JPSM SEHATI Periode 2020-2023 Kabupaten Sleman DIlantik

Bertempat di Ruang Pertemuan Unit Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, pada Jumat (7/8/2020) dilaksanakan Pelantikan Pengurus Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) SEHATI Kabupaten Sleman, periode 2020-2023.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau, Kasi Pengelolaan Persampahan, Pengurus JPSM yang lama, dan Pengurus JPSM yang akan dilantik.

Haryadi, selaku Ketua JPSM periode sebelumnya menyampaikan bahwa pergantian pengurus merupakan hal yang wajar untuk menjaga dinamika dalam suatu organisasi.

“Regenerasi harus selalu dilakukan dan diperlukan. Diharapkan pengurus yang baru lebih profesional dan lebih milenial dengan program, kemitraan dan inovasi serta pengembangan yang lebih baik,” tandasnya.

Tak lupa pada kesempatan itu, Hariyadi, menyampaikan terima kasih kepada pengurus lama yang telah berjuang dan berdedikasi dalam bermitra dengan DLH menangani masalah persampahan di Kabupaten Sleman.

Dwi Anta Sudibya, Kepala DLH Kabupaten Sleman dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pengurus JPSM periode yang lama yang telah membantu DLH dalam menanggulangi masalah sampah di wilayah Sleman.

“Pengurus lama telah meletakkan pondasi yang kuat untuk JPSM sehingga dapat berperan aktif sebagai counterpart DLH,” ujarnya.

Dwi Anta berharap Pengurus JPSM yang baru, nantinya akan dapat membantu DLH mencapai target pengurangan dan penanganan sampah mengingat jumlah Tenaga Pengelola Sampah di DLH hanya 4 orang.

“Sekarang ini DLH masih dihadapkan pada dikotomi tentang konsep Bank Sampah Induk, masih ada jarak antara Bank Sampah dan TPS3R dan penyelesaian masalah 3 Depo Transfer di Kecamatan Ngaglik, Godean, dan Seyegan yang masih mangkrak,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Ketua JPSM terlantik, Hijrah Purnama Putra menyampaikan bahwa JPSM ke depannya akan berperan sebagai pengayom, Pembina, dan juga provokator dalam pengelolaan sampah.

“Semoga JPSM mempunyai tata kelola yang lebih baik dan dapat menjadi penghubung antar stakeholder,” tandas Hijrah.

Hijrah menambahkan dalam waktu dekat, JPSM periode 2020-2023 akan menyusun program kerja berdasarkan tupoksi masing-masing bidang dan seksi yang dibentuk. (Sutarto Agus/ KIM Kec. Seyegan)




Margomulyo Gelar Musdes Penyusunan RKPDes Tahun Anggaran 2021

Bertempat di Ruang Rapat Balai Desa Margomulyo, Kecamatan Seyegan, Jumat (7/8/2020) diadakan Musyawarah Desa (Musdes) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun Anggaran 2021.

Acara ini diikuti oleh Pemerintah Desa dan staf, anggota BPD, Lembaga Desa, Ketua RW, Tokoh Masyarakat dan sebagai undangan adalah Dinas PMD Kabupaten Sleman, anggota DPRD Dapil Seyegan, Camat, dan Kasi Pemerintahan Kecamatan Seyegan, Babinsa/Babinkantibmas Desa Margomulyo.

Ketua Panitia Musdes, Supriyadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musdes sebagaimana biasanya adalah pencermatan terhadap program kerja dari desa yang merupakan breakdown dari RPJMDes periode tahun 2016-2021 yang merupakan visi-misi Kepala Desa.

Lebih lanjut, Suhardjono, Kades Margomulyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa pencermatan RKPDes malam itu adalah untuk melihat kesiapan program kerja tahun 2021, tidak membicarakan anggaran/keuangan. Kades juga mengingatkan bahwa di tahun 2021 mendatang ada kegiatan pemilihan dukuh dan pemilihan Kepala Desa.

Sarjono, Ketua BPD Desa Margomulyo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada Musdes ini ada agenda yang dilaksanakan, yaitu pencermatan RKPDes tahun 2021, pembentukan Tim Verifikasi dan Kesepakatan RKTL tahun 2021.

R. Budi Pramono, Camat Kecamatan Seyegan menyampaikan pengarahannya bahwa pada tahun 2021 masih seperti tahun 2020, pemerintah desa maupun kecamatan masih dihadapkan pada persoalan penanganan Covid-19 sehingga perencanaan dapat menjawab persoalan yang dihadapi dan dituntaskan di tahun 2021.

Lebih lanjut Budi Pramono menyampaikan bahwa perencanaan harus berorientasi pada kebutuhan (prioritas) dan dilakukan secara serius dengan model bottom up planning.

Marzuki, dari Dinas PMD Kabupaten Sleman menambahkan bahwa penyusunan RKPDes ini secara signifikan untuk kemajuan masyarakat Margomulyo sehingga rencana kerja 2021 ini sesuai daftar usulan desa yang diusulkan di Kabupaten, Provinsi, maupun Pusat.

Mazuki juga mengingatkan bahwa kegiatan yang direncanakan mengoptimalkan penanganan pandemi Covid-19 sehingga pemulihan kondisi tersebut sangat mewarnai RKPDes.

Dari anggota DPRD Kabupaten Sleman yang hadir, Ramelan menyampaikan bahwasanya Dewan siap mengawal program kerja Desa Margomulyo dengan dasar kebutuhan yang sesuai dengan kondisi untuk penanganan Covid-19. Adapun kebutuhan prioritas diutamakan untuk pemulihan ekonomi.

Setelah sambutan dan pengarahan dilakukan musyawarah yaitu pencermatan terhadap rencana kerja desa di tahun 2021.

Banyak masukan dari peserta Musdes kaitannya dengan kegiatan investasi yang masih dominan dibanding dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk penanganan Covid-19. Belum adanya kegiatan yang berbasis lingkungan juga menjadi pencermatan peserta Musdes.

Selain itu ada masukan juga untuk kegiatan ekowisata yang direncanakan pengelolaannya diharapkan oleh BUMDes. Tidak sedikit juga yang menanyakan tentang peran musyawarah dusun sebagai bahan dari Musdes.

Dalam kesempatan tersebut kaur ataupun kasi penanggung jawab program berkenan untuk menanggapi dan menjadi catatan untuk revisi atau penyesuaian terhadap kesepakatan rencana kerjanya.(Sutarto Agus/KIM Kec. Seyegan)




Gugus Tugas Covid-19 Gamping Bersama TRC Bagikan Masker

Jajaran Muspika Kecamatan Gamping bersama Personel Koramil 17/GP, Polsek Gamping, dan relawan yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat Kecamatan Gamping melakukan pembagian masker gratis kepada para pengguna jalan raya. Kegiatan yang dilaksanakan di simpang tiga depan Kantor Kecamatan Gamping tersebut diawali dengan pemberian arahan kepada para peserta yang melakukan kegiatan pembagian masker oleh Camat Gamping, Jumat (7/8/2020).

Dalam arahannya, Camat Gamping selaku Ketua Gugus Tugas penanganan penyebaran wabah Covid-19 Kecamatan Gamping, Ikhsan Waluyo didampingi Kepala Polsek Gamping, Kompol Aan Andrianto, dan Komandan Koramil 17/GP, Mayor (Inf) Jalu Susilarjo mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan ini merupakan wujud kepedulian jajaran Muspika Gamping kepada warganya dalam mencegah penyebaran Covid-19.

“Pembagian masker gratis sejumlah 500 lembar ini diberikan bagi masyarakat yang melintasi jalan raya Patukan di wilayah Desa Ambarketawang. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia, dan terciptanya prosedur standar tatanan baru (new normal) sebagai cara mencegah penyebaran dari wabah virus Corona yang saat ini terjadi,” tutur Ikhsan.

Kapolsek Gamping, Kompol Aan Andrianto juga memberikan imbauan kepada masyarakat pengguna jalan raya Patukan untuk selalu menjaga jarak, tidak melakukan aktivitas di tempat keramaian dan selalu menjaga kebersihan, baik diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat agar tetap produktif di masa pandemi. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Bupati Sleman Bagikan Masker Kepada Para Pengendara

Sleman – Sebagai bentuk upaya mencegah penyebaran Covid-19, serta momentum Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-75, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman membagikan masker secara serentak di 17 Kecamatan.

Bupati Sleman, Sri Purnomo yang hadir di Lapangan Denggung bersama Forkompimda berkesempatan langsung membagikan masker kepada pengendara yang melintas. Kemudian dilanjutkan ke Pasar Denggung dan Foodcourt Denggung.

Menurut Sri Purnomo, dari pantauan tersebut kesadaran masyarakat Sleman sangat tinggi untuk menerapkan protokol kesehatan. Dari pantauan tersebut, hanya terdapat dua hingga tiga orang yang tidak menggunakan masker.

“Hanya sedikit yang tidak menggunakan masker, karena alasannya lupa dan terburu-buru, selebihnya semua sudah menggunakan masker,” katanya, Jumat(7/8/2020).

Ia pun berpesan kepada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dimanapun sebelum bepergian.”Jangan sampai karena terburu-buru menjadi kita lupa dan mengabaikan protokol kesehatan,” katanya.

Saat ini, Pemkab Sleman belum memberlakukan sanksi bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker di tempat umum.

Menurutnya, sebelum memberlakukan peraturan presiden tentang tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Civud 19, memberikan edukasi dan sosialisasi jauh lebih penting sebelum menerapkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.

Kedepannya jika memang dibutuhkan menurut Sri Purnomo sanksi sosial lebih tepat untuk memberikan efek jera. Selain hasilnya bermanfaat untuk orang lain, menjadi edukasi buat pelanggar, misal dalam bentuk kerja bakti bersih-bersih lingkungan.

Sementara itu, Plt. Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman Arif Pramana mengatakan masker yang dibagikan di setiap kecamatan sejumlah 500 (lima ratus) masker, kecuali di lokasi Denggung (wilayah Kecamatan Sleman) dan Kecamatan Berbah dibagikan sejumlah 1000 (seribu) masker. “Total ada 9500 masker yang dibagikan”.ujar Arif 




Puskesmas Cangkringan Gelar Rapid Test bagi Warga Kepuharjo

Pada Rabu (5/8/2020) dan Kamis (6/8/2020) Desa Kepuharjo bekerjasama dengan Puskesmas Cangkringan melakukan rapid test Covid-19. Sasaran rapid test adalah warga Kepuharjo yang bekerja di retribusi tambang, penjaga DO tambang, dan penjaga warung di sekitar area tambang. Pelaksaan rapid test ditinjau langsung oleh Camat Cangkringan, Suparmono.

Suparmono menegaskan bahwa pemeriksaan ini dilakukan sebagai skrining awal infeksi virus Corona pada orang yang berisiko tinggi.

“Orang-orang yang berprofesi yang mengharuskan melakukan kontak dengan banyak orang,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan tes, sejumlah 80 orang dari 8 dusun dibagi dalam 2 hari agar tidak terjadi kerumunan saat pemeriksaan.

Kepala Desa Kepuharjo, Agung Dwi Maryoto berharap seluruh warga yang mengikuti rapid test membuahkan hasil nonreaktif. (Andi Ferdana/KIM Cangkringan)