Warga RT 06 Sidoharjo Semprot Disinfektan pada Fasilitas Umum

Warga Kampung Sidoharjo RT 06 RW 12 Kendal Kelurahan Bangunkerto, Turi tidak ingin berpangku tangan dalam mencegah penyebaran Virus Corona (COVID-19) di lingkungannya. Swadaya warga untuk melindungi lingkungan secara spontan digalang pada Rabu (26/3/2020).

Dengan hasil swadaya tersebut, warga bersama-sama melakukan penyemprotan disinfektan pada fasilitas umum, seperti gardu, masjid, sekolah, dan lingkungan rumah warga. Di samping itu, imbauan untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat digaungkan dalam berbagai kesempatan baik secara langsung maupun melalui media sosial yang digunakan warga, tak lupa disediakan tempat cuci tangan dan sabun sebagai upaya pencegahan.

Muh Suharjo selaku Ketua RT 06 didampingi M Mahmud dari perwakilan warga yang menginisiasi gerakan ini menyampaikan apresiasi atas gerak cepat dan tanggap atas kejadian ini.

“Kami sangat mendukung dan semoga bisa membangun kesadaran untuk warga untuk selalu hidup sehat, terutama dalam menghadapi Virus Corona,” kata Muh Suharjo.

M. Mahmud menambahkan, upaya bersama pencegahan penyebaran Virus Corona ini hendaknya secara menyeluruh serta disertai dengan upaya preventif, yaitu menjaga diri baik keluarga, teman, dan lingkungannya dari penularan virus.

“Semisal
dengan rajin cuci tangan dengan sabun, membersihkan diri dengan mandi
setidaknya 2 kali sehari, makan dengan teratur dan bergizi, mengkonsumsi buah
dan sayur, minum air secukupnya, aktif berolahraga, menghindari bersentuhan
dengan orang lain, beristirahat yang cukup, juga menghindari menyentuh hidung,
mata dan mulut, serta tidak keluar rumah kecuali dalam hal yang mendesak,”
jabar Mahmud.

Pun,
dikatakannya untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan agar terjaga dari
wabah pandemi yang terjadi di seluruh dunia tersebut. (Arief Hartanto)




Pemuda Kebur Lor Lakukan Gerakan Massal Cegah Corona

Pemuda
dan pemudi Padukuhan Kebur Lor menggelar gerakan massal pencegahan penyebaran Virus
Corona, Selasa (24/3/2020) bertempat di Padukuhan Kebur Lor, Argomulyo,
Cangkringan, Sleman dimulai jam wib sampai selesai.

Aan
Darmawan Nugroho selaku Koordinator menyampaikan bahwa pencegahan perkembangan
virus corona dapat dilakukan dengan cara penyemprotan ke seluruh rumah dan
lingkungan dengan bahan yang sederhana seperti bahan penghilang noda pakaian
yang dicampur dengan air.

“Komposisi
1 banding 10,” ujarnya.

Disampaikan
Aan, kegiatan tersebut dilaksanakan secara mandiri dengan swadaya murni
masyarakat Padukuhan Kebur Lor.

“Semoga
dengan kegiatan tersebut dapat menekan perkembangan dan bahkan dapat memutus
virus corona dan semoga semua masyarakat Padukuhan Kebur Lor sehat dan
terhindar dari wabah virus corona tersebut,” tambahnya. (KIM Cangkringan/Mujiyanta)




Tangkal Covid19 Pemuda Muhammadiyah Madurejo Prambanan Semprot Disinfektan

Menangkal
penyebaran virus Covid 19 diperlukan kepedulian semua pihak. Cara terbaik untuk
mencegah penyebaran virus ini adalah dengan menghindari atau membatasi kontak
dengan orang-orang yang menunjukkan gejala virus. Pun, mempraktikkan gaya hidup
bersih.

Berlatarbelakang
hal tersebut, Minggu (22/3/2020) pagi, KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan
Muda Muhammadiyah) Pemuda Muhammadiyah Prambanan, Lazismu Pimpinan Ranting
Muhammadiyah Madurejo, dan Muhammadiyah Disaster Management Center Prambanan melakukan
penyemprotan disinfektan pada sejumlah masjid di wilayah Prambanan.

Kordinator
Lapangan, Rifki dan Eko Priyantoro mengatakan bahwa pihaknya bersama-sama
dengan segenap anggota mengerahkan pasukannya untuk terjun ke lapangan sebagai
Tim Penyemprot Disinfektan. “Kami mengerahkan Pasukan KOKAM Prambanan untuk
terjun di lapangan dengan APD lengkap sebagai Tim Penyemprot Disinfektan,” kata
Rifki.

Senada
dengan Rifki, Eko menambahkan bahwa pihaknya bahu-membahu bersama berbagai
elemen Muhammadiyah di Prambanan untuk melakukan pencegahan penyebaran virus
Covid-19, salah satunya dengan penyemprotan disinfektan di masjid-masjid ini.

”Selanjutnya
kami juga menyediakan hand sanitizer untuk masjid,” tambah Eko.




Nikah Bareng Adventure Merapi

Sleman – Dinas Sosial Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Dinas Sosial DIY menggelar acara Nikah Bareng Adventure Merapi, Sabtu (21/3), bertempat di Kalikuning, Cangkringan, Sleman. Kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Air Internasional yang akan jatuh pada tanggal 22 Maret 2020.

Acara nikah bareng ini digelar secara sederhana di tengah ancaman wabah virus Corona. Tidak banyak tamu yang hadir pada acara tersebut. Prosesi pernikahan pun dipersingkat waktunya. Panitia juga menyediakan hand sanitizer serta masker bagi para tamu dan juga bagi para mempelai. Meski begitu, acara berlangsung lancar dan hikmat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Eko Suhargono, mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap penyebaran virus covid-19 ini. Menurutnya hal tersebut dapat dilakukan dengan membiasakan hidup bersih serta menjalankan protokol terkait mitigasi virus corona, seperti cuci tangan dengan sabun, memakai hand sanitizer, memeriksa suhu tubuh dan meminimalisir kontak fisik.

“Mari melakukan berbagai hal yang dapat menghindarkan kita dari virus Corona”, ungkapnya.

Ia juga berharap dengan diadakannya acara tersebut dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang perkawinan yang sah di mata agama dan negara. Hal tersebut diangap mempermudah pemerintah dalam mencatatan administrasi negara terkait data kependukukan. Di samping itu, melalui nikah bareng ini ia berharap dapat membangun keluarga yang berkualitas serta terlahir generasi yang unggul.

Sementara Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukaryadi tak menampik bahwa situasi masyarakat saat ini tengah waspada terhadap virus Corona. Namun sebab urgensi acara nikah bareng tersebut, pihaknya tetap menggelarnya, meski dengan konsep yang sederhana.

“Dalam kondisi seperti ini tidak lah perlu berpesta-pora. Namun kita sadari bahwa akad nikah merupakan sesuatu yang urgen karena menyangkut kebutuhan yang hakiki”, jelasnya.

Ada sebanyak empat pasang mempelai yang mengikuti nikah bareng tersebut, diantaranya Lely Erawati (42 th), Janda, Danurejan, Jogja, DIY dan Ristanto (38 th), Duda, Sayegan, Sleman, DIY, Puji Lestari (31 th) , Gadis, Cangkringan, Sleman, DIY dan Adhi Yuhandoko (30 th), Jejaka, Cangkringan, Sleman, DIY, Ana Nur Rahmawati (21 th), Gadis, Pundong, Bantul, DIY dan Fajar Riyanto (21 th), Jejaka, Donorojo, Pacitan, Jawa Timur, serta terakhir Rista Arningsih (23 th), Gadis, Imogiri, Bantul, DIY dan Ambar Sudanang (22 th), Jejaka, Imogiri, Bantul, DIY.

Bertindak sebagai saksi ialah Kepala Dinas Sosial DIY Drs. Untung Sukaryadi, MM, Kepala Dinsos Sleman Eko Suhargono,, Ketua Baznas Sleman Drs. H. Kriswanto, MSc. dan Ketua FORTAIS & Nikah Bareng Nasional RM. Ryan Budi Nuryanto, SE. Uniknya, selain seperangkat alat sholat, mahar yang digunakan pada acara tersebut ialah hand sanitizer. Para mempelai juga membawa poster berisi imbauan terkait prosedur mitigasi wabah Corona. Acara ditutup dengan atraksi menyusuri kali dengan jip oleh para mempelai dan tamu undangan.




Rembug Warga Tahunan BKM Wira Bhakti Pandawa

Sleman  – Sebagai
lembaga sosial, ekonomi dan kemasyarakatan yang ada di tingkat desa, Badan
Keswadayaan Masyarakat (BKM) mempunyai peran yang penting dalam menggalang
potensi dan sumber daya baik yang dimiliki masyarakat setempat maupun dari
pihak lain. BKM diharapkan dapat memberikan solusi berbagai persoalan mendasar
yang ada di masyarakat. Selain itu BKM mempunyai peran strategis menjadi mitra
pemerintah dalam melaksanakan program fisik, sosial dan pemberdayaan
masyarakat.

Demikian dikatakan Camat Sleman, Mustadi dalam acara
pembukaan Rembug Warga Tahunan (RWT) BKM Wira Bhakti Pandawa di Ruang Sadewa
Balai Desa Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Rabu (18/03/2020).

Sementara itu Mujiono selaku koordinator BKM Wira Bhakti
Pandawa mengatakan bahwa dilaksanakannya Rembug Warga Tahunan (RWT) dimaksudkan
sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus BKM kepada seluruh warga
Pandowoharjo melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), lembaga kemasyarakatan
desa, perangkat desa, tokoh masyarakat serta instansi terkait. Di samping itu
juga disampaikan laporan semua kegiatan BKM dan unit pengelola yang berada di
lingkup BKM.

“BKM Wira Bhakti Pandawa memiliki 3 unit pengelola
yaitu Unit Pengelola Keuangan (UPK) yang mengurusi kegiatan pinjaman bergulir
melalui KSM, Unit Pengelola Lingkungan (UPL) yang melakukan kegiatan di bidang
pembangunan lingkungan serta Unit Pengelola Sosial (UPS) yang melakukan tugas
sosial kemasyarakatan melalui pelatihan ketrampilan dan peningkatan
kesejahteraan masyarakat ” terang Mujiono.

“Dari beberapa program yang dilaksanakan BKM Wira
Bhakti Pandawa, Program Pamsimas (Penyediaan Air minum dan sanitasi berbasis
masyarakat) adalah kegiatan yang layak dibanggakan karena dengan Pamsimas telah
membantu warga mendapatkan air bersih di beberapa padukuhan yaitu Karang asem,
Gawar dan Gabugan dengan alokasi dana APBN sebesar 245 juta, dana APBDes
sebesar Rp 55 juta serta dana dan swadaya masyarakat senilai lebih dari Rp 70
juta rupiah” tambahnya.

Lebih lanjut Mujiono mengatakan bahwa keberhasilan Pamsimas
2019 diapresiasi pemerintah dengan ditetapkannya Pandowoharjo sebagai salah
satu dari 4 Desa di kabupaten Sleman yang akan menerima Dana Alokasi Khusus
Pamsimas pada tahun 2020. Dana tersebut nantinya akan dialokasikan untuk sarana
air bersih di dusun Majegan, Toino, dan Kloncoman. Sementara untuk tahun 2021
telah diupayakan juga agar mendapat program yang sama untuk dusun Dukuh, Temon
dan Mancasan.

Dalam RWT yang dihadiri anggota BKM, Camat, kepala desa,
KSM, unit-unit pengelola, perangkat desa serta lembaga dan tokoh masyarakat
tersebut sepakat menerima laporan pertanggungjawaban pengurus BKM masa bakti
2016-2019. Mujiono juga melaporkan bahwa pada akhir 2019 BKM Wira Bhakti
Pandawa melalui Unit Pengelola Keuangan memiliki aset sebesar Rp 312,5 juta.

Dalam kesempatan tersebut juga disusun program kerja BKM
tahun 2020 yang terdiri dari bidang kelembagaan, bidang kesekretariatan, bidang
fisik/lingkungan, bidang sosial serta bidang keuangan.

Di penghujung acara dilakukan pemilihan pengurus BKM masa bakti
2020-2022 yang langsung dikukuhkan oleh Camat Sleman. Pengurus baru yang
terbentuk terdiri dari 9 orang yaitu Mujiono, Roni Jatmiko, Sunardiyono,
Ismono, Suwardiyanto, Janari, Lina Nur Aini, Tini Wahyuni dan Mimin Mintarsih.

“Dengan terpilihnya pengurus yang baru  diharapkan mampu merealisasikan program pemberdayaan masyarakat, meningkatkan partisipasi dan kontribusi masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bersama sesuai visi misinya untuk menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” demikian pesan Camat Sleman. (Upik Wahyuni/KIM Ngaglik)