Camat Gamping Pantau Seleksi Calon Mahasiswa Baru STPN di Masa Pandemi

Muspika Kecamatan Gamping melakukan pemantauan secara langsung kegiatan seleksi penerimaan taruna mahasiswa baru Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) di Kampus yang terletak di jalan Tata Bumi Nomor 5, Padukuhan Patran, Desa Banyuraden, Kamis (6/8/2020).

Rombongan dipimpin oleh Camat Gamping sekaligus Ketua Gugus Tugas Penanggulangan wabah Covid-19, Ikhsan Waluyo didampingi Kepala Kepolisian Sektor Gamping, Kompol Aan Andrianto. Dalam melaksanakan giat pemantauan seleksi penerimaan taruna mahasiswa baru STPN, personel gabungan operasional Polsek Gamping melakukan aktivitas pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta pemantauan di pintu masuk dan keluar kampus setempat.

Panitia seleksi penerimaan calon taruna mahasiswa baru STPN tahun 2020 dalam melakukan proses seleksi menerapkan protokol kesehatan pencegahan wabah Covid-19 secara ketat dalam Adaptasi Kebiasaan Baru guna memutus rantai penyebaran virus yang sudah merenggut banyak nyawa manusia.

“Dalam pemantauan kami, panitia seleksi calon mahasiswa baru STPN sudah menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan wabah Covid-19 dengan baik sesuai anjuran pemerintah, yaitu mencuci tangan menggunakan sabun, tidak berjabat tangan, mengenakan masker dan pelindung wajah, tidak berkerumun, serta tetap menjaga jarak minimal satu meter di antara calon taruna,” ucap Ikhsan.

Di sela-sela meninjau pelaksanaan seleksi, Ikhsan berpesan agar calon taruna dapat memberikan kemampuan yang maksimal mengingat lulusan STPN ini nantinya akan mengemban tugas penyelesaian urusan lahan pertanahan yang cukup luas. Menurutnya, untuk mengurusi permasalahan tanah tersebut dibutuhkan lulusan dengan kapasitas yang handal dan siap pakai di lapangan.

Adapun situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitar kampus dalam keadaan kondusif dan tidak diketemukan hal-hal menonjol yang berdampak pada situasi keamanan sampai selesainya seleksi calon mahasiswa sesi pertama dan sesi kedua. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Bupati Sleman Resmikan Warung Kalasan

Sleman – Bupati Sleman Sri Purnomo meresmikan Warung Kalasan di Pendopo Kantor Kecamatan Kalasan, Rabu (5/8/2020).

Warung Kalasan yang merupakan warung berbasis online diresmikan secara simbolis yang ditandai pemukulan gong oleh Bupati Sleman.

Ketua Forkom UMKM Kecamatan Kalasan, Marsono Budi Raharjo mengatakan peluncuran warung kalasan yang merupakan sarana promosi berbasis online () merupakan salah satu upaya dalam memberikan solusi bagi kondisi UMKM di tengah pandemi Covid-19.

“Adanya pandemi sejak bulan Maret, seluruh aspek ekonomi terutama UMKM banyak yang terpuruk. Maka dari itu kami dari Forkom mencoba membantu memberikan solusi agar UMKM tetap berjalan dengan baik dan kami mencoba meluncurkan warung kalasan secara online,” katanya.

Menurut Marsono, warung kalasan ini juga dapat menjadi sarana dalam memperkenalkan dan memasarkan produk UMKM di wilayah Kalasan sehingga pendapatan masyarakat akan mengalami peningkatan.

Adapun jumlah UMKM yang masuk dalam pemasaran warung kalasan tersebut berjumlah 81 UMKM dan terdiri dari 87 produk.

Seluruh produk dan anggota UMKM yang masuk dalam pemasaran warung kalasan tersebut sebelumnya telah dilakukan kurasi dengan tolok ukur kelengkapan administrasi seperti surat izin usaha mikro kecil dan BPOM.

Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas peluncuran warung kalasan berbasis online.

Sri Purnomo menilai adanya warung kalasan tersebut sebagai upaya nyata dala mendukung pengembangan ekonomi mikro di wilayah Kalasan.

“Keberadaan warung ini yang notabene berisika UMKM diharapakan dapat mendukung dan mempercepat bangkit dan berkembangnya UMKM Kalasan di tengah pandemi Covid-19 dan utama di tengah kemajuan jaman dan perkembangan teknologi.” katanya.

Menurut Sri Purnomo, upaya memberdayakan UMKM menjadi rantai ekonomi masyarakat merupakan upaya yang sangat mendesak dan vital untuk dilakukan. Pasalnya, wabah Covid-19 saat ini memberikan damapak yang cukup signifikan terhadap usaha keci milik masyarakat.

“Saya berharap agar keberadaan warung kalasan ini mampu memberikan manfaat yang positif dan maksimal bagi pengembangan UMKM dan masyarakat di Kecamatan Kalasan,” katanya. (Humas Sleman)




Bimwin Angkatan VIII Kecamatan Seyegan, Kemenag Sleman Batasi Peserta

Bimwin penting diikuti oleh calon manten, di mana dasar yang kuat menentukan kualitas keluarga dalam mengarungi mahligai rumah tangga. Demikian substansi dari materi yang disampaikan oleh H. Sa’ban Nuroni, Kepala Kantor Kementerian Agama Islam Sleman pada kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi Calon Manten (Caten) Angkatan VIII Kecamatan Seyegan.

Acara yang dihelat selama dua hari pada Senin (3/8/2020) dan Selasa (4/8/2020) ini berlangsung di Kurahan, Margoagung, Seyegan.

Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, jumlah peserta dibatasi yaitu 10 pasang caten yang dalam waktu dekat akan melaksanakan ijab kabul pernikahan. Direncanakan Bimwin Kabupaten Sleman ini akan dilaksanakan sampai dengan 60 angkatan sampai akhir tahun. Dimana Kecamatan yang jumlah perkawinannya banyak akan mendapat Bimwin lebih dari satu kali.

Dalam Bimwin bagi caten ini diberikan sejumlah materi yaitu kebijakan Kemenag tentang Bimwin, perkenalan, harapan dan kontak belajar, mempersiapkan keluarga Sakinah, membangun hubungan dalam keluarga, menenuhi kebutuhan keluarga, menjaga kesehatan reproduksi, mempersiapkan generasi berkualitas, serta evaluasi, refleksi dan post test.

Dari 8 materi yang diberikan, ada 2 materi yang wajib diikuti yaltu materi kebijakan Kemenag tentang Bimwin dan mempersiapkan keluarga sakinah.

Adapun narasumber selain diambilkan dari ASN di lungkungan Kemenag sendiri, juga dihadirkan pemateri dari Puskesmas yaitu bidan dan psikolog yang memberikan materi tentang kesehatan reproduksi. Di samping itu ditunjuk fasilitator, yaitu ASN dan non ASN yang sudah mendapat Bimtek untuk melakukan pendampingan.

Di kesempatan tersebut, H. Handoyo, Kepala KUA Kecamatan Seyegan menjelaskan bahwa Bimwin ini sangat penting mengingat angka perceraian di Seyegan yang meningkat dan sangat diperlukan untuk peningkatan ketahanan keluarga.

Handoyo mengatakan bahwa KUA juga memberikan konseling pra nikah kepada caten untuk pembekalan.

Di sela sela materi juga diadakan kegiatan bermain peran, di mana pasangan caten diminta untuk memperagakan perannya kelak menjadi orang tua yang nenjadi teladan bagi anak-anaknya.

Diakhir acara, kepala KUA Kecamatan Seyegan mengingatkan kepada peserta bahwa meskipun materinya diberikan secara teoritis namun materi ini sangat bernanfaat sebagai pondasi awal dalam membina rumah tangga. Dirinya juga berpesan tentang 3M kata kunci yaitu Mulai dari sekarang, Mulai dari diri sendiri, dan Mulai dari yang kecil.

Sebelum ditutup diberikan kepada para peserta Sertifikat Bimbingan Perkawinan dari Kemenag Sleman. (Sutarto Agus/KIM Kec. Seyegan)




Sarasehan Manajemen Darurat Siapkan Relawan yang Responsif Saat Erupsi Merapi

Dalam rangka menyiapkan relawan penanggulangan bencana yang responsif dan tepat saat bencana erupsi Gunung Merapi pada era adaptasi baru, identifikasi peran dan kebutuhan relawan penanggulangan bencana saat darurat, serta koordinasi untuk dukungan rencana operasi darurat maka Jagabaya Kademangan Demakidjo menyelenggarakan kegiatan bertajuk ‘Sonjo kekandhangan Manajemen Darurat Untuk Respon Erupsi Gunung Merapi’ yang digelar di Pendapa Kekandhangan, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Minggu (2/8/2020).

Kegiatan sonjo kali ini menghadirkan Peneliti dari Pusat Studi Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta, Indra Baskoro Adi dengan paparan materinya tentang manajemen darurat dan rencana kontingensi erupsi gunungapi merapi yang diikuti oleh 35 relawan kebencanaan dari berbagai komunitas diantaranya Rescue Banyuraden, Sigap 1011 Somodaran, GSS Geplakan, Tim Reaksi Cepat Kecamatan Sleman, SAR Daerah Istimewa Yogyakarta, Rescue Magelang, serta KIM Pararta Guna Kecamatan Gamping.

Acara yang dipandu oleh Isya Rahma ini dibuka oleh Penasehat Jagabaya kademangan Demakidjo, Nurcahyo menyampaikan bahwa kegiatan sarasehan manajemen darurat merupakan rangkaian kegiatan sonjo kekandhangan yang sudah dilaksanakan sebelumnya yakni workshop Snake Awareness, dan sarasehan peran relawan dalam penanggulangan bencana saat kondisi pandemi dalam menyikapi kondisi gunung merapi saat ini.

Dalam paparannya, Indra Baskoro Adi menyampaikan bahwa pengertian darurat adalah situasi dimana terjadi gangguan yang berpengaruh atas kehidupan dan kestabilan di masyarakat. Gangguan bisa berupa bencana, konflik, atau gangguan lainnya dimana masyarakat lokal tidak mampu mengatasi sendiri kondisi tersebut sehingga dibutuhkan penanganan yang segera, tepat, besar-besaran, dan menggunakan cara yang tidak biasa.

Selanjutnya, pria yang juga sebagai fasilitator Badan Nasional Penanggulangan Bencana ini menjelaskan tentang tujuan adanya manajemen kedaruratan antara lain mengurangi beban masyarakat, mengurangi jumlah korban, stabilisasi kondisi korban atau pengungsi, mengamankan aset masyarakat, memulihkan fasilitas kunci, mencegah kerusakan lebih jauh, menyediakan dasar penanganan pasca darurat, serta mempersiapkan siapa berbuat apa, dimana, dan kapan dilaksanakan.

“Sebagai relawan kita harus memahami tentang status atau level gunungapi. Secara keseluruhan status gunungapi terbagi menjadi empat yaitu Normal (level 1), Waspada (level 2), Siaga (level 3), dan Awas (level 4). Total ada empat tingkatan status yang masing-masing menandakan kondisi dan aktivitas vulkaniksebuah gunungapi,” tegas Indra di hadapan para relawan.

Pria yang merupakan warga Dusun Turgo, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem yang terletak 5 km dari puncak Gunung Merapi ini menambahkan bahwa dengan adanya pemahaman level gunung api akan mempermudah dalam memutuskan rencana tindakan yang akan dilakukan antara lain siaga darurat, tanggap darurat, atau transisi darurat terhadap lokasi terdampak bencana erupsi, serta mengetahui tingkat risiko bencana gunung api terhadap keselamatan jiwa di daerah terdampak. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Angkatan Muda Muhammadiyah Turi Berbagi Ratusan Paket Kurban

Pandemi Covid-19 saat ini ternyata tidaklah menjadikan surut
semangat umat muslim di Turi Sleman untuk memaknai hakikat ibadah kurban. Demikian
yang dilakukan Pemuda Muhammadiyah Turi, KOKAM Cabang Turi Sleman dengan kegiatan
Berbagi Daging Kurban 1441 H di mana kali ini membagikan ratusan paket daging kurban
untuk warga Dusun Pandansaren, Ngumbul, Ngepreh, Tunggularum, Gondoarum, di
seputaran lereng Merapi, Turi, Ndungrong, Sekendal, Sabtu (1/8 /2020).

Azis Yon Haryono, Ketua Pemuda Muhammadiyah Turi dalam
kesempatan tersebut menyampaikan antusiasmenya membantu kegiatan ini. “Terbukti
kami mendapatkan amanah ratusan daging kurban dari berbagai Ranting
Muhammadiyah seperti Ganggong, Dadapan, Randusongo, Ngentak, Perum Gama Asri
bahkan dari Ranting Garongan Wonokerto 2 menyerahkan seekor sapi kepada kami
panitia untuk bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Pratikno, perwakilan Ranting Wonokerto 2
didampingi Ketua Cabang Muhammadiyah Turi, Bambang Rahmanto ketika menyalurkan satu
ekor sapi mengatakan bahwa Ranting Garongan terdapat peningkatan jumlah kurban.

“Biasanya kami hanya mengeluarkan daging dan kambing, namun
tahun ini menyerahkan seekor sapi dari Jemaah Masjid Ash Sholeh untuk kegiatan
PM/KOKAM Cabang Turi yang akan disalurkan ke tempat binaan dan ini insyaAllah
akan lebih bermanfat,” tandasnya. (Arief Hartanto)