Koseka Trihanggo Pimpin Pembelajaran Mandiri Petugas SP2020

Menjelang dilaksanakannya sensus penduduk tahun 2020 (SP2020) pada tanggal 1 hingga 30 September 2020, Koordinator Sensus Kecamatan (Koseka) Desa Trihanggo menyelenggarakan belajar bareng materi pendalaman SP2020 bagi petugas sensus yang digelar di Pendopo Balai Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (30/8/2020) pagi.

Pembelajaran bersama secara mandiri dipimpin oleh Koseka SP2020 Kecamatan Gamping, Christina Tjahjaningsih pengampu wilayah Desa Trihanggo yang diikuti oleh 20 Petugas Sensus dari 12 padukuhan di wilayah Desa Trihanggo.

Menurut Christina, pandemi Covid-19 yang melanda Republik Indonesia terpaksa mengubah arah haluan pada semua kebijakan pemerintah, termasuk pembelajaran mengenai SP2020 bagi petugas sensus. Untuk pembelajaran materi, di samping belajar melalui file yang diterima dari masing-masing Koseka, petugas sensus juga wajib mempelajari tugas dan mekanisme lapangan secara mandiri melalui materi yang ditayangkan oleh TVRI mulai tanggal 26 hingga 30 Agustus 2020 pukul – wib, serta RRI Pro3 FM pada tanggal 31 Agustus hingga 5 September 2020 pada jam yang sama.

“Tidak ada lagi pembelajaran di hotel seperti yang biasa dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) karena dampak pandemi Covid-19. Kini pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka melainkan dilakukan secara virtual atau daring sebagai pembelajaran jarak jauh. Inilah salah satu bentuk perubahan yang mau tidak mau kita harus siap dalam segala hal. Tetap semangat untuk perubahan yang lebih baik,” tutur Christina.

Sebelum melaksanakan tugas pemeriksaan daftar penduduk dan verifikasi lapangan, seluruh petugas sensus kecamatan gamping akan menjalani Rapid Test Diagnostic guna mengantisipasi penularan wabah Covid-19 yang dilakukan di Puskesmas Gamping I dan Puskesmas Gamping II pada tanggal 31 Agustus 2020 dan 1 September 2020.

Christina juga berharap agar para pejuang data tetap semangat dan menjalankan tugas secara baik, tetap menjaga kesehatannya serta selalu menerapkan protokol kesehatan dengan mengenakan alat pelindung diri yang sudah diberikan oleh BPS karena kesuksesan pelaksanaan sensus penduduk tahun 2020 ada di pundak mereka. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Jagabaya Selenggarakan Sekolah Air Hujan di Masa Pandemi

Komunitas Jagabaya Kademangan Demakidjo bersinergi dengan Komunitas Banyu Bening menyelenggarakan kegiatan Sonjo Kekadangan Sekolah Air Hujan Banyu Bening yang digelar di Pendopo Kekandhangan, Cokrowijayan, Kelurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Sabtu (29/8/2020) malam.

Kegiatan yang mengusung tema Mitigasi dan Manfaat Air Hujan di Masa Pandemi ini menghadirkan Ketua Komunitas Banyu Bening, Sri Wahyuningsih sebagai narasumber yang dipandu oleh Presenter kondang sekaligus pegiat lingkungan hidup, Josh Handani.

Sekolah air hujan diikuti oleh 20 orang yang merupakan perwakilan dari komunitas Jagabaya Kademangan Demakidjo, Rescue Banyuraden, Relawan Penanggulangan Bencana, Komunitas Pedagang Lapak Kuliner Embung Serut, Sigap 1011, BPBD Gunung Kidul, serta Kelompok Informasi Masyarakat Pararta Guna Kapanewon Gamping.

Dalam paparan materinya, aktivis perempuan yang akrab disapa Yu Ning ini mengungkapkan bahwa Sekolah Air Hujan Banyu Bening merupakan sekolah informal pertama di Indonesia yang mempelajari seluk beluk air hujan dengan tujuan mengajak masyarakat umum dari berbagai usia dan lapisan masyarakat mengenal air hujan lebih dalam, serta kemandirian air untuk semua.

Menurut Yu Ning, air hujan tidak hanya untuk mengatasi kerentanan persediaan air selama musim kemarau, melainkan juga menyelamatkan generasi mendatang sesuai dengan misi yang dimiliki Komunitas Banyu Bening, diantaranya mengajak masyarakat mengelola air hujan, merubah cara pandang negatif masyarakat terhadap air hujan, serta menjadikan masyarakat mandiri bukan sebagai peminta bantuan.

“Kami sudah memulai aktivitas memanen air hujan sejak tahun 2012 dan mengampanyekan memanen air hujan ke masyarakat lingkungan sekitar hingga ke luar Pulau Jawa. Air hujan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan mandi cuci kakus (MCK), namun air dari langit ini pun bisa dijadikan air minum dan kebutuhan memasak setelah diproses secara benar, tidak sembarangan,” ungkap Yu Ning bersemangat.

Adapun untuk menampung air hujan dapat menggunakan alat Gama Rain Filter berupa tabung kapasitas 1000 liter yang di dalamnya terdapat penyangga berlapis, sehingga saat air hujan mengalir dari atap rumah bisa langsung dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Apabila tidak tersedia dana cukup, dapat diganti secara manual menggunakan gentong atau kendi yang terbuat dari tanah liat sebagai tempat penampungan air hujan.

“Air hujan yang berkualitas baik untuk dipanen adalah air hujan yang turun setelah 15 hingga 20 menit dari hujan pertama karena polutan yang terbawa air hujan sudah hilang sehingga dapat digunakan untuk minum, memasak, menyeduh kopi, teh, dan sebagainya. Selain itu, air hujan memiliki kandungan pH alkalin tinggi yang bermanfaat bagi fungsi kesehatan, dan dapat menetralkan pH tubuh kita, serta menghilangkan racun dalam darah,” pungkas Yu Ning. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




PT Pos Indonesia Jajaki Kemitraan dengan BUMDes se-Kabupaten Sleman

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sleman memfasilitasi kemitraan antara PT Pos Indonesia dengan BUMDes di Kabupaten Sleman berupa Workshop Kewirausahaan yang dihelat di Drono, Tridadi, Sleman, Jumat (28/08/2020) pukul sampai .

Hadir dalam workshop tersebut, sekitar 20 BUMDes di wilayah Sleman.

Kepala Kantor Pos Yogyakarta, Arif Yudho Wahyudi, membuka workshop dengan menekankan kemitraan yang perlu dijalin antara Kantor Pos dan BUMDes, seperti produk yang belum banyak diminati yaitu pengiriman barang.

Arif menambahkan kebijakan Divisi Agen Pos dalam kaitannya kewirausahaan BUMDes ini sejalan dengan kebijakan Gubernur DIY yang menyatakan bahwa perekonomian perlu segera dipulihkan pasca Covid-19 dengan memanfaatkan produk lokal.

“Ini berarti memacu UKM untuk bangkit dan menghasilkan produk lagi,“ ujar Arif.

Didik Danu, Kepala Seksi Pengembangan Potensi Masyarakat Dinas PMD Sleman mengharapkan BUMDes untuk merespon kemitraan yang ditawarkan PT Pos Indonesia, termasuk menjadi agen pos sebagai salah satu unit usaha BUMDes.

Ketua Forkom BUMDes Sleman, Agus Setiyanta mengatakan bahwa ke depannya BUMDes dapat menjadi instrumen pergerakan ekonomi masyarakat di desa sehingga dimungkinkan sekali ada bentuk kerja sama yang lain lagi dengan mitra yang berbeda.

Melalui Aya perwakilan dari PT POS Indonesia, Pos Indonesia pun bersedia untuk mengadakan training bagi karyawan BUMDes yang akan mengelola usaha sebagai agen pos. (Sutarto Agus/KIM Kec. Seyegan)




Ngemplak Agendakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah

Hak anak untuk sehat dan imun terhadap penyakit merupakan prioritas yang tetap harus dikedepankan meskipun dalam suasana wabah Covid-19 berlangsung.  Demikian dr Seruni Anggraini selaku Kepala Puskesmas Ngemplak 1 menegaskan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Balai Desa Bimomartani, Ngemplak, Rabu (26/8/2020).

Koordinasi lintas sektoral di Kecamatan Ngemplak ini menjadi dasar dalam upaya, tetap digelarnya  penyelenggaraan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di masa pandemi Covid-19. Disampaikan Seruni, protokol kesehatan harus ditaati sekaligus menjadi panduan dalam mempertimbangkan penyelenggaraan BIAS ini.

“Harus aman untuk anak yang akan diimunisasi juga aman bagi petugas kesehatan yang melaksanakan imunisasi,” tambah Seruni.

BIAS merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang digelar oleh Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama. Jenis Imunisasi yang segera akan dilaksanakan di seluruh SD/MI wilayah Kecamatan Ngemplak adalah MR (Measless Rubella), DT (Diphteria Tetanus), dan TD (Tetanus Diphteria). Sasarannya adalah siswa kelas 1, 2, dan 3. Sedangkan untuk kelas 5 dan kelas 6 dilakukan imunisasi vaksin HPV untuk pencegahan kanker serviks khususnya siswa putri.

Sementara itu, Slamer, Sekretaris Kecamatan Ngemplak menegaskan peran penting komite sekolah dalam menyampaikan informasi terkait program ini.

“Pelaksanaan program ini harus sesuai dengan prosedur sehingga benar benar aman dalam pelaksanannya,” timpal Slamet.

Slamet juga berharap sekolah bersama komite mengatur jadwal pemberian imunisasi ini sehingga kebutuhan anak dapat terpenuhi. “Apa saja harus dilakukan pihak sekolah, juga dilakukan petugas kesehatan serta masyarakat, yang intinya meminimalisir agar nantinya tidak terjadi kluster baru di wilayah Kecamatan Ngemplak,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama Tri Yuli Setyowati selaku Kepala UPT Ngemplak menyampaikan perlunya persetujuan orang tua sebagai salah satu prosedur yang dijadikan landasan peraturan oleh Dinas Pendidikan Sleman.

“Jadwal kegiatan imunisasi secara pasti masih menunggu surat resmi dari Dinas Pendidikan yang segera akan disampaikan,” imbuh Tri.

Puskesmas Ngemplak 1 dan 2 nantinya akan melakukan screening peserta imunisasi. Dalam pelaksanaannya, faktor keamanan menjadi perhatian dan pertimbangan utamanya.

Formulir screening menjadi salah satu instrumen pengaman dalam pelaksanaan program BIAS. Pengisian formulir dapat dilakukan secara online dan offline. Khusus untuk pengambilan dan pengembalian formulir secara offline dilakukan secara bertahap agar tidak terjadi kerumunan yang berisiko. Bahkan saat pelaksanaan imunisasi nanti akan dilakukan observasi dan evaluasi dalam screening awal dan screening saat pelaksanaan imunisasi.

Mengakhiri pertemuan tersebut, dr Seruni menegaskan Kembali bahwa pelaksanaan imunisasi di sekolah nantinya akan dibantu oleh tim dekontaminasi baik dari petugas puskesmas, kecamatan, maupun satgas dari desa yang bertugas membantu sterilisasi ruang sebelum dan pasca kegiatan. (Nuradi/KIM Ngemplak)




Arumanis Haji Ardi, Jajanan Tradisional Bercitarasa Nusantara

Rumah Produksi Arumanis Haji Ardi yang terletak di Jalan Raya Berbah, Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman mendapat kunjungan dari Kementerian Koperasi dan UKM RI yang dipimpin oleh Dirut LPDB-KUMKM, Supomo, Selasa (25/8/2020).

Kunjungan dari LPDB-KUMKM di Rumah Produksi Arumanis Haji Ardi kali ini dalam rangka melihat secara langsung proses produksi Arumanis secara tradisional dengan menggunakan tenaga manusia. Selain itu, ingin mengetahui strategi dan kiat-kiat Arumanis Haji Ardi sehingga dapat bertahan di masa pandemi Covid-19 tanpa merumahkan para karyawannya.

Dalam hal tersebut, Ardi, Pemilik Rumah Produksi Arumanis Haji Ardi menyampaikan pentingnya modal dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Memberikan perhatian khusus untuk permodalan dan bantuan peralatan produksi serta pendampingan usaha, teutama di masa-masa sulit dikarenakan dampak pandemi Covid-19 kali ini,” ujarnya.

Arumanis ini dikatakannya salah satu produk unik tradisional dan bercita rasa khas yang disukai semua kalangan. “Karena masih mempertahankan sisi tradisional, misal mesin yang dipakai, cara pembuatan, tanpa pengawet, tanpa pemanis buatan, dan tanpa bahan perasa makanan,” jelas Ardi. 

Bisnis Arumanis ini dimulai Ardi sejak 11 Mei 2011. Produk makanan yang terasa manis di lidah ini diberinya tagline “Snack Jadul Khas Jogja, Citarasa Nusantara”.

Dalam kesempatan itu pula Ardi menyampaikan kiat-kiat usahanya yaitu dengan membangun semangat masyarakat untuk bisa memulai bisnis dari hal-hal yang kecil.

Dirut LPDB KUMKM, Supomo pun menyampaikan apresiasi dan dukungannya untuk kemajuan UMKM di Sleman ini. Supomo berkesempatan mencoba pembuatan Arumanis di rumah produksi Arumanis Haji Ardi tersebut. (Arief Hartanto)