Muspika Gamping Gelar Senam Bersama Jaga Kebugaran dan Produktivitas

Guna menjaga kebugaran dan produktivitas kerja di lingkungan kerjanya Pemerintah Kecamatan Gamping menggelar kegiatan senam aerobik di halaman Kantor setempat, Jumat (24/7/2020) pagi. Senam diikuti oleh Camat Gamping, Ikhsan Waluyo didampingi Sekretaris Kecamatan Gamping, Trisno Sunardi, Komandan Koramil 17/GP, Mayor Jalu Susilarjo bersama Wadanramil 17/GP, Kapten Kusno, serta Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo bersama anggotanya.

Dalam kegiatan ini Pemerintah Kecamatan Gamping juga mengundang beberapa institusi yang ada di wilayahnya diantaranya Komando Rayon Militer 17/GP, Balai Penyuluh keluarga Berencana, Kantor Urusan agama, Unit Pengelola Kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan, serta PPK Gamping.

“Senam termasuk salah satu aktivitas olah raga yang bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh kita, apalagi dalam masa pandemi wabah Covid-19 yang masih melanda di wilayah Kabupaten Sleman. Selanjutnya, untuk mencegah penularan virus Corona kita harus mengenakan masker dan rutin membersihkan tangan setelah melakukan aktivitas menggunakan sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan berbahan alkohol, serta selalu jaga jarak yang aman dengan orang yang batuk atau bersin dan mengikuti arahan otoritas kesehatan gugus tugas pencegahan wabah Covid-19,” tegas Ikhsan mengakhiri percakapannya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Program Bunda Menyapa Ketua TP-PKK Sleman Sapa KWT Putri Mulia Bedog

Kelompok Wanita Tani (KWT) Putri Mulia Padukuhan Bedog, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping mendapat kunjungan lapangan dari Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman, Hj. Kustini didampingi Camat Gamping, Ikhsan Waluyo dan Sekretaris Kecamatan Gamping, Trisno Sunardi dalam agenda Bunda Menyapa, Kamis (23/7/2020) pagi.

Maksud kedatangan Ketua TP-PKK Kabupaten Sleman ini untuk memotivasi anggota KWT Putri Mulia yang berjumlah 40 orang agar tetap menjaga semangat guna menghidupkan organisasi KWT yang telah berdiri sejak 15 Agustus 2016 lalu. Turut hadir dalam kunjungan ini, Ketua KWT Putri Mulia, Sumartini Bersama Kepala Padukuhan Bedog, Sumarso sekaligus Penasehat KWT Putri Mulia.

Dalam sambutannya, Ketua TP-PKK Kabupaten Sleman, Hj Kustini berpendapat bahwa saat ini program PKK sangat banyak dan bervariasi sehingga dapat mengembangkan keahlian atau keterampilan ibu-ibu kader PKK seperti program ketahanan pangan, kesehatan dengan pos pelayanan terpadunya, dan kegiatan lainnya semakin berkembang. Selain itu banyak diselenggarakannya perlombaan guna memacu kreativitas dan inovasi ibu-ibu PKK di padukuhan maupun desa.

“Organisasi PKK saat ini lebih demokratis, lebih maju, dan lebih transparan dibandingkan dengan PKK beberapa tahun yang lalu karena dalam menentukan sebuah keputusan para ibu diajak bermusyawarah untuk pengambilan sebuah keputusan,” tutur Hj. Kustini bersemangat.

Dihadapan para hadirin, Ketua KWT Putri Mulia, Sumartini sambil menunjukkan produk makanan hasil olah keterampilan KWT merasa bangga dan bersyukur lantaran dengan usianya yang baru menginjak empat tahun sudah menorehkan beberapa prestasi yang membanggakan yaitu meraih juara 2 Adhikarya Pangan Nusantara tahun 2019 dalam kategori pemanfaatan lahan pekarangan, serta memperoleh juara harapan 1 Lomba Taman Toga Naturindo Fresh seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta di tahun 2020.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan Hj. Kustini untuk menginformasikan peran PKK di saat pandemi dan pasca pandemi wabah Covid-19 yang melanda dunia. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Relawan AmbulansMU Bergerak Bantu yang Membutuhkan

Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah merupakan
unsur pembantu pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah yang diberi mandat untuk
mengelola program kesejahteraan sosial.

Menurut Ridwan Furqoni, Ketua MPS PWM (Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Wilayah
Muhammadiyah), salah satu program kesejahteraan sosial adalah
AmbulansMU. Program Ambulans Muhammadiyah DIY ini tersebar di 46 titik se-DIY
dengan 50 pengemudi utama yang senantiasa siaga. 

“AmbulansMU adalah gerakan layanan sosial Muhammadiyah dengan mobil ambulans. MPS PWM DIY sebagai majelis yang diberi tanggung jawab untuk mengelola dakwah layanan sosial ini berupaya meningkatkan kualitas layanan sosial melalui mobil ambulans khususnya layanan transportasi orang sakit,” ujar Ridwan.

Salah satu kiprah tim AmbulanMu terlihat pada Rabu (22/7/2020)
pukul dini hari. Tim mendapat mengantar salah satu pasien bernama Arif
yang semalaman sudah berjuang di ICU RSUP Dr Sardjito dan sekitar pukul dini
hari dinyatakan meninggal dunia.

Tanpa pikir panjang tim AmbulansMU bersiap untuk keperluan perjalanan yang diawaki Juang Mahron dan Ahma Ddjamil menuju Ruang Forensik RSUP Dr Sardjito dan langsung berangkat ke rumah duka di Banjarnegara barat.  (Arief Hartanto)




Perindag Sleman Gelar Sayembara Desain Pasar Godean

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan gelar sayembara desain Pasar Godean. Kepala Disperindag Kabupaten Sleman, Raden Rara Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan bahwa sayembara desain ini merupakan upaya untuk merevitalisasi Pasar Godean menjadi satu ikon agar menjadi percontohan yang berbeda dengan pasar-pasar yang selama ini telah direvitalisasi.

“Sampai saat ini sudah ada 91 peserta yang mendaftar baik kelompok maupun perorangan. Peserta tidak hanya dalam negeri tapi juga dari luar negeri seperti Eropa, Malaysia dan Singapura,”ujarnya selepas melakukan penjelasan sayembara arsitektur Pasar Induk Godean di Ruang Sembada Kantor Setda Sleman, Kamis (23/7/2020).

Mae menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan sayembara ini pihaknya bekerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DIY. Adapun total hadiah yang diperebutkan sebesar Rp ,- dengan rincian juara I Rp ,-, juara II Rp ,-, juara III Rp ,- , harapan I Rp ,- dan harapan II Rp ,-.

“Pemenang akan ditentukan pada bulan September 2020 nanti dengan juri kehormatan Bapak Bupati Sleman,” kata Mae.

Mae berharap melalui sayembara ini dapat menghasilkan sebuah pasar tradisional yang tidak hanya baik secara fisik namun juga memenuhi berbagai aspek. Aspek tersebut diantaranya ekonomi, kebersihan, keamanan, artistik serta berstandar nasional Indonesia.

“Jadi bukan bangunan fisik saja namun harapannya desain yang dihasilkan dapat menyajikan ruang perdagangan dimana ada interaksi yang hangat antara penjual dan pembeli serta mempertahankan ruh ketradisionalan sebuah pasar. Ruh ketradisionalan yang dimaksud yaitu guyub, urup, penuk, prasojo, unik, ndalan dan kalangan,” jelas Mae.

Mae menambahkan bahwa Pasar Godean berdiri di atas lahan seluas meter persegi dengan pedagang dengan berbagai komoditas dagangan. Pasar Godean juga memiliki kekhas-an tersendiri sebagai pasar belut dan sepeda.

“Sebelum sayembara, kami juga melakukan kesepakatan bersama dengan pedagang Pasar Godean terkait jumlah pedagang, nama pedagang, komoditas disepakati agar nanti pada proses relokasi dan penempatan kembali tidak ada masalah,” pungkasnya. (Humas Sleman)




Evaluasi Dorong Kembali Kegiatan KWT di Seyegan

Nandur opo
sing dipangan, mangan opo sing ditandur, turah didol.
Slogan Kelompok Wanita Tani (KWT)
Kabupaten Sleman demikian terkenal di masa pandemi. Slogan itu juga digaungkan
oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman saat mengadakan evaluasi KWT di wilayah
Kecamatan Seyegan, Rabu (22/7/2020).

Sebanyak 4 KWT
di 4 desa dikunjungi Tim Penggerak PKK yang dipimpin oleh Kustini Sri Purnomo.
Keempat KWT tersebut adalah KWT Mekar, Dusun Jamblangan, Desa Margomulyo, KWT
Makmur Lestari, Dusun Somorai, Desa Margoagung, KWT Ngudi Rahayu, Dusun Ngaran,
Desa Margokaton, dan KWT Karya Manunggal, Dusun Cibuk Kidul, Desa Margoluwih.

Dalam program Ibu
Menyapa kali ini, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman menekankan peran KWT
di masa pandemi Covid-19 maupun secara umum menempatkan KWT sebagai bagian dari
upaya Kabupaten Sleman dalam mempertahankan status lumbung padi DIY.

“Tanah
pertanian yang subur, sumber mata air yang bersih merupakan aset yang harus
dilestarikan,” tandas Kustini.

Kustini pun mengajak
seluruh anggota memanfaatkan lahan ataupun perkarangan rumah untuk budi daya sayuran,
buah, tanaman hias dan obat, sekaligus pemenuhan protein keluarga dengan budi
daya ikan.

Sebagai bentuk
apresiasi kepada KWT, Pemerintah Kabupaten Sleman dalam hal ini Dinas
Pertanian, Perikanan dan Peternakan telah memfasilitasi sarana yang dibutuhkan
KWT seperti pemberian pupuk, bibit, dan media tanam.

Pun untuk penyemangat
KWT yang kegiatannya mengalami pasang surut tersebut, Tim Penggerak PKK
Kabupaten Sleman mengadakan evaluasi kepada KWT yang ada di seluruh wilayah
kabupaten.

“Harapannya
dengan adanya reward kepada KWT, dapat memacu kembali kegiatan Kelompok
Wanita Tani ini di tingkat dusun,” ujar Kustini.

Dalam kegiatan
evaluasi tersebut, Tim Penggerak PKK didampingi tim juri yang terdiri dari perangkat
daerah terkait, praktisi, dan pemerhati masalah pertanian. Banyak yang didapat
dalam kegiatan ini, tim dapat melihat inovasi yang ditampilkan oleh KWT, dari hasil
pemanfaatan lahan sendiri, pembuatan makanan olahan sampai memadukan
pemanfaatan lahan dengan ekowisata seperti mina kalen (sungai-red)
yang dikelola oleh KWT Karya Manunggal, Cibuk Kudul, Desa Margoluwih.

Di akhir
kunjungan di masing masing KWT, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman memberikan
bantuan berupa budik damber (budidaya ikan dalam ember) atau mina sayur,
polyback, pupuk, dan bibit tanaman sayuran. (Sutarto Agus/KIM Kec. Seyegan)