Ngaglik Terima Bantuan Infrastruktur Penunjang Pariwisata

Serah terima infrastruktur terbangun PISEW (Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah) dilaksanakan melalui kegiatan PK II (Pertemuan Kapanewonan II), Senin (5/10/2020) di Aula Kapanewon Ngaglik.

Menurut Nur Salim, Fasilitator Masyarakat PISEW, PK II dimaksudkan untuk melaporkan realisasi hasil pelaksanaan pekerjaan dan hasil pengelolaan Dana Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) oleh BKAD (Badan Koordinasi Antar Desa) kepada masyarakat lokasi kawasan PISEW. Selain itu juga untuk melakukan serah terima Infrastruktur terbangun kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Provinsi.

Pada acara yang dihadiri 30 peserta terdiri dari PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), TAPr (Tenaga Ahli Provinsi), DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Asisten TAPr, Kepala Desa, BPD, Dukuh, PKK, Pemuda, dan Tokoh Masyarakat tersebut, Suroto, Ketua BKAD Ngaglik menjelaskan bahwa dana yang diterima untuk membangun infrastruktur sebesar Rp ,00 yang dialokasikan untuk pembangunan di 3 lokasi yaitu Pendopo Penunjang Pariwisata Seni dan Budaya di Kalurahan Sariharjo, Pendopo Penunjang Pariwisata Embung Jetis Suruh di Donoharjo dan Los Kuliner Pendukung Wisata Watu Ledhek di Kalurahan Sardonoharjo.
Dalam sambutannya Fery Yuliana, Pejabat Pembuat Komitmen PISEW Provinsi menyampaikan bahwa infrastruktur terbangun cukup menarik.

“Dengan dibangun fasilitas tersebut diharapkan wisatawan tidak kecewa karena sarana dan prasarana yang semakin lengkap,” ungkapnya.
Fery menambahkan bahwa PISEW 2020 juga dibangun dengan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran Covid 19.

Sunarto, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman menjelaskan bahwa setelah infrastruktur diserahkan akan menjadi tanggungjawab masing-masing kalurahan untuk memelihara dan memanfaatkan.

“Karena itu jika ada yang belum selesai baik dari segi pembangunan maupun administrasi agar segera diselesaikan,” ujar Sunarto. (Endarwati, KIM Ngaglik)




Layanan Ambulans Bentuk Kepedulian KOKAM di Bidang Kemanusiaan

Layanan ambulans Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Minggir bekerja sama dengan LAZISMU PCM Minggir mendapat simpati dari masyarakat. Hal ini disampaikan HM. Nasirun mewakili PCM Minggir dalam kegiatan Refleksi 55 Tahun KOKAM Sleman di Gedung Loji Muhammadiyah PCM Minggir Sleman, Minggu (4/10/2020).

Ditambahkan Iwan Setiawan, Sekretaris Nasional KOKAM, simpati dari masyarakat tersebut didapat karena KOKAM mampu menjawab tantangan zaman di bidang pelayanan bantuan kemanusiaan, kebencanaan, dan ekologi.

“Tugas KOKAM ini dinamakan trilogi pelayanan KOKAM,” jelas Iwan.

Sementara Marwan Hamed, Komandan KOKAM Daerah Sleman berharap kontribusi KOKAM dan PCM dapat terus dilakukan.

“Teruslah kita bergerak dan berbuat, ke depan harus lebih tanggap, tangguh, dan cekatan,” imbuhnya. (Arief Hartanto)




Blue Light Patroli Polsek Gamping Pelihara Kamtibmas dan Disiplinkan Masyarakat

Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif di malam hari maka personil Polsek Gamping yang tergabung dalam Polsek Rayon IV Polres Sleman yaitu Polsek Moyudan, Polsek Minggir, Polsek Seyegan, dan Polsek Gamping melaksanakan kegiatan Blue Light Patroli wilayah hukum Polsek Gamping yang sebelumnya dilaksanakan Apel Gabungan jajaran Polres Sleman di Lapangan Candibinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Sabtu (03/10/2020) pukul WIB.

Patroli Mobiling dan dialogis dilaksanakan secara stasioner dan kontinyu guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dalam wilayah hukum Polsek Gamping terutama kejahatan jalanan yang mulai marak terjadi kembali.

Kapolsek Gamping, Kompol Heribertus Aan Andrianto menjelaskan bahwa giat Blue Light Patrol dilaksanakan guna mengantisipasi dan mencegah terjadinya kejahatan jalanan dan kenakalan remaja yang akhir-akhir ini mulai marak kembali, serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat lainnya yang khususnya terjadi di wilayah hukum Polsek Gamping.

“Blue Light Patrol memang kita fokuskan pada malam hari sampai dengan dini hari pada saat patroli wilayah. Dengan menyalakan lampu rotator biru di kendaraan patrol pada malam hari, masyarakat mengetahui adanya kehadiran polisi di sekitarnya sehingga dapat memberikan rasa aman kepada pengguna jalan dan jika ada orang yang berniat jahat, seperti kejahatan jalanan, kenakalan remaja, merampas, menjambret, mencuri maka pelaku kejahatan akan berpikir panjang dan mengurungkan niat jahatnya karena merasa ada kehadiran polisi di sekitarnya untuk mengamankan dan mengawasi tempat tersebut,” tutur Kompol Aan.

Kompol Aan menambahkan bahwa selain memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, polisi juga memberikan imbauan dan mendisiplinkan masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19 yang sangat berbahaya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Pentingnya IMB Masjid untuk Cegah Sengketa Tanah

Aspek legal dalam pendirian bangunan sangat diperlukan, hal ini penting untuk jaminan kepastian hukum. Demikian juga berlaku untuk bangunan masjid sebagai tempat ibadah. Sebab, tanah wakaf untuk pembangunan masjid yang tidak memiliki dasar hukum dan bukti kepemilikan nantinya rawan digugat.

Pemerintah Kabupaten tanggap dengan kondisi ini dengan menerbitkan Peraturan Bupati Sleman Nomor 12.2 Tahun 2019 berisi IMB rumah ibadah dan tempat ibadah.

Pengurusan rumah ibadah yang sudah berdiri sebelum Perbup pun diberikan kemudahan atau dispensasi dalam mendapat IMB. Dispensasi pengurusan IMB untuk rumah ibadah ini ditanggapi dengan sigap oleh keluarga besar PCM Turi dengan mengundang segenap pengurus serta takmir masjid yang wakaf tanahnya diberikan kepada Muhammadiyah. Hal ini diwujudkan dengan Sosialisasi Pengurusan IMB masjid dan musala wakaf Muhammadiyah, pada Jumat (2/10/2020) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi.

Aris Winarno dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Sleman menyampaikan bahwa menerbitkan Perbup dikarenakan di Kabupaten Sleman banyak rumah ibadah yang sudah dibangun lama, namun belum memiliki izin.

“Pengurusan rumah ibadah yang sudah berdiri sebelum Perbup diberi kemudahan atau dispensasi dalam mendapat IMB,” tandas Aris.

Dalam kesempatan ini juga disampaikan Aris bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman pun mengadakan program dispensasi untuk permohonan IMB rumah tinggal pribadi sampai dengan Desember 2020.

Bambang Rahmanto selaku Ketua PCM Turi menegaskan pentingnya bangunan masjid memiliki IMB sehingga menutup celah jika ada sengketa seperti muncul klaim dari ahli waris yang ingin mengambil tanaf wakaf itu kembali.

“Hal ini juga dilakukan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman, antara lain PCM Berbah, Minggir Sleman, dan Turi,” ujarnya .

Acara sosialisasi berjalan hangat dan penuh antusias dari peserta yaitu takmir masjid sebanyak 14 masjid musala, di antaranya Masjid Shirothol Mustaqim Ngentak, Masjid At Taqwa Pancoh, Masjid At Taqwa Sidoharjo Bangunkerto, Masjid Al-Muttaqiin Dadapan, Masjid Ash Sholeh Garongan, Masjid Al Jabbar Nganggrung, Masjid Alhidayah Pules Kidul, Masjid Al Iman Tepan, Masjid Al Huda Kelor, Al Ikhlas Gondorejo lor, Masjid al Mubarok Candi Bangunkerto, Masjid Baiturrohim Ledoknongko, Masjid Nurul Huda Turi, dan Masjid Al Hidayah Projayan. Para takmir pun sepakat untuk segera mengurus dispensasi IMB masjid dengan fasilitasi dari PCM Turi tersebut. (Arief Hartanto)




Dinas PMK Sleman Sosialisasikan Hasil Munas DPP LPM RI

Dinas PMK Kabupaten Sleman mengadakan sosialisasi hasil Munas DPP LPM Republik Indonesia yang ke-IV di Kawasan Tebing Banyunibo, Bokoharjo, Prambanan, Sleman pada Jumat (2/10/2020).

Diikuti oleh sebagian besar ketua LPM se-Kabupaten Sleman, kegiatan tersebut menghadirkan pengurus DPD LPM Provinsi DIY sebagai narasumber.

Bendoro Pangeran Haryo (BPH) Kusumo Kunto Nugroho, Wakil Ketua DPD LPM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa silaturahmi seperti ini dapat memperkuat kerjasama dan sinergitas yang pada akhirnya bermuara pada berjalannya pemberdayaan masyarakat. Lebih jauh dikatakannya bahwa dengan adanya kegiatan penyuluhan dan pemberian bantuan dirasa tidak cukup karena pada akhirnya tidak ada kelanjutan.

“Akan lebih bermakna bilamana diciptakan desa binaan dengan pola pemberdayaan masyarakat. Artinya pembangunan harus mengandung spirit pembangunan masyarakat yang berdaya,” ungkap BPH Kusumo.

Sebagai acara inti adalah sosialisasi hasil Munas. Bertindak selaku narasumber adalah Human Turmudi, wakil DIY yang mengikuti Munas DPP LPM RI ke IV yang diadakan di Jakarta pada tanggal 10 – 11 Agustus 2020 yang lalu

Human menuturkan beberapa hasil Munas, yakni AD/ART disepakati masih seperti tahun 2017, tupoksi LPM akan dikembalikan pada awal mula LPM berdiri, LPM dikembalikan seperti LKMD (dengan kegiatan Bulan Bakti LKMDnya), serta sinkronisasi LPM di tingkat provinsi, kabupaten, dan desa.

Menanggapi hasil Munas tersebut, sebagian peserta menyatakan persetujuannya terhadap fungsi LPM yang akan dikembalikan, LPM harus diikutsertakan dalam perencanaan dan berperan di musdus, musrenbangdes baik di tingkat desa, kapanewon sampai kabupaten. Ke depan LPM juga dilibatkan pada kegiatan pendataan orang miskin. Ada penekanan juga untuk desa agar bisa memanfaatkan Danais dengan fasilitasi yang diberikan DPD Kabupaten dan DPD Provinsi.

Sungka Budi Rahayu, mewakili Dinas PMK Kabupaten Sleman dalam pengarahannya mengatakan bahwa dibanding dengan kabupaten/kota lainnya LPM Kabupaten Sleman selangkah lebih maju.
“LPM Kabupaten Sleman sendiri akan dilantik pada pertengahan oktober oleh Bupati Sleman. Untuk itu pertemuan ini dijadikan pula untuk persiapan dan konsolidasi pengurus,” tutupnya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)