MCCC PDM Bagikan 3 Ribu Paket Sembako untuk Guru dan Karyawan AUM

Pimpinan
Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman menggelar agenda “Ketahanan Pangan Muhammdiyah
2020, Milad 106 Aisyiyah, Program Peduli Guru dan Karyawan Pegawai Amal Usaha
Muhammadiyah (AUM)”, Sabtu (16/5/2020) bertempat di Gedung Dakwah Muhamadiyah
Sleman. 

Pada
kesempatan kali ini Ketua MCCC (Muhammadiyah Covid19 Command Center) PDM Sleman
H. Tuyahmin menyampaikan bahwa Ramadan 1441 H pihaknya menyerahkan 3 ribu paket
sembako untuk guru dan karyawan AUM se-PDM Sleman yang terdampak Covid-19. 

“Muhammadiyah
akan selalu dan terus bergerak untuk menjawab tantangan yang terjadi di
masyarakat dan salah satunya dalam menangani dampak pandemi Covid-19 sebagai
bentuk panggilan perjuangan untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.

Adapun
sumber pembiayaan kegiatan tersebut berasal dari donasi pimpinan, pengurus, dan
warga Muhammadiyah Sleman.

Sri
Purnomo, Bupati Sleman yang hadir dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa
penanganan Covid-19 di Sleman terus diupayakan untuk intensif.

“Langkah
cepat, tepat, fokus, terpadu, dan sinergitas antar lembaga dan perangkat daerah
baik pemerintah maupun swasta harus dilakukan, Muhammadiyah Sleman melalui MCCC
beserta segenap unsur pimpinan, majelis, dan lembaga sampai ke tingkat pimpinan
ranting beserta segenap organisasi otonom dan amal usahanya telah banyak
berkiprah untuk ikut menanggulangi dan memutus mata rantai Covid-19 di Sleman,”
tukas Sri Purnomo.

Di
akhir acara, Bupati Sleman secara simbolis menyerahkan bantuan kepada guru dan
karyawan. Dirinya berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat. (Arief Hartanto)




BLT-DD Desa Sukoharjo Untuk Warga Terdampak Covid-19

Sabtu
(16/5/2020) menjadi hari yang cukup melegakan bagi Ibu Mulyadi (80 tahun).
Didampingi putri sulungnya, beliau tertatih menghampiri petugas pencairan dana
BLT-DD (Bantuan Langsung Tunai- Dana Desa) di Aula Kantor Desa Sukoharjo.

Setelah
menunggu beberapa saat, tampak raut muka yang berseri setelah semua persyaratan
terpenuhi dan bantuan tunai diterima.

“Setidaknya
bantuan ini, sedikit meringankan beban kebutuhan sehari-hari di tengah wabah Corona,
apalagi sekarang pendapatan kami sebagai buruh tani semakin tidak menentu,”
terang Mulyani putri sulung Ibu Mulyadi.

Di
sela- sela pembagian bantuan, Sujadi, koordinator kegiatan sekaligus Kepala
Seksi Pelayanan Umum Desa Sukoharjo menyatakan bahwa BLT-DD merupakan skema
bantuan pemerintah yang bersumber dari dana desa.

“Ada
beberapa pra syarat yang harus dipenuhi penerima bantuan, seperti menyasar
warga yang paling terdampak secara ekonomi dan harus dipastikan orang tersebut
belum mendapatkan bantuan dari program pemerintah yang lain. BLT-DD ini sendiri
akan dibagikan 3 kali atau 3 bulan bagi masing-masing penerima,” tambah
Sujadi.

Secara
terpisah, Bara Hernowo Natali, PJ Kades Desa Sukoharjo menambahkan proses penyaluran
bantuan sebelumnya telah dibahas dalam Musdesus (Musyawarah Desa Khusus)
bersama BPD dan tokoh masyarakat yang lain.

“Hari ini Pemerintah Desa memfasilitasi penyaluran bantuan bagi 150 warga terdampak Covid-19 dari 14 padukuhan dengan dibagi dalam 3 gelombang guna memenuhi standar social distancing,” ujarnya.

Di
sisi lain, Muthohar, Ketua BPD dalam berbagai kesempatan selalu mengingatkan
agar bantuan dari sumber manapun menjadi tepat sasaran.

“Skema
bantuan yang disampaikan kepada masyarakat akan menjadi kegaduhan tersendiri
manakala di sebuah padukuhan, masih ada warga yang lebih miskin secara ekonomi
dari penerima bantuan namun tidak tersentuh. Jadi seyogyanya memang bantuan
seperti ini menyasar masyarakat lapisan terbawah. Ketua RT, Ketua RW, maupun Kepala
Dukuh mempunyai peran yang strategis dalam menyaring data penerima bantuan,”
pungkas Muthohar. (DHI)




Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Gamping Imbau Warga Tetap Disiplin

Tiga Pilar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kecamatan Gamping yaitu TNI-Polri, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimca), dan elemen Lintas Sektoral yang terdiri dari Puskesmas, Kantor Urusan Agama, Palang Merah Indonesia, serta Relawan Tim Reaksi Cepat Gamping melaksanakan giat patroli gabungan pembagian masker dan imbau warga agar selalu disiplin, jangan abai, tetap mentaati serta ikuti protokoler pemerintah berkaitan dengan standar operasional prosedur cegah covid 19 di posko-posko yang ada di wilayah desa Ambarketawang, Trihanggo, Nogotirto, Banyuraden, dan Balecatur, Sabtu (16/5/2020) malam.

Di bulan Ramadan 1441 H/2020 M tahun ini, Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Gamping terus melakukan berbagai upaya dalam percepatan penanganan penyebaran Covid-19. Selain untuk mempererat tali silaturahmi antara tim gugus tugas Covid-19 Kecamatan Gamping dengan personil patroli gabungan, juga untuk menjaga kondusivitas wilayah Kecamatan Gamping.

Camat Gamping, Ikhsan Waluyo yang bertindak sebagai Ketua Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengatakan, bahwa patroli gabungan harus terus dilaksanakan untuk Bersama-sama memerangi serta memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19 di wilayah Gamping.

“Seluruh warga masyarakat harus disiplin mematuhi aturan pemerintah selalu pakai masker jika keluar rumah, sesering mungkin cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah beraktivitas, jaga jarak orang per orang, serta hindari pertemuan yang melibatkan banyak orang. Selain itu lakukan pencegahan dengan screening bagi para pendatang dari luar kota utamanya yang baru saja tiba dari daerah atau negara terjangkit Covid-19 yang sudah menjadi protokol dan harus dipatuhi seluruh warga masyarakat Kecamatan Gamping,” pungkas Ikhsan.

Hal senada disampaikan oleh Komandan Koramil 17/GP, Mayor (Inf) Jalu Susilarjo dan Kapolsek Gamping, Kompol Heribertus Aan Andrianto bahwa kegiatan patroli malam ini bertujuan guna memantau dan mengawasi kegiatan masyarakat serta memberikan imbauan untuk bersama-sama mencegah penyebaran virus Corona di wilayah Kecamatan Gamping.

Turut serta dalam giat patroli gabungan ini, Kasi Tramtib Kecamatan Gamping, Harley Benyamin, Kasi Pemerintahan, Budi Supriyanto, Ketua TRC Gamping, H. Deny Hendrawan, Bhabinkamtibmas desa Nogotirto, Aiptu Eko Yulianto, Bhabinkamtibmas desa Trihanggo, Aiptu Rusmanto, Babinsa desa Nogotirto, Serka Hadi Siswoyo, serta Babinsa desa Ambarketawang, Serda Dawamiyanto. Adapun rute dan desa sasaran patroli antara lain posko-posko Desa Ambarketawang, Desa Trihanggo, Desa Nogotirto, Desa Banyuraden, dan Desa Balecatur yang ada di wilayah Kecamatan Gamping. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




RDT Massal Warga Sleman Tahap Pertama Berjalan Lancar

Sleman – Rangkaian Rapid Diagnostic Test (RDT) tahap pertama yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Sleman telah selesai dilaksanakan pada Kamis (14/5/2020). RDT yang bertempat di Gelanggang Olah Raga (GOR) Pangukan ini telah berlangsung selama tiga hari dari hari Selasa (12/5/2020). RDT tercatat diikuti oleh total peserta dengan rincian 461 peserta pada hari pertama, 425 peserta pada hari kedua, dan 324 peserta pada hari ketiga.

Bupati Sleman, Sri Purnomo pada hari ketiga ini melakukan peninjauan langsung pelaksaan Rapid Diagnostic Test ( RDT) massal guna memastikan pelaksanaan RDT berjalan dengan baik.

“Bagi mereka yang telah mendaftar akan kita layani sebaik-baiknya untuk mengetahui apakah reaktif atau non-reaktif,” kata Sri Purnomo saat melakukan peninjauan.

Namun Sri Purnomo menyayangkan tidak terpenuhnya kuota RDT yang seharusnya dijadwalkan untuk 500 orang setiap harinya.

“Hari pertama ada 461 peserta yang hadir dan mengikuti tes. Dari 461 peserta ini ada 20 orang yang reaktif. Di hari kedua, ada 425 yang hadir dan terdapat 19 orang yang reaktif jadi, total sementara 39 orang reaktif. Saya berharap semua yang telah terdaftar bisa hadir dan mengikuti RDT,” katanya.

Sementara itu Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Sleman, Dul Zaini dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa masyarakat yang telah mengikuti RDT dapat mengetahui hasilnya melalui laman .

“Untuk yang reaktif, tidak perlu menunggu lama. Tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Sleman akan segera menghubungi untuk melakukan konfirmasi terkait lokasi atau alamat yang tepat untuk kemudian dilakukan penjemputan,” jelasnya.

Sesuai prosedur yang telah ditetapkan, bagi peserta yang dinyatakan reaktif akan segera di tempatkan di Asrama Haji untuk karantina sampai menunggu hasil swab. Sementara itu, contact tracing akan dilakukan kepada keluarga dari peserta yang telah dinyatakan reaktif.

“Untuk yang non-reaktif, akan dilakukan tes kedua yaitu 10 hari setelah dilakukan RDT tahap pertama. Pada tahap kedua nantinya peserta yang telah terdaftar dapat mengkuti tes sesuai prosedur yang sama dan lokasi yang sama seperti RDT tahap pertama,” jelasnya.

Di lain kesempatan, Kordinator Lapangan pada hari ketiga RDT ini, Gunanto mensyukuri atas kelancaran rangkaian tes yang telah berlangsung selama tiga hari ini.

“Hari ini secara keseluruhan tes berjalan dengan tertib dan lancar,” ujarnya dalam evaluasi kegiatan.

Namun ia tetap memberi catatan khusus terhadap peserta yang tidak memenuhi kuota.

“Di mana yang hadir tercatat 324 orang, dari yang terdaftar 422 orang. Seperti hari kemarin, ada saja yang tidak hadir dalam kegiatan hari ini, tentu ini menjadi catatan ya,” jelas Gunanto.

Gunanto pun berharap RDT tahap kedua yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 19-21 Mei dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

“Harapannya kita tetap terus teratur, sistem yang telah dibangun dengan lancar ini dapat berlanjut ke depannya, bersama-sama kita tetap fight untuk tahap kedua,” tutup Gunanto.




Warga Sleman Antusias Ikuti RDT Massal

Sleman – Masyarakat yang mengikuti RDT massal gratis yang diselenggarakan Pemerintah kabupaten Sleman, mengakui terbantu dengan tes yang digelar oleh Pemkab Sleman ini. Rapid test ini diperuntukkan bagi pengunjung sebuah supermarket yang sempat heboh beberapa waktu lalu usai seorang karyawannya dinyatakan Covid-19.

H, wanita berusia 29 tahun asal Sleman mengatakan bahwa RDT massal gratis ini menandakan cepatnya respon pemerintah terhadap kasus konfirmasi positif salah satu karyawan di supermarket besar 25 April lalu.

“Dengan RDT ini saya ingin mengetahui apakah saya jadi salah satu ODP, PDP, OTG, apalagi positif sehingga jika terjadi hal-hal tersebut dapat diketahui follow up-nya dan tidak menyebar kemana-mana,” ungkapnya Rabu (13/5/2020) usai mengikuti RDT hari kedua di GOR Tridadi, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman.

H mengakui dirinya melakukan RDT ini meski merasa dirinya
tidak bergejala. Dikatakannya, motivasinya ikut tes bahkan telah ada sebelum
Pemkab Sleman menggelar RDT massal gratis ini.

Senada dengan H, S seorang pedagang yang secara rutin
berbelanja produk dagangannya di Indogrosir, berniat mengikuti prosedur yang
diterapkan pemerintah usai pengumuman kasus positif tersebut.

“Karena sudah ada fasilitas dari pemerintah kita
gunakan saja,” ujarnya.

dr Novita Krisnaeni, , Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit Dinas Kesehatan Sleman yang ditemui di sela-sela RDT hari kedua pun
mengungkapkan apresiasinya terhadap masyarakat yang telah kooperatif selama
prosedur tes berlangsung.

“Dari proses administrasi hingga pengambilan darah
dibutuhkan waktu 10 menit, seluruh peserta pun terpantau aman dan terkendali
dengan yang lansia dan ibu hamil kita dahulukan,” bebernya.

Novi melanjutkan, hasil dari tes dapat langsung diketahui 15
menit usai prosedur. Masyarakat pun yang diketahui reaktif akan segera mendapat
tindak lanjut dari paramedis.

“Setelah data diolah, daftar peserta yang nonreaktif
kita kembalikan ke Kominfo untuk disampaikan ke peserta secara daring melalui
, namun untuk yang reaktif kita berikan ke Tim Gerak Cepat
Dinas Kesehatan Sleman, nah TGC ini bersama puskesmas yang akan
menginformasikan ke pasien, pasien ini nanti akan dijemput dan didaftarkan
untuk tes swab di rumah sakit,” imbuhnya.

Ditambahkan Novi, apabila tes swab sudah siap pasien dapat
langsung dites namun apabila rumah sakit penuh para pasien akan ditempatkan di
Asrama Haji sebagai sarana karantina.

“Pasien reaktif setidaknya akan ikut tes swab 3 kali jadi di rumah sakit selama 4 sampai 5 hari, lalu pasien dengan tes swab hasil negatif bisa kembali ke rumah untuk isolasi mandiri sementara pasien dengan hasil positif lanjut isolasi rumah sakit hingga hasil tes 2 kali negatif,” tambahnya.

Pemkab Sleman menggelar RDT tahap pertama mulai Selasa (12/5/2020) hingga Kamis (15/5/2020). Setiap harinya dijadwalkan 500 peserta terdaftar yang mengikuti RDT tahap pertama ini. Di hari pertama, sejumlah 461 peserta mengikuti RDT massal gratis ini dengan hasil 20 orang reaktif.