Sinergi Perguruan Tinggi dengan BUMDes Kembangkan UMKM

Dr. Nanik Dara S, Ketua Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta menyatakan pentingnya kerjasama yang dilakukan antara UMKM, BUMDes dan perguruan tinggi.

“Saat ini universitas memiliki kurikulum “Merdeka Belajar” yang sangat memungkinkan pihak kampus terutama mahasiswa agar berpartisipasi aktif, bersinergi mendampingi masyarakat pelaku UMKM bidang agribisnis,” ujar Nanik saat pertemuan antara unsur pengurus Forkom UMKM, pelaku UMKM, BUMDes dan tokoh masyarakat di Pendopo Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Selasa (25/8/2020).

Pemerintah Kecamatan Ngemplak bersama Forum Komunikasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Forkom UMKM) Ngemplak menggagas kerjasama dengan pihak kampus UPN Fakultas Pertanian dalam rangka membangun sinergitas kampus, BUMDes dan UMKM di wilayah kecamatan Ngemplak.

Pertemuan ini sebagai pembinaan terhadap usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terus diupayakan di tengah wabah Covid-19 yang sangat memukul pada sektor ekonomi dan dunia usaha.

Potensi industri kecil skala rumah tangga diakui sebagai modal utama pengembangan usaha mikro. Ini dapat mendukung proyeksi industrialisasi pedesaan melalui BUMDes untuk mewadahi permasalahan perekonomian di desa.

“Pendampingan yang dilakukan pihak kampus benar-benar akan fokus pada permasalahan yang ada, terutama yang menyangkut permasalahan perijinan serta prasyarat teknis pengujian sampai pada pengemasan produk, kami siap membantu,” Nanik menambahkan.

Kecamatan Ngemplak saat ini telah memiliki BUMDes di wilayahnya. Namun memang belum semuanya terbentuk, oleh sebab itu dengan adanya kerjasama dengan pihak kampus diharapkan semua desa memiliki BUMDes. Tidak berhenti hanya memiliki saja, namun harus baik dalam tata kelolanya sehingga dapat merangsang tumbuhnya UMKM sebagai mitra kerjanya yang kemudian akan menyerap tenaga kerja yang dibutuhkan masyarakat.

Selanjutnya kampus juga dapat menjadi mentor bagi BUMDes dan UMKM dalam pengembangannya. “Nota kerjasama (MOU) antara pihak kampus dengan UMKM dan BUMDes di Ngemplak akan segera direalisasikan,” pungkas Nanik.

Sri Wahyuni Budiningsih, Kepala Seksi Pengembangan Usaha Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman menyampaikan pentingnya penguatan kelembagaan forum komunikasi UMKM. Menurutnya, potensi UMKM sangatlah banyak.

Data terbaru yang ada di Dinas Koperasi dan UMKM Sleman tercatat ada sekitar UMKM. Hal inilah yang mendasari pentingnya peranan Forkom UMKM tersebut. Bagaimana forum ini dapat sebagai wadah dan jalur komunikasi dari berbagi UMKM yang membutuhkan koordinasi dan akses informasi yang memadai.

Seperti diketahui bahwa saat ini pemerintah sedang gencar melaksanakan bantuan bagi pelaku usaha mikro (BPUM) sebagai penguat ketahanan ekonomi. Bagaimana menindaklanjuti program pemerintah tersebut, bagaimana memenuhi prasyaratnya seperti membuat ijin usaha mikro kecil (IUMK), atau bagaimana melaksanakan pembuatan ijin usaha secara online one single submission(OSS), semua informasi ini diharapkan dapat disampaikan dan didampingi oleh Forkom UMKM. Banyak informasi serta kemudahan yang dapat diakses UMKM. Oleh sebab itu keberadaan Forkom UMKM menjadi vital peranannya.

“Potensi UMKM luar biasa di Sleman bahkan pada situasi pandemi ini. Kejelian pengurus Forkom sangat penting dalam pendampingan membuka wawasan dalam mengembangkan usaha mulai dari hulu sampai hilir,” ujar Sri Wahyuni.

Forkom menjadi rumah, dan mewadahi semua pelaku UMKM sehingga dapat bersinergi untuk saling mendukung dan menguatkan.

Sri Wahyuni memandang, penguatan kelembagaan Forkom UMKM Kecamatan Ngemplak haruslah berbentuk koperasi. Dengan koperasi, banyak akses yang bisa diambil sehingga benar-benar menjadi payung bagi rekan-rekan UMKM di wilayah Ngemplak untuk mengembangkan usaha ekonomi yang lebih mumpuni.

“Sebagai Forum Komunikasi UMKM yang pertama dikukuhkan keberadaannya di Kabupaten Sleman, Forkom UMKM kecamatan Ngemplak telah siap dan memenuhi kriteria untuk naik kelas. Selanjutnya kelembagaan agar diperkuat dalam bentuk koperasi. Banyak akses yang bisa diambil kesempatannya dengan bentuk koperasi tersebut,” kata Sri Wahyuni.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan secara simbolis SK perubahan susunan personalia pengurus FORKOM UMKM Ngemplak periode 2019 – 2024. (Nuradi – KIM Ngemplak)




Koramil 17/GP Bersama Polsek Gamping Jaga Keakraban Dengan Mancing Bersama

Wujud persatuan dan kesatuan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) di wilayah Kecamatan Gamping diwujudkan dalam penyelenggaraan kegiatan mancing Bersama di kolam pemancingan Koramil 17/Gamping, Rabu (26/8/2020) siang.

Pembukaan kolam pemancingan milik Koramil 17/Gamping secara resmi dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman, Hj. Kustini didampingi Camat Gamping, Ikhsan Waluyo beserta Wakil Komandan Koramil 17/GP, Kapten (Inf) Kusno dan Kapolsek Gamping, Kompol Heribertus Aan Andrianto dengan melemparkan kail pancingnya masing-masing. Turut hadir dalam kegiatan mancing Bersama ini Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Trihanggo, Nogotirto, Banyuraden, Ambarketawang, dan Balecatur, Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Gamping, H. Deny Hendrawan Bersama segenap relawan TRC, serta Pengurus PKK tingkat kecamatan dan desa.

Menurut Sekretaris Kecamatan Gamping, Trisno Sunardi bahwa ikan konsumsi yang ditebar di kolam sebanyak 50 kilogram ikan lele (Clarias gariepinus sp.) berasal dari sumbangan Kepolisian Sektor Gamping, serta 75 kilogram ikan nila (Oreochromis niloticus bleeker) dan bawal (Parastromateus niger) dari Koramil 17/GP yang diperuntukkan bagi seluruh anggota Koramil 17/GP, anggota Polsek Gamping, relawan TRC Gamping, serta pegawai di lingkungan Pemerintah Kecamatan Gamping.

“Tujuan mancing bersama ini, selain menambah keakraban, juga bertujuan untuk menghilangkan kepenatan. Pasalnya tugas anggota TNI dan polri ini, tak mengenal hari maupun waktu sehingga refresing sangat dibutuhkan. Kebersamaan itu harus terus terjaga, kegiatan mancing bersama yang digelar di Kolam Koramil 17/GP sebagai bukti keakraban antara, TNI, Polri, Relawan TRC, serta pegawai di lingkungan Pemerintah Kecamatan Gamping yang tetap terjaga dengan baik,” tutur Sunardi.

Di tempat terpisah, Camat Gamping, Ikhsan Waluyo berharap kegiatan mancing bersama di tengah pandemi Covid-19 mampu mempererat tali silaturahmi dan membuat aparat keamanan di wilayah Kecamatan Gamping semakin bahagia, karena dengan hati yang gembira mampu meningkatkan imun tubuh sehingga terhindar terhindar dari virus Corona.

“Karena kegiatan ini dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 maka seluruh peserta mancing bersama TNI-Polri ini diwajibkan mengenakan masker atau face shield dan menjaga jarak tiap peserta 1,5 meter untuk meminimalisir penularan virus yang membahayakan orang sedunia. Pandemi Covid-19 selain mengubah kebiasaan juga membuat kebanyakan orang mempunyai kegiatan baru yang mulai diminati masyarakat yakni bersepeda dan memancing. Dua aktivitas luar ruangan ini tetap aman dilakukan asalkan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah,” pungkas Ikhsan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Sambang IKM Beri Solusi Kembangkan Sentra Industri Tahu Krapyak

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sleman beserta pengurus dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Sleman melakukan kegiatan Sambang IKM (Industri Kecil Menengah) di Sentra Industri Tahu Krapyak, Desa Margoagung, Kecamatan Seyegan pada Rabu (26/8/2020).

Kegiatan yang difokuskan di Krapyak VIII, RT 06 RW 24 tersebut dimaksudkan untuk melihat dampak pandemi Covid-19 terhadap produksi industri tahu yang ada di Krapyak.

Irwanto, Ketua Kelompok Sentra Tahu Krapyak memberikan gambaran tentang jumlah pengrajin tahu yang mencapai 68 orang dan tersebar di 3 dusun, yaitu Krapyak VIII, IX dan X.

Mengenai bahan baku, Irwanto menambahkan bahwa kedelai lokal belum bisa memenuhi kebutuhan pengrajin yang mencapai 30 kg per hari sehingga menggunakan kedelai impor.

“Pemasaran dilakukan di pasar tradisional di wilayah Sleman dan sedikit wilayah Kulon Progo. Hanya sebagian kecil yang dipasarkan secara online dan di pasar modern,” ujar Irwanto.

Diceritakan juga oleh Irwanto bahwa usaha tahu ini merupakan industri keluarga sehingga pengelolaannya kurang maksimal.

“Sampai sekarang pengrajin sudah sampai generasi ke-3 dan semakin sulit untuk dilakukan regenerasi,” imbuhnya.

Irwanto mengatakan, ke depannya bantuan alat dan permodalan menjadi harapan dari pengrajin.

Menanggapi keluhan yang disampaikan Irwanto tersebut, Joko Muljanto, Sekcam Kecamatan Seyegan menginformasikan bahwa KKN Daring dari UGM, ITB, dan UNAIR telah melakukan pemetaan potensi wilayah pun mapping untuk menuju Desa Wisata yang terintegrasi, termasuk penanganan limbah tahunya dengan pembuatan portable disaster.

Ida, Wakil Dekranasda menambahkan pula, sebagai wujud pembinaan yang akan dilakukan Disperindag Sleman bersama Dekranasda akan memfasilitasi Sentra Industri Tahu Krapyak ini dalam hal inovasi produksi termasuk kemasan produk dan sistem pemasarannya.

“Akan difasilitasi pula untuk medapatkan IPRT dan label Halal sehingga mampu bersaing, di samping itu juga menetapkan regulasi kaitannya dengan kemitraan yang mengharuskan mengambil produk lokal,” tambah Ida. (Sutarto Agus/KIM Kec. Seyegan)




Kantin Gegayengan Resmi Dibuka dan Siap Layani Konsumen

Di masa pandemi Covid-19 Pemerintah Kecamatan Gamping mendirikan kantin untuk meminimalisir penularan virus dan melayani kebutuhan makan bagi pegawai di lingkungan kantor setempat. Tempat makan yang dinamai ‘Kantin Gegayengan’ ini secara resmi dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman, Hj. Kustini, didampingi Camat Gamping, Ikhsan Waluyo yang ditandai dengan pengguntingan pita, Rabu (26/8/2020).

Peresmian Kantin Gegayengan yang terletak di sisi barat gedung kantor pemerintah Kecamatan Gamping dihadiri oleh Kapolsek Gamping, Kompol Heribertus Aan Andrianto bersama jajarannya, Wadanramil 17/GP, Kapten Kusno dan jajarannya, Sekretaris Kecamatan Gamping, Trisno Sunardi, Ketua Tim Reaksi Cepat Gamping, H. Deny Hendrawan, perwakilan pengurus PKK tingkat desa, Aparatur Sipil Negara, serta pegawai yang bekerja pada Lembaga di lingkungan Pemerintah Kecamatan Gamping.

Selepas melakukan pengguntingan pita, Hj. Kustini memotong nasi tumpeng yang sudah disediakan oleh panitia, selanjutnya diberikan kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Gamping, Marlina Dwi Pratiwi dihadapan tamu undangan disertai tepuk tangan yang meriah.

“Dalam rangka peresmian Kantin Gegayengan sekaligus peringatan hari kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia, serta penanggulangan Covid-19, mari kita bersama-sama bersilaturahmi mengisi kemerdekaan ini dengan kegotong-royongan, kebersamaan untuk mencapai Indonesia Jaya. Saya berharap kepada pengurus PKK dan tokoh masyarakat lima desa di wilayah Kecamatan Gamping untuk terus memberikan motivasi dan dorongan kepada masyarakat agar selalu menggunakan masker apabila keluar dari rumah, sehingga maskerku melindungi kamu, maskermu melindungi aku karena Covid-19 belum selesai,” tutur Hj. Kustini bersemangat.

Di akhir sambutannya, Hj. Kustini berpesan agar setiap orang memiliki empat buah masker karena pemakaian masker setiap empat jam harus diganti serta tetap menjaga lingkungan sekitar, pola perilaku hidup bersih dan sehat tetap tetap dilaksanakan. Ia juga berharap kepada pengurus PKK di lingkup kecamatan dan desa agar tetap menyosialisasikan jaga jarak, pakai masker, cuci tangan yang menjadi kebiasaan baru guna pencegahan penularan wabah Covid-19.

“Saya ucapkan selamat kepada Pemerintah Kecamatan Gamping atas dibukanya Kantin Gegayengan ini semoga bisa bemanfaat bagi kita semua sekaligus memberdayakan warga lingkungan sekitarnya untuk berjualan yang sehat dan bersih, tidak perlu jauh-jauh tapi kearifan lokal yang ada kita nikmati bersama,” pesan Hj. Kustini menutup perkataannya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna kec Gamping)




Bimtek Aplikasi SIDALIH Guna Hasilkan Daftar Pemilih Yang Mutakhir dan Akurat

Menjelang rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) di tingkat desa, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman menyelenggarakan bimbingan teknis tentang aplikasi Sistem Informasi Data Pemilih (SIDALIH) bagi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2020.

Bimbingan teknis yang digelar di Ruang Rapat KPU Sleman, Selasa (25/8/2020) dipandu oleh Kepala Sub Bagian Program dan Data KPU Sleman, Kurnia Pramuditya bersama Penganalisis Program dan Aplikasi, Andi Syarifudin dihadiri oleh Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Sleman, Indah Sri Wulandari, serta Ketua PPK dan Anggota PPK Divisi Data dan Informasi yang berasal dari Kecamatan Godean, Tempel, Seyegan, Minggir, Moyudan, Mlati, Turi, termasuk Ketua PPK Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo bersama anggota PPK Gamping Divisi Data dan Informasi, Indriyani Nurzanah.

Dalam papan materinya, Kurnia Pramuditya, menyampaikan bahwa aplikasi SIDALIH merupakan sistem elektronik dan teknologi informasi yang digunakan oleh KPU untuk proses kerja penyelenggara Pemilu atau Pemilihan dalam menyusun, mengkoordinasi, mengumumkan dan memelihara data pemilih.

Pramuditya menuturkan bahwa dengan berakhirnya tahapan pencocokan dan penelitian yang dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) maka perlu dilakukan proses penyusunan daftar pemilih yang harus dilakukan oleh PPK dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) sebagai materi rapat pleno terbuka yang disaksikan oleh Panitia Pengawas Pemilu tingkat Desa dan perwakilan Partai Politik Tingkat Desa.

“Penyusunan daftar pemilih akan kita atur berdasarkan sistem sesuai denagn Nomor Kartu Keluarga (NKK) sehingga pemilih dengan NKK yang sama memilih di 1 TPS yang sama, tidak terpencar-pencar. Hal ini dilakukan setelah KPU mendapatkan saran perbaikan terkait carut marut penyusunan daftar pemilih. KPU Sleman berupaya melakukan penyusunan daftar pemilih untuk pilkada 2020 menjadi lebih baik dari sebelumnya,” ujar Pramuditya.

Hal senada diungkapkan oleh Penganalisis Program dan Aplikasi KPU Sleman, Andi Syarifudin tujuan dibuatnya aplikasi SIDALIH adalah untuk memudahkan proses input data pemilih oleh penyelenggara pemilihan serta sebagai bentuk penyampaian informasi kepada masyarakat tentang data dan daftar pemilih.

Andi juga mengimbau kepada seluruh PPK agar mengikuti bimtek dengan baik, dan diharapkan bisa memperbaiki kualitas daftar pemilih ke depan agar hasilnya lebih mutakhir dan akurat karena data pemilih merupakan elemen penting dalam pemilihan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)