Pelayanan Publik Kalurahan Sukoharjo Terapkan Protokol Kesehatan

Senin (12/10/2020) bertempat di Aula Balai Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik mengadakan Koordinasi dan Sosialisasi Pelayanan Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil yang diikuti 50 peserta yang terdiri dari 5 dusun (setiap dusun 10 RT/RW). Hal ini dilakukan dalam upaya memberikan kenyamanan dan pelayanan warga Kalurahan Sukoharjo. Demikian disampaikan Lurah Sukoharjo, Bara Hernowo Natali, dalam sambutannya.
Bara menambahkan bahwa telah diupayakan setiap warga memenuhi protokol kesehatan sebelum masuk kantor Kalurahan Sukoharjo.
“Harus cuci tangan, ukur suhu dan harus pakai masker, untuk keamanan petugas agar tidak bersentuhan langsung, sudah dipasang kaca pembatas, yang menarik telah dipasang juga sterilisasi dokumen dengan ekektronik dan kursi diatur jaraknya, serta telah dilaksanakan Operasi Non Yustisi penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dengan cara operasi pemakaian masker, apabila melanggar diberikan sanksi sosial, menyanyi lagu perjuangan atau mengucapkan Pancasila. Semua itu tujuannya agar masyarakat sadar pakai masker merupakan kewajiban,” jabar Bara.
Ditambahkan Siti, Kepala Jawatan Umum Kapanewon Ngaglik, dalam masa pandemi Covid-19 ini pengurusan dokumen kependudukan yang harus dimiliki penduduk yaitu KTP, KK, Akte Kelahiran, Akte Pernikahan, dan Akte Kematian tidak dilakukan secara tatap muka.
“Maka dengan cara online, hal ini sesuai dengan Program GISA yaitu Gerakan Indonesia Sadar Administrasi yang harus didukung semua pihak,” paparnya.
Dalam acara ini sekaligus digelar Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru oleh Dokter Trisni Kepala Puskesmas Ngaglik II. Dokter Trisni mengatakan bahwa dalam Adaptasi Kebiasaan Baru harus dipatuhi protokol kesehatan atau Cita Mas Jajar yaitu Cuci Tangan, Pakai Masker, dan Jaga Jarak.
“Apabila dilanggar akan membahayakan orang lain sehingga penularan Covid-19 tidak bisa dikendalikan,” paparnya.
Subagya, Panewu Ngaglik pun Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga mendukung upaya pencegahan penyebaran Covid-19 ini.
“Tim sudah berupaya keras agar penyebaran Covid-19 tidak berkembang namun mungkin kurangnya disiplin warga sempat menjadikan Kapanewon Ngaglik zona merah karena itu kita gencarkan sosialisasi seperti sekarang ini sehingga bisa terkendali penyebaran covid 19 di Kapanewon Ngaglik,” ujarnya.
Acara ditutup dengan penyerahan masker sebanyak lembar untuk warga kalurahan Sukoharjo secara simbolis diterima perwakilan Dukuh Losari, Tanjungsari, Ngebo, Bandulan, dan Purworejo. (KIM Ngaglik/Srp)



