TP PKK Kabupaten Sleman Lakukan Sterilisasi Fasum Padukuhan Salakan

Guna mencegah penyebaran Virus Corona, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman melakukan penyemprotan desinfektan di Dusun Keditan, Padukuhan Salakan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, menggunakan mobil bak terbuka berkapasitas 150 liter, Rabu (1/4/2020) siang.

Kegiatan yang dipimpin oleh Wakil Ketua III Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman, Indah Lestari dihadiri oleh Kepala Padukuhan Salakan, Suyana.

Menurut Indah Lestari, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman terhadap maraknya serangan penyakit yang diakibatkan oleh Virus Corona saat ini.

Penyemprotan fasilitas umum yang dipandu oleh Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo ini diawali dari gapura dusun Keditan Rt 01/Rw 26 Padukuhan Salakan, dilanjutkan Pos Ronda, Musala As-Salam, TK Tunas Harapan III, Masjid Al-Mukarrom, Gedung Madrasah Ibtida’iyah Ma’arif Blendangan, Musala Babussalam, serta sepanjang jalan utama akses masuk permukiman penduduk.

Indah Lestari berharap, dengan adanya kegiatan penyemprotan desinfektan ini menjadikan warga Padukuhan Salakan menjadi lebih peduli dengan kebersihan lingkungannya, dan menekankan bahwa pencegahan penularan Virus Corona merupakan kewajiban bersama.

“Semoga seluruh kader PKK yang ada di Padukuhan Salakan Desa Trihanggo selalu berperan aktif mensosialisasikan penerapan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, sebagai kader PKK harus mengetahui cara pencegahan penularan Virus Corona, salah satunya adalah selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, serta setelah selesai melakukan aktivitas apapun. Kader PKK jangan sampai menyebarkan virus penyakit di wilayahnya,” pesan Indah.

Dengan adanya sterilisasi di tempat ibadah, tempat pendidikan, serta akses jalan utama di wilayahnya, Kepala Padukuhan Salakan, Suyana menyampaikan rasa terima kasih kepada segenap Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman yang telah membantu pencegahan masuknya Virus Covid-19 di lingkungannya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Gugus Tugas Bersama TRC Gamping Satukan Langkah Cegah Wabah

Menindaklanjuti Surat Keputusan Camat Gamping Nomor : 18/KPTS/GP/2020 tentang Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kecamatan Gamping, Musyawarah Pimpinan Kecamatan bersama segenap relawan yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) Gamping melaksanakan kegiatan penyemprotan terhadap bangunan dan tempat-tempat fasilitas umum menggunakan larutan disinfektan guna sterilisasi pencegahan penyebaran virus, Selasa (31/3/2020).

Kegiatan ini dipimpin oleh Camat Gamping sekaligus bertindak sebagai Ketua Gugus Tugas, Ikhsan Waluyo. Turut hadir di lapangan antara lain Komandan Koramil 17/GP, Mayor (Inf) Jalu Susilarjo, Kapolsek Gamping, Kompol Aan Andrianto, Sekretaris Kecamatan Gamping, Trisno Sunardi, Kasi Tramtib Gamping, Harley Benyamin, serta Ketua TRC Gamping, H. Deny Hendrawan. Adapun pelaksana penyemprotan berasal dari anggota TRC Gamping sebanyak 13 personel dengan Koordinator Lapangan (Korlap), Antonius Kuwat, dalam pengawalan keamanan oleh Babinsa Koramil 17/GP dan Bhabinkamtibmas Polsek Gamping.

Korlap kegiatan penyemprotan, Antonius Kuwat menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka pelaksanaan penanganan wabah Covid-19 oleh pelaksana gugus tugas Kecamatan Gamping terhadap fasilitas umum yang ada di wilayahnya. Lokasi sasaran kali ini yaitu Pasar Buah Sentral, Pasar Sore, Tradisional Gamping, Kantor Pasar Gemah Ripah, serta akses jalan utama di wilayah Desa Balecatur.

Hal senada disampaikan Tri Sujianto Gotrex yang bertindak sebagai eksekutor di lapangan.

“Kami sebagai relawan ikut berpartisipasi aktif dalam penanganan bencana, termasuk bencana wabah penyakit yang melanda di wilayah Gamping. Penyebaran Virus Corona sudah meluas di seluruh negeri, kami sebagai relawan turut prihatin serta berusaha menangkalnya dengan cara memutus mata rantai penyebaran virus tersebut dengan melakukan penyemprotan di fasilitas umum, tempat orang banyak berkumpul,” ungkap Gotrex.

Di akhir kegiatan, Komandan Koramil 17/GP, Mayor (Inf) Jalu Susilarjo berpesan kepada segenap anggota TRC Gamping agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dalam penanganan terhadap resiko penularan inveksi Virus Corona, dan setiap anggota harus melakukan Pola Hidup Bersih agar terhindar dari penyakit yang mematikan ini.

“Status tanggap darurat bencana Covid-19 yang ditetapkan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta mengharuskan kita semua sebagai penduduk untuk melakukan kewaspadaan guna mengantisipasi penyebaran virus tersebut terutama di wilayah Gamping tercinta ini, sterilisasi yang telah kita lakukan merupakan salah satu upaya pencegahan masuknya virus yang sangat berbahaya bagi manusia,” pesan Mayor (Inf) Jalu. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




MCCC Sleman Terjun Cegah Penyebaran Corona

Dalam upaya penanggulangan Covid-19, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman menindaklanjuti instruksi Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah melalui Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) membentuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Sleman yang bertugas mengkoordinasikan seluruh aktivitas Muhammadiyah dalam membantu pemerintah melawan penyebaran Virus Corona.

“Strategi yang digunakan adalah menggerakkan semua sumber daya Muhammadiyah di semua tingkatan unsur pimpinan Daerah Muhammadiyah, Aisyiyah, Lembaga Penanggulangan Bencana, Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah, Majelis Pelayanan Sosial, Pemuda dan Nasyiatul Aisyiyah beserta organisasi otonom untuk mencegah dan memutus penyebaran Covid-19 khususnya di lingkungan Sleman,” tandas H. Tuyahmin selaku Koordinator MCCC.

Selain
fungsi koordinasi ditambahkan Tuyahmin yang tidak kalah penting adalah menyusun
panduan-panduan khusus yang berkaitan dengan perilaku, ibadah, kehidupan
sehari-hari untuk masyarakat dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta
cara memutus penyebaran virus corona.

“Kami memohon dukungan kepada seluruh stakeholder, baik di kalangan Muhammadiyah maupun di luar Muhammadiyah untuk bersama-sama membantu melalui program diri sendiri yang tinggal di rumah, maupun dengan kontribusi yang lain, baik berupa dukungan moral, finansial, dan dukungan lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, M. Fauzan Y dari unsur Lembaga Penanggulangan Bencana yang ditemui di kompleks SMKM Turi Sleman pada Senin (30/3/2020) mengatakan fokus kegiatan MCCC Sleman adalah penyemprotan disinfektan dan edukasi masyarakat tentang pentingnya social distancing.

“Kegiatan
ini akan dilaksanakan setiap hari, dengan harapan dapat menekan penyebaran dan mengurangi
jatuhnya korban karena wabah Corona di wilayah Kabupaten Sleman,” tegasnya.

Dikatakan Fauzan, pihaknya berupaya mengoptimalkan seluruh tim relawan MCCC Sleman untuk melakukan penyemprotan disinfektan dan sosialisasi social distancing di sejumlah Amal usaha Muhammadiyah (AUM) dan Masjid, serta literasi tentang Covid 19 di 17 kecamatan di Kabupaten Sleman. (Arief Hartanto)




TRC Gamping Bantu Masyarakat Cegah Penyebaran Wabah Covid-19

Dalam rangka menanggulangi penyebaran virus Corona (Covid-19, red) di wilayah Kecamatan Gamping, Tim Reaksi Cepat (TRC) Kecamatan Gamping mengadakan kegiatan pemberian larutan disinfektan secara gratis bagi warga masyarakat sekitar. Kegiatan dilaksanakan di posko gugus depan penanggulangan Covid-19 TRC Gamping yang terletak di kawasan Kantor Camat Gamping, Senin (30/3/2020).

Kegiatan sosial yang diinisiasi oleh para relawan se-Kecamatan Gamping yang tergabung dalam TRC Gamping ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam pengadaan larutan disinfektan yang sulit didapatkan di pasaran guna melakukan sterilisasi secara mandiri di rumahnya dalam upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19.

Menurut keterangan Ketua TRC Gamping, H. Deny Hendrawan dana operasional kegiatan berasal dari sumbangan sukarela para anggota TRC Gamping yang diwujudkan dalam bentuk bahan-bahan pembuatan larutan disinfektan.

“Dalam pengambilan larutan siap pakai ini, warga cukup mengisi formulir yang disediakan oleh petugas jaga sebagai bukti serah terima operasional barang untuk penanganan wabah Covid-19. Guna meratakan pembagian larutan, setiap pengambilan dibatasi 100 liter per wilayah, dan diutamakan bagi warga penduduk Kecamatan Gamping. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi warga di luar wilayah Gamping untuk mendapatkan larutan disinfektan,” ungkap H. Deny.

Di hadapan masyarakat yang memanfaat giat ini, salah satu anggota TRC yang berjaga, Antonius Kuwat menyampaikan bahwa jam pelayanan pengambilan bantuan ini dimulai pukul WIB hingga malam hari. Masyarakat akan dilayani oleh 15 orang petugas jaga dengan dibantu oleh anggota Koramil 17/GP.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat yang mengambil larutan ini agar menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa sarung tangan karet, masker, kacamata keamanan, celana panjang dan baju lengan panjang. Selain itu jika larutan mengenai mata agar segera membasuhnya menggunakan air bersih yang mengalir. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” tambah Kuwat.

Respon masyarakat penerima manfaat kegiatan dari TRC Gamping ini sangat baik, mereka merasa terbantu dengan adanya pembagian larutan disinfektan secara gratis ini, serta mengucapkan terima kasih kepada segenap relawan yang sudah melayani warga dengan ramah dan sopan.

“Sebagai warga di Padukuhan Salakan rt 01 rw 26 Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, saya berharap semoga perbuatan yang mulia ini mendapat pahala yang berlipat ganda dari Tuhan, serta seluruh relawan yang tergabung dalam TRC Gamping ini diberi kesehatan dan perlindungan dari segala macam gangguan agar dapat menjalankan tugasnya dengan aman dan nyaman,” kata Ari Pambudi sambil berpamitan kepada petugas. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna kec Gamping)




Puluhan UMKM Binaan Dinkop UKM Sleman Siap Penuhi Kebutuhan APD, Masker, dan Hand Sanitizer

Sebanyak 36 UMKM Binaan Dinkop UKM Sleman menyatakan kesiapannya dalam memenuhi kebutuhan Alat Perlindungan Diri (APD), masker dan hand sanitizer. Mereka pun memastikan bahwa produk-produk tersebut akan dibanderol dengan harga normal.
Sebagaimana diketahui, produk-produk semisal APD, masker dan hand sanitizer sekarang ini telah menjadi kebutuhan pokok di tengah situasi wabah Virus Corona (COVID-19) yang terjadi di tanah air.

Masyarakat yang khawatir dengan kondisi ini kemudian berbondong-bondong membeli produk-produk tersebut untuk melindungi diri. Mirisnya, tak sedikit di antaranya yang kemudian memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan dengan cara menimbun kemudian menjualnya dengan harga lebih tinggi dari harga normal.

Kenaikan harga juga diakibatkan oleh tingginya permintaan, sementara persediaan produk terbatas.
Atas dasar itulah, puluhan UMKM di Kabupaten Sleman ini berinisiatif untuk membantu menyediakan barang-barang tersebut untuk menekan terjadinya kelangkaan produk di pasaran. Hal itu juga diharapkan akan semakin banyak warga yang bisa memiliki alat perlindungan diri yang sulit ditemukan di pasaran.

Selain itu, Dinkop UKM Sleman juga melakukan langkah-langkah strategis lainnya dalam upaya melindungi para pelaku UMKM di Kabupaten Sleman. Salah satunya optimalisasi Sleman Mart sebagai ‘pasar online’ untuk memasarkan barang-barang kebutuhan pokok sehari-hari.

Produk-produk ini diperoleh berasal dari para pelaku usaha di Sleman untuk kemudian dipasarkan melalui Toko Online Sleman Mart.
Dengan begitu, warga dapat membeli secara online dan tinggal menunggu barang belanjaannya diantarkan sampai rumah.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman Pustopo menegaskan bahwa ini adalah salah satu cara dalam rangka membendung penyebaran COVID-19, yaitu dengan meminimalisir kontak fisik atau lewat metode physical distancing.

“Dengan begitu, warga tidak perlu datang ke tempat umum yang bisa mengundang konsentrasi massa dalam jumlah banyak, melainkan bisa melakukan pembelian barang secara online kemudian produk yang dibeli akan diantarkan ke konsumen,” tandasnya Jumat (27/3/2020) saat ditemui di kantornya.

Pustopo juga memastikan bahwa Dinas Koperasi dan UKM Sleman akan terus melakukan berbagai upaya untuk membantu para pelaku usaha di Sleman agar dapat bertahan di tengah situasi ketidakpastian imbas dari wabah Virus Corona belakangan ini. (*)