Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Gamping Lakukan Razia Masker

Dalam rangka pendisiplinan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Covid-19 seta menegakkan Peraturan Bupati Sleman Nomor 37.1 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian corona virus disease 2019, maka Satuan Gugus Tugas Penanganan dan Pengendalian Covid-19 Kapanewon Gamping menggelar operasi yustisi di pasar tradisional Gamping yang terletak di Jalan Wates, Kelurahan Ambarketawang, Jumat (9/10/2020).

Kegiatan dilakukan oleh Panit II Binmas Polsek Gamping, Aiptu Joko Susanto, Panit I Sabhara, Iptu Subilal, BA Unit I Sabhara, Aipda Dwi Saputro, Basihumas Aipda Itmam Arifudin, Anggota Koramil 17/GP, Koptu Nur, Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Gamping, Harley Benyamin, serta anggota Mitra Kamtibmas Tim Reaksi Cepat Gamping yang sudah berkomitmen untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di wilayah Kapanewon Gamping.

Menurut Aiptu Joko Susanto, operasi yustisi protokol kesehatan Covid-19 di Pasar Tradisional Gamping bertujuan untuk menegakkan penerapan protokol kesehatan, terutama dalam penggunaan masker guna menekan penyebaran virus corona, serta meningkatkan kepatuhan warga dalam menyikapi tingginya angka pasien yang terpapar virus yang berbahaya ini.

“Mudah-mudahan masyarakat yang beraktivitas di dalam pasar tradisonal Gamping ini bisa lebih patuh dan taat terhadap protokol kesehatan Covid-19 karena virus corona masih ada di sekitar kita. Tujuan kami agar pedagang dan pengunjung pasar selalu memakai masker untuk memutus rantai penyebaran virus,” harap Aiptu Joko.

Satuan Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Kapanewon Gamping dalam operasi kali ini mendapati beberapa pengunjung pasar yang tidak mengenakan masker. Mereka menyadarkan para pelanggar protokol kesehatan secara persuasif dengan memberikan nasehat tentang bahayanya virus corona dan pentingnya mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, serta memberikan sanksi untuk menumbuhkan rasa nasionalisme para pelanggar dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri, Indonesia Raya, atau menyebutkan sila-sila dalam Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.

“Selain memberikan hukuman yang mendidik, kami juga memberikan masker secara gratis bagi pengunjung Pasar Gamping yang tidak mengenakan masker, serta mengingatkan pelanggar agar selalu mengenakan masker setiap berada di luar rumah,” tambah Aiptu Joko. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna|Kapanewon Gamping)




Barata XXXV Tetap Digelar

Barata tahun ini diputuskan untuk tetap diadakan dengan berbagai pertimbangan dan diskusi yang telah dilakukan bersama dengan berbagai pihak. Hal ini disampaikan Kak Dwi selaku perwakilan Waka Bina Muda dalam konferensi pers terkait kegiatan Pengembaraan Akhir Tahun (Barata) XXXV di Sleman Smart Room Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Sleman, Jumat (9/10/2020).

“Barata merupakan suatu kegiatan seremonial yang selalu ditunggu oleh penggiat pramuka, selain itu Barata merupakan kegiatan legendaris di kalangan Pramuka Sleman, meskipun demikian poin penting dari kegiatan Barata adalah ajang untuk melatih kepemimpinan pada setiap individu pramuka penegak dan pandega,” jelasnya kepada Andalan Pramuka Sleman, Dewan Kerja Cabang Kwarcab Sleman, perwakilan dari setiap sekolah atau pangkalan pramuka, dan individu pramuka dengan kriteria penegak dan pandega yang ingin memberikan kontribusi dalam acara Barata XXXV ini.

Ditambahkan Kak Dinar Fitri Ramdhani, Ketua Sangga Kerja Barata XXXV tahun ini ada beberapa poin penting perubahan-perubahan dan perbedaan Barata tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Barata Tahun ini menekankan beberapa poin utama, pertama Barata tetap diadakan dengan mempertimbangkan protokol pencegahan pandemi Covid-19. Kedua, Pelaksanaan Barata diagendakan menjadi dua kegiatan utama yaitu Wirapati Scout Festival (WSF) dan Pengembaraan. Peserta WSF terdiri dari 150 orang dari masing masing sekolah atau pangkalan yang ada di Kabupaten Sleman. Setiap sekolah dapat mengirimkan 10 perwakilan terbaik, yang terdiri dari 8 orang peserta giat dan 2 orang pendamping. Sedangkan, untuk kuota Pengembara sejumlah 70 orang, yang terbagi menjadi 20 perwakilan Dewan Kerja Cabang, 16 perwakilan Satuan Karya di Kwarcab Sleman, dan 34 orang dari Dewan Kerja Ranting di mana masing masing kecamatan akan mengirimkan 2 orang perwakilan terbaik,” ujar Kak Dinar pada saat wawancara bersama dengan tim Bidang Pers, Media, dan Informasi Saka Kominfo

Kak Dinar selaku Ketua Sangga Kerja pada kegiatan tersebut menyadari bahwa kegiatan Barata tahun ini cukup berbeda dari tahun sebelumnya. Meskipun demikian, kak Dinar tetap berharap bahwa kegiatan Barata ini tetap menjadi ajang untuk berdedikasi dan menjalin silaturahmi antar jajaran pramuka di Kabupaten Sleman.

“Poin ketiga adalah, pada tahun ini perebutan tunggul dan juara umum Barata ditiadakan, diganti dengan perebutan kejuaraan pada kegiatan WSF. Dan poin terakhir adalah bagi peserta yang belum berkesempatan bergabung pada Barata tahun ini maka tidak dianggap sebagai jeda dan masih berkesempatan melanjutkan pada tahun berikutnya untuk mendapat penghargaan wings tetapi bagi yang berkesempatan mengikuti kegiatan tersebut selama 3 ataupun 6 tahun berturut akan tetap mendapatkan penghargaan,” jelasnya lagi. (Saka Kominfo)




KIM Berpotensi Angkat Isu Hangat di Masyarakat

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sleman bekerjasama dengan dosen dari jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta untuk memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) Jurnalisme kepada Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Laboratorium Komputer Dinas Kominfo Sleman, Kamis (08/10/2020).

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Noor Hidayati pada sambutannya menyampaikan bahwa ilmu itu bisa datangnya dari manapun dan ilmu itu wajib untuk diterima. Hal ini berarti individu memang diwajibkan untuk selalu mencari ilmu di mana pun dan kapan pun. Bimtek Jurnalisme ini dikatakan Ida juga dapat termasuk dalam rangka mencari ilmu khususnya dalam bidang jurnalisme yaitu menulis dan foto berita.

“Bimtek ini yg jelas manfaatnya untuk meningkatkan keahlian kita (KIM-red) dalam bagaimana kita akan menulis berita dan bagaimana kita bisa memfoto sebuah objek yang menarik bagi para pembaca untuk mengetahui beritanya,” ujar Noor Hidayati.

Bimtek Jurnalisme ini diisi oleh dosen Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia, Narayana Mahendra dan Ida Nuraini Dewi yang dilatarbelakangi guna memberikan pengabdian kepada masyarakat khususnya di bidang Jurnalisme.

“Kami di kampus UII ini ada kewajiban salah satunya adalah memberikan pengabdian kepada masyarakat dan kami memilih Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sleman karena satu sisi memang sudah ada kerjasama antara UII dengan Diskominfo Sleman, dan juga kami lihat KIM ini punya potensi yang bagus untuk mengangkat peristiwa–peristiwa yang selama ini kurang terekspos atau bahkan tidak terekspos sama sekali yang terjadi di lingkungan masyarakat padahal peristiwa ini adalah peristiwa yang bagus dan juga bisa menginspirasi orang lain,” jelas Narayana.

Sementara itu, Narayana juga berharap supaya masyarakat khususnya para KIM semakin terlatih dalam menulis, menyajikan, dan mengembangkan isu–isu pemberitaan yang ada di masyarakat.

“Bakat menulis dan menyajikan berita itu harus diasah dan salah satunya dengan diapresiasi yaitu dipublish dalam bentuk buku oleh kami dengan standarisasi yang berbeda dengan media–media massa lainnya,” jelasnya lagi. (Rep Gasing)




Pleno DPSHP Berjalan Lancar dan Tuntas Dilaksanakan PPK Gamping

Rapat Pleno Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) pada pemilihan bupati dan wakil bupati sleman tahun 2020 telah usai dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping, Kamis (8/10/2020) malam.

Kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Lantai II Kantor Panewu Gamping dihadiri oleh ketua PPK Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, Anggota PPK Gamping dan Sekretariat, Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Gamping, Kusyamto, Ketua Panitia Pemungutan Suara se-Kapanewon Gamping, serta perwakilan tim sukses pasangan calon bupati dan wakil bupati Sleman.

Turut hadir dalam rapat pleno tersebut, Panewu Gamping sekaligus Ketua Gugus Tugas penanganan dan pengendalian Covid-19, Ikhsan Waluyo yang dalam sambutannya menyampaikan pesan agar pelaksanaan tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati Sleman tahun 2020 di Kapanewon Gamping tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19, menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, serta terjalin sinergitas dan kerukunan antara PPK dengan Panwascam.

Pleno yang dipimpin Ketua PPK Gamping didampingi Anggota PPK Divisi Data dan Informasi, Indriyani Nurzanah, dan Anggota PPK Divisi Teknis Penyelemggaraan berjalan dengan tertib dan lancar. Hasil rekapitulasi DPSHP di Kapanewon Gamping yakni jumlah pemilih sebanyak dengan rincian laki-laki berjumlah pemilih dan perempuan berjumlah pemilih yang tersebar di lima kelurahan dan 183 tempat pemungutan suara.

“Rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih sementara hasil perbaikan di tingkat PPS dan PPK se-Kapanewon Gamping sudah tuntas dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Semuanya sudah berjalan dengan baik dan lancar seperti fakta yang ada di lapangan sehingga kegiatan terbilang berhasil. Ada beberapa perubahan, karena yang namanya daftar pemilih itu sifatnya dinamis seperti meninggal dunia, dan perpindahan penduduk menjadikan pemilih tidak memenuhi syarat,” tegas Adnan.

Di akhir rapat pleno diserahkan berita acara dan lampirannya kepada Ketua Panwascam Gamping, dan perwakilan tim sukses pasangan calon wakil bupati dan wakil bupati sebagai peserta pemilihan sebagai bahan pleno di tingkat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sleman. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping).




Pendopo Penunjang Seni dan Budaya Sariharjo PISEW 2020 Diresmikan

Dengan disambut barisan bregodo, para penari Gambyong, penari Midhat Midhut, penari Manuk Dadali, penari Genjring dan tokoh masyarakat Kalurahan Sariharjo, rombongan Bupati Sleman, Sri Purnomo, serta rombongan Tri Rahayu,Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah DIY, Kepala PMK, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepala Bidang Cipta karya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Panewu Ngaglik memasuki area peresmian Infrastruktur terbangun PISEW 2020 berupa Pendopo penunjang seni dan budaya di Padukuhan Mudal, Sariharjo, Ngaglik, Rabu (7/10/2020).

Dalam acara yang juga dihadiri Kapolsek, Danramil, Kepala Kalurahan Sariharjo, Donoharjo, Sardonoharjo, BKAD, tokoh masyarakat serta masyarakat Kalurahan Sariharjo tersebut, Tri Rahayu selaku Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah DIY menyampaikan bahwa dana PISEW berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya yang disalurkan melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah DIY. Pada tahun 2020 PISEW dilaksanakan di 20 kecamatan, adapun di Kabupaten Sleman direalisasikan di 4 kapanewon yaitu Kapanewon Ngaglik, Minggir, Tempel, dan Berbah

Tri Rahayu menyampaikan bahwa PISEW memiliki beberapa sasaran di antaranya terbangunnya infrastruktur wilayah skala lokal untuk mendukung pariwisata atau budaya dan meningkatkan partisipasi masyarakat sehingga banyaknya swadaya sesuai dengan kegiatan ini.

“Dilaksanakan sebagai bagian dari program padat karya tunai untuk mengatasi dampak Covid-19. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menunjang perekonomian warga dengan mendayagunakan tenaga kerja lokal,” ujar Tri.
Dengan alokasi pendanaan Rp 600 juta termasuk Rp 10 juta untuk biaya operasional BKAD, menurut Tri peresmian PISEW di Kapanewon Ngaglik merupakan peresmian pertama dari 20 kapanewon yang ada di DIY sehingga sangat diberikan apresiasi.

“Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan target waktu bahkan kurang sedikit dari target waktu yang ditentukan. Yang harus diingat bahwa PISEW ini menggunakan uang negara sehingga harus ada pertanggungjawabannya. Nanti akan dilaksanakan audit oleh BPKP. Jangan sampai pelaksanaan tidak sesuai dengan perencanaan. Kami tidak berharap ada pengembalian karena kesalahan administrasi. Dan kami juga berharap infrastruktur terbangun bisa dipelihara dengan baik,” jelasnya lagi.

Sementara itu Bupati Sleman, Sri Purnomo berpesan agar bangunan yang baik ini diikuti laporan yang benar.

“Aset jangan sampai mangkrak, manfaatkan dengan sebaik baiknya untuk pariwisata, seni atau budaya. Tempat ini cukup representatif untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Untuk itu silahkan dirawat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” imbau Sri Purnomo.

Adapun Suroto, Ketua BKAD Ngaglik menjelaskan bahwa PISEW 2020 selain Pendopo Penunjang Seni dan Budaya di Kalurahan Sariharjo yang sedang diresmikan, juga dibangun Pendopo Penunjang Pariwisata Embung Jetis Suruh di Kalurahan Donoharjo dan Los Kuliner Pendukung Pariwisata Watu Ledhek di Kalurahan Sardonoharjo. (KIM Ngaglik/Endarwati)