil penghitungan suara pasca menuntaskan rapat pleno rekapitulasi perolehan suara di tingkat kecamatan.

“PPK Ngaglik merupakan urutan ke-7 dari 17 PPK di kabupaten Sleman yang menyerahkan hasil rekapitulasi suara.  Selanjutnya akan kita lakukan rapat pleno tingkat kabupaten pada Senin tanggal 14 Desember 2020. Dan kita semua  patut bersyukur bahwa pelaksanaan pilkada di Kapanewon Ngaglik berjalan dengan baik, tertib, lancar, aman dan selamat,” kata Trapsi kepada Susilo Budiarto anggota PPK Ngaglik yang saat itu menyampaikan dokumen ke KPU. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




Rapat Pleno Terbuka Penghitungan Suara Pilbup 2020 di tingkat PPK Ngaglik

Ngaglik – Sehari setelah pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2020, Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) Ngaglik menggelar rapat pleno terbuka penghitungan suara di Kantor Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis (10/12/2020).

Rapat terbuka ini merupakan penyampaian perolehan suara yang dihimpun dari masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan dipaparkan oleh ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) di hadapan PPK, saksi pasangan calon, dan pihak yang terkait dengan pelaksanaan Pilkada 2020.

Dita Hendri Irawan, Ketua PPK Ngaglik mengingatkan bahwa berapapun perolehan suara adalah amanah yang harus dijunjung tinggi keberadaannya baik keaslian maupun keamanan dokumen dan harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

“Suara rakyat adalah suara Tuhan, untuk itu hasilnya harus valid, tanpa rekayasa dan harus bisa disaksikan oleh semua orang dan bersifat terbuka. Selain itu harus bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan dan manusia,” kata Dita Hendri.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa sedianya rapat pleno terbuka ini akan menyampaikan hasil penghitungan suara secara digital menggunakan aplikasi siRekap (Sistem Informasi Rekapitulasi) namun karena terkendala teknis penghitungan suara dilakukan secara manual.

Rapat yang digelar dari siang hingga dini hari tersebut memaparkan tentang data pemilih dan pengguna hak pilih, data pemilih disabilitas, data penggunaan surat suara hingga rincian perolehan surat suara masing-masing pasangan calon. Rekapitulasi penghitungan suara tersebut dihimpun dari 190 TPS yang tersebar di 6 kalurahan se-Kapanewon Ngaglik yaitu Donoharjo 19 TPS, Sariharjo 41 TPS, Minomartani 25 TPS, Sukoharjo 29 TPS, Sinduharjo 37 TPS, dan Sardonoharjo 39 TPS.

“Untuk memperlancar jalannya rapat rekapitulasi, PPK Ngaglik membagi rapat Rekapitulasi dalam 2 panel di ruang yang berbeda dan dilakukan secara bergiliran. Panel satu diisi oleh PPS Minomartani, PPS Sukoharjo dan PPS Donoharjo, sedangkan panel ke dua adalah PPS Sinduharjo, PPS Sardonoharjo dan PPS Sariharjo. Masing-masing panelis harus disaksikan oleh PPK, Panwasdes dan saksi dari masing-masing Paslon. Selanjutnya dokumen hasil penghitungan suara yang diperoleh di tingkat PPS kalurahan kemudian diajukan ke rapat pleno perolehan suara Kapanewon untuk diserahkan ke KPU Sleman,” lanjut Dita Hendri.

Sementara itu dalam sambutannya saat membuka rapat rekapitulasi tersebut, Sumariyah, Panewu Anom Kapanewon Ngaglik mengungkapkan apreasiasi yang tinggi kepada semua pihak yang terlibat dalam pesta demokrasi tersebut di antaranya PPK Ngaglik, PPS di semua kalurahan di Kapanewon Ngaglik, KPPS di setiap TPS, petugas ketertiban TPS, panwascam, Panwasdes, PTPS/Pengawas TPS, linmas, Polri, TNI dan terutama kepada semua pemilih di wilayah Kapanewon Ngaglik yang telah mempergunakan hak pilihnya di tengah masa pandemi Covid19 seperti sekarang ini.

“Kita semua menyadari bukan hal yang mudah melaksanakan pilkada di tengah Pandemi Covid19 seperti sekarang ini. Kekhawatiran masyarakat terhadap penularan Covid19 menjadi tantangan yang berat buat penyelenggara pemilihan, akan tetapi KPU , PPK, PPS, KPPS, Bawaslu beserta stakeholder yang terlibat dalam pelaksanaan pilkada selalu menerapkan cara pencegahan penyebaran Covid19 dengan penerapan protokol kesehatan sejak mulai proses pendataan pemilih hingga pelaksanaan pemungutan suara, sehingga pelaksanaan pilkada berjalan dengan tertib , lancar, aman, sehat dan selamat hingga sampai saat ini” kata Sumariyah. (Upik Wahyuni/KIM Ngaglik)




Moyudan Tanamkan Jiwa Melayani Bagi Seluruh Personil

Kapanewon Moyudan Kabupaten Sleman raih peringkat pertama kategori OPD kecamatan se-DIY dalam Penganugerahan Keterbukaan Informasi pada Badan Publik Tahun 2020. Penghargaan diserahkan pada Kamis (10/12/2020) di Hotel Grand Keisha Yogyakarta.

Ketua KID DIY, Moh. Hasyim, dalam laporan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi pada Badan Publik di DIY tahun 2020 ini, melibatkan beberapa tokoh pegiat keterbukaan informasi publik dari beberapa instansi di luar KID DIY baik dari lembaga perguruan tinggi (Universitas Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Program Studi Komunikasi Universitas Gadjah Mada, Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) UGM, dan Klinik Keterbukaan Informasi Universitas Islam Indonesia), dari lembaga penelitian (Balai Pengembangan SDM dan Penelitian (BPSDMP), dan juga dari Civil Society Organization/CSO (IDEA Yogyakarta, Masyarakat Peduli Media, dan Combine Resource Institution).

“Mereka berperan aktif dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi, sejak merumuskan instrumen penilaian sampai melakukan penilaian. Pelibatan tersebut dimaksudkan selain untuk menjaga objektivitas juga secara umum untuk meningkatkan kualitas monev,” ujar Moh. Hasyim.

Selanjutnya dijelaskan oleh Moh. Hasyim selain untuk untuk menentukan juara 1, 2, dan 3 untuk tiap-tiap kategori/kluster seperti tahun-tahun sebelumnya), berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya Monev tahun 2020 ini juga dimaksudkan untuk melakukan pemeringkatan keterbukaan informasi Badan Publik.

“Dengan demikian seluruh badan publik akan mengetahui hasil monitoring dan evaluasi terhadap badan publik tersebut sehingga dapat meningkatkan kinerjanya pada masa-masa mendatang,” lanjutnya.

Sementara itu, Panewu Moyudan, Arifin, membeberkan bahwa menjadi peringkat pertama dalam kategori kecamatan merupakan pengalaman pertama bagi Kapanewon Moyudan. Menurutnya, keberhasilan ini adalah buah dari upaya serta bimbingan dari berbagai pihak, termasuk di dalamnya Dinas Kominfo Sleman.

Seluruh personil dijelaskan Arifin terus ditanamkan dan diingatkan tentang jiwa melayani. Personil ini pun dibekali dengan kompetensi sehingga kapabel dalam menjalankan tugasnya.

“Menyajikan informasi yang mudah dan murah untuk diakses melalui berbagai saluran informasi (daring dan luring), membangun budaya untuk mendokumentasi, mengalokasikan anggaran yang memadai, dan hal-hal teknis lainnya,” imbuh Arifin.

Di akhir, Arifin mengakui bahwa capaian ini bukan merupakan akhir melainkan proses untuk berbenah.

“Kami akan berupaya meningkatkan kinerja pelayanan, update informasi yang lebih baik, membangun jejaring dengan semua entitas, memperkuat PPID kapanewon dan kalurahan, memberdayakan kelompok informasi masyarakat agar menjadi lebih baik sehingga dapat menjadi ujung tombak penyediaan informasi bagi masyarakat,” tutup Arifin.