Pemdes Kepuharjo Sumbang APD untuk Puskesmas Cangkringan

Pemerintah Desa Kepuharjo didampingi Babinkamtipmas Desa
Kepuharjo memberikan bantuan APD kepada Puskesmas Cangkringan, Senin (20/4/2020).

Bantuan diterima langsung oleh Kepala Puskesmas Cangkringan,
Sugeng Budi Setyo Purnomo.

Sugeng mengucapkan terima kasih mengingat bantuan APD memang
tengah sangat diperlukan saat ini.

Dukungan sekecil apapun dikatakan Sugeng bagi tenaga medis khususnya di Puskesmas Cangkringan dinilainya sangat berarti.

“Karena tenaga medis dan petugas sudah mencapai titik puncak
kelelahan dan pandemik belum ada tanda-tanda mereda,” lanjut Sugeng.  (Andi Ferdana/KIM Cangkringan)




TP PKK Kabupaten Sleman Ajak Masyarakat Terapkan PHBS

Senin (20/4/2020), Hj. Kustini Sri Purnomo selaku Ketua TP
PKK Kabupaten Sleman melakukan roadshow pencegahan Covid-19 di Desa Kepuharjo,
Cangkringan.

Kustini Sri Purnomo mengajak seluruh perangkat desa dan PKK Desa
Kepuharjo untuk terus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Lebih
lanjut Kustini menambahkan program roadshow ini akan dilaksanakan di 86 desa
yang ada di Sleman agar masyarakat semakin sadar dengan PHBS sehingga mampu
memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19. 

TP PKK Kabupaten Sleman juga membagikan masker kain kepada
semua yang hadir karena memang saat ini setiap warga masyarakat diwajibkan
mengenakan masker kain.

Desa Kepuharjo sendiri sampai saat ini belum ada yang
terjangkit Covid-19. Hal ini disampaikan Pj. Kepala Desa Kepuharjo, Agung Dwi
Martoyo, dalam sambutannya. Lebih lanjut Agung menjelaskan bahwa setiap pemudik
sudah terdata dan disiapkan tempat untuk karantina mandiri. (Andi Ferdana/KIM
Cangkringan)




Perangkat Daerah Harus Punya Etika

Perangkat desa dalam posisi sebagai birokrat harus mempunyai
etika. Demikian disampaikan Camat Seyegan, R. Budi Pramono, saat kegiatan pengambilan
sumpah jabatan dan pelantikan perangkat Desa Margodadi, serta serah terima jabatan
Kepala Seksi Pemerintahan, Dukuh Jagalan, dan Dukuh Grogol, Rabu (22/4/2020) di
Gedung Pertemuan Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan.

Kepada calon terlantik, Budi Pramono memberi contoh tentang
filosofi bahwa perangkat desa di masa lalu disebut sebagai pangreh projo
atau yang lebih bermakna sebagai memerintah, sedangkan di masa sekarang disebut
pamong projo yang dimaknai sebagai melayani, baik masyarakat, instansi
terkait, stake holder, maupun pihak-pihak terkait.

Lebih lanjut, Camat Seyegan menerangkan bahwa desa sebagai
subsistem tidak mengambil langkah sendiri.

“Otonomi desa ini harus dimaknai yang lebih baik,” ujar Budi
Pramono.

Tak hanya itu, Camat Seyegan juga mengharuskan perangkat
desa mempunyai kompetensi yang meliputi 3 aspek yaitu skill, knowledge,
dan attitude.

“Ketiganya ini yang harus dituangkan dalam memberikan
pelayanan,” tandasnya.

Pengambilan sumpah dilakukan oleh Subandi, Kepala Desa
Margodadi kepada tiga perangkat terlantik, yaitu Kepala Seksi Pemerintahan,
Agus Sulistiyanto, Dukuh Grogol, Candra Setyawan Brata, dan Dukuh Jagalan,
Amiek Ratnaningsih. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Bulog dan Disperindag Gelar Operasi Pasar Guna Stabilkan Harga

Sleman-
Perum Bulog Kanwil Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan
(Perindag) Provinsi DIY dan Disperindag Kabupaten Sleman menggelar operasi
pasar pada Selasa (21/4/2020) di kawasan Pasar Denggung.

Tujuan
dari kegiatan ini adalah untuk melakukan stabilisasi harga gula yang saat ini
di ecerannya mencapai Rp ,00 sampai Rp ,00 per kilo.

“Bukan
hanya gula, pangan lainnya juga ada seperti beras, minyak, tepung juga kita
jual untuk stavilisasi harga dan kegiatan ini ditujukan untuk masyarakat umum, dengan
adanya operasi pasar ini dijual sesuai harga eceran tertinggi menurut
pemerintah yaitu di harga Rp per kilo untuk gula,” kata Yuda Aji Pribawa
selaku Bagian Pemasaran Bulog Kanwil Yogyakarta.

Walaupun
operasi pasar digelar di tempat umum dikatakan Yudha tetapi proses
pelaksanaannya tetap sesuai kaidah dan protokol kesehatan dalam rangka mencegah
Covid_19.

 “Jadi tetap ada social distancing dan kita
kasih batasan dengan jarak berjauhan, orang tidak diperbolehkan mengantri
tetapi kalau sudah kosong baru diperbolehkan untuk mengantri, kemudian dicek
temparatur suhu juga dan setelah transaksi dilakukan semprot,” jelasnya.

Menurut
Yuda, operasi pasar dilakukan di seluruh DIY mulai 21 April 2020 ini hingga
menjelang lebaran. Operasi pasar yang akan dilakukan saat jam operasional pasar
berlangsung ini juga akan dilakukan di beberapa spot pasar murah Ramadan.

 “Harapan dari kegiatan ini masyarakat bisa
mendapatkan akses pangan yang terjangkau, terutama saat ini sedang masa pandemi
Covid-19 seperti ini, kemudian harga gula juga bisa stabil tidak ada eceran
masyarakat yang tinggi sekali, ini juga kita lakuan pemenuhan di jalur
distribusi kita di toko-toko eceran juga akan kita siapkan khususnya gula,” tambahnya.
(Rep Aldi)




PMA Peduli bagi Warga Terdampak Covid-19

Serangkaian kegiatan bakti sosial dilaksanakan di Perum Puri Margomulyo Asri (PMA) Jamblangan Margomulyo Seyegan Sleman yang diberi label PMA Peduli. Dimulai pada Selasa (14/4/2020), REMASAT (Remaja Masjid At-Taifiq) menggalang dana dari warga PMA untuk kegiatan sosial berupa pembagian sembako bagi warga miskin dan warga yang terdampak Covid-19. Pembagian 70 paket sembako tersebut selain diberikan kepada warga PMA juga didistribusikan di wilayah Babrik, Dukuh, dan Jamblangan.

Kegiatan
sosial yang kedua dilaksanakan oleh Takmir Masjid At-Taufik PMA mulai Jumat (17/4/2020)
dengan membagikan voucher belanja kepada jemaah dan warga yang terdampak untuk
belanja kebutuhan pokok di warung tetangga yang sudah bekerjasama dengan Takmir
Masjid At-Taufik. Adapun besarnya voucher belanja tersebut adalah Rp 100 ribu.

Menurut
Ketua Bakti Sosial Remasat, Dzaky Armando, kegiatan ini sedianya diperuntukkan
untuk kegiatan songsong Ramadan yang dikemas dalam pengajian, namun dengan
adanya wabah Corona kegiatan tersebut dialihkan dengan tidak mengubah esensi
dari tujuan bakti sosial itu sendiri.

Aksi
peduli yang berikutnya dilakukan oleh Bank Sampah Margo Lestari PMA yang pada
Minggu (19/4/2020) yakni dengan kegiatan Sedekah Sampah. Sampah dari nasabah
ataupun warga yang sudah terpilah dikumpulkan di fasilitas umum PMA yang
kemudian oleh pengurus dikemas dan dijual ke pengepul. Hasil penjualan sampah
ini, berapapun besarnya akan diwujudkan sembako untuk warga yang terdampak Covid-19.

Sedekah
Sampah ini digagas oleh Pelindung Bank Sampah Margo Lestari, Sutarto Agus
Raharjo, mengingat kegiatan Bank Sampah praktis terhenti dengan adanya wabah Covid-19.

“Di
sisi lain, nasabah sampah tetap memilah sampahnya di rumah sehingga Sedekah Sampah
ini sekaligus dapat menyelesaikan persoalan sampah di PMA,” ujar Sutarto.

Serangkaian
kegiatan sosial ini mendapat dukungan penuh dari warga PMA dan direncanakan
akan terus dilaksanakan mengingat dampak Covid-19 ini belum bisa diprediksikan
kapan berakhirnya sementara sebagian warga sudah merasakan dampak ekonominya. (KIM
Seyegan/Sutarto)