Petugas Sensus Penduduk 2020 Jalani RDT Sebelum Lakukan Pencacahan

Guna memperhatikan keselamatan dan kesehatan petugas sensus maupun responden, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sleman mewajibkan 60 calon petugas Sensus Penduduk (SP) 2020 di wilayah Kecamatan Gamping untuk melakukan Rapid Test Diagnostic Covid-19 yang dilaksanakan di Puskesmas Gamping I dan Puskesmas Gamping II, Selasa (1/9/2020) pagi.

Di tengah pandemi virus Corona dan efisiensi anggaran, BPS Kabupaten Sleman melakukan adaptasi kebiasaan baru melalui penyesuaian proses bisnis sensus penduduk 2020, diantaranya dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan virus yang membahayakan penduduk di seluruh dunia.

Berdasarkan Surat Tugas yang dikeluarkan oleh BPS Kabupaten Sleman yang ditanda tangani Pelaksana Tugas Kepala BPS Kabupaten Sleman sekaligus Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Henita Wulandari, para calon petugas SP2020 menjalani Rapid Test di Puskesmas Gamping I bagi calon yang berdomisili di wilayah Desa Balecatur dan Desa Ambarketawang. Sedangkan Puskesmas Gamping II menjadi rujukan pemeriksaan bagi calon yang berdomisili di wilayah Desa Trihanggo, Desa Nogotirto, dan Desa Banyuraden.

Menurut Koseka Kecamatan Gamping, Christina Tjahjaningsih seluruh petugas sensus penduduk 2020 harus melakukan rapid tes untuk memastikan kondisi kesehatan petugas sensus sebelum terjun ke lapangan. Saat terjun ke lapangan, mereka juga diwajibkan menggenakan masker, face shield, sarung tangan, dan hand sanitizer, serta menerapkan physical distancing saat bertemu dengan responden.

“Penduduk yang dicatat pada dokumen SP2020-DP2 adalah yang memenuhi konsep penduduk, yaitu orang yang benar-benar tinggal di wilayah Satuan Lingkungan Setempat (SLS) tersebut selama satu tahun atau lebih, atau bertujuan untuk menetap lebih dari satu tahun. Bagi penduduk yang masih berstatus pelajar SMA ke bawah yang ngekos atau berada di asrama atau pesantren atau sejenisnya, dicatat di rumah keluarganya. Sedangkan penduduk SMA ke bawah yang saat ini memang tinggal dengan keluarga lain, misal di rumah neneknya atau pamannya maka dicatat di tempat tinggal saat ini,” pungkas Christina. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Jagabaya Adakan Shading dan BTM Bagi Masyarakat Pecinta Reptil

Guna menumbuhkan keberanian masyarakat saat tidak sengaja menjumpai ular terutama di dalam rumah tempat tinggalnya, Yayasan Sioux Ular Indonesia bekerjasama dengan Komunitas Jagabaya Kademangan Demakidjo menyelenggarakan pelatihan penanganan ular atau Snake Handling (Shading) bagi masyarakat umum yang digelar di Pendopo Kekandhangan, Cokrowijayan, Desa Banyuraden, Kabupaten Sleman, Senin (31/8/2020).

Materi pelatihan Shading berupa teori dan praktek diberikan oleh Ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia, Aji Rachmat dibantu para relawan Sioux. Peserta pelatihan berjumlah sepuluh orang berasal dari Magelang, Purwokerto, dan Yogyakarta yang memiliki latar belakang mahasiswa pecinta alam, dan relawan kebencanaan.

Menurut Aji Rachmat, pada tahap awal peserta pelatihan Shading menerima materi yang mencakup pengetahuan dasar tentang identifikasi jenis ular yang tidak berbisa, jenis ular berbisa rendah, berbisa menengah, pun berbisa tinggi, penanganan gigitan ular, serta cara menangkap ular berbisa.

“Kami mengharapkan setelah mereka selesai mengikuti pelatihan Shading dapat menjadi agen untuk merubah paradigma masyarakat terhadap ular dan menjadi Snake Rescue di wilayahnya masing-masing guna meluruskan mitos-mitos negatif serta mengedukasi masyarakat secara baik dan benar,” tutur Aji di sela-sela pelatihan.

Aji menambahkan, untuk menghadapi ular liar yang masuk ke lingkungan rumah atau area bekerja memerlukan keahlian khusus agar terhindar dari bahaya gigitan atau belitan ular. Masyarakat perlu mengetahui aspek biologi ular, menguasai teknik penanganan gigitan ular, maupun teknik dasar identifikasi ular hingga praktek teknik menangani atau menangkap ular.

“Khususnya buat para pecinta alam dan suka tantangan, wajib menguasai Teknik Shading dengan benar guna membekali diri dalam menangani ular dengan benar dan aman. Hal ini juga perlu dilakukan oleh semua orang dan bahkan untuk anggota keluarga di rumah apabila menjumpai hewan reptil ini. Apabila sudah menyelesaikan pelatihan Shading, peserta diharapkan melanjutkan dengan pelatihan Basic Training Muscle (BTM), dan bagi yang berminat dapat bergabung menjadi relawan Yayasan Sioux untuk mengedukasi masyarakat tentang ular,” pungkas Aji Sioux panggilan akrabnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Addin Siddiq Terpilih Sebagai Ketua PAC GP Ansor Gamping Masa Khidmat 2020-2022

Usai dibuka secara simbolis Konferensi Anak Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor kecamatan Gamping oleh Camat Gamping, Ikhsan Waluyo maka Pimpinan Sidang pemilihan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Gamping, Ariyanto Nugroho yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Sleman, didampingi anggotanya, Muhammad Sigit membacakan tata tertib Konferensi Anak Cabang sesuai dengan Peraturan Dasar, Peraturan Rumah Tangga, dan Peraturan Organisasi GP Ansor yang dikeluarkan oleh Sekretariat Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor.

Berdasarkan hasil Konferensi Pimpinan Anak Cabang Gamping yang dilaksanakan pada hari Minggu sore (30/8/2020) di Aula SMP Ma’arif Nogotirto dan kemufakatan seluruh peserta yang memiliki hak suara yaitu utusan Pimpinan Ranting Ansor Trihanggo, Nogotirto, Banyuraden, Ambarketawang, dan Balecatur secara aklamasi menunjuk Addin Siddiq Purnomo sebagai Ketua Terpilih Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Gamping masa khidmat 2020 – 2022 yang selanjutnya Ketua terpilih akan memilih anggotanya.

Selanjutnya, sebelum forum diserahkan kepada Ketua Terpilih, Pimpinan Sidang membentuk Tim Formatur sebanyak 7 orang yang terdiri dari Addin Siddiq Purnomo (Ketua Terpilih), Muhammad Sigit (Pimpinan Cabang GP Ansor Sleman), Saka Adi Prasetya (Ranting Ambarketawang), Kuntadi (Ranting Banyuraden), Slamet Fatoni (Ranting Nogotirto), Ridho Hermawan (Ranting Trihanggo), serta Triyono (Ranting Balecatur).

“Konferensi Anak Cabang diselenggarakan dua tahun sekali oleh Pimpinan Anak Cabang dengan tujuan menilai pertanggungjawaban Pimpinan Anak Cabang, menetapkan program kerja Pimpinan Anak Cabang, memilih pengurus Pimpinan Anak Cabang, serta Menetapkan keputusan-keputusan lainnya. Seorang Anggota GP Ansor dapat dipilih menjadi Ketua Pimpinan Anak Cabang dengan syarat pernah menjadi pengurus Pimpinan GP Ansor di tingkat Anak Cabang atau Ranting sekurang-kurangnya dua tahun, berusia tidak lebih dari 40 (empat puluh) tahun pada saat dipilih sepanjang belum berusia 41 tahun, berakhlakul karimah, berprestasi, berdedikasi tinggi dan loyal kepada organisasi, mampu dan aktif menjalankan organisasi, serta telah lulus dalam jenjang kaderisasi tingkat dasar di GP Ansor,” Tegas Ariyanto kepada peserta musyawarah.

Di akhir konferensi, Ariyanto berpesan kepada Ketua PAC Gamping Terpilih agar meningkatkan kesadaran di kalangan pemuda untuk memperjuangkan cita-cita proklamasi kemerdekaan, memperjuangkan pengamalan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan keagamaan, kependidikan, kebudayaan, serta ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai wujud partisipasi dalam pembangunan nasional. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Camat Gamping Buka Konferensi Anak Cabang GP Ansor Gamping

Dalam rangka penyegaran kepengurusan, regenerasi dan restrukturisasi, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Gamping menyelenggarakan Konferensi Anak Cabang yang digelar di Gedung Aula SMP Ma’arif Gamping, Jalan Siliwangi, Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping, Minggu (30/8/2020) siang.

Acara Pembukaan Konferensi Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Gamping dibuka oleh Camat Gamping, Ikhsan Waluyo yang hadir Bersama Ketua GP Ansor Kabupaten Sleman, Ariyanto Nugroho, Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Gamping, KH. Ahmad Mabarrun, Tokoh Agama Mlangi, KH. Samian Muharom, dan Panit I Binmas Polsek Gamping, Iptu Totok Subaryanto.

Konferensi Anak Cabang yang dilakukan rutin dua tahunan ini juga dihadiri oleh utusan peserta dari lima perwakilan pengurus ranting Nahdlatul Ulama, lima perwakilan pimpinan ranting GP Ansor tingkat desa di wilayah Kecamatan Gamping, Anggota Banser, Fatayat, dan Muslimat sebagai peserta.

Dalam sambutannya, Camat Gamping, Ikhsan Waluyo menyampaikan kebanggaannya dengan keberadaan GP Ansor karena telah berperan serta mengambil bagian dalam pembangunan bangsa dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia berharap agar GP Ansor semakin sinergis dengan pemerintahan, aparat keamanan TNI–POLRI, serta organisasi-organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan lainnya dalam menjaga kerukunan karena harmonisasi penting untuk dapat melaksanakan pembangunan bangsa dengan baik.

“Pada kesempatan ini saya mengucapkan selamat melaksanakan konferensi anak cabang GP Ansor Kecamatan Gamping kepada seluruh peserta, semoga jalannya musyawarah berjalan dengan tertib dan lancar serta menghasilkan kepengurusan baru yang lebih baik untuk memajukan organisasi, membawa kemaslahatan bagi umat, maupun bangsa dan negara. Sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19 di wilayah Kecamatan Gamping saya harapkan untuk kerjasamanya dari ansor dan banser untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di setiap melakukan aktivitas sehari-hari agar terhindar dari penularan Covid-19, serta mensosialisasikan tentang protokol kesehatan kepada segenap masyarakat,” ungkap Ikhsan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




PPS Trihanggo Gelar Rapat Pleno Terbuka Penetapan DPHP

Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Trihanggo menyelenggarakan Rapat Pleno Terbuka Penetapan Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2020 yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Kepala Desa Trihanggo, Senin (31/8/2010) malam.

Rapat pleno dipimpin oleh Ketua PPS Desa Trihanggo, Ani Kurniani yang didampingi Divisi Data PPS Desa Trihanggo, Bayu Okke Ramadhan, dan Divisi Sosialisasi PPS Desa Trihanggo, Mahardhika Rifki, beserta Sekretariatnya. Turut hadir dalam rapat antara lain Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Gamping, Kusyamto, Panwaslu Desa Trihanggo, Luqman Johanuddin, perwakilan Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, termasuk 35 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang melakukan pemutakhiran data di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) wilayah Desa Trihanggo. Kegiatan yang sama juga dilaksanakan PPS Desa Nogotirto, PPS Desa Banyuraden, PPS Desa Ambarketawang, serta PPS Desa Balecatur di wilayah masing-masing secara serentak.

Ketua PPS Desa Trihanggo, Ani Kurniani mengawali dengan membacakan tata tertib rapat pleno, dilanjutkan dengan penyampaian rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran yang berisi nomor TPS, jumlah pemilih A-KWK, jumlah pemilih baru, jumlah pemilih tidak memenuhi syarat, dan jumlah perbaikan data pemilih.

“Puji syukur kehadirat Allah SWT bahwasanya rapat pleno terbuka DPHP berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan. Perlu saya sampaikan kepada pserta rapat bahwa proses tahapan pemilihan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena saat ini negara Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19. Karenanya, proses seluruh tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati kabupaten sleman dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan pemerintah. Atas nama PPS Desa Trihanggo, saya mengucapkan terima kasih kepada 35 PPDP atas dedikasinya dalam melaksanakan tugas sampai tuntas,” ucap Ani bersemangat.

Diakhir kegiatan, Ani Kurniani menyampaikan pesan kepada seluruh PPDP agar tetap bersedia membantu PPS Desa Trihanggo dalam menyempurnakan penyusunan daftar pemilih walaupun tugas mereka sudah berakhir sejak 13 Agustus 2020 lalu. Ia juga mengharapkan PPDP bersedia menjadi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara di TPS masing-masing pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang bagi yang memenuhi persyaratan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)