SMPN 4 Pakem Juarai Kompetisi Cerkak

Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman mengumumkan pemenang Kompetisi Bahasa dan Sastra 2020 di Gedung Kesenian Sleman, Kabupaten Sleman, Jumat (18/9/2020). Mengambil tema “Ngleluri lan Ngrembakakake Tata Nilai Budaya Jawa ing Daerah Istimewa Yogyakarta kanggo Memayu Hayuning Bawana”, lomba ini diikuti oleh 35 peserta dari SMP/MTs se-Kabupaten Sleman baik negeri maupun swasta.

Nayahani Imara Wijaya dan Salma Nayatullah, siswa kelas 8 SMP Negeri 4 Pakem Sleman berhasil meraih penghargaan sebagai juara 1 dan juara 2 Kompetisi Bahasa dan Sastra Tahun 2020 bidang Maca Cerkak (Cerita Cekak/Cerita Pendek).

Kompetisi bahasa dan sastra ini merupakan kegiatan dalam rangka mencari peserta terbaik pada jenjang dan jenis kemampuan bahasa dan sastra Jawa yang dikuasai. Cerita yang harus dibawakan oleh peserta berjudul “Suruh” karya Suwardi Endraswara. Cerita tersebut diambil dari majalah Djoko Lodang edisi 50 tahun 2019.

Menjadi yang terbaik dalam kompetisi ini tentu saja menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar SMPN 4 Pakem Sleman. Menurut Ganis Samsiawarti, guru bahasa Jawa, adanya lomba ini menjadi ajang bagi siswanya untuk menggali dan mengembangkan kemampuan nonakademis khususnya di bidang seni sastra.

“Ini adalah buah kerja keras pembelajaran bahasa Jawa sebagai bahasa daerah yang dipraktikkan dalam gerakan literasi sekolah terutama seni sastra membaca Cerkak,” ujar pembimbing lomba sekaligus guru bahasa Jawa tersebut.

Sebagai Juri maca cerkak ini adalah: Titik Renggani, SE, MM., Agus Yuniawan, dan Sancoko, . Urutan pemenang Kompetisi Bahasa Dan Sastra Tahun 2020 bidang Maca Cerkak adalah sebagai berikut:
Utama Adiwara (Juara 1): Nayahani Imara Wijaya, SMPN 4 Pakem, nilai 924
Madya Adiwara (Juara 2): Salma Nayatullah, SMPN 4 Pakem, nilai 923
Pratama Adiwara(Juara 3): Niha Khairunnisa, SMPIT Ibnu Abbas, Godean, nilai 916
Magang 1(Harapan 1): Dian Wahyu Romadhan, SMPN 1 Moyudan, nilai 889
Magang 2(Harapan 2): Muhammad Aziz Nur A, SMPN 1 Minggir, nilai 882
Magang 3(Harapan3): Berliana Melia Putri, SMPN 2 Sleman, nilai 877.

Dalam Kompetisi Bahasa dan Sastra 2020 ini Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman menyelenggarakan empat bidang lomba yaitu: sesorah untuk tingkat SMA/SMK/MA, maca geguritan dan maca cerkak untuk tingkat SMP/MTs, serta lomba alih aksara tingkat SD/MI. Pemenang satu hingga tiga tiap mata lomba akan mewakili Kabupaten Sleman di tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta. (Nuradi/KIM Ngemplak)




Bupati Sleman Serahkan Bantuan Dana Pembangunan RTLH Kapanewon Gamping

Bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman untuk mewujudkan pelayanan dasar warganya direalisasikan dalam kegiatan penyerahan secara simbolis buku rekening penerimaan bantuan rumah tidak layak huni yang dilakukan Bupati Sleman, H. Sri Purnomo di Aula Kantor Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Jumat (18/9/2020) siang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Sumadi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Taupiq Wahyudi, Kepala BKAD, H. Harda Kiswaya, Kepala Bappeda, Kunto Riyadi, Direktur Bank Sleman, Muhammad Sigit, Panewu Gamping, Ikhsan Waluyo, Kapolsek Gamping Kompol Heribertus Aan Andrianto, Koramil 17/GP, Mayor (Inf) Jalu Susilarjo, serta Lurah Ambarketawang, Sumaryanto.

Dalam sambutannya Bupati Sleman, H. Sri Purnomo menyampaikan bahwa pemberian dana stimulus ini berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 bidang perumahan untuk peningkatan kualitas rumah sebanyak 120 kepala keluarga serta pembangunan rumah baru sebanyak 45 kepala keluarga yang menurutnya rumah layak huni adalah kebutuhan primer bagi setiap individu.

Bupati juga berharap dengan adanya bantuan tersebut pihak swasta juga tergerak membantu masyarakat miskin melalui program Corporate Social Responsibility agar kepedulian ini menjadi sebuah Gerakan yang nantinya dapat menggerakkan sumber-sumber lainnya, yang tidak bersumber dari pemerintah saja.

“Kami berpesan kepada bapak/ibu penerima bantuan ini agar segera membangun rumahnya dengan harapan penanganan kemiskinan dan penanggulangan rumah tidak layak huni segera dapat teratasi. Selain itu, dalam pelaksanaan pembangunan rumah agar tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk menghindari penularan Covid-19. Mari kita semua memiliki prinsip yang sakit agar segera sembuh dan yang sehat berusaha jangan sampai sakit,” tutur H. Sri Purnomo.

Hal senada juga diungkapkan oleh Panewu Gamping, Ikhsan Waluyo bahwa dengan terealisasinya bantuan pembangunan rumah tidak layak huni tersebut bisa menjadi tambahan penyemangat kita semua di tengah Pandemi Covid-19 yang diharapkan kondisinya segera membaik. Ia juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sleman dengan adanya pemberian bantuan kepada warga Kapanewon Gamping yang besarannya Rp17,5 juta untuk rehap dan Rp35 juta untuk pembangunan baru. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Ngaglik Siapkan 3 Calon Peserta Lomba Macapat Tingkat Kabupaten

Budaya macapat Kapanewon Ngaglik tetap dilestarikan. Harapan itu disampaikan oleh Ketua Paguyuban Seni Mocopatan Sekar Kencono Kapanewon Ngaglik, S Suharyono, Jumat (18/9/2020) malam di Ruang Pertemuan Balai Kalurahan Sukoharjo. Suharyono menambahkan bahwa latihan macapat ini berlangsung setiap malam Sabtu Pon dengan tempat yang berbeda-beda sehingga silaturahmi tetap terjalin di antara para penggemar dan pelestari budaya tersebut.

Sementara itu, Komisariat Dinas Kebudayaan Kapanewon Ngaglik, Erna mengatakan bahwa latihan macapat tetap dilestarikan karena lomba seni ini merupakan agenda tahunan di Kabupaten Sleman yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman.

Erna menambahkan bahwa latihan ini menampilkan calon peserta lomba macapat tingkat Kabupaten Sleman yang akan diwakili 3 peserta antara lain Rendy Ratnadi, Nangura, dan Evi.

“Ketiganya gladi bersih di hadapan pembina, pelatih, dan pemerhati macapat se-Kapanewon Ngaglik dalam wadah Paguyuban Kelompok Sekar Kencono Kapanewon Ngaglik,” pungkasnya.

Ki Suyadi sebagai pelatih mengatakan dirinya optimis kepada 3 calon peserta ini dapat menang karena ketiganya punya bakat dan suara yang bagus. Suyadi pun siap membina calon peserta ini sampai acara lomba berlangsung. (Kim Ngaglik/Srp)




19 Orang Terjaring Operasi Yustisi Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19 Kalurahan Sukoharjo

Tim Gabungan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Ngaglik menggelar Operasi Yustisi Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19 di Halaman Kantor Balai Desa Sukoharjo, Jumat (18/9/2020). Hadir dalam acara tersebut antara lain dari Koramil, Kapolsek serta Pemerintah Kecamatan Ngaglik dibantu Perangkat Desa Sukoharjo dan Babinkamtibmas dan Babinsa Desa Sukoharjo serta Tim Gugus Tugas Desa Sukoharjo.

Operasi dimulai di ruas Jalan Besi-Jangkang km 1.5. DI sini ditemui pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 yaitu tidak memakai masker atau membawa masker tetapi tidak dipakai dan ada memakai masker tidak standar (asal tertutup).

Para pelanggar dalam operasi ini belum dikenai hukuman denda akan tetapi dikenai hukuman sosial, seperti membersihkan lingkungan, menyanyi, melafalkan Pancasil, serta push up. Hukuman sosial ini berlaku bagi para pelanggar dengan dibuat surat peringatan pertama. Apabila para pelanggar melakukan pelanggaran kembali maka akan ditetapkan denda sesuai peraturan yang berlaku.

Sementara itu Adib Makmun, perwakilan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Ngaglik menyampaikan bahwa operasi akan terus dilakukan agar pemakaian masker menjadi kebiasaan masyarakat ketika keluar rumah.

“Dalam waktu 90 menit saja telah terjaring yang tidak pakai masker berjumlah 19 orang. Hal ini suatu pertanda bahwa masyarakat belum patuh dan disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan, apabila hal ini terus dibiarkan maka berakibat fatal dan covid 19 akan sangat sulit dikendalikan,” pungkasnya. (Kim Ngaglik/Srp)




Proses Perencanaan Tentukan Arah Pembangunan

Proses perencanaan menentukan arah pembangunan Desa Margoagung di tahun 2021. Demikian antara lain pengarahan yang diberikan oleh Budi Pramono, selaku Panewu Seyegan pada acara Musrenbang RKP Desa tahun 2021 Desa Margoagung pada Kamis (17/9/2020) yang lalu.

Selebihnya Budi Pramono juga mengingatkan bahwa suasana pandemi masih dirasakan oleh masyarakat sehingga kehadiran pemerintah masih sangat diharapkan untuk pemulihan ekonomi sebagai bagian dari social engineering.

“Dana desa diprediksi akan turun, untuk itu proporsi anggaran harus dicermati sehingga penganggaran yang efektif dan efisien dapat dilakukan,” ujar Budi.

Ditambahkan juga oleh Budi, fungsi pemerintah sebagai public services, empowering, dan regulator muaranya pada pemerintah sebagai pelayan masyarakat dan fungsi pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Jumarko dari Puskesmas Seyegan menyoroti kegiatan yang ada kaitannya dengan penanganan stunting di mana pada tahun 2021 Sleman ditetapkan sebagai lokus penanganan stunting, meskipun angka stunting untuk Desa Margoagung kecil (di bawah 5 %), namun stunting masih menjadi isu nasional.

Hal kedua yang disampaikan oleh Jumarko adalah ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), untuk sampai sekarang angka ODGJ untuk Seyegan relatif stabil. Di samping itu, Jumarko juga menyinggung tentang sampah, yang secara kelembagaan di Desa Margoagung belum berjalan.

Dalam kesempatan Musrenbang kali ini, Subagyo Rahayu, Pj Kades Margoagung menyampaikan bahwa RKP Desa tercakup dalam 5 bidang, yang sudah disampaikan sebelumnya melalui musdes. Diingatkan oleh Subagyo bahwa penyusunan RKP Desa melalui pendekatan kebutuhan dan skala prioritas sehingga diharapkan rencana kerja tahun 2021 sesuai dengan harapan dan memberi kemanfaatan, kemakmuran, dan kesejahteraan masyarakat Margoagung.

Selanjutnya oleh Ketua BPD Desa Margoagung, Sigit Praptono, disampaikan bahwa daftar RKP Desa 2021 belum final masih akan direvisi berdasarkan masukan dari warga karena bila mengacu pada tahun 2020 masih banyak terjadi pemotongan.

Sigit juga menyoroti tentang kegiatan fisik yang masih mendominasi (hampir Rp 2 miliar), sedangkan pemberdayaan mencapai Rp 600 juta. Diingatkan oleh Sigit, untuk pengalokasian Dana Desa memprioritaskan pada penanggulangan kemiskinan.

“Desa lebih peduli pada kesehatan, pendidikan, lingkungan, ramah perempuan dan anak,” imbuh Sigit.

Dari 2 anggota Dewan yang hadir, Suharyono, menyampaikan bahwa Musrenbang dilandasi dengan semangat kebersamaan dan skala prioritas.

“Ini artinya dana terbesar di tahun 2021 porsi untuk pemulihan ekonomi. BKK akan turun namun Dewan akan tetap mengawal sampai tuntas,” demikian janji Suharyono.

Sebagai akhir dari kegiatan musrenbang adakah kesepakatan warga yang dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh kepala desa, ketua BPD, perwakilan LKD dan keterwakilan perempuan. Acara yang dimulai pada pukul itu berakhir pada pukul . (Sutarto Agus/KIM Seyegan)