Cabai Rawit Varietas Prima Agrihorti Antarkan Janu Riyanto Jadi Penyuluh Pertanian Teladan

Janu Riyanto, dinobatkan sebagai
Penyuluh Pertanian Teladan Tingkat DIY Tahun 2020 di sela-sela acara Panen Perdana Cabai Rawit Varietas Prima Agrihorti di
Bulak, Karang, Kalasan, Selasa (21/7/2020).

Penobatan
Janu Riyanto menjadi Penyuluh Pertanian Teladan tingkat DIY karena inisiatifnya
memberikan penyuluhan tentang budidaya cabai rawit varietas prima agrihorti dan
pengolahan
hasil panen tanaman cabai menjadi produk kuliner untuk
memajukan pertanian sekitar. Awalnya, Janu menggunakan dana pribadi untuk mengajak petani muda di
Kecamatan Kalasan dan mendirikan Forum Petani Kalasan. Lalu dari kelompok ini
Janu mengajak Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk mengembangkan hasil panen cabai
menjadi sebuah olahan. Produk yang dihasilkan beragam, seperti manisan cabai, olahan bubuk cabai, abon
cabai, dan aneka sambal kemasan. Untuk memasarkan
produk olahan cabai ini, Janu bekerja sama dengan Dinas
Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman pun menawarkan
langsung antar kelompok petani.

Dalam
mengelola usaha pertaniannya ini Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan
Kabupaten Sleman memberi dukungan penuh.

“Dinas sendiri juga banyak memberi bantuan dalam pengembangan usaha berupa peralatan penunjang hingga kebutuhan lain dari usaha pertanian,” tuturnya usai menerima penghargaan langsung dari Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Heru Saptono.

Cabai
rawit varietas prima agrihorti yang ia kelola ini kini dilirik untuk dilakukan
pengerjaan hingga tingkat DIY. Pencapaian Janu Riyanto ini membuatnya mampu membeli 1 unit mobil dan seekor sapi. Janu Riyanto
berharap ke depannya ia bisa mendampingi
teman-teman petani dalam mengembangkan lahan dan hasil tani mereka hingga
mencapai kesejahteraan. (Rep Tia)




Dinas Pertaru Sleman Tinjau Pilar Batas Desa

Dinas
Pertanahan dan Tata Ruang (Pertaru) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa
Yogyakarta tinjau 50 titik pembangunan pilar batas desa, Senin (20/7/2020).
Kegiatan ini merupakan tahap awal penegasan kembali pilar batas desa agar
sesuai dengan peta desa lama. Peninjauan hari pertama dimulai dengan pengukuran
6 titik di sekitaran lokasi PT Primisima yang mencakup 3 desa yakni Desa
Caturharjo, Desa Triharjo, dan Desa Trimulyo.

Peninjauan
Lapangan Pilar Batas Desa rencananya akan dilaksanakan mulai Senin (20/7/2020)
hingga Rabu (5/8/2020). Kegiatan ini merupakan program dari Pemerintah
Provinsi, yang kemudian dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Program
pemasangan pilar batas desa ditargetkan rampung bulan Desember dengan biaya
dari dana keistimewaan.

“Pilar
sebagai penanda batas untuk menentukan batas administrasi suatu wilayah, yang
berimbas pada pengelolaan dan kewenangan. Peninjauan ini mengacu pada peta desa
lama,” ungkap Nurtakwa, Kepala Seksi Data dan Informasi, Dinas Pertaru Sleman.

Dinas Pertaru Sleman menjadwalkan setelah pengukuran titik koordinat ini selesai, dilanjutkan pemasangan pilar batas desa, kemudian penandatangan berita acara, lalu dilanjutkan monitoring dan evaluasi pemasangan pilar oleh tim dari Dinas Pertaru bersama Pemerintah Kabupaten Sleman dan instansi terkait.

Mustadi,
Camat Sleman sangat mendukung program ini. Mustadi berpendapat bahwa batas
wilayah memang harus diketahui secara pasti karena pilar batas desa berkaitan
erat dengan aset pemerintahan desa. (Rep Tia)




Ngobrol Budaya Pahami Adaptasi Budaya di Tengah Pandemi

Dalam
tatanan hidup baru memerlukan adaptasi budaya. Budaya sebelum Covid-19 jelas
kondisinya berbeda dengan setelah Covid-19 dan mau tidak mau masyarakat harus
siap menghadapi realita ini. Demikian disampaikan dr. Raudi Akmal, Wakil Ketua
Komisi D DPRD Sleman dalam acara Ngobrol Budaya yang diselenggarakan oleh Dinas
Kebudayaan Kabupaten Sleman, Minggu (19/7/2020) di Wedomartani, Sleman.

“Untuk
itu anak-anak muda harus memahami budaya dan implementasi budaya pada kondisi
saat ini, kita harus mulai mengubah budaya dasar kita menuju budaya dasar yang
baru atau menuju ke kehidupan normal yang baru. Agar budaya-budaya yang sudah
ada tetap bisa konsisten dan tidak lemah karena kondisi pandemi,” ujar
Raudi.

Sementara itu, Aji Wulantara, Kepala Dinas Kebudayaan Sleman membeberkan selama pandemi Covid-19 ini tidak adanya pertunjukkan seni yang dihadiri oleh khalayak ramai secara langsung dikarenakan berpotensi melanggar protokol kesehatan dan bisa menjadi sumber penyebaran. Oleh karena itu, membutuhkan solusi pendekatan pementasan pertunjukan seni dan budaya, salah satunya dengan menggunakan media virtual atau daring. Dinas Kebudayaan Sleman memilih media Youtube yang bisa diakses dengan jangkauan luas dan sesuai dengan Standard Operational Procedure (SOP) Covid-19 di samping itu sebagai alternatif keterbatasan anggaran.

Novendra
Jordan dari Bidang Budaya Karang Taruna Kabupaten Sleman, selaku generasi muda
Sleman pun berupaya mendukung pengenalan budaya baru di tengah Covid-19 dan berkomitmen
untuk mensosialisasikannya kepada segenap generasi muda anggota Karang Taruna
Sleman sampai tingkat paling bawah. (Arief Hartanto)




Apel Kesiapan PPDP Trihanggo Terapkan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19

Dalam rangka Gerakan Coklit Serentak (GCS) tepat pada Sabtu (18/7/2020) pukul WIB, Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Trihanggo menggelar kegiatan Apel Kesiapan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) sebelum melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) daftar pemilih pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2020 di halaman Kantor Kepala Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping.

Apel kesiapan PPDP yang dilakukan dengan penerapan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 secara ketat sesuai dengan peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 6 tahun 2020 diikuti oleh 35 orang yang bertugas melakukan Coklit di 35 Tempat Pemungutan Suara yang tersebar di 12 Padukuhan dalam wilayah Desa Trihanggo, yaitu Padukuhan Baturan, Bedog, Biru, Jambon, Kronggahan I, Kronggahan II, Mayangan, Ngawen, Nusupan, Panggungan, Salakan, dan Trini.

Berdasarkan surat Nomor 270/01701 yang dilayangkan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, H. Harda Kiswaya ditetapkan Kepala Desa Trihanggo, Herman Budi Pramono sebagai Inspektur Apel Kesiapan PPDP sekaligus memimpin Gerakan Memakai Masker Serentak, serta penyematan atribut dan Alat Pelindung Diri (APD) berupa ban lengan, face shield, dan topi pertanda dimulainya Gerakan Coklit Serentak.

Turut hadir dalam Apel Kesiapan ini Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, Ketua PPS Desa Trihanggo, Ani Kurniani, serta Sekretaris PPS Desa Trihanggo, Ridhan Wahyuti.

Dalam amanatnya, Kepala Desa Trihanggo berpesan kepada seluruh petugas agar tetap mentaati protocol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 di antaranya rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setelah beraktivitas, selalu mengenakan masker, dan pelindung wajah, membawa hand sanitizer, serta menjaga jarak dengan orang lain.

“Saat ini kita memasuki keadaan normal baru yaitu menjaga produktivitas masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dengan tatanan baru. Hingga kini belum ditemukan vaksin untuk pengobatan virus Corona, kita harus jaga produktivitas agar dalam situasi seperti ini tetap produktif, aman dari Covid-19 sehingga diperlukan tatanan yang baru. Tatanan, kebiasaan, dan perilaku yang baru berbasis pada adaptasi untuk membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” tegas Herman.

Di akhir pesannya, Kepala Desa dua periode ini berharap kebiasaan baru ini harus menjadi kesadaran kolektif agar dapat berjalan dengan baik. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec. Gamping)




Seleksi Dukuh Daplokan Tetapkan Satu Peserta Terpilih

Pemerintah
Desa Margomulyo menggelar Seleksi Perangkat Desa, Dukuh Daplokan, Desa
Margomulyo, Kecamatan Seyegan pada Sabtu (18/7/2020) di Balai Desa Margomulyo.

Seleksi
sendiri diserahkan sepenuhnya kepada Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta
selaku pihak ketiga yang dipercaya oleh Desa Margomulyo untuk melaksanakan
seleksi tersebut.

Dr.
Widodo, , Ketua LPM UAD, mengatakan bahwa merupakan kebanggaan dipercaya
untuk kedua kalinya sebagai Tim Penguji Seleksi Perangkat Desa. Hal itu
disampaikannya pada saat serah terima secara simbolis wewenang seleksi dari
kepala desa ke LPM UAD Yogyakarta.

Seleksi
ini merupakan babak terakhir dari rangkaian seleksi perangkat desa, yang
sebelumnya pada Selasa (14/7/2020) dilaksanakan seleksi administrasi kepada
calon dukuh dengan hasil keenam calon dianggap lolos memenuhi syarat
administrasi dan berhak mengikuti tahapan selanjutnya.

Tepat
pukul , ujian tertulis yang berupa TPA dan materi umum berlangsung.
Kemudian dilanjutkan dengan tes psikologi, tes keterampilan komputer, tes
wawancara dan pidato, serta tes presentasi dan memimpin rapat.

UAD
segera memproses nilai dari peserta dan diserahkan kepada panitia untuk
ditambah dengan nilai lokalitas yang merupakan bentuk pengabdian peserta kepada
desa (dibuktikan dengan SK Kepala Desa).

Hasil
seleksi menempatkan nama Koko Dewanto sebagai Dukuh Daplokan terpilih dengan nilai
tertinggi yaitu 245.

Budi
Pramono, selaku Camat Seyegan dalam sambutannya mengapresiasi Desa Margomulyo
yang sukses menyelenggarakan seleksi dan berpesan kepada peserta yang belum
beruntung untuk tidak putus asa dan tetap semangat dalam meraih peluang kerja
di tempat lainnya. (Sutarto Agus /KIM Kec. Seyegan)