PPS Trihanggo Sosialisasikan Pembentukan KPPS di 12 Padukuhan

Dalam rangka persiapan pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di wilayah Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, maka Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Trihanggo melakukan sosialisasi pembentukan KPPS yang digelar di ruang rapat Kantor Lurah Trihanggo, Selasa (6/10/2020) siang.

Sosialisasi dipimpin oleh Ketua PPS Trihanggo, Ani Kurniani didampingi anggota PPS divisi sosialisasi dan partisipasi masyarakat, Mahardhika Rifki, dan PPS divisi data, Bayu Okke Ramadhan yang dihadiri oleh Lurah Trihanggo, Herman Budi Pramono, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, serta 12 Kepala Padukuhan sekelurahan Trihanggo sebagai peserta.

Ketua PPS Trihanggo, Ani Kurniani menyampaikan bahwa pembentukan KPPS berdasarkan rancangan perubahan kedua atas keputusan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia nomor 66/ tentang pedoman teknis pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan, Panitia Pemungutan Suara, dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara, dan Penetapan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih Dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.

“Saya mohon bantuan dan kerjasamanya bapak dan ibu dukuh dalam proses perekrutan anggota KPPS. Walaupun persyaratan sebagai anggota KPPS di tengah pandemi saat ini lebih sulit tetapi kita harus optimis karena hal tersebut untuk mengantisipasi penularan Covid-19 yang masih melanda negara Indonesia agar tidak terbentuk klaster baru yaitu klaster pemilihan kepala daerah serentak,” tutur Ani.

Ketua PPK Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo menambahkan bahwa untuk memenuhi kelengkapan persyaratan mampu secara jasmani dan rohani, KPU Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman guna mendapatkan rekomendasi atau penunjukan puskesmas atau rumah sakit setempat, serta mekanisme pelayanan pembuatan Surat Keterangan sehat di puskesmas atau rumah sakit yang ditunjuk agar calon anggota KPPS tidak dipungut biaya saat melakukan pemeriksaan kesehatan, selain itu sebelum dan setelah selesai bertugas seluruh anggota KPPS akan menjalani Rapid Test Diagnostic. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Perangkat Kalurahan Donoharjo Dilantik

Rabu (7/10/20) di Aula Balai Desa Donoharjo diselenggarakan pelantikan Perangkat Desa Donoharjo. Pejabat terlantik adalah Seto Aji Kusumantoro sebagai Kasi Kesejahteraan, Dani Prasetyo sebagai Kasi Pelayanan, dan Agung Karyono sebagai Dukuh Jetis Donolayan.

Dalam sambutannya, Subagya, Panewu Ngaglik selain menyampaikan ucapan selamat atas nilai tertinggi dalam proses tahapan penilaian pengangkatan perangkat kalurahan, juga menyampaikan terima kasih kepada panitia yang sudah melaksanakan tugas dengan jujur, baik, dan sesuai peraturan.

Menurut Subagya, persyaratan maupun mekanisme sudah sesuai peraturan perundangan yang berlaku dan terhitung dari hari pelantikan ini ketiga terlantik sudah resmi menjadi perangkat desa.

“Kemarin prestasi anda adalah atas nilai tertinggi dalam proses rekruitmen, hendaknya sesuai dengan kinerja ke depannya. Semoga upaya peningkatan SDM perangkat bisa terwujud dengan mekanisme yang sudah dilakukan,” ujar Subagya.

Kepada mantan Kasi Kesejahteraan, HB Sugeng Prakosa, mantan Kasi Pelayanan, Sigit Sukarno, dan mantan Dukuh Jetis Donolayan, Mujari, Subagya menyampaikan terima kasih atas pengabdian selama ini dan berharap mereka dapat melanjutkan pengabdiannya bagi kepentingan masyarakat. (KIM Ngaglik/Endarwati)




Program Zakat Wakaf Community Development Diresmikan

Kriswanto, Ketua Baznas Sleman mengatakan bahwa Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman berhasil memadukan antara zakat dengan wakaf melalui program Zakat Wakaf Community Development (ZWCD). Program ZWCD ini diresmikan di Masjid Al Iman Tepan, Bangunkerto, Turi, Senin (5/10/2020).

Menurutnya zakat dan wakaf memiliki tujuan yang sama, yakni sama-sama bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kriswanto juga menuturkan bahwa wakaf saat ini tidak selalu dalam bentuk fisik seperti bangunan dan lainnya. Namun dalam perkembangannya wakaf juga dapat berupa wakaf produktif yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Program ZWCD ini juga ada di tiga kecamatan sebagai percontohan yaitu Klidon Ngaglik, Murten Sleman, dan Tepan Turi,” tandasnya.

Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam sambutanya menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman dengan Baznas Sleman ini merupakan aksi nyata memanfaatkan zakat dan wakaf untuk penanggulangan kemiskinan terutama dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini yang tentunya memerlukan kerjasama semua pihak untuk saling bahu membahu mengatasinya.

Acara ini juga ditandai penyerahan bingkisan untuk warga duafa dan simbolis perbaikan rumah tidak layak huni dari panitia yang bertepatan dengan hari TNI ke-75. Setelah penyerahan bingkisan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat wakaf kepada perwakilan, di antaranya Prof. Sudibyo dan 7 sertifikat tanah wakaf di wilayah Ngentak Tepan kepada PCM (Pimpinan Cabang Muhammadiyah) Turi selaku penerima wakaf yang diterima oleh Drs. Bambang Rahmanto.

Kemudian peresmian Z Mart yaitu super market yang menyediakan kebutuhan pokok untuk, dari, dan oleh umat. Z mart ini adalah terobosan yang diinisiasi oleh Baznas Sleman sebagai contoh pengelolaan zakat dan wakaf yang diharapkan menjadi sarana dan pusat pengembangan perekonomian umat. (Arief Hartanto)




Lima PPS di Kapanewon Gamping Serentak Gelar Rapat Pleno DPSHP

Usai berakhirnya masa pencermatan dan uji publik terhadap Daftar Pemilih Sementara (DPS) pada pemilihan bupati dan bupati Sleman tahun 2020, seluruh Panitia Pemungutan Suara (PPS) di wilayah Kapanewon Gamping secara serentak menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) yang dilaksanakan di masing-masing Kantor Lurah setempat, Senin (5/10/2020) malam.

Rapat Pleno DPSHP di PPS Trihanggo dihadiri oleh Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, Perwakilan Pasangan Calon (Paslon) pemilihan bupati dan wakil bupati sleman tahun 2020 nomor urut 1, Ima Rohmawati, Perwakilan Paslon nomor urut 2, Andika, Perwakilan Paslon nomor urut 3, Sumardi, Panwaslu Desa Trihanggo, Luqman Johanuddin, serta Perwakilan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih, Vivi Rahmawati.

Ketua PPS Trihanggo, Ani Kurniani yang memimpin jalannya pleno terbuka DPSHP didampingi oleh anggota PPS divisi data, Bayu Okke Ramadhan, Bersama anggota PPS divisi sosialisasi dan partisipasi masyarakat, Mahardhika Rifki menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 19 Tahun 2019 dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum nomor 13 tahun 2020 tentang pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih dalam pemilihan kepala daerah serentak lanjutan dalam kondisi bencana non alam Covid-19.

“Dalam rapat pleno terbuka DPSHP ini Panwaslu Desa dan perwakilan pasangan calon pemilihan bupati dan wakil bupati sleman tahun 2020 dapat memberikan masukan dan tanggapan disertai dengan dokumen yang otentik untuk mewujudkan data pemilih yang akurat dan terkini,” tutur Ani kepada peserta rapat.

Beberapa hal yang dituangkan dalam Berita Acara Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan di PPS Trihanggo antara lain jumlah pemilih sebanyak pemilih dengan rincian laki-laki dan perempuan yang tersebar di 35 tempat pemungutan suara (TPS), pemilih baru sebanyak 8, pemilih tidak memenuhi syarat sebanyak 60, dan pemilih yang melakukan perubahan data sebanyak 7 yang tersebar di 30 TPS seperti yang tertuang dalam form . (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Sleman Canangkan KTN Merapi Sleman ADEM

Selasa (06/10/2020) bertempat di Dusun Brayut, Kalurahan Pandowoharjo, Sleman dilaksanakan pencanangan Kampung Tangguh Nusantara (KTN) Merapi Sleman ADEM (Aman, Damai, Elok, dan Makmur) oleh Panewu Kapanewon Sleman, Mustadi. Pencanangan ini juga di hadiri oleh Gugus Tugas Sleman, Polres Sleman, dan Komandan Militer Sleman.

Kampung Tangguh Nusantara (KTN) Merapi Sleman ADEM termasuk dalam program yang digagas oleh Polres Sleman di masa Pandemi COVID-19 untuk kepentingan masyarakat yakni tangguh dalam bidang keamanan dan ketertiban, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

“Hari ini dalam rangka kita mendorong masyarakat untuk menunjukkan ketangguhan masyarakat Sleman ini yang sedang kita bangun, dan keberlanjutannya harus kita pantau sehingga nanti kegiatan ketangguhan ini bisa berlanjut sampai pandemi Covid-19 ini selesai dengan seterusnya,” ujar Mustadi.

Di Kapanewon Sleman ini sudah memiliki 2 kalurahan yang telah melakukan program KTN Merapi Sleman ADEM ini. Pertama dilakukan pada akhir Juni di Kalurahan Sukoharjo sementara Dusun Brayut Kalurahan Pandowoharjo ini adalah desa kedua yang telah melakukan program KTN ADEM.

Mustadi berharap program KTN ADEM ini bisa dilakukan oleh seluruh kalurahan yang ada di Sleman. (Rep Gasing)